Al-Qur’an Sebagai Firman Allah Swt

Event akbar Majelis Rasululah malam Nuzulul Qur’an dan Haul Ahlul Badr

1 Juni 2018

Al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Segala puji atas segala nikmat-nikmat kesempurnaan dari Allah Swt dan atas kesempurnaan dari pada kedermawanan Allah Swt. Puji syukur kepada Allah Swt yang telah meng anugrahkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw lalu di sampaikan kepada kita semua. Dan Allah muliakan lisan-lisan kita untuk membacanya. Dan Allah muliakan akal-akal kita untuk bisa memahaminya. Dan Allah muliakan hati kita untuk mengenal Allah Swt. Maka puji syukur kepda Allah sebanyak bilangan apapun makhluk dan benda yang ada di dalam dunia ini. Dan bagi nya segala puji atas segal huruf-huruf yang ada di dalam Al-Qur’an selama-lamanya. Dan kita memohon kepada Allah agar melimpahkan rahmat dan karunianya kepada Nabi Muhammad Saw. Yang Allah tuangkan Al-Qur’an di dalam dada nya. Dan teraplikasi melalui lisannya yang suci. Dan Allah tampakan bukti-bukti di dalam segala urusannya. Sehingga membuat budi luhur budi pekerti nya Rasul seperti Al-Qur’an. Dan sholawat serta salam atas keluarga dan para sahabatnya yang baik. Yang mana mereka itu para keluarga Rasul senantiasa bersama Al-Qur’an sampai hari akhir. Dan semoga Allah Swt meridhoi para sahabat-sahabat seluruhnya. Karena mereka para sahabat yang telah mengambil pedomana Al-Qur’an dengan sekuat-kuatnya pegangan. Dan kepada ahli-ahli Al-Qur’an yang menjalankan Al-Qur’an di dalam kehidupannya siang dan malam. Semoga Allah jadikan kita semua yang hadir di sini termasuk golongan-golongan tersebut.

Wahai yang hadir di dalam perkumpulan yang berkah ini mereka orang-orang yang hadir pada malam ini dari kalangan para guru, Habaib maupun para pejabat dan seluruh kepada jajaran pemerintah di ibu kota Jakarta dan bapak Gubernur dan para kepolisian yang berada di saat ini.

Demikian juga orang-orang yang ikut serta hadir di malam ini hadir bersama berkumpul bersama maupun yang mendengar dari kejauhan ketahuilah bahwa perkumpulan yang kita hadiri saat ini tidak bisa di timbang dengan seluruh timbangan yang ada di langit dan di Bumi. Sesungguhnya pada mala mini kita berada di malam perpisahan dan malam perbedaan. Di malam ini yang Allah jadikan malam 17 Ramadhan sebagai pemisah antara yang baik dan yang buruk. Pemisah antara kegelapan dan cahaya. Dan Allah tampilkan di dalam wujud alam semesta ini cahaya besar Nabi besar Muhammad Saw. Dan Allah tunjukan kemenangan untuk Rasul di alam dunia ini. Dan Allah turunkan kepada baginda Rasulullah Saw yaitu Al-Furqon Al-Qur’anul Karim.

Sehingga Allah Swt berfirman

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah

Dan kita berharap tidak keluar dari Majelis ini kecuali kita sudah di tanamkan oleh Allah Swt cahaya khusuk dan patuh pada apa-apa yang ada di dalam Al-Qur’an. Pada malam ini ada dua persoalan atau dua forum yang kita akan angkat dan kita akan bicarakan bersama yang pertama yaitu di turunkan nya Al-Qur’an sebagai firman Allah Swt yang ada di dalam dunia dan pembicaraan pembahasan tentang peristiwa Badr.

Kita ketahui bahwa Al-Qur’an adalah timbangan amalan kita yang di jadikan oleh Allah Swt untuk kita jadikan sebagai pondasi kita. Dunia saat ini sudah di penuhi berbgai macam fitnah-fitnah. Dan zaman sekrang bercampur aduk dari pada seluruh pemikiran. Dan Rasul Saw 1400 Tahun yang lalu telah memberitahukan kepada kita tentang terjadinya wabah fitnah ini. Akakn terjadi fitnah-fitnah seperti potongan-potongan malam.

