Tausiah Guru Mulia di Masjid Istiqlal

Tabligh Akbar Majelis Rasulullah Saw

16 Oktober 2017

-Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Allah Swt pemilik Arsy yang agung telah mengumpulkan kalian. Yang menciptkan langit dan Bumi telah memberikan Taufiq kepada kalian. Tuhan pencipta segala sesuatu telah memperdengarkan kalian. Allah tidak membutuhkan kita dan tidak membutuhkan apapun. Kita adalah Fuqoro yang dalam sesuatu hal perlu kepada Allah. Maka apa yang kalian bayangkan tentang Allah Swt jika memanggil kita orang-orang yang Miskin? Kira-kira apa yang Allah perbuat kepada para Fuqoro tersebut?

Dalam kekayaan Allah yang maha mutlaq dan kebutuhan kita yang Mutlaq akan datang pemberian dari zat yang maha Mutlaq. Di sebutkan di dalam Hadist tentang orang-orang yang berkumpul semata-mata karena Allah dan orang-orang yang berdoa kepada Allah saat mereka bangkit dari majelis tersebut di kumandangkan panggilan yang berbunyi bangunlah kalian dari majelis ini dalam keadaan dosa dosa kalian telah di ampuni oleh Allah dan kesalahan kalian di rubah menjadi kebaikan.

Mudah-mudahan Allah Swt pada malam hari ini memberikan hal tersebut kepada kita. Sungguh pada malam ini kita berkumpul semata-mata hanya menuju kepada Allah. Kita berkumpul pada malam hari ini ingin mendapatkan pemberian dari Allah. Kita berkumpul dalam merangka menjawab undangan Allah. Kita berkumpul untuk menyambut undangan dari Nabi Muhammad. Mana kala kita  berkumpul untuk Allah karena Allah pendapat kalian kira-kira bagaimana Allah akan menyambut kita semua?

Kita telah di janjikan olehAllah untuk mendapatkan Rahmat dan kita meminta ampunan kepada Allah agar betul-betul di berikan kepada kita. Namun kita berkumpul di dalam majelis kita bukan hanya demi kebaikan diri-diri kita pribadi saja namun kita membawa orang lain juga. Kita tau bahwa sesungguhnya Allah Swt sangat cinta untuk di berikan manfaat kepada hambanya. Allah Swt menyukai apabila kita menyampaikan kebaikan dan manfaat kepada sekalian hamba-hambanya.

Maka pada saat Allah Swt telah membukakan pintu tersebut kepada kita maka ingatlah bahwa kita berkumpul pada malam hari ini untuk orang tua kita, untuk anak-anak kita, untuk tetangga kita, untuk masyarakat kita, dan untuk mereka yang akan terlahir nanti dari sulbi kita. Dan kita memohon kepada Allah Swt berdoa untuk diri kita dan mereka semuanya. Dan kita berharap dari Allah untuk kita dan untuk mereka semuanya.

Di saat Anugrah Allah Swt tercurah maka kita tambahkan semua cita-cita dan harapan kita di dermaganya Allah. Dan kita akan mengangkat tangan-tangan kecil dan miskin kita kehadirat Allah. Dan kita berucap wahai Allah yang kami yakini dengan sanubari kami bahwasannya tidak ada tergerak satu makhluk pun juga melainkan dengan izin dan kehendak Allah. Engkau telah menggiring kami dan telah mengizinkan kami untuk meminta dan berdoa kepadamu.

Maka kami meminta kepada engkau agar engkau memperbaiki keadaan kami dan keadaan kaum Muslimin. Dan angkat kesedihan dan Musibah dari kami dan dari kaum Muslimin. Dan menolak bala, musibah dari kami dan semua umat beriman. Berikanlah kepada kami ya Allah apa yang telah engkau janjikan terhadap Rasul-Rasulmu. Dan besarkanlah bagian yang akan kau berikan kepada  kami dari berkat Anugrahmu dan juga Anugrah dari Rasulmu.

Wahai mereka yang telah berkumpul demi karena ingin mendapat Inayah dari Allah. Sungguh majelis kita ini telah panjang lebih dari pada waktu yang telah di tentukan. Dan sesungguhnya kemurahan yang Allah akan berikan lebih panjang dari waktu yang kita hadiri pada malam hari ini. Anugrah dan pemberian Allah dan kebaikan Allah Swt lebih panjang dari Majelis kita ini. Jika seandainya panjangnya Majelis kita pada malam hari ini masih memiliki waktu yang terbatas ketahuilah sesungguhnya pemberian Allah dan kedermawanannya Allah pada malam hari ini tidak akan pernah terbatas.

