Rukun-rukun sholat, Duduk Diantara Dua Sujud

         Jalsatul Itsnain Majelis Rasulullah Saw

        Senin, 6 Febuari 2017

 – Habib Ja’far Al-Atthos –

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Yang sama-sama kita hormati dewan guru kita Al-Habib Bagir bin Alwi bin Yahya, Kh. Abdussalam, Kh. Lutfi Zawawi, dan para asatidzah lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu , namun tidak mengurangi rasa hormat kami untuk semuanya, sebelum kita membaca kitab Safinatunnajah terlebih dahulu kita baca doa Imam Haddad,

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ
سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

 

Alhamdulillah wa Syukrulillah di malam hari ini kita kembali dalam pengajian kita setelah kita membaca Maulid Addhiyaullami’, dalam siroh nya nabi besar Muhammad Saw, yang mudah-mudahan apa yang kita baca dari siroh nya nabi Muhammad Saw menambah kecintaan kita kepada Rasulullah Saw. Kerinduan kita untuk berjumpa kepada Rasulullah Saw. Mudah-mudahan kita di pertemukan oleh Allah Swt di dunia sebelum di barzah sebelum di akhirat.

Di dalam pembahasan kita di dalam kitab Safinatunnajah yang di karang oleh Syekh Salim bin Abdullah bin Sa’ad bin Sumair, masih di dalam kaitan rukun-rukun sholat, yang kemarin kita telah bahas, 10 di antaranya  yang tidak mungkin kita ulang karena waktunya sempit, kita akan teruskan di dalam pembahasan yang berikutnya di dalam masalah yang  berkaitan dengan JULUS BAINAS SAJADTAINI. Mudah-mudahan apa yang telah kita baca  kita amalkan, dengan kita amalkan ilmu itu akan selalu kita ingat dan apabila kita ingat, ilmunya kita ajarkan ke orang lain  Insya Allah di berikan manfaat oleh Allah Swt, dan di berikan atsar  dari pada warisan ilmu yang tidak kita ketahui

“orang yang menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkan ilmunya, Allah wariskan ilmu yang tidak kita ketahui  nya”

Mudah-mudahan Allah memberikan kita ilmu yang Allah Swt berikan kepada kekasih –kekasih nya, amin…amin… ya Rabbal Alamin.

Hanyalah ayat-ayat kebesaran Allah yang diberikan di dalam dada orang-orang yang diberikan ilmu oleh Allah Swt, tapi tidak di berikan ilmu oleh Allah Swt kecuali kita telah berikhtiar, kita mencari dari ilmu-ilmu yang harus kita tulis, kita cari dari media-media, dari buku-buku, dari guru-guru,  dari semua yang bisa kita ambil, dari semua ilmu yang Allah Swt letakkan di muka bumi Allah Swt, di dalam perintahnya Allah swt,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Yang Allah ajarkan dengan tulisan pena. Maksudnya dengan segala macam sarana yang Allah berikan dari mulai yang tertulis dengan pena, dengan media, dengan internet, dengan segala fasilitas yang Allah berikan, kita berusaha untuk mengambil dan menarik ilmu-ilmu yang Allah Swt berikan di muka bumi nya Allah Swt. Setelah itu baru Allah Swt   عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ  Allah akan berikan ilmu yang manusia tidak tahu, dari pemberian Allah Swt yang  maha luas dari keilmuan yang di berikan oleh Allah Swt ke dalam dada-dada kekasih-kekasih Allah  Swt .

Kita masuk ke dalam pembahasan  JULUS BAINAS SAJADTAIN dari rukun sholat yang ke 11. Walaupun kita tahu dalam rukun-rukun perbedaan  para ulama kita yang di ambil oleh syekh Salim  disini 17 dari pada  rukun-rukun sholat, masuk kita ke dalam  rukun yang ke 11 yaitu  duduk di antara dua sujud.

Rukun diantara dua sujud adalah  rukun yang pendek tidak boleh berlebihan dari kadar yang di tentukan, Gerakan rukun ada 2, ada rukun gerakan yang panjang, Ada  rukun gerakan yang pendek.

Termasuk yang pendek ini adalah I’tidal  dan duduk diantara dua sujud.  Rukun gerakan yang pendek tidak boleh  bacaannya melebihi  kadar yang telah di tentukan. Nanti  syarat –syarat  Julus Bainas Sajadtain (duduk diantara dua sujud) ada 6. Sama dengan syarat-syarat  yang lainnya dari pada rukun Qosir.

1).  Harus benar rukun-rukun yang sebelumnya

2).  Tidak boleh mempunyai tujuan selain nya.

3).  Harus Tuma’ninah

4).  Tuma’ninah harus dalam keadaan yakin

5).  Duduk sempurna dengan keadaan lurus tidak cukup dengan keadaan miring nya badan

6). Duduk tidak diperpanjang terlalu lama, sehingga melebihi lamanya bertasyahud yang terpendek. Kemudian kalau kita sholat sendiri boleh di tambahkan dengan doa( ROBBI HABLI  QOLBAN  TAQIYYAN NAQIYYAN LAKA FIRON WALA MUSYRIKAN WALA SYAQIYYAH) ya Allah berikan lah aku hati yang bersih, yang bertakwa, yang tidak musyrik pada mu dan tidak sengsara di dunia dan akhirat.