Yang dengar fitnah tersebut di akhir zaman sore hari seseorang masih menjadi Muslim ketika waktu pagi dia sudah keluar dari Islam. Di pagi hari dia masih Muslim di sore hari dia sudah kafir karena fitnah itu. Dia jual agamanya dari pada urusan dunia yang sedikit. Lalu sahabat bertanya, Ya Rasulullah…ketika kita menghadapi zaman seperti itu apa yang harus kita lakukan? hendaknya kalian memegang Al-Qur’an. Karena banyak sekali pelajaran yang Allah titipkan di dalam Al-Qur’an dalam peristiwa ummat ummat sebelum kalian.

Yang penuhi di dalamnya hokum-hukum untuk kalian. Kita mengetahui apa yang ada di dalam Al-Qur’an dari sejarah yang terdahulu dan yang akan datang dan yang akan terjadi di masa kita. Karena kita ini sebagai ummat nya Nabi tidak bisa mengambil hukum mengikuti otak kita satu persatu, tapi kita harus mengikuti jalur koridor yang Allah tentukan di dalam Al-Qur’an. Karena akal dan pemikirin akan di masuki dan di rasuki oleh setan dengan was-was nya.

Dan akal kita ini sangat mudah di bujuk rayu dan di masuki bisikan bisikan nafsu. Akan tetapi ayat-ayat Allah Swt tidak akan di datangi oleh kebatilan dari depan dan belakang. Dan Nabi kita sementara adalah utusan Allah yang tidak pernah berkata apa-apa melainkan bukan dari hawa nafsunya tapi dari Allah Swt. Kita lihat di dalam zaman kita sekarang, perpecahan,perbedaan yang sangat banyak. Bahkan setiap hari kita melihat oknum-oknum dan pribadi pribadi membawa pemikiran beragam dan bermacam-macam.

Orang-orang yang berat untuk hadir di dalam Majelis-Majelis zikir dan bersholawat kepada Rasulullah Saw. Bahkan kita mendengar oknum-oknum pribadi yang sangat membenci anak cucu keluarga nya Rasul, bahkan tidak memperkenankan sesuatu apapun untuk mereka. Dan orang-orang yang merendahkan para sahabat Nabi Saw. Ada juga di zaman kita sekarang golongan-golongan orang-orang yang menggunakan bendera agama untuk sampai kepada puncak kedudukan duniawi bukan karena tujuan Ilahi tapi karena dunia semata.

Dan berkembang dari pada pemikiran-pemikiran yang mengingkari dari pada Hadist-Hadist Imam Bukhori dan Muslim dan dari apa-apa yang di bawa dari pada Sunnah-Sunnah Nabi besar Muhammad Saw. Kita beroda kepada Allah dan memohon kepada Allah semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah-fitnah tersebut. Karena Islam dan cahaya Islam ketika masuk kedalam Negeri kita Indonesia.

Keistimewaan oran-orang Indonesia yang dengan polos dan dengan ketulusan hati yang di penuhi dengan cahaya mereka lah orang Indonesia menerima cahaya Islam dengan senang hati. Dan banyak hati-hati yang benar-benar cinta tunduk menerima apa-apa yang ada pada Islam. Kita mendengar masuknya Islam dari mulai datang nya para wali songo yang di awali oleh Sunan Ampel berlangsung dan berjalan terus itu cahaya turun temurun sampai pada kita malam ini.

Kemudian Allah Swt memberikan hidayah telah melewati pemimpin Demak pada waktu itu. Dia mengatakan saya masuk Islam di katakan oleh Raja Demak saya masuk Islam agar engkau menjadi pemimpin penasehat atau menjadi raja di kerajaan ini. Maka dia berkata kami tidak datang untuk karena urusan hokum atau untuk urusan harta.

