Tali Ikatan Hati Kita Kepada Nabi Muhammad Saw

Tabligh Akbar Isra’Miraj Majelis Rasulullah Saw

Senin, 24 April 2017

-Al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf-

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah Swt dengan seluruh puja puji yang terlontar dari setiap yang terucap kepada Allah Swt yang mengutus sebaik-baik manusia yang rukuk dan sujud kepada Allah Nabi besar Muhammad Saw. Semenjak muncul terbitnya matahari membawa cahaya sejak saat itu hingga saat ini cahaya tersebut masih terasa oleh kita semua.

Dan seluruh manusia, seluruh alam, yang ingin memadamkan cahaya Rasulullah Saw yang melebihi cahaya matahari dia akan terbakar dengan cahaya tersebut. Semenjak turun wahyu yang begitu mulia kepada baginda Rasul sampai detik ini masih mengalir berkah dari pada wahyu yang turun dari Allah kepada baginda Rasul kepada kita malam ini.

Sungguh negeri kita yang tercinta ini bumi Indonesia termasuk bagian yang terbesar dari curahan air kehidupan yang Allah limpah ruahkan ke bumi Indonesia. Sehingga kita bisa merasakan melalui air Islam yang datang tumpah kepada kita maka cahaya dari pada air Islam itu merupakan kedamaian kepada kita sampai malam ini.

Maka hiduplah kepada cahaya yang memancar kepada hati-hati dan sanubari penduduk Indonesia  kehidupan yang hakiki dengan cahaya Allah Swt tersebut. Alangkah beruntungnya saudara-saudara yang hadir malam ini, saudara berkumpul untuk mengagungkan kekasih Allah Nabi Muhammad Saw. Allah yang memandang kalian berseru berzikir kepada Allah Swt menulis pahala seluruh yang kita baca dari zikir-zikir yang di angkat oleh para Malaikat Allah kehadapan Allah Swt yang membanggakan kalian di hadapan para Malaikatnya.

Malam ini kita semua bersama merayakan suatu acara yang sangat agung dan mulia yaitu perayaan bagaimana terjadi perjumpaan yang indah antara sang nabi dan sang pencipta setelah di lalui begitu beratnya di dalam medan juang dakwahnya akhirnya mendapatkan perjumpaan yang sangat indah ke sang penciptanya . Saudara-saudaraku kalau bukan darah yang mengalir dari Rasulullah, celaan dan timpaan batu yang sampai ke wajahnya Rasulullah Saw dan rasa lapar yang mengikat perutnya dengan bebatuan tidak akan kalian bisa bersyahadat.

Maka saya rela berkorban, saya rela dan keluarga saya pun rela berkorban demi hanya untuk mengagungkan sandalnya Rasulullah Saw. Sungguh nyawa, jiwa kita murah untuk membayar pengorbanan Nabi besar Muhammad Saw untuk membalas jasanya Rasulullah Saw. Berlalu malam demi malam tertumpah air mata membasahi wajah Rasul setiap waktunya demi untuk supaya kita mendapatkan anugrah dari sang pencipta kita.

Kalau kita menyangka bahwa ibu kita, orang tua kita bahkan seluruh yang ada di alam semesta ini lebih mencintai kita dari pada Rasulullah Saw berarti kita tidak mengenal Allah dan tidak mengenal kecintaan kepada baginda Rasulullah Saw dengan sebenar-benarnya. Allah telah utus baginda Rasul kepada kita menjadi pembawa Rahmat bagi alam semesta.

12 tahun perjuangan Rasulullah Saw membanting tulang pagi dan malam untuk berdakwah Islam tidak ada yag menjawabnya kecuali beberapa dari pada segelintir sahabat nya Rasulullah Saw. Bagaimana kita bisa bayangkan setiap waktunya Rasul di ejek oleh orang-orang kafir sampai beliau pergi ke Thaif setelah kembali dari Thaif beliaupun bingung ingin kembali ke kampung halamannya di tahan, di tolak, di usir sehingga Rasul hanya kembali ke rumah beberapa sahabat dan beberapa keluarga nya yang dekat dengan beliau Saw.

