Sesuatu Kalau Bukan Karena Allah, Akan Terputus dan Hancur

Event Akbar Isra’Mi’raj Majelis Rasulullah Saw

13 April 2018

-AlHabib Ali Zainal Abidin AlJufri-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah segala puji syukur dari Allah Swt beliau mengawali ungkapan Imam Ibnu Atho illah Sakandari mengatakan segala sesuatu yang di awali muncul nya dari ketulusan maka akan berjalan terus menerus tidak akan di makan oleh zaman. Sesuatu kalau bukan karena Allah akan terputus dan hancur. Majelis ini akan berjalan waktu demi waktu musim demi musim terus menerus Insya Allah karena Allah Swt. Ini Majelis selalu akan bersambung. Barang siapa yang berdiri nya dia di dalam amal ibadahnya dia ikhlas karena Allah Swt maka perkara itu pasti akan di berkahi oleh Allah.

Majelis Rasulullah Saw dasar dan pondasinya adalah Mahabbah. Maka demikian juga orang – orang yang ikut hadir di dalam Majelis ini adalah orang – orang yang memiliki hakekat cinta. Yang berbuat baik kepada majelis kita ini mereka akan mendapati cinta yang keluar dari majelis kita. Demikian juga kemulian majelis ini barang siapa yang ada satu titik kejahatan kepada orang yang hadir di majelis ini tetap dia akan mendapatkan kasih sayang nya Allah Swt. Apakah kalian tau kenapa sebab yang berbuat baik dan berbuat buruk pada majelis ini akan mendapati dari pada rasa cinta?

Karena pemimpin nya senantiasa ada di depan hadapan nya dia. Ketika Rasulullah Saw Imam kita datang ke kota Thaif mendapatkan sambutan yang buruk dan di sambiti sampai datang Malaikat-malaikat gunung dan mereka berkata wahai Rasulullah izinkan kami untuk menhancurkan kota Thaif, berkata Rasulullah tidak, aku menginginkan dari benih – benih mereka orang-orang yang menolong agamaku. Maka atas niat dan tujuan itu juga di bina, di rawat, di bangun Majelis Rasulullah Saw. Di perkumpulan yang besar ini tidak datang semena-mena satu hari satu malam.

Almarhum Habib Munzir beliau adalah sosok pejuang yang hakiki. Dahulu beliau sering berkomunikasi dengan saya baik secara langsung atau terlebih khusus melalui Telpon, melalui surat demi surat dan beliau selalu bercerita kepada saya dalam keluh kesah perjuangannya dan beliau sering duduk di jalanan, dari satu kampung ke kampung lain semata mata ingin mengajak hati mereka untuk kenal kepada Allah dan baginda Rasul dan itulah perjuangan yang sangat berat. Dahulu Habib Munzir duduk bersama orang-orang yang tidak di gubris dengan orang banyak tapi beliau dengan semangat  cintanya menyebar cinta tersebut kepada orang – orang yang tidak di pedulikan oleh orang-orang banyak untuk mengajak ke Majelis Rasulullah.

Karena ketulusan perjuangan dakwah beliau dari 10 orang bertambah menjadi 20, dari 100 orang menjadi 1000, dari 1000 menjadi 10.000 sampai jutaan manusia berkumpul untuk Rasulullah di majelis ini. Terakhir aku datang ke Indonesia pada masa kehidupan Habib Munzir. Setelah itu beliau mengatakan di tempat yang tertutup dan berbicara 4 mata bersama saya dan berkata wahai Habib Ali saya sudah mulai lelah. Dan itu memancarkan isyarat yang kuat untuk kita orang-orang yang punya hati bagaimana Allah memanggil beliau di akhir hayatnya.

Sudah menjadi hal yang umum kita semua hampir di antara yang hadir mengetahuinya bagaimana kondisi beliau yang sudah semakin sakit semakin berat tetapi ketika datang putaran waktu untuk beliau menyampaikan risalah Rasulullah dan ketika datang waktu untuk beliau mengajar maka beliau rela menyempatkan waktu walaupun harus duduk di kursi ataupun di ranjang orang sakit bahkan harus membawa infusan semata-mata agar sampai risalah ini kepada kita. Banyak orang orang yang hatinya buruk dan menyangka kematian orang-orang Soleh itu merupakan tanda kehancuran dari dakwahnya.