Utusan-utusan wali songo yang masuk ke Negeri kita yang sudah berada di dalam kerajaan Demak mengatakan kepada Raja Demak kami datang kesini bukan ingin menjadi raja atau mencari harta dunia kami datang untuk menyampaikan cahaya Allah Swt. Dan dia mengambil bersama anak-anak nya terus menyebarkan Islam dan setiap hati ketika itu menerima dan menerima Islam. Sehingga datanglah generasi demi generasi dari berbagai macam Negara masuk ke Negeri kita membawa risalah agama Islam puji Syukur kita kepada Allah sampai kepada kita malam ini.

Dan Syaithon yang telah menganggu Nabi Adam dari pada masanya terus menerus sampai detik ini tapi Alhamdulillah sampai saat ini begitu banyak hati yang menyambut jika kita berkumpul di tempat ini. Tapi kita berbangga kepada tuhan kita yaitu Allah Swt dengan berbagai macam Bujuk rayu Syaithon yang datang menimpa kita Allah masih menunjukan cahaya Iman di hati-hati kita dan Negri kita. Dengarkanlah wahai yang hadir di Majelis Rasulullah Saw.

Ketahuilah karena setiap gerakan hati-hati kalian ada bekas yang mulia. Demikian juga apa yang keluar dari mulut kita apa yang tergeraK Melalui akal pemikiran kita itu semua ada pengaruh tertentu. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali kita merubah diri kita sendiri. Kita semua mengetahui apa yang tadi di sampaikan dan apa yang terjadi dalam keadaan Majelis demi Majelis yang beberapa waktu silam di larang untuk berdiri di tempat ini tetapi Subhanallah dan puji sukur kepada Allah, Allah membukan pintunya sehingga kita bisa berkumpul kembali bahkan jumlahnya lebih dari yang awal.

Kami tidak takut kepada musuh-musuh Allah walaupun mereka mengumpulkan seluruh yang ada di dunia. Yang kita khawatir dan kita sangat takuti hanya dosa kita. Kami takut dengan aib-aib kami kami khawatir atas dampak mudhorot apa yang keluar dari mulut-mulut kami. Yang kami takutkan adalah hancur nya Islam dengan sebab apa yang kita perbuat. Oleh karenanya Allah tunjukan kepada kita suatu siar untuk bukti yang nyata dimana Allah memberikan kemenangan kepada prajurit Ahlul Badr.

Mereka berjumlah hanya sedikit. Dan mereka tidak memiliki senjata. Mereka juga terdiri dari orang-orang Faqir. Mereka keluar menemani Rasul ke perang Badr dalam keadaan kondisi kelaparan. Tapi mereka memiliki hati yang penuh dengan kecintaan kalau itu di berikan kepada yang hadir salah satu dari kita maka itu akan luber kecintaan di dalam hatinya. Itu dalam hati sanubari prajurit Badr hati mereka di penuhi totalitas mahabbah cinta dan rindu kepada Rasulullah.

Di antara meraka yang senang dan cinta kalau ruh mereka di kembalikan dan di keuarkan dan di matikan 1000 kali semua itu di serahkan untuk bisa menyenangi hati Nabi Muhammad Saw. Pelajaran kita pada malam ini malam 17 Ramadhan dahulu pada malam yang sama Rasul berkumpul dengan para sahabatnya. Dimana Nabi Saw telah mengumpulkannya mengajak para sahabat Musyawarah seperti yang tadi kita dengar, tapi Nabi melihat semua dari para sahabat penuh dengan keyakinan di setiap hatinya.

Sampai pada malam itu Rasul bermunajat kepada Allah mengemis dan meminta kepada Allah Swt. Nabi ketika berdoa Nabi memandang para sahabat-sahabatnya. Sambil Nabi berdoa di dalam doa nya Nabi memandang para sahabat yang sedikit mengatakan Ya Allah jikalau mereka ini habis semua, mereka ini terbunuh semua maka engkau tidak akan lagi di sembah karena tidak ada lagi orang yang beriman. Dan mari kita semua berdoa meminta kepada Allah Swt bahwa setiap perkumpulan kami pada malam hari ini biar di serahkan laporannya kepada Nabi Muhammad Saw.

