Kasih sayang baginda Rasul SAW kepada anak kecil

Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 31 Juli 2017

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita Al-Habib Ja’far bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan semoga panjang umur dan di murahkan rezkinya, kemudian juga Habibanal Mahbub Al-Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyat, juga kepada Habib Ahmad Al-Idrus kita doakan panjang umur dan sehat wal afiyat, Ust. Abdussalam maupun para guru lainnya

Alhamdulillah setelah kita bersyukur ke hadirat Allah sholawat dan salam kita haturkan untuk baginda Nabi besar Muhammad Saw. Lalu kemudian kita akan melanjutkan pelajaran kita dalam kitab Qutuful Falihin yang di karang oleh guru kita Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz semoga Allah panjangkan usianya, Allah sehatkan badannya, Allah kabulkan segala hajatnya dan senantiasa di kumpulkan oleh kita semua di dunia maupun akhirat Amin Ya Rabbal Alamin. Kita baca bersama Hadits yang ke 51.

 

  1. عن أبي قتادة الحارث بن ربعي رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم (إني لأقوم إلى الصلاة و أريد أن أطول فيها فأسمع بكاء الصبي فأتجوز في صلاتي كراهية أن أشق على أمه) رواه البخاري

Dari Abu Qatadah AlHarits bin Rib’i RA,Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya aku berdiri untuk shalat dan aku ingin memanjangkan shalat akan tetapi aku mendengar tangisan bayi, maka aku segerakan shalat khawatir akan memberatkan ibunya” (HR Bukhari)

Hadirin-hadirat jamaah majelis Rasulullah Saw  Hadist malam ini adalah Hadist yang 51. Yang di bawa oleh seorang sahabat yang memiliki julukan Abu Qatadah yang bernama Imam Harits bin Ribli. Beliau adalah seorang sahabat baginda Nabi kita Muhammad Saw yang di kenali sebagai sahabat yang sangat setia. Bahkan sejarah mencatat hampir seluruh peperangan Ghozwah yang di pimpin oleh Baginda Nabi kita Muhammad Saw beliau Abi Qatadah ini senantiasa ikut bersama beliau.

Di segala Medan pertempuran. Baik perang Badr , maupun perang Uhud, maupun perang-perang yang lainnya dan tidak jarang Rasul sering memerintahkan Abi Qatadah ini menjadi panglima perang di dalam beberapa Medan pertempuran yang tidak di ikuti oleh Baginda Nabi kita Muhammad Saw. Beliau Abi Qatadah ini terkenal seorang pendekar. Yang sangat lihai berkuda. Sampai Rasul Saw di dalam Hadistnya pernah bersabda:  Sebaik-baik penunggang Kuda di Medan pertempuran adalah sahabat kita yang bernama Abu Qatadah.

Abu Qatadah hidup panjang umurnya sampai 70 tahun. Sampai membela di Medan pertempuran yang di imami oleh Al-Imam Ali bin Abi Thalib pada zaman fitnah sampai meninggal dunia pun yang mengimami sholat jenazahnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Salah seorang sahabat yang pernah di doakan oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw  “Ya Allah berkahi orang ini dari mulai ujung Rambutnya sampai seluruh tubuhnya”.

Dan beliau ini hidup selama 70 tahun meninggal dunia pada tahun 54 hijriyah asli orang Madinah Al-Anshory dari Bani Salma dan meninggal juga di kota Madinah. Semoga Allah Swt meridhoi beliau dan kita semua yang mendengarkan mendapatkan berkahnya Amin-amin Ya Rabbal Alamin. Beliau berkata :

قال رسول الله صلى الله عليه و آله و سلم Nabi pernah bersabda: إني لأقوم إلى الصلاة Sesungguhnya aku berdiri untuk shalat, و أريد dan aku ingin أن أطول فيها memanjangkan shalat terutama sholat yang sebagaimana Hadist ini sebagian riwayat mengatakan sholat subuh. Dan Nabi kalau sholat Subuh itu membaca surat-surat yang panjang. Yaitu dari surat Al-Hujrot sampai Ammayatasa Alun. Di antara surat-surat itu rata-rata surat nya panjang. Maka Nabi di dalam Hadist ini saya menginginkan panjangkan sholat-sholat itu. Yaitu sholat yang di situ ada aturan yang telah di atur oleh Rasul bacaan suratnya yang panjang.