Mereka menduga dan menyangka bahwa sesungguh nya akar yang di tanam itu semata mata hanya lah pondasi yang rapuh dan akan sirna. Dahulu di larang perkumpulan kita di sini pada saat itu. akan tetapi Almarhum Alhabib Munzir tidak peduli walaupun di larang untuk berkumpul, berzikir untuk menyampaikan Risalah ilmu di satu tempat itu semua tidak menjadi penghalau untuk beliau dan dengan mudahnya beliau pindah dari satu tempat ke tempat yang lain yang bisa di terima oleh masyarakat. Dan malam ini malam Isra’Wal Mi’riaj. Setelah meninggal nya saya datang lagi dalam acara Isra’Mi’raj ini.

Dan saya berkumpul kembali setelah lama perjumpaan di waktu detik malam ini. Kita tadi mendengar bapak Anis Baswedan yaitu Gubernur kita menyampaikan senang nya beliau bisa kita jadikan Monas ini tempat acara kita yang bersih dan penuh dengan cinta dan apa yang kita berikan untuk beliau? Apa yang bisa kita pahami dari ungkapan beliau? Apa yang untuk Allah dan bersambung terus menerus? Dan apapun yang tiada tujuan selain Allah maka akan terputus dan sirna. Saya katakan kepada Bapak Anis Baswedan mereka yang antum lihat sekarang ini beda dengan orang-orang yang ribut dengan masalah-masalah politik.

Mereka ini tidak ikut campur dengan urusan-urusan tersebut. Mereka berbicara dengan hati. Yang mana hati mereka satu cinta rindu kepada Sayyiduna Muhammad. Menggoncangkan kursi-kursi jabatan yang di perlombakan. Mengapa demikian? Karena perintis nya adalah orang yang selalu hati nya bersambung kepada Allah Swt di setiap waktunya. Kesenangan mereka yang mereka tampilkan pada saat ini dengan izin Bapak Gubernur akan kembali keberkahan mereka yang mereka bawa akan kembali ke diri Bapak Gubernur Insya Allah. Tidak akan ada yang bisa menganggu orang-orang yang hatinya selalu bersambung bersama Allah.

Nabi Saw sebelum Isra’Mi’raj di tinggal oleh ke dua kekasih beliau pamannya sendiri yaitu Abu Thalib dan Istri tercinta beliau Sayyidah Khodijah. Malahan ujian, godaannya semakin berat lagi. Dan kita semua mengerti dalam sirah Nabi Saw. Akan tetapi baginda Nabi kita Muhammad Saw menyampur dan menghubungkan antara ujian yang beliau terima dengan Hikmah dari Allah diperjalankan pada satu malam dari Makkah sampai ke Baitul Maqdis. Untuk kita pahami bahwa apa yang di dapat di dalam perjalanan isra’ dan perjalanan para arwah-arwah semuanya pintunya adalah kasih sayang Rahmat Allah Swt.

Maka perhatikan saudara Hadirin-Hadirat, peristiwa Isra’ dan Mi’raj itu berawal dari mana? Dari Makkah lalu sampai kepada Baitul Maqdis yang ada di palestina. Di mulai nya Isra’ dari kota Makkah yang kita ketahui tempat tersebut adalah tempat pertempuran nya Rasulullah di dalam gangguan-gangguan yang di terima oleh Rasulullah Saw. Dahulu Allah Swt menunjukan kepada Sayyidina Rasul ujian yang berat awalnya Allah berikan di kota Makkah. Setelah begitu bertahan dan sabar nya baginda Rasul dalam waktu demi waktu berjalan akhirnya Allah pun memberikan kemenangan juga ada yang di kota Makkah.

Dan pertempuran di akhir zaman akan terjadi antara Haq dan Bathil di Masjid Aqsho. Coba kita bayangkan jika Allah Swt memberikan ujian yang terberat adanya di kota Makkah lalu Allah berikan kemenangan juga ada di kota Makkah, mari kita hubungkan dengan kota Makkah dengan Baitul Maqdis, kalau kota Makkah Allah berikan kemenangan yang dahulu nya begitu sulit hari ini begitu sulitnya ujian yang di terima oleh orang-orang Palestina maka akan datang kemenangan yang akan di terima oleh ummat Islam nanti di beberapa waktu yang dekat oleh orang-orang Palestina juga.

