Pandangan Seorang Guru

Jalsatul itsnain  Majelis Rasulullah Saw

–  Habib Bagir bin Yahya –

Senin, 2 Desember 2016

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلأَنْوَارِ وَسِرِّ اْلأَسْرَارِ وَتِر يَاقِ اْلأَغْيَارِ وَمِفْتَاحِ بَابِ اْليَسَارِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ وَآلِهِ اْلأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَإِفْضَالِه

 

Yang kita hormati yang kita muliakan guru-guru kita, wabil khusus tamu kita ALHABIB ALWI ASSIRRI, dan juga guru kita ALHABIB HUD BIN MUHAMMAD BAGIR AL ATTHAS,ALHABIB HUSAIN ALHADDAD,ALHABIB JA’FAR BIN MUHAMMAD BAGIR AL ATTHAS,ALHABIB MUHAMMAD BIN ABDULLAH AL IDRUS, KH.ABDUSSALAM, Guru kita AL HABIB ALWI BIN ABDURRAHMAN AL HABSYI. Kita doakan guru-guru kita sehat afiyat,panjang umur, ALLAH mudahkan urusannya dunia akhirat dan para jamaah Majelis Rasulullah Saw yang hadir bersama maupun yang menyimak melalui streaming Majelis Rasulullah Saw, mudah-mudahan kita semua di panjangkan umur, ALLAH beri sehat dan afiyat, ALLAH mudahkan urusan kita dunia akhirat,Amin Ya Allah Ya Robbal ‘Alamin.

Karena tersisa waktu kita sedikit, sedikit ingin kita sampaikan menginginkan kita untuk kumpul bersama namun belum di pilih oleh Allah Swt, maka kita bersyukur bisa duduk dengan para ulama kita, dan dengan orang-orang soleh, mudah-mudahan insya Allah kita mendapat pandangan Allah yang khusus untuk kita, seperti mereka guru-guru kita memberikan pandangan untuk kita dan kita bisa memandang mereka, Amin Ya Robbal “Alamin.

Di ceritakan, di awal permulaan dakwah itu pasti ketika berdakwah guru-guru kita di mulai dari yang sedikit, bahkan banyak orang, yang mana mereka enggan untuk mengikuti perkumpulan indah tersebut. Alhamdulillah malam ini banyak yang hadir, sampe diluar luar dan di depan-depan, tapi kalau di bandingkan orang yang tinggal di Jakarta jauh lebih banyak, bahkan mungkin kalau dibandingkan dengan orang yang lalai dari Allah sedang dalam keadaan lupa kepada Allah juga lebih banyak dari orang yang berkumpul di tempat ini, mungkin dalam segi mereka sedikit-sedikit tapi kalau di kumpulkan banyak. kenapa? karena Allah Swt menjadikan pilihan yang khusus, di test dan di uji oleh Allah Swt, mana orang-orang yang mau berkumpul denagan ikhlas, mana orang-orang yang mau berkumpul betul-betul dari hatinya dan ini keuntungan yang baik untuk

