JALSATUL ITSNAIN MAJELIS RASULULLAH SAW
1 Januari 2018
-HABIB JA’FAR BIN MUHAMMAD BAGIR AL-ATTHOS-

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kita ucapkan selamat datang kepada dewan guru kita Al-Habib Muhammad Al-Bagir bin Alwi bin Yahya, semoga Allah panjangkan umur beliau, Allah sehatkan badan beliau, dan di berikan keberkahan oleh Allah Swt , keberkahan dunia sampai akhirat Amin Amin Amin Ya Rabbal Alamin. Di berikan Ilmu-Ilmu yang bermanfaat untuk kita semua Amin Ya Rabbal Alamin

Guru kita bersama Al Habib Muhammad Al-Idrus, Habib Hasan Al-Hamid, dan para Habaib yang lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu , Kyai Abdussalam dan para Asatidzah yang lain para Hadirin-hadirat para pemirsa dari pada streaming Website dari pada Majelis Rasulullah Saw yang mudah-mudahan semuanya dalam limpahan Rahmat Allah Saw yang terbesar yang terindah untuk kita, anak-anak kita , keluarga kita, sanak Family kita, kerabat kita, tetangga kita, Ummat Nabi besar Muhammad Saw dimanapun berada Amin Amin Amin Ya Rabbal Alamin.

Alhamdulillah Wa Syukrulillah malam hari ini kembali dalam kajian kitab Mukhtashor Latief yang di karang oleh Syekh Abdullah bin Abdurrahman Bafadhol. Masih di dalam Bab Thoharoh. Beliau memasukan di dalam nya adab-adab di dalam kamar mandi.

Pasal di dalam bahasa Arab bagian pemisah. Dalam istilah nama yang mencakup di dalam nya dari bab-bab kemudian cabang-cabang masalah dan permasalahan dari pada paragraf yang penting . pasal terdiri dari
1) Bab
2) Cabang
3) Permasalahan
4) Intisari.

Kemudian Adab di dalam bahasa Arab sesuatu yang di minta.
Rasulullah Saw mengatakan aku di ajarkan oleh tuhanku dengan sebaik baik nya didikan.
Adab adalah Segala sesuatu yang mencakup hal-hal yang Sunnah dan yang Wajib itu secara fiqihnya.
Sebagaimana di kutip di dalam kitab Syarah Tuhfah Al-Imam Syarwani beliau mengatakan bahwa adab itu adalah sesuatu yang mencakup hal-hal yang sunnah dan yang wajib. Maka di katakan setiap yang sunnah itu Adab setiap yang wajib itu Adab. Akan tetapi tidak kebalikannya. Bukan setiap yang adab itu Sunnah bukan yang setiap wajib itu sunnah.

Terkadang ada suatu masyarakat adat istiadat yang baik , adab yang baik, sopan santun yang baik, tapi tidak di anjurkan di dalam Sunnah Nabi Saw dan tidak di wajibkan oleh Allah Swt. Di sini yang akan di bahas adalah adab adab di dalam kamar mandi. Di dalam Fiqih ada yang namanya Jabiyah yaitu kamar mandi yang tidak ada Wc nya.

Kata Nabi Saw kalau sudah tidak punya malu kerjakan lah yang engkau mau.
Walaupun semuanya ada isyarat dan arahan dari Rasulullah Saw. Tidak ada yang di tinggalkan oleh Rasulullah Saw untuk kebaikan ummat nya. Apapun sikap yang di ambil oleh orang-orang yang beriman itu sudah termasuk isyarat dari Rasulullah Saw. Kriteria tentang kejadian kejadian setiap masa setiap abad itu sudah ada dari Nabi Saw dan apa yang harus di ambil sikap nya. Termasuk zaman kita sekarang, akhir zaman, zaman yang penuh fitnah. Semuanya sudah ada arahan dari Nabi Saw. Tinggal kita nya mau belajar atau tidak. Yang tidak sekarang orang memakai hawa nafsu semuanya. Ngambil tindakan tidak sesuai dengan Nas al-Qur’an dan Hadist. Kalau semua memakai hawa nafsu kata Rasulullah Saw

Rasulullah mengatakan kalau kalian sudah melihat sifat kikir yang di taati, hawa nafsu yang di ikuti, bangganya seseorang dengan pendapatnya masing-masing maka hendaklah kalian dengan orang-orang khusus kalian yang memang ingin mengikuti langkah para ulama, tinggalkan urusan kebanyakan orang. Akan tetapi tetap menjalankan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Tapi memaksa mereka untuk mengikuti kita Rasulullah Saw melihat zamannya.

Adab tentang masuk ke dalam Kamar Mandi:
Di ajarkan oleh Rasulullah Saw kata Sayyidina Anas : Rasulullah Saw tidak melihat pada suatu kebaikan melainkan beliau telah menunjukan kepada ku sampai dengan masalah Istinja.
1) Masuk dengan mendahulukan kaki kiri.

2) Jika keluar menggunakan kaki kanan.
Penjelasan: ini pun di kiaskan oleh para ulama ketempat-tempat yang maksiat Sunnah mendahulukan dengan kaki kiri. Sebagian ulama mengatakan kalau kita kepasar mendahulukan dengan kaki kiri juga. Karena di situ tempat segalanya. Orang bersumpah, orang melaknat dan orang membohongi.

3) tidak membawa sesuatu yang bermuatan zikir nama Allah dan Rasul nya seperti membawa Qur’an. Dengan Lisan atau pun dengan tulisan.
Penjelasan: kalau di dalam hati di bolehkan oleh para ulama. Bahkan Al-Qur’an juga boleh jika di dalam hati. Dan kita di ajarkan juga Oleh Al-Habib Soleh bin Mukhsin Al-Hamid untuk kita selalu terjaga di dalam kamar mandi kita di dalam pantauan Allah Swt. Banyak zikir itu mutlak dan boleh dimana saja. Beda dengan Al-Qur’an karena ada batasan-batasannya. Beda dengan ibadah-ibadah yang lain.

4) Menggunakan penutup kepala.
Penjelasan: kata para ulama Rasulullah Saw mengecam orang-orang yang masuk ke kamar mandi tanpa penutup kepala nya dan tanpa alas kaki dan kalau terkena sesuatu kata Rasulullah jangan salahkan terkena sesuatu kecuali diri nya. Walaupun kata ulama, dulu toilet-toilet tidak seperti sekarang, terang dan terlihat segala-galanya. Akan tetapi hukumnya Makruh kalau kita masuk ke dalam kamar mandi tanpa penutup kepala dan alas kaki.

5) Tidak buang air kecil di tempat yang tergenang atau di air yang alirannya sedkit
6) Tidak boleh juga buang air kecil di lubang
7) tidak boleh juga buag air kecil di tempat yang bisa terpercik karena angin yang kuat.
8) Tidak boleh juga buang air kecil di tempat teduhan yang biasa orang berteduh.
9) Tidak boleh berbicara di dalam kamar mandi.
10) Menuntaskan istinja dari buang air kecil.
Penjelasan: bisa dengan cara berdehem, mengurut ujung kemaluannya atau kata para ulama dengan jalan 70 langkah. Wallahu’alam Bisshowab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Comments are closed.