Seluruh pengorbanannya beliau selalu menangis berdoa, bermunajat kepada Allah Swt untuk keselamatan ummat Rasulullah Saw seluruhnya. Lalu tibalah pada suatu malam di datangi beliau oleh malaikat-malaikat yang suci untuk menjemputnya yaitu malam sebagaimana di mana kita berkumpul malam  ini.

Para malaikat menyerukan wahai kekasih Allah, Allah menunggumu di tempat yang suci. Tidaklah Rasul sampai ke Baitul Maqdis melainkan beliau di sambut oleh 120.000 dari para Nabi dan Rasul sebelumnya semata-mata mutlak mereka menanti kedatangan Rasul untuk di Imami oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw.

Wahai kekasihku Muhammad ku kumpulkan seluruh pemimpin-pemimpin dunia untuk menyambut kedatangan mu pada malam hari ini. Maka di bawa terbanglah baginda Rasul bersama malaikat Jibril tidaklah Rasul menjumpai pintu-pintu langit melainkan setiap malaikat menunggu dan penjaga pintu itu bertanya wahai Jibril siapa yang datang bersamamu? Maka berkatalah Jibril, saya membawa Muhammad Saw.

Seluruh para Malaikat meyerukan di langit, selamat datang  yang di tunggu-tunggu dan yang di tunggu kedatangannya oleh para Malaikat-malaikat Allah Swt. Sehingga perlu kita pahami setiap kita bangun di dalam maulid-maulid ketika di panggil seruan Asyroqol terus berdiri hakekatnya kita sedang memiripkan diri kita dengan Malaikat-malaikat yang menyambut Rasul di seluruh langit-langit karena ungkapan kerinduan kecintaan mereka kepada sang Nabi sampai di katakan oleh ulama,  selamat datang wahai cahaya hatiku selamat datang wahi kakeknya Hasan dan Husain.

Yang bertemu dengan para Nabi-nabi di dalam nya ada Nabi Adam as. Lalu setelah itu Rasul naik lagi dan berjumpa dengan Sayyidina Isa dan Sayyidana Yahya, dan bertemu dengan Nabi Zakaria, lalu sampai pada langit ke 4 berjumpa dengan Nabi Idris, dan melihat di langit yang ke 5 Nabi Yusuf yang begitu tampannya, lalu sampai pada langit yang ke 6  berjumpa dengan Kalimallah dengan Nabi Allah Musa.

Dan di langit yang ke 7 bertemu dengan Nabi Ibrahim  As. Senantiasa Rasul naik dari tingkat ke tingkat yang lain. Dan sampai kepada Sidrotul Muntaha. Sampai terbang lagi berjumpa dengan Arsy nya Allah. Dan naik lagi di atas Arsy. Sampai terhentilah tempat Malaikat Jibril. Beliau mengatakan Sayyidina Jibril, wahai Muhammad terus lah engkau naik. Wahai Jibril sudikah engkau meninggalkan aku di tempat ini?

Wahai Muhammad kalau aku maju maka  akan terbakar diriku dengan cahaya-cahaya. Adapun engkau memang ini adalah kedudukan dan tempat anda untuk lebih naik ke atas lagi. Di malam-malam perayaan dan penyambutan kepada mu wahai Nabi Besar Muhammad Saw. Bahkan ulama sepakat mengatakan Rasul di terbangkan untuk berjumpa dengan Allah sambil menggunakan Sandalnya yang sangat mulia.