Sungguh beruntung kalian karena bersimpuh di hadapan Allah. Kau telah memenuhi panggilan Allah. Pengikut siapakah kalian? Untuk siapa kalian berkumpul pada malam hari ini? Siapa yang kalian tuju? Siapa yang kalian harapkan? Apakah hubungan di dalam perkumpulan ini ada pada selain  Allah? Jika hal itu benar di hati kalian maka ketahuilah pertemuan pada malam hari ini adalah merupakan hakikat dari keimanan.

Sesungguhnya hubungan ini terkoneksi dengan rantai yang terkuat. Tali kecintaan dari Allah dan Rasul nya. Tali peneladanan terhadap Nabi Muhammad. Tali sahabat dan para Ahlul Bayt Nabi. Tali sunnah dan metode yang menghubungkan kita kepada Sayyidina Muhammad. Apakah ada tali yang lebih kuat dari pada hal-hal seperti ini untuk bersambung kepada Allah dan memiliki keagungan. Ketahuilah kalian berada di hadapan Allah.

Maka perbaikilah cara hadap kalian kepada Allah. Dan menuju kepada Allah dengan benar. Ingatlah saudara-saudara ku bahwa banyak sekali hati-hati Manusia yang ada di alam ini telah di hinakan oleh Allah dengan memiliki harapan pada selain Allah. Tetapi kalian pada malam hari ini di hati kalian di muliakan oleh Allah karena berharap kepada Allah Swt. Berapa banyak di muka bumi ini orang-orang yang bersimpuh di pintu-pintu nafsu mereka, di pintu-pintu orang yang bejad yang menjauh dari Allah Swt, di pintu-pintu kemaksiatan, dan di pintu-pintu Syaithon, dan di pintu-pintu makhluk namun kalian di muliakan oleh Allah dengan bersimpuh hanya di pintu nya Allah Swt.

Seandainya kalau bukan karena Rahmat dan kemulian dari Allah maka tidak aka nada hamba yang suci di hadapan Allah. Seandainya kalau bukan karena anugrah Allah yang Allah Swt curahkan kepada makhluknya niscahya tidak ada satu pun dari makhluknya yang dapat hadir atau melihat, atau mendengar, ataupun dia masuk kedalam tempat yang mulia ini.  Wahai orang yang hadir jangan lalai lah atas hadirmu pada saat ini.

Kapan Allah menulis nama kalian hingga kalian dapat hadir di majelis ini? Hal itu telah di tetapkan oleh Allah kalian berkumpul pada malam hari ini sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Allah Swt telah mengistimewakan mata dan telingamu. Allah telah menentukan zat mu. Allah Swt telah menentukan kesehatan bagi mu dan juga kelapangan hingga engkau dapat hadir. Maka pujilah Allah dari hati kalian yang paling dalam.

Syukuri lah Allah dengan segala totalitasmu. Telah berkata Nabi Muhammad yang paling baik dalam bersyukurnya kepada Allah sesungguhnya kalimat Alhamdulillah akan memenuhi pahalanya tinbangan amal di akhirat. Pahala mengucap Hamdalah apabila dibagikan itu akan memenuhi timbangan-timbangannya Allah Swt dan timbangannya Allah lebih luasa dari pada langit dan bumi. Maka pastikanlah pujian kita kepada Allah.

Mengakui betapa lemahnya kita di dalam bersyukur kepada Allah. Di dalam merasakan itu maka rasakan bahwa kita butuh kepada Allah Swt sepanjang umur kita. Allah berfirman andaikan kalian bersyukur  niscahya akan aku tambah nikmat atas kalian. Maka berusahalah agar timbangan kita nanti di akhirat di penuhi dengan kebaikan-kebaikan. Marilah kita berucap Alhamdulillah….ucapkan dari lubuk hati kita Alhamdulillah…..

Dengan lisan kita dan ruh kita Alhamdulillah…. Dengan hati dan sanubari kita, Alhamdulilah dengan segenap apa yang kita miliki, sesungguhnya pujian syukur dan kemuliaan adalah milik Allah Swt. Nikmatilah kalian dalam memuji Allah. Niscahya Allah Swt akan memberikan kelezatan berupa Allah mengenalkan dirinya . maka hendaknya kita mengikuti Nabi kita. Dan kita memuji dan bersyukur kepada Allah.

Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…. Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah….a’la Ni’matil Islam…jagalah nikmat Islam itu kepada kami Ya Allah…. Alhamdulillah… atas nikmatnya Iman jagalah nikmat Iman atas kami Ya Allah… dan tambahkan lah dari kami darinya. Alhamdulillah atas nikmat dapat berzikir untuk Allah. Maka tambahkanlah nikmat itu dari kami Ya Allah…dan sebutlah kami juga di alam yang paling tinggi. Alhamdulillah…atas nikmat Taufiq dan tambahkanlah kami dari Taufiqmu. Alhamdulillah…. Atas nikmat kesehatan dan tambahkanlah untuk kami Ya Allah…. Hidup kan kami dalam Afiyah. Mati kan kami dalam afiyah. Kumpulkan kami di padang Mahsyar dalam afiyah. Alhamdulillah…. Telah engkau jadikan kami sebaik-baik ummat. Maka jadikan kami dari kelompok terbaik dari ummat ini. Bangkitkan lah kami berada dalam kelompoknya. Alhamdulillah…engkau telah menjadikan Nabi yang engkau utus kepada kami kekasihmu Nabi Muhammad. Maka kuatkan sambungan kami kepada Nabi Muhammad dan tetapkan langkah kami di jalannya. Tambahkan rasa kecintaan kami kepadanya. Dan kumpulkan kami di barisannya. Muliakan kami kelak untuk bersama nya. Alhamdulillah… Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…. Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah….Alhamdulillah….Alhamdulillah…dengan segenap pujian-pujian Allah, apa yang kita tau dan apa yang belum kita tau atas segala nikmat-nikmat Allah. Apa yang belum kami tau dan apa yang sudah kita tau.

Apabila ucapan Hamdalah kalian yang ada di lisan dan yang ada di hati dengan mengagungkan nikmat Allah Swt terhubung dengan sebuah niat dan tekad untuk menjalankan konsekuensi dari pada syukur nikmat tersebut yakni menjalankan tugas-tugas nya kepada Allah Swt maka akan makin sempurna anugrah dan nikmat Allah kepada kita. Untuk memberikan kebenaran dari pada kalimat pujian kita kepada Allah maka hendaklah kita harus jujur kepada Allah.

Dengan kalian masuk ketentaraan Allah di dalam membina nafsu kalian hingga nafsu itu menjadi Mutlaq tunduk patuh kepada Allah. Dengan demikian jadilah kalian sebagai tentara-tentara Allah di rumah-rumah kalian dan jangan biarkan hal-hal yang melanggar Allah masuk ke dalam rumah kalian. Jangan meninggalkan sholat 5 waktu, jangan meninggalkan zakat, jangan berbohong, jangan kalian durhaka kepada kedua orang tua, jangan memutus silaturrahim, jangan mengganggu tetangga, jangan memakan yang haram, jangan ada pandangan yang haram, ataupun memakai alat-alat elektronik yang di dalam nya terdapat pelanggaran kepada Nabi Muhammad.

Jadilah jadilah dan jadilah kalian tentara Allah di rumah-rumah kalian. Terangi rumah kalian dengan Al-Qur’an. Dan dengan sering menyebut nama Nabi Muhammad. Memperbanyak sholawat dan salam atas Nabi Muhammad. Menegakan syariat di tengah-tengah rumah kita. Masuklah kalian di dalam ketentaraan barisannya Allah Swt beserta sahabat-sahabat kalian. Ajaklah teman-teman kalian dan katakan kepada mereka jangan pernah menerima untuk menyianyiakan kebaikan .

Ingatlah, bahwasannya semangat dari pada Muassis Majelis ini Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa menginginkan setiap individu dari kita menyampaikan kebaikan kepada orang-orang yang masih belum Hadir kepada lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Rasakanlah apa yang telah di alami dan di tanggung oleh Nabi di dalam permulaan hijrahnya dan kalian sekarang berada di dalam bulan Hijrah.

Betapa jauh betapa perjalanan yang di lakukan oleh Nabi Muhammad, perjalanan beliau yang demikian panjang kesulitan, tantangan yang beliau hadapi dan segala macam problem hingga beliau sampai ke kota Madinah. Kuatkan hubungan kalian dengan yang memiliki hirah ini dan masuklah di pintu yang besar. Wujudkan tekad kalian yakni menjauhi segala yang di larang oleh Allah. Telah berkata manusia yang mulia yang telah berhijrah Nabi Muhammad Saw orang yang berhirah adalah orang yang meninggalkan apa yang di larang oleh Allah.