Nabi cinta kepada sholat. Sampai ingin selalu di panjangkan. Mengapa? Karena kegembiraanya Rasul khususnya berada di dalam sholat. Dan kujadikan kegembiraan ku , hiburanku , adalah sholat. Makanya kalau kita cinta kepada sholat maka kita telah mengambil bagian berkah dari pada sifatnya Rasulullah. Kenapa? Karena di dalam sholat isinya adalah Munajat kepada Allah Swt. Tapi pada satu sisi dalam Hadist ini Nabi ketika memanjangkan sholatnya  فأسمع بكاء الصبي akan tetapi aku mendengar tangisan bayi

الصبي itu semua anak kecil laki perempuan belum  sampai pada usia Baligh. Nabi mendengar suara tangisannya anak kecil. فأتجوز maka aku segerakan . didalam riwayat Imam Muslim yang tadinya Nabi membaca surat panjang berubah menjadi surat pendek. Dalam sholat 5 waktu surat pendek yang pernah kita bahas yaitu dari Waddhuha sampai Annas. Kenapa? Alesannya  كراهية saya khawatir أن أشق على أمه akan memberatkan ibunya.

Ulama ahli Hadist mereka mengatakan kalimat على أمه khawatirnya Nabi takut ini membebani Ibunya. Jadi sesungguhnya seorang perempuan menjadi makmumnya Rasul. Ini di luar kebiasaan. Jadi kebiasaanya itu makmumnya Rasul memang ada perempuan tapi mayoritas hanya laki-laki. Cuman saat itu di antara beberapa sholat kebetulan ada perempuan yang ikut berjamaah bersama Rasul Saw. Rasul tidak melarang perempuan untuk sholat di Masjid.

Di dalam riwayat Imam Muslim sebaik-baik Masjidnya para perempuan itu Masjidnya di dalam rumah. Maksudnya sholat Jamaahnya di rumahnya masing-masing. Di antara nya Allah suruh kita kaum perempuan untuk berdiam diri di dalam rumahnya. Maksudnya sholatnya jamaahnya. Baik sholat wajib atau sholat sunnah lebih di anjurkan perempuan di rumahnya masing-masing. Berbeda dengan kita laki-laki. Ada orang yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat yaitu laki-laki yang hatinya selalu bergantung di Masjid.

Maksudnya sholat Jamaah nya selalu di masjid. Jadi di luar kebiasaan dalam hadist ini ada perempuan. Yang Nabi tau ketika ada jeritan anak kecil di sini berarti ada ibunya. Maka saya ringkas sholat saya khawatir membebani ibunya. Maksudnya membebani sholatnya jadi tidak khusyuk. Kenapa? Karena dia pengen buru-buru merangkul anaknya. Takutnya kalau di panjangin menjadi beban untuk ibunya. Dalam hadist ini saudara hadirin hadirat yang di rahmati oleh Allah.

Kita mendapatkan ilmu bagaimana sosok seorang utusan Allah yaitu baginda Nabi kita Muhammad Saw. Orang yang sangat bijak, orang yang sangat perhatian, orang yang sangat adil dan bijaksana. Sampai di sholatpun yang Nabi mencintai sholat Nabi mau memanjangkan sholat ketika Nabi mendengar ada tangisan anak kecil di ringkas. Supaya tidak membebani ibunya. Biasanya umumnya bukan perempuan. Ada orang tua, ada orang yang kerja, ada orang yang kecapaian, ada kakek-kakek, ada anak kecil, ada yang mengejar waktu, kalau sholatnya kepanjangan akhirnya membebani mereka.

Hadirin dan hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt. Berbicara tentang anak kecil . di sini Rasul tidak pernah melarang anak kecil pergi ke Masjid. Bahkan ulama mengatakan Al- Imam Assyafii di dalam kitab Majmu’ nya telah berkata Imam Syafii dan ulama-ulama terkemuka di dalam Mazhab Imam Syafii. Kata Imam Syafii sangat di anjurkan bagi anak-anak kecil untuk di suruh, di bimbing, di himbau, di ajak, ke Masjid-Masjid untuk ikut sholat berjamaah supaya mereka terbiasa.

Sehingga kalau ada anak kecil pergi sholat ke Masjid Jamaah jangan di usir. Biasanya ada orang yang terlalu berlebihan. Anak kecil di usir. Ini ada dua kesalahan. Yang pertama kesalahan orang yang mengusir. Mengapa orang yang  ibadah ke Masjid padahal Masjid itu rumah Allah . Masjid itu rumahnya orang Mukmin. Laki permpuan tua muda kenapa di usir? Walaupun dia tidak semata-mata untuk sholat. Namanya juga anak kecil. dulu juga kita pernah kecil.