Peperangan belum usai dan peperangan akan lebih berat lagi. Kalau kita perhatikan yang sekarang terjadi peperangan yang semakin dahsyat kita harus ingat bahwa dahulu Nabi Saw di kota Makkah pun mengalami hal yang terdahsyat dari pertempuran di antara yang haq dan yang bathil. Tapi yang perlu kita ingat Allah berikan kemenangan kepada Rasul dan para sahabat-sahabatnya yaitu di karenakan hati-hati mereka yang suci dan jernih yang bersambung kepada Allah dan Rasul karena kesucian hati dan sanubari itulah Allah berikan kemenangan untuk ummat Islam.

Dahulu hati-hati para sahabat itu tidak ada di antara mereka yang mendahulukan dari Rasulullah Saw siapapun bahkan anak mereka, keluarga mereka, orang tua mereka, tidak ada di hati mereka kecuali cinta mereka lebih dahsyat dari orang-orang terdekatnya sekalipun. Demikian juga nanti Allah akan kirimkan, Allah akan tumpahkan kemenangan untuk ummat Islam di Palestina ketika telah ada hati-hati Ummat Islam yang jernih dan bersih. Dengan itu ummat Islam akan di berikan kemenangan oleh Allah Swt di Palestina. Dahulu ketika tentara Rasulullah ingin masuk ke kota Makkah merebut kembali kemenangan kota Makkah di dapati di tengah jalan se ekor Anjing yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui anak-anak nya ketika datang tentara Rasulullah, ini Anjing ketakutan, takut anak-anaknya tertindas, terinjak-injak dengan tentara yang besar yang sekarang kita lihat tentara-tentara mereka tidak lagi perduli menginjak-nginjak manusia.

Ketika Rasul Saw melihat seekor Anjing dan anaknya yang sedang di urus maka Rasul bersama sahabat berhenti di tengah perjalanannya untuk masuk ke kota Makkah bersama Ummat Islam berhenti dan mengambil jalan lain agar Anjing ini tidak merasa takut dengan Rasul dan sahabat nya untuk masuk ke kota Makkah, ini lah hati hati yang bersih dan jernih yang dengan itu Allah berikan kemenangan. Tentara yang akan merebut kembali kemenangan tidak mungkin Ridho untuk menumpahkan Darah bahkan menghalalkan Nyawa bagaimana mereka lihat tentara nya Rasulullah, seekor Anjingpun mereka jaga dengan penuh kasih sayang. Bagaimana dengan nyawa Manusia?

Oleh karena itu di majelis yang mulia malam ini juga melalui Majelis Rasulullah mari kita mengingat keadaan dan kejadian yang begitu indah dalam peristiwa Isra’ wal Mi’raj dengan mencintai Rasulullah Saw, dan melalui Isra’ wal Mi’raj ini juga mari kita tanamkan cinta bukan kepada Nabi Muhammad Saw bahkan kepada semua utusan-utusan Allah bahkan kepada semua orang-orang Soleh bahkan melalui Majelis Rasulullah malam ini kita merayakan Isra’mi’raj letakkan cinta kita kepada semua hamba-hamba Allah yang beriman, janganlah kita menghujat siapapun.

Kita lihat di Majelis Rasulullah ini yang kita rayakan Isra’Mi’raj nya ini bagaimana Rasulullah di tampilkan di dalam orang-orang kenikmatan dan orang-orang yang dalam siksaan yang dengan kenikmatan Surga mereka mengamalkan ketaatan kepada Allah Swt dan orang yang di siksa oleh Allah Swt mereka melakukan ke maksiatan dengan Ghibah, Namimah, berdusta dan yang lain-lainnnya. Di sini kita ambil pelajaran dari ke dua gambaran yang di gambarkan oleh Rasulullah Saw.  Kita merenung kejadian yang begitu dahsyat dan indahnya yaitu di terbangkan baginda Rasul dari Bumi untuk menghadap Allah sampai pada posisi kedudukan yang tidak bisa di sentuh, tidak bisa di lewati oleh seorang malaikat manapun di tempat yang begitu agung dan mulia. Kita di dalam Mi’raj nya Rasulullah Saw perjumpaanya dengan Allah Swt menghadirkan rahasia-rahasia agung dan luhur yang Allah berikan kepada baginda Rasulullah Saw ketika beliau menghadap Allah dengan mengucapkan Attahiyatul Mubarokatus sholawatutthoyyibatu Lilllah kemudian Allah Swt mengagungkan Nabi Saw dengan menjawab penghormatan yang mulia dari Nabi dengan kata Salam dari Allah Swt Assalamu’alaika Ayyuhannabiyyu Warahmatullahi Wabarakatuh dan Rasulullah dengan penuh kasih sayang nya, kelembutan hatinya tidak melupakan orang-orang yang Soleh dari Ummatnya Rasulullah mengatakan Assalamu’alaina wa’ala Ibadillahissholihin Rasulullah memasukan orang-orang yang Soleh di dalam Munajat nya dengan Allah berjumpa langsung di situlah pemberian luhur yang akan terus menerus bagi orang-orang yang Sholat dan mendapatkan rahmat rahasia-rahasia luhur dari Salam nya Rasulullah kepada Allah Swt.

