Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 5 juni 2017

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan semoga panjang umur dan di murahkan rezkinya, kemudian juga Habibanal Mahbub Al-Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyat, juga kepada Habib Ahmad Al-Idrus kita doakan panjang umur dan sehat wal afiyat, Ust. Abdussalam maupun para guru lainnya.

Alhamdulillah setelah kita bersyukur ke hadirat Allah sholawat dan salam kita haturkan untuk baginda Nabi besar Muhammad Saw. Lalu kemudian kita akan melanjutkan pelajaran kita dalam kitab Qutuful Falihin yang di karang oleh guru kita Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz semoga Allah panjangkan usianya, Allah sehatkan badannya, Allah kabulkan segala hajatnya dan senantiasa di kumpulkan oleh kita semua di dunia maupun akhirat Amin Ya Rabbal Alamin.

  1. عن جرير بن عبد الله رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم (من لا يرحم الناس لا يرحمه الله) متفق عليه

Dari Jarir bin Abdullah RA, Rasulullah SAW bersabda “Orang yang tidak mengasihi manusia tidak dikasihi oleh Allah SWT”(Muttafaqun ‘Aleih)

Jarir bin Abdullah adalah sahabat yang paling dekat dengan Rasul, seorang sahabat yang di kenal sebagai seorang penyair dan ahli khutbah dan seorang sahabat yang di kenali ketampanannya. sampai pada suatu hari pada tahun ke 10 Hijriyah bertepatan, jarir bin Abdullah masuk kota Madinah bersama pasukannya. beliau adalah seorang kepala suku yang berasal dari Yaman. Jarir bin Abdullah ketika sampai di kota Madinah ingin berjumpa dengan Rasulullah.

Rasul sedang berkhutbah, maka Rasul Saw bersabda di hadapan para sahabatnya, jarir saat itu belum sampai ke Masjid Nabi, tapi Nabi bersabda akan datang masuk kepada kalian dari pintu ini orang yang terbaik dari pada orang Yaman. Yang di wajah nya ada usapan malaikatnya Allah saking tampannya. Tidak lama kemudian datang lah dari pintu tersebut seorang sahabat yang bernama Jarir bin Abdullah Al-Bajali yang membawa hadist malam ini. Di dalam riwayat beliau ini sahabat yang terakhir masuk Islam di tangan baginda Nabi kita Muhammad Saw. Mudah-mudahan Allah meridhoinya dan kita mendpatkan barokahnya amin.

Beliau berkata: قال رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم Nabi bersabda من لا يرحم الناس barang siapa laki-perempuan tua atau muda alimkah dia atau bodoh yang tidak memiliki rasa kasih sayang kepada manusia, tidak memiliki kesantunan sesama manusia لا يرحمه الله maka orang itu tidak akan di kasih oleh Allah Swt riwayat Bukhori Muslim.

Bahasa mudahnya kalau orang hatinya bengis, kalau orang hatinya kasar, sikapnya tidak santun, tidak memiliki keramah tamahan sesama manusia, tidak memiiliki kelembutan sesama manusia maka jangan berharap orang itu mendapatkan kasih sayangnya Allah Swt. Jadi kalau anda baik kepada orang Allah baik kepada anda. Anda senyum kepada orang , lembut kepada orang , santun kepada orang sesama manusia maka Allah akan mencurahkan kasih sayang kelembutannya juga kepada anda.  Itu lah maksud Hadistnya. Kalau orang tidak punya rasa kasih sayang , tidak punya kelembutan sesama manusia senyum saja tidak mau maka jangan berharap dia mendapatkan kasih sayang Allah Swt.

Di dalam Islam senyum saja ada pahalanya. Itu sudah pernah kita bahas, senyum mu kepada saudaramu ada nilai sedekah di hadapan Allah. Bahkan Habib Umar menjelaskan senyumnya kita itu sebatas apa pahalanya seperti itu. Semakin kita gembira pahalanya semakin besar. Apalagi kalau senyum itu pakai niat, niat menyenangkan hati orang yang beriman. Ini hanya senyum, apalagi berbuat baik. Kalau orang hatinya lembut turun kasih sayang Allah. Mudah-mudahan Allah berikan kasih sayang itu amin.