Dan sebelumnya sandal Nabi Saw di penuhi dengan darahnya Rasulullah Saw atas bebatuan yang sampai ke wajah dan kebetis Rasulullah Saw. Maka Allah sengaja menghibur baginda Rasul wahai kekasihku seandainya telah tertumpah darah mengotori sandalmu karena ujian yang kau terima, maka malam ini ku hibur engkau dengan ku terbangkan ke langit untuk sampai berjumpa denganku kata Allah.

Dan Allah memberikan firmannya dengan sebaik-baik perkataan. Penghormatan yang penuh ke agungan keberkahan murni dan tulus untuk Allah Swt. Dan Allah membuka Hijab pada Nabinya. Sehingga berjumpa dengan Allah. Dan Nabi Saw menjawab dari pada Tahiyyat nya Allah dengan berkata Assalamu’alaika Ayyuhannabiyyu Warahmatullahi Wabarakatuh, Assalamu’alaina wa’ala Ibadillahissholihin. Pada saat itu tidak mampu akal-akal kita untuk memikirkan hal yang begitu dalam.

Nabi tidak pernah melupakan kita wahai kekasih-kekasih Nabi Saw. Saat itu Rasul tidak melupakan kita setelah mendapatkan salam yang agung dari Allah beliau menjawab Assalamu’alaina Wa’ala Ibadillahissholihin salam untuk ku, untuk kami dan untuk hamba-hamba yang soleh. Berapa untungnya orang-orang yang soleh. Maka perlu kita ketahui setiap orang yang soleh, setiap orang yang sholat melaksanakan ibadah, setiap dia mengucapkan Assalamu’alaika Ayyuhannabiyyu Warahmatullahi Wabarakatuh,  Assalamu’alaina Wa’ala Ibadillahissholihin sesungguhnya perlu di ingat dia telah mendapatkan salam dari pada baginda Rasul jika berjumpa dengan Allah Swt.

Wahai saudara-saudaraku, perlu kita pahami sesungguhnya yang di bawa terbang untuk sampai berjumpa dengan Allah adalah Nabi kita semua, Nabi kalian. Yang kita sekarang berkumpul merayakannya saat ini. Apakah saudara yang hadir malam ini pernah melihat ada orang yang memiliki kemuliaan seperti Nabi saudara? Siapa yang mengenal sosok Nabi Saw berarti kebahagiaanya dengan Nabi Saw. Maka sesungguhnya di depan Rasul semuanya kedudukannya hakekatnya kecil.

Seluruh kedudukan rendah kecuali kedudukan yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw. Sehingga di katakan setiap orang-orang soleh dari para Nabi maupun para Wali tetaplah engkau di tempatmu dan silahkan engkau wahai kekasih Allah terbanglah ketempat yang kau inginkan. Wahai saudara-saudara kami dan pecinta-pecinta kami. Perlu kita pahami pada malam hari ini kita berada masa waktu yang mahal di dalam kehidupan kita.

Maka beruntung orang-orang yang menjawab dari pada seruan Nabi Muhammad Saw. Mereka orang-orang yang beriman hakekatnya adalah orang-orang yang berkata wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruanmu maka jadikanlah kami orang-orang yang beriman kepadamu. Katakanlah kita beriman kepada Allah. Kami beriman kepada Rasulullah. Kami beriman kepada kitab. Kami mempercayai apa yang dibawah oleh nya.

Setelah ke imanan ke saksian ini harus terpancar dari wajah-wajah kita makna dan hakekat keimanan tersebut. Yaitu tanda orang-orang yang memiliki keimanan kepada Allah yang memiliki keagungan dan penghormatan kepada Allah. Tanda keimanan kepada Nabi Muhammad Saw kecintaan di dalam hati dan sanubari dan mengikuti jejaknya. Tanda Iman pecaya kita kepada Al-Qur’an yaitu kita tidak membiarkan Al-Qur’an yang tidak kita baca di pagi sore dan malam hari.