Dan sebagaimana orang-orang para prajurit Badr mereka mendapatkan pandangan rindu dan cinta dari Nabi mudah-mudahan yang hadir malam ini semua mendapatkan pandangan dan kasih sayang  dari Rasul untuk kita semua. Dan Allah memandang kita semua seperti Allah memandang mereka para Ahlul Badr. Persiapkan lah Hati dan Sanubari kita semua untuk pandangan rahmat nya Allah Swt. Ketahuilah bahwa Allah dekat denganku dan kalian. Dan Allah mengetahui apa yang kita ingin kan dan apa yang kita hajatkan yang ada di dalam hati kita .

Kalau Allah sudah melihat di setiap hati kita penuh dengan ketulusan, kejujuran dan keikhlasan maka pandangan Allah Swt itu akan cukup untuk kita menjalani kehidupan. Dalam peristiwa perang Badr yaitu Rasul beliau sendiri yang mengatur barisan sebelum bertempur. Ketika merapatkan barisan ada salah satu sahabat yang maju dari barisannya dan Nabi meratakannya dengan kayu dan mengembalikan pada barisan.

Sahabat tersebut merasa mengungkapkan ungkapan orang yang tersinggung sambil mengatakan wahai Rasul engkau telah membuat perutku sakit. Apa yang kau ingin kan kata Rasulullah dan dia menjawab aku ingin mengambil hak ku darimu Ya Rasulullah. Maka Rasul mempersilahkan kepada sahabat nya yang tadi di tegur dengan tongkat di persilahkan kembali oleh Rasul dengan tongkat nya,ini ambillah tongkat ini dan balas lah aku pukullah sebagaimana aku tadi menegurmu dengan tongkat ini. Para sahabat melihat dan menyaksikan dan mengatakan apa yang di lakukan oleh orang tersebut?

Ya Rasul kata sahabat kalau kau mengizinkan aku utuk membalas nya saya akan membalas tapi tadi ketika kau pukul perutku pakaianku terbuka Ya Rasulullah maka saya akan membalas pukulan saya setelah engkau membuka baju mu dulu Ya Rasulullah. Maka Rasul Saw membuka dari pada perutnya maka kemudian orang tersebut langsung memeluk Rasulullah Saw dan mengusap perutnya dengan wajahnya. Mengapa kau melakukan siasat semacam ini kata Rasulullah? Sampai engkau di dalam Medan pertempuran yang akan kita mulai kau lakukan siasat seperti ini kau ciumi aku maka sahabat itu menjawab wahai Rasul engkau pastinya tau bahwa Medan pertempuran ini bisa jadi adalah pertempuran terakhir aku akan meninggal dunia aku akan beruntung jikalau aku sudah memeluk dan menciumi tubuh mu wahai Rasul.

Beginilah keadaan mereka di dalam hati mereka dalam mencintai Rasulullah Saw. Dan kita malam ini minta sama Allah tidak lah kita pukan dari tempat ini mudah-mudahan hati sanubari kita satu persatu di penuhi cinta kepada Rasulullah Saw. Semoga Allah jadikan hati-hati kita seperti hati Ahlul Badr Insya Allah.

Dan ringkasan dari pada rentetan ringkasan yang saya ingin sampaikan di dalam perkumpulan mulia malam ini mari tetapkan langkah kita di dalam sanad sama mereka para orang-orang Soleh yang sudah mendahuli kita. Dan perlu kita ketahui bersama bahwa Manhaj kita bahwa kita mempunyai pegangan yang sebagaimana di pegang ajaran tersebut oleh Habib Munzir yang mana ajaran tersebut juga di jalani dan di pegang oleh Sayyidil Habib Umar bin Hafidz yang mana jalan tersebut telah di pegang juga oleh para leluhur kita orang-orang Soleh yaitu ada 3

  • Mari bersama-sama perbanyak lah kita menuntut Ilmu
  • Marilah bersama-sama kita amalkan Ilmu tersebut
  • Marilah kita berilmu dan beramal sampaikan pada bentuk dakwah apa yang kita telah ketahui bersama.