Kalian dengan demikian membawa hakekat Islam dengan segala keindahan-keindahan Islam. Maka sebarkanlah Rahmat, kecintaan serta kelembutan kepada manusia. Hendaknya kalian berbuat baik bahkan kepada orang yang menjahati kalian. Apa yang menyebabkan Nabi Saw Hirah karena di tekan, lalu selanjutnnya Nabi Sholat dan di zolimi namun tetap mendoakan kebaikan untuk mereka, pada saat Nabi kembali lagi ke Mekkah dan mampu untuk membalas mereka Nabi justru memaafkan mereka .

Ada 4 perkara yang perlu kita laksanakan bersama-sama agar kalian menjadi pionir-pionir dalam membawa ke maslahatan bagi ummat. Allah telah menyebutkan hal itu di dalam Al-Qur’an. Allah memberitakan yang menjalankan 4 hal ini maka mereka adalah orang-orang yang sejati membela Allah. Allah telah menjanjikan bahwa dia pasti akan menolongnya. Allah Swt berfirman bahwasannya Allah akan menolong setiap orang yang membela Allah.

Sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa. Siapa gerangan orang-orang yang membela dan menolong agama Allah? Mereka adalah orang-orang yang menolong Allah yang melakukan 4 hal ini.

  •  Mereka adalah orang-orang yang mana kala kami berikan mereka ketetapan di muka bumi dia mendirikan sholat.,
  • Dan menjalankan zakat
  • Dan merintahkan akan yang makruf
  • Dan mencegah dari yang Munkar

Ini lah mereka adalah orang-orang yang menolong Allah dan mereka akan di tolong oleh Allah. Di atas pertolongan itu Allah pun akan mengokoh kan langkah kaki mereka.. sebagaimana Allah katakan dalam ayat yang lain wahai orang yang beriman jika kamu menolong Allah maka Allah akan menolong kamu dan akan mengokoh kan langkahmu. Dan sesungguhnya di muka bumi ini penuh dan banyak dengan orang-orang  kafir yang menginginkan ke hancuran agama Islam ini dan orang-orang kafir tersebut merekapun juga beragam di antara mereka yang memang betul-betul menjahati dan menantikan ke hancuran Islam dan ingin merusak agama Islam dan sungguh orang-orang yang semacam itu Allah Swt menyatakan tentang mereka bahwasannya kesialan, kebinasaan dan kehancuran bagi orang-orang kafir semacam ini.

Kita berdoa kepada zat yang maha Rahman. Agar Allah Swt tidak jadikan di majelis kita satu pun juga agar mereka tidak bersama kita. Ataupun yang ada di rumah kita. Tidak lah mereka mencintai karena Allah. Melainkan Allah Swt jadikan dia sebagai pembela nya Allah yang hakiki dan yang sebenarnya. Jadikan kami orang yang menolongnya. Hingga Allah Swt menolong orang tersebut dan mengokohkan langkahnya.

Kokoh kan kepada kami prinsip tersebut. Hingga engkau dan Rasulmu menjadi yang paling kami cintai lebih dari apapun. Wahai zat yang melihat kepada hati jangan jadikan di dalam hati ini ada sesuatu yang lebih kami cintai lebih dari pada Allah dan Rasulnya. Jangan jadikan dalam hati kami satu apapun lebih kami cintai dari Allah dan Rasulnya. Jangan engkau jadikan di dalam hati kami Ya Allah sesuatu apapun juga bentuknya yang kami lebih cintai dari pada Allah dan Rasulnya.

Ucapkan bersama-sama Amin… Allah akan mengabulkan doa kita. Wahai yang maha pemurah, maka hendaknya kita bangkit keluar dari majelis ini Allah telah menyaksikan tekada dari lubuk hati kita untuk menjalankan 4 perkara ini. Siapapun yang bertekad untuk hal itu maka dia kelak akan berada dan berkumpul di bawah bendera kemuliaan  yaitu Nabi Muhammad. Orang-orang semacam ini mereka adalah sebab terwujudnya kemenangan dan kebaikan yang terbuka dengan berkat mereka di Indonesia, di Asia dan di seluruh Dunia.