Ketahuilah wahai saudara-saudara ku bahwa Allah Swt telah menyebar informasi-informasi tentang Rasulullah yang tidak pernah berubah. Sampai Allah serukan dan Allah beritahukan kepada seluruh makhluk bahwa kekasihnya Muhammad di agungkan sehingga setiap di sebut namanya Allah menjadi agung dan di sebut juga nama kekasihnnya Muhammad.

Dan seluruh manusia yang ingin di angkat oleh Allah Swt maka hendaklah dia mengangkat zikir dan sebutan Nabi Muhammad Saw. Jikalau saudara ingin rumah saudara mendapatkan berkah dan di angkat derajat oleh Allah orang yang ada di dalamnya, maka angkat dan junjung tinggilah nama kekasih Allah Muhammad di dalam rumah itu.

Apabila kalian ingin Negeri kalian di angkat oleh Allah Swt maka angkat dan serukan nama Nabi Muhammad Saw. Dan saya sangat merasakan sesungguhnya kebaikan yang antum dapatkan di malam hari ini dan anugrah kebaikan yang di dapat oleh Negeri ini sesungguhnya ini berkah dari kecintaan kita kepada Rasulullah Saw.

Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, dan perlu kita ketahui sesungguhnya baginda Rasul itu orang yang sangat perhatian dengan Masjid-Masjid dan Musholla-Musholla. Apakah kita tidak memperhatikan bahwa terjadinya Isra’ dari Masjid ke Masjid? Bahkan setelah Rasul berjumpa dengan Allah kembalinya juga untuk sholat Subuh di Masjid.

Awal yang di lakukan ketika masuk ke kota Madinah beliau mendirikan Masjid. Bahkan di anjurkan setiap orang yang sampai ke kota Madinah sebelum mereka kembali ke Tanah Airnya masing-masing sangat di anjurkan terlebih dahulu untuk dia sholat di Masjid. Dan Rasulullah Saw kalau bepergian terlebih dahulu singgah di rumahnya Allah. Bagaimana saudara Hadirin-Hadirat hubungan kita malam ini yang ada di dalam hati kita bagaimana hubungan kita dengan rumah-rumah Allah Masjid dan Musholla?

Apakah kita memakmurkannnya dengan Sholat dan kewajiban-kewajiban yang lain? Perlu kita ketahui sebab banyak nya turun bencana musibah di suatu Negeri itu sebabnya karena orang-orang yang beragama Islam dia menjauhkan Masjid dan lebih memilih Sholat di rumahnya masing-masing dan dari pada Sholat di rumah Allah.

Masjid yang besar maupun yang kecil itu adalah hakikatnya rumah Allah Swt, sehingga perlu kita simpan dalam hati kita Musholla yang kecil di samping rumah kita, Masjid yang kecil di samping rumah kita itu sama seperti Masjid yang besar pada malam ini. Masjid tersebut walaupun sekecil tempat burung tetap di namakan itu rumah Allah Swt. Dan perlu kita ketahui di antara cara memakmurkan Masjid itu ini yang hadir saya lihat lebih banyak anak-anak muda perlu di ingat di antara memakmurkan Masjid itu tidak cukup sholat 5 waktu tapi berzikir di rumah Allah Swt. Saya akan tutup pembicaraan saya dengan pembahasan yang penting yang kita ambil pada peringatan Isra’Miraj. Yaitu pelajaran yang sangat istimewa yaitu menguatkan tali ikatan hati cinta rindu kita kepada Nabi Muhammad Saw.

Orang-orang banyak yang bingung kita di dalam Majelis-majelis seperti ini menyerukan bahwa Nabi itu wajah nya bundar, matanya bundar dan keningnya luas. Itulah ucapan yang keluar dari hati yang kosong dari pada cinta kepada Rasulullah. Maka di tanyakan orang pecinta dan perindu kepada sang kekasihnya. Bukan kah kita pernah mengingat atau mendengar riwayat dari pada Al-Imam At-Turmudzi tentang bagaimana Sayyidanal Hasan cucunya Rasul yang pernah datang kepada pamannya yaitu Abi Halah, dia bertanya tolong kamu pernah berjumpa dengan Rasul, sifati Rasul itu macam apa orangnya?