Sampai kita tanyakan siapa orang di muka bumi ini yang tidak butuh tidak berharap kasih sayang nya Allah baik orang yang sholat maupun yang tidak sholat, yang puasa maupun yang tidak puasa, yang maksiat yang ibadah semuanya orang berharap medapat rahmatnya Allah. Bahkan di dalam kehidupan kita ini kita membutuhkan rahmat allah. Sampai kita mau meninggal dunia kita mengharap rahmat Allah dan kasih sayang Allah. Sampai masuk surga pun tidak maungkin kita bisa masuk kedalam nya kecuali dengan rahmat dan kasih sayang Allah Swt. Sampai kata Nabi saya masuk surga pun karena Rahmat Allah. Rahmat itu artinya kasih sayang. Yang Allah berikan kepada orang di muka bumi ini untuk memiliki rasa kasih sayang. Baginda Nabi kita Muhammad Saw kalau berdoa di antara doanya adalah “ya Allah saya memohon kepada mu penyebab turunnya Rahmat dan kasih sayangmu”. Penyebab turunnya kasih sayang Allah artinya orang taat. Jadikan saya orang soleh, jadikan saya orang ahli ibadah. Sehingga Rahmatmu turun kepada hamba. Ini doanya Rasul. Rasul mengemis minta rahmat dan kasih sayang dari Allah. Ada lagi doa Nabi di antaranya “ ya Allah aku lebih berharap rahmatmu dari pada amalku”. Karena kalau Allah sayang Allah turunkan rahmatnya amalan kita yang sedikit bisa jadi sebab masuknya kita ke dalam surganya Allah.

Kalau Allah benci kepada kita walaupun kita ibadah sehebat apapun Allah tidak beri kasih sayangnya tidak di berikan kepada kita rahmatnya kita tidak akan cium  bau surganya Allah Swt. Makanya hadist ini sabda Rasul barang siapa dalam hatinya tidak memiliki kasih saynag kepada manusia, tidak punya kesantunan, senyum saja tidak mau, maka dia tidak akan mendapatkan rahmatnya Allah.

Kita itu kan kalau berdoa selalu  رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ setiap sholat setiap rakaat duduk di antara 2 sujud, Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihinilah aku dan cukuplah segala kekuranganku da angkatlah derajatku dan berilah rezeki kepadaku,dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan padaku dan berilah ampunan kepadaku. Tapi sama orang kejam, sama orang bengis.

Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad beliau punya syair الا ياالله بنظرة من العين الرحيمة Ya Allah saya minta pandanganmu, pandangan Allah itu apa? Pandangan Allah itu kasih sayang nya kepada kita. Kita minta Ya Allah kasih sayang tapi kita tidak punya kasih sayang sesama manusia. Adalagi qosidah Habib Abdullah Al-Haddad kita baca sama-sama يا تواب تب علينا ۲ ، وارحمنا وانظر إلينا ۲. Artinya bukalah pintu maaf terimalah taubat hamba. وارحمنا وانظر إلينا ya Allah kasih sayangi hamba dan pandanglah hamba dengan pandangan kasih sayangmu itu. Itu doa di baca sama para habaib kita pertengahan tarawih malam-malam ganjil qosidah itu di baca. Minta kasih sayang Allah. Kalau kita berdoa minta kasih sayang kepada Allah untuk kita sementara kita nya tidak punya kasih sayang kepada saudara, kepada tetangga, kepada kaum muslimin maka Allah haramkan kasih sayang itu kepada kita.

Sasyyidil Habib Umar kasih wasiat singkat kepada semua santri nya. kamu pergauli semua orang dengan kasih sayang, kamu pergauli semua orang dengan kelembutan,  ternyata nasehat itu kalau di hubungkan dengan Hadist Nabi persis.

Dalam suatu riwayat Nabi pernah bersabda: Wali-wali abdalku kata Allah tidak masuk sorga karena banyaknya ibadah. Sholatnya yang begitu banyak, puasanya yang begitu banyak karena itu masuk sorga? Bukan.

Kata Nabi dalam Hadist: karena hati yang dermawan, hati yang terbebas dari segala penyakit hati dan kasih sayang kepada semua orang yang beriman kepada Allah.

Saudara hadirin-hadirat yang di muliakan Allah Swt. Imam Jarir bin Abdullah periwayat hadist ini beliau pernah berkata saya itu tidak pernah terhalang apapun kalau ingin bertemu Nabi, selalu bertemu. Dan tidak pernah Nabi bertemu saya muka nya cemberut, tidak pernah Nabi bertemu saya mau pagi, siang, sore, malam, kenyang, lapar, susah senang, pasti Nabi tersenyum kalau melihat saya.

Dalam riwayat yang lain saya belum lihat seorang bapak dan saya belum pernah melihat seseorang yang lebih banyak  senyumnya melebihi Rasulullah Saw. Bertemu siapapun Nabi tersenyum. Makanya tertumpah rahmat dari Allah Swt untuk beliau.

Sampai pada suatu hari ada keluarga Rasul meninggal dunia anak dari pada putrinya yang meninggal dunia. Rasul menangis, ada sahabat-sahabat bertanya ya Rasulullah kenapa engkau menangis? Kata Rasulullah ini air mata Rahmat kasih sayang yang Allah titipkan di hati hamba-hambanya  yang di sayang. Melihat sesuatu yang sangat menyentuh hati tangisan itu tangisan kasih sayang. Ada orang ibu nya meninggal tidak nangis. Bapaknya meninggal tidak menangis. Gurunya meninggal tidak nangis. Ada orang kelaparan di depan dia dan dia mampu memberikan  tapi dia tidak memberikan ini tanda hati yang bengis.