Bersandarkan dengan Ilmu tersebut bagaimana kita mengambilnya yang berantai dengan sanad nya. Yang harus kita jalankan yaitu kecintaan yang tulus kepada keluarganya Rasul dan para sahabat-sahabatnya Rasul. Sahabat-sahabat adalah teladan kita.

Dan keluarganya Nabi adalah pegangan kita. Dan jalan kita adalah Sanad. Dan jalan Syariat kita adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Tidak kita mendahulukan segala sesuatu sebelum Syariat nya Allah. Kita mengagungkan hal-hal yang di agungkan oleh Allah. Kita mengagungkan perintah Sholat. Dan kita mengagungkan puasa. Dan kita mengagungkan Al-Qur’an. Dan kita cinta kepada orang-orang Soleh. Kita lihat bagaimana dengan kita mengikuti Nabi Muhammad adalah itu Ruh dari agama Islam. Dan kita harus ketahui bahwa istiqomah itu adalah seagung-agungnya keramat. Dan mereka yang menjalankan dimana Sunnah-Sunnah Nabi Saw mereka menang dalam derajat kemulia-kemulian yang tinggi. Tidak ikut campur dalam apapun yang terjadi dari pada sesuatu yang baru. Kita tidak berbuat buruk kepada sebagian orang Muslimin. Kita cinta kepada orang yang beriman semuanya. Kita tidak terima Fitnah. Apa lagi kita terjerumus di dalam Fitnah itu. Jalan kita jelas. Dan jalan kita juga jalan pemaaf.

Dan tidak ada yang mengambil dari kita urusan dunia dan kita juga tidak serahkan urusan kita untuk orang lain. Dan kita tidak akan menjual agama kita dengan apapun. Berdakwah ke jalan Allah Swt dan menyampaikan Hidayah itulah jalan kita. Ketika kita mendengar ada satu orang bisa menjadi perantara orang lain mendapatkan petunjuk dekat kepada Allah itu lebih menggembirakan kita dari pada kita mendapatkan dunia beserta isinya. Jika kalian mendapati hakikat-hakikat ini semua dan kalian tau jalan ini dan jikalau kalian betul-betul di jalan ibadah kepada Allah dan berpegang teguh dan totalitas kepada Allah maka kita minta kepada Allah untuk setiap yang menjalankannya Allah timbulkan setiap cahaya di dalam seluruh wilayah dan negeri tercinta ini.

Memang betul kita harus memakmurkan dunia dengan berikhtiar dengan memakmurkannya sebagaimana semestinya. Dan bukan dari Manhaj kita dengan menggunakan waktu dengan sia-sia dan menghancurkan. Maka bagi para pemuda saya sangat menganjurkan agar giat di dalam bekerja. Dan juga bagi mereka orang-orang yang berdagang untuk berusaha terus dan bersabar.

Maka demikian juga bagi para pelajar, Santri siapapun dia maka seharusnya kalian bersemangat di dalam meraih ilmu dan berlomba-lomba di dalam mencapainya. Tapi jadikan semua itu karena Allah dan karena Rasulullah. Karena setiap orang itu akan di beri jalan yang mudah jikalau Allah menghendaki. Dan ketika pemimpinnya yang lurus dan ulama nya yang lurus dan Masyarakatnya yang lurus maka Allah Swt akan memberikan keberkahan untuk Negerinya.

Allah Swt telah menurunkan Al-Qur’an dengan pebuh kebenaran dan penuh keadilan. Allah Swt berfirman dan langit di angkat oleh Allah dan Allah meletakkan pertimbangan dan keadilan. Maka kehidupan kita harus kita sandarkan dengan keadilan yang Allah sampaikan kepada kita di alam dunia. Dan keadilan ini sudah Nampak dari ajaran Nabi kita Muhammad Saw. Maka sehingga di katakan oleh orang-orang berilmu jikalau orang teledor di dalam keadilan yang sudah di atur maka akan berantakan segala urusannya.