Sampai pernah di kisahkan di zaman AL IMAM AL HADDAD (ALHABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD) banyak orang di wilayah nya itu belum mengenal Imam Haddad, Imam haddad pengarang kitab ANNASHOIH ADDINIYYAH dsb, sampai ada seorang muridnya bertanya kepada murid al imam Haddad yang lainnya yaitu ALHABIB AHMAD BIN ZEIN ALHABSYI bilang kepada alhabib ahmad bin zein alhabsyi pengarang kitab RISALATUL JAMIAH, yang di bacakan beberapa saat yang lalu oleh guru kita alhabib Jakfar yang sudah kita khatamkan, murid tersebut bertanya kepada habib ahmad, ya habib, imam Haddad guru kita qutbuzzaman, wali besar, alim besar, tapi orang pada gak mau datang kepada beliau, gak ada yang mau ngambil ilmu nya beliau, gak ada yang mau ngambil manfaat dari beliau, banyak orang di wilayah ini gak ada yang kenalin beliau, apa kata habib ahmad bin zein? “Ente diam saja, bagian ane sama bagian ente bagus, coba sekarang kalau banyak yang datengin imam haddad? kita gak bakal bisa duduk bareng-bareng seperti ini, kalau banyak yang mengenal imam Haddad adalah orang soleh, bakal yang banyak salaman, dan kita bakal gak dapat salaman, kalau banyak yang mengenal beliau kita tidak bisa belajar”. Mudah-mudahan Allah berikan yang terbaik terus untuk kita malam ini, dunia akhirat, bagian yang indah, Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Begitulah pandangan kita yang harus kita tanamkan, banyak orang-orang yang di tutupin rahasia Allah, di tutupin kemuliaan oleh Allah swt, khusus nya di dalam kita berguru, dalam kita belajar, padahal isinya penuh rahasia Allah dan kemuliaan, sampai AL IMAM KA’BL AHBAR juga bilang (kalau Nampak di mata manusia pahalanya menuntut ilmu, duduk di majelis ilmu, maka orang-orang saling rebutan hadir, yang lagi bangun bangunan nya di tinggalin untuk hadir di majelis ilmu, yang lagi dagang di pasar pasar nya di tinggalin untuk menghadiri majelis ilmu, sayang nya, tidak Allah tampakan pahala hadir di majelis ilmu, di test sama Allah, di uji sama Allah, mana orang yang ikhlas untuk hadir di majelis ilmu, mana orang-orang yang tulus hatinya untuk hadir di majelis ilmu, kalau saja manusia tau pahalanya niscaya yang hadir malam mini penuh sampai patung pancoran, insya Allah setiap malam selasa  seperti itu, Amin…. Paling tidak makin semangat makin banyak yang hadir, Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Makanya kita kalau hadir di majelis ilmu dan di hadapan guru-guru kita satu ilmu yang kita ambil, banyak orang bertanya apa yang menyebabkan ilmu kita berkah? apa yang menyebabkan ilmu yang diberikan oleh guru kita bermanfaat? pandang lah guru kita dengan pandangan ta’dzim, pandangan keagungan, paling tidak kalau kita tau sesuatu hal yang jelek dari guru kita pandang dengan pandangan penghormatan dan husnudzon hati kita kepada guru. Insya  Allah dengan prasangka baik kita terhadap guru kita Insya Allah kita bakal dapatkan lebih dari yang kita harapkan.

Sampai pernah di kisahkan Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas, murid nya Syekh Ali Baros, bilang kepada Syekh Abdurrahman, wahai guruku, kau ini alim besar, tapi orang –orang tidak ada yang datang, tidak ada yang belajar, apa kata gurunya? kalau orang-orang disini mandang saya seperti kamu mandang saya, saya akan angkat derajat nya menjadi wali nya Allah dalam sekejap, bahkan banyak orang yang memandang guru nya dengan pandang tidak takdzim. Mohon maaf, bahkan sebagian memandang guru nya dengan pandangan remeh,

Bahkan sampai pernah di satu kisah di ceritakan, oleh guru kita, Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas lagi ngajar, duduk depan murid nya Syekh Ali Baros yang lain. Datang satu orang bicara dengan Habib Umar lalu keluar, lalu di tanya oleh Habib Umar, tau gak siapa itu tadi yang lewat? itu Nabi Khidir yang lewat, lalu Nabi Khidir di kejar oleh muridnya, tapi Syekh Ali Baros duduk diam di tempat, dia tidak keluar, lalu di tanya oleh Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthos, ente kenapa gak keluar? Gak kayak temen –temen ente yang lagi ngejar Nabi Khidir, lalu di jawab, mau ngapain ane keluar, Nabi Khidir aja datang mencari antum. Sekarang ane mau ketemu antum dan duduk dengan antum, ini pandangan yang hebat, dari setiap orang kepada gurunya, makanya kita harus punya pandangan ta’dzim, guru tidak minta di pandang, justru kita minta pandangan dari guru kita, biar hati kita lembut, yang penting juga tanamin perasangka baik kita, berapa banyak dari orang yang duduk di majelis ini, dengan berprasangka baik kepada Allah, berprasangka baik kepada hamba Allah, keluar dari sini bawa hasil yang banyak. Bawa keberkahan dan bawa kemanfaatan dunia akhirat.

