Orang-Orang Asing di Akhir Zaman

Jalsatul Itsnain Majelis Rasulullah Saw

19 Februari 2018

Syekh Ahmad Azzohiri

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Beliau guru kita memulai dengan memuji Allah Swt segala puji hanya milik Allah Swt yang telah memberikan kita petunjuk hingga kita bisa sampai di sini kalau bukan karena petunjuk dari Allah Swt maka kita tidak akan kumpul seperti ini. Sholawat dan salam kepada Rasulullah Saw dan keluarga dan kepada sahabat nya. Dimalam yang penuh keberkahan ini kita semua sama-sama berkumpul untuk berzikir kepada Allah Swt. Ketahuilah bahwa di setiap tempat itu ada perkumpulan, di mana di setiap perkumpulan itu ada perkumpulan yang di isi dengan kebaikan dan ada perkumpulan yang di isi dengan keburukan. Ketahuilah bahwa setiap perkumpulan dari perkumpulan tersebut yang paling mulia dan paling indah adalah perkumpulan yang di dalam nya di isi di dalam menyebut Allah dan bersholawat kepada Rasulullah Saw.

Banyak dari pada perkumpulan yang mana pada perkumpulan tersebut di isi dengan keburukan dan kejelekan, bahkan menjadikan orang-orang yang berkumpul di dalamnya orang-orang tersebut menjadi jauh, orang-orang tersebut menjadi sesat, orang tersebut menjadi tidak mendapatkan kemulian. Kita semua berada di kampung yang penuh berkah di Negri yang penuh berkah ini yang mana kita selalu kumpul di dalam perkumpulan di dalam nya mengingat Allah, mengingat Rasulullah Saw. Di zaman seperti ini seperti apa yang di sampaikan oleh Rasulullah Saw di dalam sebuah Hadist nya Nabi Saw menyampaikan mulainya Islam itu tampak aneh, dan Islam pula akan terlihat kembali aneh di mata orang-orang seperti awal mulanya, beruntunglah kata Rasulullah orang-orang yang aneh.

Maka sahabat bertanya kepada Rasulullah, wahai Rasulullah apa itu orang-orang yang aneh? Maka di jawab oleh Rasulullah Saw merekalah orang-orang yang menghidupkan sesuatu hal-hal kebaikan yang telah mati. Kalian yang hadir di sini bersama di zaman ini sebagaimana kita berkumpul adalah mengidupkan sunnah Rasulullah Saw di mana di saat ini telah redup sunnah tersebut dan banyak nya dari pada keburukan kalian lah yang menghidupkan kebaikannya. Nabi Saw juga bersabda dalam Hadist yang lainnya barang siapa yang menghidupkan sunnah ku ketika kehancurannya ummat ini di jawab oleh Rasulullah Saw sebagaimana mereka yang menghidupkannya mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku maka dia akan bersamaku nanti menuju surga.

Dari kebaikan yang mulia yang kita lihat dari banyak yang hadir di tempat ini hampir banyak nya adalah pemuda-pemuda. Nabi Saw pernah mengatakan dalam Hadistnya para pemuda-pemuda yang menolongku dan banyak yang meninggalkan ku mereka orang-orang yang tua. Nabi Saw juga pernah menyebutkan di dalam Hadist lain tentang pemuda di antara 7 golongan orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat adalah di antaranya adalah para pemuda yang hidup dengan menjalankan perintah Allah. Di zaman ini banyak orang-orang yang ingin merusak pemuda-pemuda kita di antaranya mereka merusak pemuda laki-laki begitu juga pemudi dari wanita.

Maka yang paling di perlukan pemuda di zaman ini adalah ketetapan di dalam imannya berpegang teguh kepada ajaran-ajaran yang mulia ini. Karena Nabi Saw mengatakan di waktu-waktu seperti ini adalah mereka para pemuda yang memegang agamanya dengan teguh seperti mereka memegang arang yang panas. Ketahuilah dari para pemuda ini dahulu di zaman Rasulullah Saw musuh-musuh Allah pun mereka ingin merusak para pemuda-pemuda di antara sahabat-sahabat Rasulullah, tapi apa nyatanya mereka tidak bisa karena para pemuda-pemuda dari sahabat Rasulullah mereka betul-betul memegang teguh agama mereka.