Dan kalau orang yang alim meminta kepada pemimpin maka ini pula akan menjadikan dia rusak dari perjalanannya. Demikian para orang-orang yang berlaku menjadi hakim jikalau dia tidak membutuhkan para ulama maka hukumnya akan menjadi rusak dan berantakan. Maka demikian jikalau orang-orang yang memiliki hokum Negara tidak bersandar segala sesuatunya kepada para ulama dia akan menerima ilmu-ilmu dari hal-hal orang-orang di luar kita yang bisa jadi itu dari pemikiran orang-orang yang di luar Islam.

Dan Insya Allah kita tidak akan berganti dengan apa yang telah di berikan oleh Allah Swt. Dan semoga Allah jadikan kita orang-orang yang senantiasa Istiqomah  di jalan yang benar seperti ini. Dan akhir dari pada ucapan saya ingin memberikan nasehat kepada kalian satu Menit. Wasiat saya pada malam ini bertaubatlah kita kepada Allah dengan sesunggunya Taubat. Dan gunakanlah mala mini sebaik-baiknya jangan sampai Terbitnya Fajar dan kalian mendapatkan kerugian dalam diri kalian.

Karena malam ini terdapat rahasia dan karunia dari Allah yang tidak Allah berikan di malam hari ini. Di malam ini ada cahaya yang tidak Allah berikan di malam-malam lain. Banyak sekali anugrah yang Allah turunkan yang tercurah pada malam ini yang tidak Allah berikan pada malam lain. Orang yang hebat dan pintar adalah mereka yang menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Dan memenuhi hati dan lisan nya untuk berzikir dan mengingat Allah Swt. Dan semoga Allah memberikan keberkahan pada Majelis ini dan orang yang hadir di dalam nya. Dan sebaik-baiknya Munajat kita kepada Allah adalah Munajat yang di harap kan oleh Allah Swt.

Dia lah Allah yang menyampaikan kepada kita mintalah kepada aku niscahya akan aku kabulkan. Maka kita meminta kepada nya. Sambutlah dengan hati kita kepada nya. Dan pastikan kita sedang mengetahui bahwa  Allah sedang menatap kita. Sesungguhnya Allah dekat dengan kita. Allah maha mengetahui apa yang terbesit dalam hati sanubari kita. Dialah Allah maha melihat kita. Dan dia Allah mendengar doa kita. Dialah Allah maha pengasih. Dan dialah Allah maha Dermawan. Dialah Allah maha pemberi. Dan dialah Allah yang selalu mencurahkan rahmatnya. Dialah Allah yang maha memberikan. Dan dialah Allah zat yang maha memberi di atas yang kita minta.

Dialah Allah yang malu di dalam memberinya. Dialah Allah yang malu jika ada yang mengemis datang kepada nya tapi tidak di beri. Di malam hari ini Rasulullah menginap dengan mengangkat tangannya meminta kepada Allah. Sambil meminta mengemis dan memohon kepada Allah seperti kita malam ini. Sampai terjatuh Rida yang ada di punggung Rasulullah. Sambil bermunajat memanggil Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum. Gambarkan lah di mata dan hati kita melihat Rasulullah yang meminta kepada tuhannya. Sambil menghayalkan Rasul sedang mengangkat tangannya sama seperti kita meminta kepada Allah.

Bagaimana dalam keadaan itu Allah memandang Rasulullah kekasih nya yang memanggil dan meminta kepada nya. Maka kita meminta  kepada Allah semoga kita senantiasa selalu bersamanya. Ya Allah ikatkan doa-doa kami dengan doa nya. Dan ikatkan juga tangan yang telah kami angkat sebagaimana Rasulullah mengangkat tangannya. Dan lisan-lisan kami kepada lisannya Rasulullah. Dan hati kami eratkan dengan hati nya. Dan ruh kita denga ruhnya. Ya Allah kami mengemis sebagaimana kau karuniakan hadiah kepada nya pada malam itu berilah hadiah tersebut juga kepada kami di malam ini.