Penghias penutup dari pada Majelis ini adalah taubat kita kepada Allah. Sesungguhnya sebab dari pada keburukan sebab dari pada seseorang terharamkan dari pada kebaikan semaunya gara-gara Maksiat kepada Allah. Maka kita berdoa kepada Allah., mengemis kepada Allah yang maha dermawan, agar semua dosa-dosa kita akan di balas ampunan oleh Allah. Yang kita ketahui ataupun yang tidaak kita ketahui. Dalam hal yang jelas ataupun yang rahasia.

Kita ucapkan bersama-sama Astaghfirullahal ‘Adzim….Astaghfirullahal ‘Adzim….Astaghfirullahal ‘Adzim….Alladzilaailaa ha illahu Al-Hayyul Qoyyum… Wan atubu ilaih… Min Jami’izzunub.. Wal Ma ‘asyi Wal  atsa…Bainana Wa Bainallah… Wa Bainana Wa Baina Ibadillah Wamin Jami’ima Ya’lamuhullah… berikan kepada kami hakekat Taubat. Jadikanlah itu Taubat yang benar dan yang nasuha. Dengan taubat itu suci kan hati, ruh dan badan kami.

Wahai yang maha pemurah, wahai yang maha penyayang, wahai yang maha penyayang, telah di sebutkan di dalam Aktsar barang siapa yang menyebut nama Ya Arhamarrohin( yang maha penyayang) sebanyak 3 kali maka Malaikat akan berkata sesungguhnya zat yang maha penyayang telah menghadap kepadamu. Dan mintalah Ya Arhamarrohin….Ya Arhamarrohimin…Ya Arhamarohimin…Farij ‘alal Muslimin…

ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ فَرِّجْ عَلَى الْمُسْلِمِينَ

يارب ضاق الخناق ۰۞۰ من فعل مالا يطاق
فامنن بفك الغلاق ۰۞۰ لمن بذنبه رهين

واغفر لکل الذنوب ۰۞۰ واستر لکل العيوب
واکشف لکل الکروب ۰۞۰ واکف أذی المؤذيين

ثم الصلاة والسلام ۰۞۰ علی شفيع الأنام
والآل نعم الکرام ۰۞۰ والصحب والتابعين

Ya Allah kenalkan kepada wajah-wajah ini satu sama lain esok berjumpa dan saling mengenali di hari kiamat di bawah naunganmu.

Ya Allah kenalkan wajah di antara satu dengan yang lain kelak di bawah naungan bendera Nabi Muhammad. Ya Allah perkenalkanlah wajah ini satu sama lain di telaganya Nabi Muhammad Saw. Ya Allah kenalkan wajah ini satu sama yang lain kelak di Surga. Di Surga di Surga …di saat kita memandang Allah Swt…di saat kita memandang Allah… dan muliakan nama-nama yang hadir di mala mini Ya Allah…muliakan telinga ini untuk mendengar seruan dari surga.

Aku telah halal kan keridhoanku padamu maka aku tidak akan marah kepadamu selamanya. Aku tempatkan ridhoku kepada kalian semua dan aku tidak akan murka dan marah kepada kalian semua selamanya. Mudah-mudahan Allah mendengarkan doa kita. Perdengarkan kami ucapan ini Ya Allah. Perdengarkan suara itu. Hadirkan kami bersama penghuni Surga esok, orang-orang yang baik, Ya Allah jangan haramkan satu telinga pun dari kami.

Perdengarkan kami semuanya dan kumpulkan semuanya. Ya Allah…. Ya Allah… seruhlah dengan keseruan katakan bersama-sama Ya Allah….Ya Allah….dan Allah mendengar kalian. Dan melihat kepada kalian dan menatap apa yang ada di hati kalian. Katakan Ya Allah… Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Insya Allah semua hajat terkabulkan oleh Allah. Di dunia dan di akhirat. Baik hajat yang kami sadari atau yang kami lupa.

Kabulkan untuk kami Ya Allah… kabulkanlah hajat kami, kabulkan untuk kami Ya Allah dan berikan kesehatan kepada yang memimpin Ta’mir Masjid ini. Sembuhkan seluruh penyakit kami. Sembuhkan hati kami, dan sembuhkan kami dari semua masalah, dari semua penyakit dan bala. Ya Allah Ya Allah…wahai yang mengetahui segala rahasia, Ya Arhamarrohimin… لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ jadikanlah ucapan kami terakhir di dunia  saat wafat) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ) takdirkan kami kelak di akhirat bersama orang-orang yang sempurna dari orang yang ahli 

لا اله الا الله محمد رسول الله

Al Fatihah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

 

Comments are closed.