Sampai pernah juga ada satu cerita, ada satu orang murid mau belajar sama seorang guru, tapi salah mencari guru. Guru yang kelihatannya dari luar tampak seperti guru tapi sebenarnya ahli maksiat. Dia juga jauh dari Allah, kalo waktunya ngajar dia mengajar tapi di belakang dia bermaksiat, sehingga murid ini tetap dengan husnudzonnya(berprasangka baik) datang kerumah gurunya mau belajar, pas ngetuk pintu kebetulan salah waktunya datang, pas datang gurunya lagi maksiat. Guru nya lagi jauh dari Allah, pas yang bukain pintu nya ternyata perempuan. Baju nya sembarangan, lalu murid nya berkata, aku sedang di uji oleh guruku, lalu di tanya oleh perempuan tersebut, mau apa kau datang kemari, lalu di jawab, aku mau belajar dengan guruku, lalu perempuan itu tertawa sambil berkata di dalam hatinya, belajar apa, orang sedang maksiat, akhirnya perempuan itu bilang ke gurunya, ada orang nyari ente, katanya mau belajar, akhirnya berkata perempuan tersebut bagaimana kalau kita kerjain?di suruh masuk, lalu pemuda tersebut masuk dengan sopan nya dan mencium tangan guru nya, akan tetapi ada botol minuman keras, tapi tidak di tengok sedikitpun oleh pemuda tersebut. Lalu guru nya bertanya , mo ngapain ente kesini, pemuda tersebut menjawab aku mau belajar, lalu berkata gurunya, minta maaf, hari ini gak ada kitab, tapi ane punya satu pelajaran buat ente untuk membajak sawah punya ane. Tapi dengan berprasangka baiknya itu pemuda, dia datang kesawah lalu di kerjakan oleh pemuda itu, sampai berhari hari. Sampai terjadi di waktu tersebut ada wali min auliya illah meninggal, dan yang namanya wali meninggal pasti dicari gantinya, gantinya adalah pemuda tersebut karena husnudzon yang sangat tinggi kepada Allah. Sampai dia tau baik buruk gurunya, tapi intinya berprasangka baik kepada Allah Swt, karena perkumpulan seperti ini perkumpulan agung, kita berprasangka baik kepada Allah.

Sama sama kita ucapkan,  Faquluuu jami’aaannn Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah…..  Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah…..

Laa ilaa ha ilallah….. laa ilaa ha ilallah….. laa ila ha ilallah….. laa ilaa ha ilallah al adzimul haliim, laa ilaa hailallah robbul arsyil adzim, laa ilaa ha ilallah rabussamawati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariimm.. Adadaa kholqih wa ridho nafshih waa dzinata ‘arsyih waa midaada kalimaatih

Para jamaah yang di muliakan oleh Allah, ada permohonan pembacaan surat Al Fatihah, pertama untuk ibu Hj.Qomariyah yang sakit,, mudah mudahan di angkat penyakit nya oleh Allah, dan juga kita ataupun keluarga kita, ataupun yang menyimak di rumah, mudah mudahan di angkat penyakit nya oleh Allah Swt. Al Fatihah. Dan juga Alhamdulillah, Kholqoh Rasul khotam Al Quran sampai malam ini sudah banyak dari jamaah yang mengabarkan. Di antaranya jamaah MR TCC sudah 12 kali khatam, jamaah AHM 1 sudah 40 kali Khatam, jamaah AHM 2 sudah 20 kali khatam, dan jamaah dari milis Majelis Rasulullah sudah 12 team dan sudah 112 kali khatam, dan staff Majelis Rasulullah sudah 41 kali khatam, Alhamdulillah mungkin total sudah 225 kali lebih khatam kholaqoh Rasul. Mudah mudahan insya Allah menjadi pahala yang besar. Pertama di sebutkan untuk mengajak jamaah yang lain untuk ikut serta masuk dalam kholaqoh Rasul dan membuat team sendiri untuk sampe ke kholaqoh quran. Pertama tama saya sedikit sedih,  sering mengabarkan ini tapi belom ada respon, tapi semenjak hari ini mendapatkan kabar seperti ini Alhamdulillah masih ada yang denger omongan kita, masih mau ikut gabung mengaji Quran dan menghatamkan quran. Mudah mudahan Allah Swt meng istiqomahkan kita dalam menghatamkan Quran, mengaji quran dan menghidupkan Quran. Amin Ya  Rabbal Alamin. Al Fatihah. Dan ada satu lagi hal mungkin sebelum doa permintaan kita ingin dengarkan satu pembacaan qosidah di akhir majelis. insya Allah pulang dalam keadaan selamat kita semua.

Wal afwu minkum   السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Comments are closed.