Ya Allah kami meminta Rahmat mu. Kami juga meminta karuniamu. Ya Allah pandanglah kami dengan pandangan perbaiki keadaan kami. Karena tangan ini telah terjulur murni kepada ya Allah. Dan keadaan kami kaulah yang maha mengetahuinya. Dan saat ini kami serahkan semua permasalahan kami hanya kepada mu Ya Allah. Dan prasangka kami kaulah yang tidak akan menolak siapapun yang akan meminta. Kami yakin dengan dugaan kami engkau tidak akan membuat kami kecewa satu persatu.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Yang pertama maupun yang terakhir. Yang lahir maupun yang Batin. Yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Demikian ampunilah dosa Ayah dan Ibu kami. Keluarga dan Putra-Putri kami. Tetangga kami dan siapapun yang kami cintai. Ampunilah dosa kaum Muslimin seluruhnya. Ya Allah kau lah yang maha kuasa. Tidak ada yang tidak mampu kau lakukan. Harapan kami kepada mu di malam ini. Yaitu kau ampuni kami satu persatu Ya Rabb.

Jangan tersisa kemaksiatan dosa di catatan kami. Ya Allah sempurnakan kami dengan ampunan mu secara merata. Tutuplah aib-aib kami. Ya Allah lepaskanlah segala kesulitan kami. Pandanglah hati kami. Ya Allah ya tuhan kami wahai tuhan kami yang menciptakan kami. Wahai maha peindung dan pemberi. Wahai yang hadir bersama kami. Wahai yang sedang memandang kami. Yang mana yang tidak tersembunyi darinya. Ya Allah engkau selalu memandang yang ada di hadapan kami.

Kami mengeluh kan kerasnya hati kami dan hitam nya hati kami Ya Allah. Ya Allah kami mengeluhkan sulitnya hati kami. Siapa lagi pengobat hati kami kalau bukan engkau Ya Allah. Cahaya kan dengan cahayamu Ya Allah. Bersihkan kegelapan ini dengan Rahmatmu Ya Allah. Ya Allah hilangkan lah kotorannya dengan Al-Qur’an. Ya Allah turunkan lah rahasia Al-Qur’an kepada hati kami semua. Dan cahaya Al-Qur’an berikan di hati-hati kami. Demikian keberkahan di dalam kehidupan kami semua Ya Allah.

Ya Allah hadiahkan kami untuk mengenalmu. Dan berikan karunia cinta kepada mu. Beri kanlah kami lezatnya untuk mendekatkan diri kepadamu. Dan manis nya pengampunan mu. Ya Allah lepaskanlah kami dari belenggu api neraka. Ya Allah selamatkan kami dari api nereka ya Allah lepaskanlah belenggu kami dan orang tua kami. Dan orang-orang yang kami cintai. Dan kaum Muslimin semuanya. Ya Allah bebaskan kami dari api neraka.

Ya Allah bebaskan kami dari murkamu. Ya Allah ampunilah kami jangan kau jadikan kami musuhmu. Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa kami. Ya Allah lepaskan lah kami dari pada aib. Ya Allah lepaskanlah belenggu-belenggu dosa dari hati kami. Sucikanlah hati kami. Dan cahayakan jiwa-jiwa kami. Ya Allah lepaskanlah belenggu dosa mata kami.

Dan juga dosa-dosa lisan kami. Dan dosa telinga-telinga kami. Dan dosa tangan dan kaki kami. Dosa perut kami dan kemaluan kami. Ya Allah turunkan Rahmat mu di saat ini. Ya Allah kami memohon karunia mu yang maha Dermawan. Menghujani hati-hati kami dan semuanya. Membuat orang celaka dan juga bahagia Ya Allah. Yang mana mensucikan dengan pensucian yang sempurna. Ya Allah terima lah mereka semua kepada mu. Semuanya dengan keutamaanmu atas kami.