Kita dapatkan tentang ceritanya di dalam kitab Bukhori dan Muslim. Yang merupakan Shohih Bukhori Muslim Shohih atau kitab Hadist yang paling di utamakan. Rasulullah menceritakan tentang perjumpaannya  dengan para Nabi-nabi. Berkata Rasul saya pernah berjumpa dengan Nabi Musa. Dan mensifatkan tentang Nabi Musa dan wajahnya. Kalau Rasul bercerita ketika saya berjumpa dengan Nabi Musa Nabi Musa itu orang yang memiliki Rambut yang sangat Ikal menjulur kebawah.

Aku bertemu dengan Nabi Isa. Lalu saya juga pernah melihat Nabi Isa, beliau adalah orang yang sangat merendahkan dirinya dan orang yang tidak memiliki apa-apa saking merendahnya. Dan kulihat rambutnya penuh dengan air seolah-olah sedang di basahi. Lalu saya juga pernah melihat Nabi Ibrahim dan Rasulullah mengatakan yang paling serupa dengannya adalah diriku ini. Untuk apa tujuannya Rasulullah itu menceritakan kepada kita umatnya tentang sifat-sifat para Nabi-nabi yang meyerupaiku.

Apakah Nabi pernah mengatakan sesuatu yang tidak ada faedahnya dan manfaatnya? Tujuannya agar menjadikan hati kita ini saling terkait cinta dan rindu kepada mereka orang-orang yang mulia. Setiap di perjalanan Rasulullah selalu menceritakan para Nabi-nabi dan orang-orang Solehnya. Bahkan Rasul setelah melintasi Baitul Maqdis Rasul di ceritakan tentang Maqam Nabi Musa dan tempat lahirnya Nabi Allah Isa.

Dan sebelum mencium aroma yang wangi sekali beliau bertanya kepada Jibril As,  aroma siapa ini wahai Jibril? Lalu Jibril mengatakan ini adalah aromanya Masithoh binti Fir’aun. Lalu Rasul sampailah pada suatu tempat yang di sebut Rouhah di situ Rasul menjumpai kurang lebih 70 orang yang mereka bertujuan masuk ke kota Mekkah atau sampai kepada Haram.

Aku melewati dan menjumpai Nabi Hud dan Nabi Sholeh sedang menunggang Kuda nya yang ingin pergi ke Baitullah Lil Haram. Bagaimana Rasul itu di gambarkan oleh Allah setiap beliau melangkah ke tempat-tempat mulia itu di sodorkan dan di gambarkan dan di ceritakan tentang para orang-orang Soleh dari para Nabi dan Rasul sebelumnya.

Dan kita berada pada malam hari ini tidak bisa menghadirkan dari pada Ruhani nya Nabi Muhammad Saw. Wahai saudara-saudaraku yang ku cintai, ketahuilah bahwa Allah menjadikan Ruh akan berhadapan terhadap Ruh-ruh yang lain dan hati akan berhadapan dengan hati-hati yang lain. Bahkan kita pada malam hari ini jika di sebut seseorang hati kita bisa terkait dengan orang itu dan bisa berdampak di dalam diri kita.

Kita ketika mendengar Sayyid Nabil yang menceritakan saudaranya Habib Munzir tergerak dari pada hati kita kenapa? apa coba yang membuat hati kita tersentuh terpanggil. Karena kita menghayalkan Habib Munzir dan kita mengingat dari pada mengenang Habibana Munzir. Sampai hati ini bergejolak karena buah kerinduan karena kecintaan kepadanya.