Oleh karena itu yang perlu kita pahami setiap kita sholat yang wajib maupun yang sunnah yang perlu kita pahami di situ kita mengucapkan Salam kepada junjungan baginda Nabi kita Muhammad Saw, Salam kedamaian, salam ketenangan, salam kebahagiaan yang mustinya setiap orang yang sholat selepas dia sholat dia harus bisa menebarkan Salam kedamaian itu kepada seluruh manusia baik yang dia kenal maupun yang tidak kenal, tebarkanlah Salam yang engkau dapatkan di dalam sholat wasilah engkau memberi salam kepada baginda Nabi besar Muhammad.

Semoga Allah Swt memberikan kita hakekat-hakekat Salam. Ya Allah engkaulah zat yang maha memberikan kedamaian. Dan kepada engkaulah kembali Salam. Maka hidupkanlah kami di dalam kedamaian. Masukan kami ketempat yang selamat. Wahai zat yang memilki kemulian pada malam ini kami menghadapkan diri kami. Mengemis akan karunia darimu. Kemuliaan darimu. Berharap engkau memberikan rahmat. Yang kau berikan keramat-keramat yang terbesar. Di dunia dan akhirat. Ya Allah berikan lah kami Taubatan Nasuha. Sucikan Dzohir dan Bathin kami.

Ya Allah ampuni dosa-dosa kami. Tutuplah Aib kami. Buka segala kesulitan-kesulitan kami. Ya Allah lembaran amal kami penuh dengan dosa dan maksiat. Berapa kali kami melakukan maksiat akan tetapi kami menutupi maksiat kami di daepan manusia. Dan kami tutupi itu dari pandangan mereka. Akan tetapi kami yakin ya Allah di balik itu semua kasih sayangmu melebihi apapun. Kami melakukan keburukan itu semua bukan untuk merendahkan engkau, engkau tuhan kami engkau raja kami akan tetapi hawa nafsu yang meraja lela di tubuh kami Ya Allah.

Maka detik ini kami merintih mengemis kepadamu ya Allah. Kami membawa seluruh perlengkapan kami yang penuh dengan kekurangan di hadapanmu. Masuk ke dalam Hadrohmu yang mulia. Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah…..Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah….Ya Allah…tiada tuhan selain engkau Ya Allah…. ampunilah dosa kami semunya Ya Allah… hapus dosa-dosa kami Ya Allah…jadikan kami untuk selalu bertaubat kepada mu Ya Allah…. taubat yang tidak akan kami ulangi lagi Ya Allah… di antara kami ada orang-orang yang hatinya rindu kepada Sayyiduna Muhammad.

Hati yang merindukan memandang wajah yang penuh dengan cahaya wajah yang membawa seluruh kemuliaan-kemuliaan yang luhur. Ya Allah walaupun kami sadari amal kami yang begitu kotor dan busuk Ya Allah akan tetapi kami berbaik sangka bahwasannya kasih sayangmu melebihi dan melampaui apapun Ya Allah. Muliakan kami agar bisa dekat dengan nya Ya Allah… Ya Allah kalau engkau memberikan keluhuran dengan kelembutan hati Nabi Muhammad kepada kekasih kekasihnya berikan yang terbesar untuk kami semuanya Ya Allah. Ya Allah Ya Allah