Kita pernah kecil bagaimana di Masjid. Sholatnya benar atau main-main? Jadi kalau kita melihat ada anak kecil di Masjid jangan di usir. Ketika waktu sholat kita ajak. Ayo sholat di samping saya. Ini anak kecil bagiannya belakang. Di belakang saya kata Nabi orang yang ngerti, orang yang tua, orang yang paham, kebelakang terus dan paling belakang anak kecil. Di awasin tapi jangan di usir. Kesalahan yang kedua ketika anak kecil pergi ke Masjid di biarkan saja sama orang tuanya bapaknya tidak mengikuti anaknya.

Jadi Cuman anaknya pergi ke Masjid bapaknya tidak sholat. Akhirnya itu anak di Masjid bikin ribut. Baginda Nabi kita Muhammad Saw dalam riwayat Imam Muslim di riwayatkan Nabi itu pernah masuk Masjid. Dalam riwayat Nabi itu pernah sholat sambil menggendong Umamah. Anak perempuan anaknya Ash bin Rabi’. Umamah ini punya ibu Zainab. Zainab tiu putrinya Rasulullah Saw. Jadi kata sahabat Al-Ash bin Rabi’ saya melihat Nabi menggendong anak saya. Cucunya juga. Di bawa dalam sholat.

Kalau Nabi sujud anak saya di turunin. Kalau Nabi berdiri lagi untuk qiyam baca Fatihah itu anak di gendong lagi. Yang pastinya kalau anak sekarang kalau pakai pampers dia di pastikan suci. Tidak membawa najis. Jadi di gendong tidak apa-apa. Anak kita , cucu kita, dalam riwayat lain di sebutkan dalam riwayat Imam Nasai dan Imam Hakim pada suatu hari Nabi keluar kepada kami maksudnya ke Masjid untuk melaksanakan sholat Isya’.

Nabi sambil menggendong sebelah kanan Sayyidina Hasan dan sebelah kiri Sayyidna Husain. Lalu Nabi maju kedepan mengimami sholat sambil menggendong dua cucu nya. Ketika Nabi sujud lama betul. Sampai kata yang bawa riwayat Hadist itu saya angkat kepala saya pas saya lihat saya angkat kepala saya karena Nabi sujud nya lama saya lihat Sayyidina Hasan dan Husain ada di atas punggungnya Rasul yang sedang sujud.

Saya balik lagi deh nungguin sampai selesai. Berkata sahabat Ya Rasulullah engkau telah sujud di dalam sujud mu sujud yang sangat panjang. Sampai kami menduga mungkin ada wahyu lagi turun. Kata Nabi tidak wahyu, tidak ada kejadian apa-apa. Saya sujud lama karena cucu saya ini naik ke atas punggung saya tidak mau angkat punggung saya sampai dia selesai turun sendiri. Saking sayang nya Rasul bukan hanya kepada anak kecil tapi yang di maksud di dalam hadist itu adalah kepada cucunya Hasan dan Husain.

Kita lihat bagaimana Rasul cinta kepada seluruh manusia terutama kepada keluarganya yang masih kecil Hasan dan Husain. Dalam riwayat yang di sebutkan Nabi pernah berkhutbah Jum’at Nabi lagi berdiri di mimbarnya. Tiba-tiba muncul Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain. Hasan dan Husain memakai gamis yang indah berwarna merah. Maka Nabi turun di gendong sama Rasul dan di bawa naik ke atas mimbar. Sambil berkhutbah beliau mau menggendong al-Hasan dan Husain. Semoga Allah meridhoi mereka berdua dan kita mendapatkan barokahnya Amin.

Dari segi sudut pandang bagaimana Rasul dengan kasih sayang dan kelembutannya kepada cucunya bahkan kepada anak kecil yang terdengar menangis saja Nabi yang sholat yang niatnya memanjangkan sholat Nabi ringkas karena khawatir membebani ibunya. Oleh karena itu melalui hadist ini kita mempelajari bagaimana sifat kasih sayang baginda Rasul kepada umatnya, kepada anak kecil, demikian juga kita semoga Allah memberikan sifat-sifat mulia itu ke dalam hati kita. Sehingga kita berlaku rahmat kepada seluruh manusia Amin Ya Rabbal Alamin.

Wassalamua’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Comments are closed.