Janganlah Menyakiti Tetangga

Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 2 april 2018

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang kita hormati dan kita cintai guru-guru kita wabil khusus Al-Habib Jakfar bin Muhammad Bagir Al-Atthos kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyah. Guru kita Al-Habib Muhammad Bagir bin Alwi bin Yahya kita doakan panjang umur sehat wal afiyah. Wabil khusus tamu kita yang telah hadir bersama kita dari kota wali dari kota Tarim yaitu Al-Habib Abu Bakar  bin Abdullah bin Smith kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyah. Juga kepada tamu kita Assyekh Soleh bin Muhammad Al-Faqir kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyah.

Hadirin wal hadirat jamaah Majelis Rasulullah yang di muliakan oleh Allah bagi yang hadir di perkumpulan yang mulia pada malam ini maupun yang menyaksikan dan mengikuti melalui Live Streaming Majelis Rasulullah dimanapun berada mudah-mudahan semuanya mendapatkan rahmat dari Allah. Di bulan yang mulia di bulan Rajab ini Allah berkahi kita sampai pada bulan Sya’ban dan berjumpa pada bulan suci Ramadhan dalam keadaan taat kepada Allah Swt.

Baiklah hadirin marilah kita lanjutkan kajian kitab hadist kita di dalam kitab Qutuful Falihin yang telah di rangkum oleh guru kita tercinta yaitu Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz kita doakan mudah-mudahan beliau panjang umur sehat wal afiyah Amin Ya Rabbal Alamin.

Hadist yang ke 75. Kita baca bersama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

  1. عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ و آلِهِ وَ سَلَّمَ قَالَ(مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ) متفق عليه

 

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa beriman kepada Allah & hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah & hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, & barangsiapa beriman kepada Allah & hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam”(Muttafaqun ‘Aleih)

Ada 3 nasehat dari junjungan dari Nabi besar Muhammad Saw. Kata ulama Hadist ini termasuk qoidah adab di dalam agama Islam. Kalau orang mau tau Islam itu apa sepertiga nya ada di dalam Hadist ini. Yaitu cara bermuamalah yang baik kepada tetangga, kepada Tamu, dan dengan menjaga Lisan. Agama Islam itu agama bersosial, agama bermasyarakat, agama bermuamalah. Di dalam hukum Islam ibadah ada 2. Ada ibadah yang berkaitan hanya antara hamba itu dengan Allah. Contohnya Sholat, contohnya puasa. Ada ibadah yang berkaitan antara Manusia dengan Manusia. Jikalau kita jaga dengan baik Allah tumpahkan untuk kita pahala. Contohnya baik dengan tetangga, baik sama Tamu, itulah termasuk hokum-hukum Qoidah keluhuran akhlak yang ada di dalam Islam. Mudah-mudahan Allah perbaiki hubungan kita dengan tetangga dan Tamu.

Yang pertama dalam Hadist ini barang siapa beriman kepada Allah dan Hari akhir hendaknya dia tidak menyakiti tetangga nya. Intinya berbuat baik kepada tetangga ada 4.

  • Saling berbagi kepada sesama tetangga.
  • Engkau menahan diri tidak menyakiti dia.
  • Anda tidak berharap apapun dari tetangga anda.
  • Engkau sabar atas kejahatan yang di berikan kepadamu.

 

Kenapa demikian? Karena nanti di hari kiamat dalam Hadist Rasul tetangga bergelayutan kepada tetangga nya yang lain. Dia menuntut minta sama Allah. Ya allah ini orang jangan di masukan dulu ke dalam Surga, ya Allah ini orang waktu bertetangga sama saya sudah menutup pintunya untuk saya dan menutup kebaikan untuk saya Ya Allah.

Ibu bapak Hadirin wal Hadirat yang di rahmati oleh Allah Swt. Di zaman baginda Nabi kita Muhammad Saw, ada orang datang kepada Nabi mengeluh atas jahatnya tetangga dia. Lalu apa jawaban Nabi? Yang pertama jawaban Nabi kamu jangan membalesnya. Yang ke dua kata Nabi sabar. Kamu harus seperti itu sampai kematian memisahkan kalian berdua.

Dalam Hadist Rasul yang lain kalau kita mau di cintai sama Allah dan Rasul nya hendaknya kalau berkata jujur dan jangan berbohong, tunaikan Amanah, dan jangan jahat kepada tetangga. Mudah mudahan kita termasuk di dalamnya Amin.