Nabi Saw ketika berjalan dan bertemu dengan Sayyidina Muadz dan bertanya, Rasul lihat Sayyidina Mu’adz, wahai Muadz aku mencintai mu. Maka jangan sekali kali kau tinggalkan doa setiap selesai sholat Allahumma a inni ‘ala dzikrika wasyukrika wahusni ‘ibadatik. Ya Allah pandangan yang engkau berikan kepada Sayyidina Mu’adZ pandang lah kami juga Ya Allah. Pandangan kasih sayangmu Ya Allah. Keindahan ucapan Nabi kepada Sayyidina Muadz aku cinta kepadamu karena kami rindu untuk mendengar kata tersebut untuk kami semuanya dari lisan Nabi Muhammad aku cinta kepada kalian.

Ya Allah detik ini malam ini  kami semua berniat akan mengamalkan doa yang di perintah oleh Nabi. Dan kita mendapat pandangan dan dengan itulah kita mendapatkan kata kata dari Rasulullah. Ya Allah yang punya hajat di majelis ini kabulkan lah hajatnya Ya Allah. Berikan semua hajat-hajat kami Ya Allah. Ya Allah berikan kedamaian dan keselamatan utuk Indonesia dan warganya Ya Allah. Kelapangan Iman, cahaya, Hidayah, berkah dan kebaikan-kebaikan dari mu Ya Allah. Ya Allah satukan lah setiap Individu warga Indonesia Ya Allah. Tolak semua keburukan dan fitnah-fitnah Ya Allah.

Ya Allah berikan kepada mereka kebaikan dan hindarkan mereka dari segala keburukan dan sambungkan mereka kepada Nabi Muhammad Saw. Berikan Taufiq kepada Gubernur kami, orang-orang yang datang bersama dan kami semuanya Ya Allah dengan keberkahan dan anugrah-anugrah yang engkau berikan Ya Allah. Ya Allah mereka ini Gubernur dan aparatur pemerintah telah kau berikan kepada mereka tanggung jawab yang sangat berat yang nanti kau akan Tanya mereka di hari kiamat. Ya Allah berikan lah keridhoan mu nanti di hari kiamat kepada mereka dan kami dan kebahagian di dunia dan akhirat. Ya Allah mereka semua yang hadir malam ini dari mulai Dubes-Dubes utusan-utusan dari luar Negeri sampai para ulama dan Umaro bahkan orang-orang tua kita dan orang-orang Alim yang hadir di atas maupun hadirin yang ada di bawah semuanya pandanglah mereka dengan pandangan dengan kasih sayangmu Ya Allah.

Ya Allah disini ada orang orang yang kotor secara dzohir akan tetapi kalau dia berdoa di Kabul oleh Allah. Ya Allah dengan mereka terima ampunan kami Ya Allah. Angkat derajatnya Habib Munzir dan jadikan malam ini malam paling menghibur untuk beliau dalam kuburnya. Berikan ketenangan di dalam kubur Habib Munzir dengan kedua anak beliau dan jadikan kedua anak beliau Habib Muhammad dan Habib Hasan penenang jiwa dan seluruh yang berjuang bersama di dalam Majelis Rasulullah dari sedekah mereka ,Infaq mereka berikan kesenangan semua nya itu ke dalam hati dan kubur nya Habibana Munzir.

Lindungi lah Masjidil Aqsho Ya Allah. Ya Allah kami titipkan Masjid Aqsho kepada engkau Ya Allah. Jangan sampai kau jadikan hati-hati kami yang cinta kepada musuh-musuh Baitu Aqsho. Ya Allah tolong orang-orang yang terikat di dalam Majidil Aqsho. Ya Allah berikan kesadaran untuk ummat manusia yang beriman kepadamu untuk membantu saudara nya di Palestina. Alladzi na amanu watath ma inna qulubuhum bidzikrillah….أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ fa’lam annahu لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ…….لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ…..لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ……لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ…….لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ………لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ……..لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ……..لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ…. اللَّهُ… اللَّهُ… اللَّهُ… اللَّهُ… اللَّهُ… اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ… اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ…. اللَّهُ…… اللَّهُ…. اللَّهُ….. اللَّهُ….. اللَّهُ….. اللَّهُ….. اللَّهُ….. اللَّهُ….. اللَّهُ…. اللَّهُ

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Comments are closed.