Doa itu boleh kita baca kalau kita sholat sendiri atau kata ulama, Imamnya dengan makmum-makmum muridnya semuanya yang ridho kalau di panjangin. Akan tetapi jika makmumnya orang-orang yang tidak kita kenal atau di masjid pinggir jalan itu tidak boleh kita melebihi zikir-zikir yang di panjangkan sesuai dengan yang di baca oleh Nabi Saw. Itulah 6 dari pada syarat-syarat sahnya dari pada duduk di antara dua sujud.

Yang ke 12  ini di masukan oleh syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair sebagai rukun , harus ada Tuma’ninah nya. Walaupun rukun qosir tapi dia tetap harus ada Tuma’ninah, duduknya sudah mantap dan harus  Tuma’ninah secara yakin, hukumnya wajib, di sini di katagori kan rukun, antara rukun dan syarat sebenarnya makna nya satu. Tapi kalau syarat melebihinya bukan sekedar di saat mengerjakan tapi di saat sebelum mengerjakan itu rukun harus di lakukan.

Yang ke 13 Tasyahud akhir, karena tasyahud awal bukan rukun, tapi dari sunnah yang kalau di tinggalkan dia harus sujud sahwi, yang di anggap rukun adalah tasyahud akhir, kenapa di katakan Tasyahud? karena ada di dalam nya ada 2 kalimat syahadat,

Tasyahud akhir ada 9 dari syarat sahnya,

1). Harus benar rukun yang sebelumnya

2). Harus dengan bahasa arab.

3). Harus dia perhatikan huruf-huruf tasyahudnya.

4). Harus memperhatikan tasydid

5). Tidak boleh membaca nya di lagukan yang merubah makna.

6). Harus terdengar bacaanya dengan dirinya sendiri . jangan hanya menggerakan bibir tapi tidak terdengar bacaan nya

7). Tartib, bacaan nya tidak boleh di ubah-ubah, kecuali perubahan yang tidak merubah makna. Sebagian ulama bahwa tartib itu sunnah,

8).  Tidak ada boleh ada diam yang panjang di dalam bacaan tasyahud.

9).  Bacanya dalam keadaan duduk, kalau dia pas angkat badannya dari sujud langsung tasyahud maka tidak sah.

 

Yang ke 14 harus dengan duduk di dalam membaca tasyahud,

Yang ke 15  sholawat kepada nabi Saw. Ini sama rukunnya seperti rukun tasyahud.

Yang ke 16 dari pada rukun sholat adalah salam

Salam ini kelihatan nya ringan, dan syarat nya ada 10. Di katakan oleh kitab Zubad

  • Harus dengan pakai alif lam ta’rif, harus cara membaca nya Assalam tidak boleh salam, beda dengan tahiyat, kalau tasyahud boleh di hilangkan tapi salam tidak boleh. Di gabung boleh kalau dia tidak tahu, kalau di sengaja tidak boleh. Di baca nya harus Assalamu,tidak boleh Assalamun .
  • Harus dengan dhomir khitob, Assalamu’alaik.
  • Dengan mim jama’ Assalmu’alaikum
  • Tidak boleh diselingi dengan kalimat yang lain menurut madzhab Imam Syafii
  • Harus langsung tidak boleh di selingi dengan nafas
  • Harus menghadap kiblat dadanya , kepala boleh menengok kanan dan kiri tapi dada harus tetap lurus menghadap kiblat, kalau dia lupa ketika salam hanya nengok ke kiri boleh dan sah, asal dada nya tidak mengikut dan tetap lurus menghadap kiblat, dan kata ulama tidak sunnah balik lagi menengok ke kanan, dan boleh sholat kata ulama jika sholat nya ketiduran karena mungkin Imam nya terlalu panjang baca ayatnya tapi dengan catatan tidak boleh di sengaja,
  • Jangan punya maksud yang lainnya kecuali salam kita sholat. Dan harus mempunyai niat untuk keluar dari sholat. dengan mengucapkan Assalamualaikum di dalam hati berkata aku niat keluar dari sholat
  • Dalam keadaan duduk, tidak boleh terburu-buru
  • Dan harus di dengar bacaan salam nya oleh dirinya sendiri
  • Kalau sudah sempurna syarat yang Sembilan itu maka itulah syarat salam yang di sahkan,

 

Yang ke 17 dari pada rukun sholat adalah tertib.

Tertib seperti yang di lakukan oleh Rasulullah Saw, tidak boleh mendahulukan rukun dari rukun yang lain, karena Rasulullah Saw dalil nya  adalah “sholat lah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat” sholatnya Rasulullah

  • Takbir
  • Fatihah
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Tasyahud
  • Sholawat nabi
  • Salam
  • Tartib

Itu urutan yang di lakukan di dalam sholatnya nabi. Mudah-mudahan rukun sholat yang kita baca    semua syarat-syarat yang kita fahami kita bisa amalkan. Karena kalau kita mengamalkannya kita bisa mengingatnya. Ini bukan karena kecerdasan, dengan banyaknya kita mengamalkan dan mengajarkan orang, kita akan gampang mengingat dengan sendirinya , kita dengar kemudian kita praktekan , kemudian kita mengajarkan orang  itu akan terserap di otak kita, mudah-mudahan Allah berikan manfaat untuk kita, di sempurnakan sholat kita , kalau sholat kita sudah bagus  insya Allah diri kita terjaga dari apa-apa yang di  haramkan oleh Allah Swt.

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Tidak ada lagi insya Allah bala kalau segala sesuatu perbuatan keji dan munkar umat Rasulullah tinggalkan. Amin ya Rabbal ‘Alamin

Tsummassalamu’alaikum Waramatullahi Wabarakatuh.

 

 

 

 

 

 

Comments are closed.