Wasiat yang ke dua dalam Hadist ini barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia menghormati tamu nya. Berbicara tamu yang datang kerumah kita macam-macam. Tamu di dalam Islam adalah kiriman dari Allah Swt. Jikalau kita bisa menghormati maka kita akan di berikan ganjaran yang besar oleh Allah Swt. Kalau kita menyambutnya dengan tulus di rumah itu ada penyakit di bawa penyakit itu oleh tamu. Kalau penghuni itu mempunyai dosa di bawa oleh tamu ketika pulang. Minimal kata ulama anda senyum kepada tamu. Kalau perlu kamu gelarain karpet untuk dia duduk. Kamu berikan tergantung kemampuan mu tapi jangan di paksakan di luar kemampuan kita.

Sayyidina Salman Al-Farisi pernah mengatakan kita di larang sama Nabi memaksakan sesuatu untuk tamu, yang ada keluarin. Yang kita tidak punya dan tidak mampu jangan di paksakan. Karena baginda Rasul Saw telah bersabda : janganlah engkau memaksakan diri untuk menyambut tamu sebab di takuti kamu akan membenci tamu itu. Kata Nabi kalau orang sudah membenci tamu berarti dia benci kepada Allah. Kalau dia benci kepada Allah maka Allah akan benci kepada nya.

Dalam riwayat Imam Hudzifah Nabi membuat makanan lalu mengundang para sahabat lalu Nabi menyuapi nya satu persatu. Lalu Nabi bersabda seorang pemimpin itu selayaknya melayani masyrakatnya.

Bahkan dalam Hadist kalau kalian makan bersama Tamu suapin. Dan yang melakukan itu Allah catat untuk dia beramal Soleh selama 1 Tahun setiap hari nya di isi puasa setiap malam nya di isi Tahajjud hanya gara-gara melayani Tamu.

Orang yang pertama kali cinta kepada Tamu adalah Nabi Ibrahim. Sampai pergi dengan kejauhan 2 km hanya ingin mencari tamu. Naik turun bukit sampai tidak pulang dan di atas bukit membakar api memakai Obor dan orang datang dari bawah bukit dan menghampiri Nabi Ibrahim lalu Nabi Ibrahim bertanya apakah kalian sudah Makan? Ayo makan di rumah saya. Sampai penghuni Langit yaitu Malaikat, suatu hari pernah di langit goncang. Kenapa? Karena Nabi Ibrahim melayani penyembah Patung. Malaikat semua nya kaget dan mengadu kepada Allah, Ya Allah Nabi Ibrahim sedang melayani musuh mu Ya Allah. Apa kata Allah, saya ini Tuhannya Ibrahim. Saya lebih tau dari pada kalian. Ketika Malaikat Jibril turun ingin memberitahukan kepada Nabi Ibrahim apa kata Jibril, sesungguhnya Malaikat penghuni langit kaget engkau melayani musuh nya Allah. Apa kata Nabi Ibrahim, biarkan saja, Allah saja berbuat baik kepada Hambanya yang tidak baik. Masa saya beri makan orang kalian bingung. Nangis Nabi Ibrahim. Setelah itu datang tamu ketuk pintu Rumah Nabi Ibrahim. Wahai Nabi Ibrahim saya mau bertamu, mau numpang Makan, Muslim bukan, bukan, kalau gitu Pergi. Langsung seketika itu juga turun Malaikat Jibril. Wahai Ibrahim Allah menegurmu  bagaimana kau usir hambanya Allah yang ingin bertamu ke rumah mu sementara hanya karena dia bukan Muslim. Tau kah kamu dia telah di beri Rizki oleh Allah selama 80 tahun padahal dia tidak pernah bersujud kepada Allah. Nabi Ibrahim kejar itu Tamu dan menarik untuk kerumahnya. Kata itu orang kenapa? Katanya harus Muslim, kata Nabi Ibrahim tidak jadi karena saya di tegur oleh tuhan saya. Kata Allah masa iya  ada orang mau bertamu di usir hanya karena tidak beriman kepada nya. Sementara Allah telah memberi mu rizki selama 80 tahun walaupun kamu belum pernah sujud kepada nya. Nangis penyembah patung dan langsung masuk Islam di bawah naungan Nabi Ibrahim.

Yang terkahir barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata yang baik atau diam.

Dahulu Lukmanul Hakim pernah berkata kepada anaknya wahai anakku kalau orang pada bangga karena bisa ceramah yang hebat, bisa berbicara dengan bahasa yang rapih maka berbanggalah kamu dengan banyak diam. Yang banyak diam dia akan selamat. Kalau ada orang ngajak berdebat diam dan jangan di jawab.itulah keutamaan diam. Mudah-mudahan 3 keutamaan ada di diri kita dan bisa kita amalkan dan kita manfaat kan datang tamu kita untuk memberikan nasehat untuk kita semua

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Comments are closed.