Bagaimana ketika kita mengingat Nabi besar Muhammad Saw. Sampai Nabi pernah bersabda sholat lah kalian sebagaimana kalian melihat aku Sholat. Kalau kita menghadapkan diri kita ke dalam Sholat ketahuilah pada hakekatnya Imamnya adalah Nabi Besar Muhammad Saw. Oleh karena yang demikian itu kita sebut namanya di dalam sholat kita Assalamu’alaika Ayyuhannaabiyyu.

Keluarlah dari majelis seperti ini dengan mengambil pelajaran kita akan beruntung setelahnya. Maka harus kita coba bersama-sama duduk dengan tenang kita baca sholawat untuknya sambil menghayal dan mesnsifati  bahwa itu Rasulullah Saw. Kalau kita membaca sholawat kita rasakan bahwa kita sedang berada di hadapannya Rasulullah Saw, karena dengan cara demikian itu akan masuk sinar cahaya dari Allah dalam hati kita.

Dan kita akan rasakan sholawat kita akan berbeda dari sholawat yang lalu. Karena sesungguhnya jikalau sudah bergejolak rasa rindu kepada Nabi di dalam hati dan sanubari kita maka tidak akan ada hal yang tidak mungkin akan datang di dalam mimpi kita berjumpa dengan Rasulullah Saw. Yang memandang wajah Nabi Muhammad Saw bukanlah murah. Kalau anda sampai bisa melihat wajahnya di dalam mimpinya saudara akan mendapatkan kabar gembira yang begitu istimewa.

Kalian mendapat kabar gembira dari lisan nya Nabi besar Muhammad Saw bukan dari lisanku, Rasulullah mengatakan siapa yang melihatku sungguh benar dia telah melihat diriku. Barang siapa yang hidup di dunia pernah bermimpi melihat aku nanti kelak pasti dia akan berjumpa dengan aku secara nyata. Kalau kita nanti melihatnya nanti ketika kita wafat kita akan di tanya di dalam kubur kita, siapa di depanmu ini dan kita akan mengenalnya ini kekasihku Muhammad. Apakah saudara yang hadir malam ini rindu  untuk melihat wajahnya Nabi?

Apakah kita punya ikatan untuk melihat wajahnya Rasulullah Saw? Jikalau ada rasa rindu kita ingin antum melihat Nabi Muhammad Saw maka tunjukan tandanya. Karena Rasulullah rindu  orang yang rindu kepada Rasulullah akan mengorbankan dirinya dan hartanya. Mudah-mudahan Allah anugrahkan mata saya dan mata kalian semua untuk bisa melihat wajahnya Rasulullah.

Perlihatkan kepada Allah bahwa kalian benar-benar mencintai kekasihnya Muhammad. Mari kita tunjukan kepadanya lembaran kita malam ini untuk sampai kepadanya bahwa kita benar-benar mencintai dan mengagungkannya. Bagaimana kita mendengar ketika kita menjadi makmum kepada Nabi besar Muhammad, kita mengikuti dan bersalawat kepadanya itulah tanda dari pada cinta kita kepada beliau. Setelah saya mencoba untuk mengetuk hati-hati kalian hati yang hadir malam ini dengan nasehat-nasehat saya maka mari bersama-sama kita ketuk pintunya Allah untuk bermunajat mengemis meminta hajat kepadanya.

Tidak ada bagi seorang hamba kecuali Allah Swt Tuhannya. Tiada prang yang tiada daya dan upaya kecuali kekuatan yang maha kaya. Tidak ada manusia yang lemah kecuali dia akan bersandar kepada yang maha kuat. Tidak ada daya dan upaya  melainkan bergantung kepada zat yang maha kuat. Kalau kita hadapkan diri kita dengan penuh prasangka baik mustahil kita akan di tolak dari pintunya. Kami memohon kepada mu Ya Allah melalui sholawat dan salam kepadanya.

 

Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah…..  Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah….. Yaa Allah…..

Wassalamu’alaikum Warahamatullahi Wabarakatuh

Comments are closed.