Dalam riwayat ketika Ibrahim anaknya Rasul meninggal dunia, Rasul menangis, Rasul bersabda dalam ungkapannya: saya punya hati sedih, air mata mengalir dan saya tidak mengucapkan apapun kecuali yang Allah ridho kepada saya dan hati ini di dalam perpisahan denganmu sangat sedih wahai Ibrahim. Tangisan kasih sayang.

Imam Abbas paman nya Nabi pernah berkata kepada Rasul, saya pernah memperhatikan Nabi waktu Nabi usia 6 Tahun. Setiap malam Nabi berbicara dengan bulan. Setiap malam saya melihat engkau wahai Rasul maaf sebelumnya engkau masih 6 tahun. Sekarang kamu sudah menjadi Nabi. Setiap malam kamu saya lihat di gendong sama Halimah Tussa’diyah kamu itu berbicara dengan bulan. Dengan bahasa yang saya dengar tapi saya tidak mengerti. Lalu kamu tahan matamu. Apa kata Rasulullah Saw wahai pamanku Abbas, saya itu setiap malam kalau di bawa keluar saya melihat bulan dan bulan melihat saya, bulan menawarkan diri untuk turun berkumpul bersama saya. Ikut bersama saya tidur, maka saya tahan kegembiraan itu sehingga saya hampir menangis, apa kata bulan, wahai kekasih Allah jangan kamu menangis, seandainya kamu menangis  satu tetes air matamu tumpah jatuh ke bumi ini, bumi menjadi geresang. Maka kata Rasul semenjak hari itu saya kalau menangis saya tahan. Tumpah jatuh kepakaian saya tidak masalah asal jangan sampai jatuh ke bumi karena rasa kasih sayang kepada umat manusia. Bahkan ada tetangga Nabi yang kafir meninggal dunia Nabi pun menangis. Kasih sayang yang begitu luas dalam hati sanubari baginda Nabi kita Muhammad Saw.

Saudara dalam hadist ini kita di ajarkan oleh Nabi milikilah kasih sayang itu kepada semua  manusia. Supaya rahmat Allah turun kepada kita. Rahmat itu luas. Tidak harus sama anak kita, tidak harus dengan tetangga kita, kepada semua orang yang beragama islam kasih sayang semua kita tebar. Bahkan ketika Rasul masuk kerumahnya di ciumilah anaknya sampai cucunya. Seorang sahabat bingung, Ya Rasul saya punya anak 10 tidak pernah saya ciumi. Apa kata Nabi: apakah Allah angkat sifat rahmat di dalam hatimu wahai sahabatku? Rasulullah itu tidak pernah marah sama orang apa lagi sama sahabat.

Tau kita semua tentang cerita Anas bin Malik yang membabukan dirinya selama 10 tahun tidak pernah di marahin sama Rasulullah. Bikin makanan kalau Nabi senang di makan, kalau Nabi tidak senang tidak di makan. Tapi di omelin tidak pernah. Bahkan Anas bin Malik pernah di suruh sama Rasul pergi ke pasar untuk membeli sesuatu kebutuhan. Di tengah pasar Anas bin Malik karena masih kecil liat anak kecil lagi main ikut main juga. Nabi nungguin kemana ini Anas bin Malik belum datang juga? Nabi jemput di tengah jalan Anas bin Malik lalu ketemu sedang bermain lalu Nabi dekap tubuhnya Anas bin Malik dari belakang lalu di tutupin matanya. Anas bin Malik yang masih kecil tau tidak ada tangan yang mengeluarkan bau harum semerbauk bau harum tanganya Rasul. Maka dia tempelkan tangan dia dengan tangan Rasul yang menempel di mata Anas bin Malik sambil di goyang-goyangkan dan bertanya siapa ya? Padahal dia tau itu Rasulullah Saw. Rasul tersenyum tapi Rasul tidak pernah memarahi Anas bin Malik. Itulah kasih sayang yang ada pada hati baginda Nabi Muhammad Saw. Bahkan kepada binatang. Kalau kalian potong binatang, asah terlebih dahulu pedangnya. Kata Sayyidina Umar, apa ada pahalanya ya Rasul kalau kita berbaik pada binatang? Kamu berbuat baik kepada siapapun yang bernyawa bahkan binatang itu ada pahalanya di sisi Allah. Tidak kah kamu ingat ada seorang wanita yang tidak baik di masukan kedalam surganya Allah gara-gara memberi minum seekor Anjing. Bukan kah engkau ingat orang ahli ibadah wanita memenjarakan seekor kucing tidak di beri makan dan tidak di beri minum sampai mati Allah jebloskan dalam neraka. Kenapa? Karena tidak memiliki rasa kasih sayang di dalam hati.

Oleh karena itu saudara, dengan berhubungan hadist ini kasih sayang tersebut apalagi adanya di bulan suci Ramadhan mari kita hidupkan rasa kasih sayang tersebut dengan saling berbagi, saling memberi, saling mendoakan, mudah-mudahan dari pada hadist yang singkat ini ada guna dan manfaatnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

 

 

Comments are closed.