Di antaranya adalah sahabat Nabi yang bernama Sa’ad bin Abi Waqas R.a.  ketika Sayyidini Sa’ad ini masuk Islam umurnya ketika itu tidak lebih dari 15 Tahun. Maka ketika itu di ketahui oleh ibunya yang mana ibunya ini belum masuk Islam setelah mengetahui ke islaman anaknya maka ibunya mengusir anaknya keluar rumah dan tidak boleh masuk rumah. Maka ibunya berkata kepada Sayyidina  Sa’ad ini hai sa’ad kamu tidak boleh masuk rumah, tidak boleh makan kecuali kamu keluar dari ajarannya Muhammad. Maka di lewati oleh Sayyidina Sa’ad ini satu hari dia tidak makan, tidak minum dan tidak masuk ke dalam rumah sampai seterusnya sampai di dalam riwayat tersebut di sebutkan sampai dia hampir mendatangi kematian.

Maka Sayyidina Sa’ad ini datang kepada ibunya berharap kepada ibunya mengembalikan apa yang dia lakukan kepada Sayyidina Sa’ad ini agar dia bisa masuk rumah dan makan namun ibunya menolak sampai dia keluar dari ajaran Rasulullah Saw maka berkata Sayydina Sa’ad ini sumpah demi Allah wahai Ibuku andai kamu memiliki 1000 nyawa satu nyawa di lepaskan di dapan mata ku aku tidak akan keluar dari ajaran Nabi Muhammad. Maka setelah ibunya melihat dari ketetapan yang begitu teguh seperti ini ibunya pun akhirnya mengizinkan untuk masuk kedalam rumah.

Begitu pula di jalan-jalan di setiap tempat, mereka ingin sekali merusak dari pada ketetapan dari setiap orang yang beriman kepada Allah. Ketahuilah mereka dahulu para orang-orang Soleh pun ada godaan seperti ini namun mereka betul-betul berpegang teguh untuk memegang agama Allah Swt. Tidak merusak Iman mereka. Sehingga pertolongan Allah akan datang dan mereka itu sudah mendatangkan hal tersebut.

Mereka para musuh-musuh Allah Swt bersiasat dengan mensiasati ayo, mulai sekarang kita rusak pemuda-pemuda Islam dengan apa? Merusak mereka dengan alat musik nya, merusak mereka dengan hal-hal yang membuat mereka lupa dengan agamanya, seperti yang banyak di lakukan di zaman kita ini banyak pemuda yang jauh dari Allah Swt karena di rusak dengan siasat-siasat seperti ini. Akhirnya apa? Setelah hal tersebut maka rusak lah bagi kaum Muslimin. Setelah itu terjadi maka di kirim lagi mata-mata di tempat tersebut di suruh melihat keadaan kaum Muslimin ternyata keadaan kaum Muslimin jauh dari Allah. Namun melihat tempat di waktu lalu di lihat lagi ada seseorang di mana orang tersebut yang di lihat tidak seperti terlihat lelaki-lelaki yang jantan tapi terlihat orang tersebut juga sedang menangis, mengapa kamu menangis? Di jawab aku menagis karena aku pernah menjanjikan saudara ku untuk berjumpa di waktu ini tapi ternyata aku tidak bisa memenuhi nya maka aku menagis sedih karena kesalahan ku. Setelah hal itu di dengar maka mereka musuh-musuh Allah sudah menyatakan bahwa Muslimin sudah tidak punya apapun maka di serang lah Baitul Maqdis tersebtu di waktu tersebut sehingga sejarah mencatat sampai di Baitul Maqdis itu meninggal 70.000 kaum Muslimin. Kenapa? Karena mereka jauh dari Allah Swt.

Dimana kalian berada di Majelisnya Rasulullah Saw setelah di bangun oleh sahabat saya Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa, dimana beliau telah bersungguh-sungguh menjalankan dakwah ini tujuannya adalah untuk mengenalkan kita kepada Rasulullah Saw, dengan benar-benar mengikuti Rasulullah Saw, berakhlak seperti akhlak nya Rasulullah, menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah, maka tetaplah berpegang teguh dengan apa yang beliau sampaikan. Sungguh pertolongan akan datang kepada kita setiap kemudahan akan datang pada setiap kesulitan kita Allah Swt juga mudah-mudahan memveri ketetapan pada setiap hati kita menutupi segala kekurangan kita dan doa-doa yang telah di sampaikan oleh guru kita.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh.

 

Comments are closed.