Sehingga tidak ada kelezatan bagi mereka kecuali dengan menyebut namamu. Dan tidak ada yang lebih Indah kecuali menyaksikan cahayamu. Dan tidak ada yang lebih indah bagi mereka kecuali dekat dengan kekasihmu Nabi Muhammad Saw. Dan tidak ada yang lebih indah dari keridhoanmu. Ya Allah kami memohon pengenalan kepada mu Ya Allah. Kami meminta ridho mu. Dan bisa berkumpul bersama kekasihmu. Wahai Tuhan kami Ya Allah di malam yang sama dahulu Nabi mu pernah menangis. Yang memanggilmu dengan suara kecintaan. Berteriak dengan penuh hati yang dalam khawatiran.

Untuk menjadikan rahmat bagi seluruh ummat. Yang menitipkan kepadamu dia mengatakan Ya Hayyu Ya Qoyyum. Lalu kau kabulkan doa nya. Kau penuhi panggilannya. Dan kau janjikan kemenangan. Ya Allah berilah pertolongan kami seperti pertolongan untuknya. Kami memohon kepadamu. Kami meminta seperti dia meminta kepadamu. Dan kami mengemis sebagaimana beliau mengemis. Kami ucapkan bersama Ya Hayyu Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum… Ya Qayyum…

Ya Hayyu Ya Qayyum Laailahailla Anta… Ya Hayyu Ya Qayyum Laailahailla Anta… Ya Hayyu Ya Qayyum Laailahailla Anta…subhanaka inni kuntu Minadzzolimin…Ya Allah Nabi Yunus memohon kepadamu dengan doa ini kau kabulkan. Dengan beroda kepadamu engaku mengabulkan doanya Nabi Muhammad. Dan para Wali berdoa dengan doa ini kau kabulkan maka kabulkan doa kami. Wahai Tuhan kami dosa-dosa kami banyak. Dan aib kekurangan kami begitu banyak. Harapan kami agar engkau mengumpulkan kami dengan para Anbiya. Dan di tempat yang di penuhi dengan Rahmat. Ya Allah kabulkan lah doa kami sebagaimana kau janjikan. Sesungguhnya engkau adalah zat yang tidak pernah mengingkari apa yang telah kau janjikan. Wahai Tuhan kami lihatlah Negri ini.

Berilah Rahmatmu yang kau turunkan.ya Allah jadikan Iman yang kuat kepada mereka. Dan kami pun memohon kepadamu Ya Allah jalan keluar dan kemenangan untuk orang-orang Muslimin di Palestina Baitul Maqdis. Mereka dalam kesulitan dan kami memohon berilah pertolongan. Ya Allah jikalau orang melupakan Baitul Maqdis maka kami di malam ini memohon kepadamu untuk mereka. Ya Allah

perlihatkanlah kau menolak semua orang-orang Yahudi dari Palestina dan Baitul Maqdis.

Ya Allah jadikan lah kami orang-orang yang menjadi Prajurit kemenangan untuk mereka. Dan berilah kami kemuliaan untuk bisa Sholat di Masjid Al-Aqsho. Ya Allah berikanlah pertolongan kepada saudara-saudara kami di Syam dan di Yaman. Dan di Burma dan di setiap tempat. Ya Allah kabulkanlah secepatnya Ya Allah. Ya Allah kelembutanmu yang menyeluruh. Ya Allah Rahmatmu yang merata Ya Allah. Wahai yang maha penolong….wahai yang maha penolong… wahai zat yang penyayang…

Rahmati ummat Nabi Muhammad. Beri jalan keluar untuk ummat Nabi Muhammad. Lembutkan ummat Nabi Muhammad. Kumpulkan hati mereka. Satukan mereka. Kuat mereka denga kebenaran. Ya Allah kami meminta kepadamu untuk menyebarkan kalimat Laailaahailallah dari Barat dan Timur. Ya Allah kami memohon kepadamu jadikan mereka pembawa Bendera Lailahailallah. Ya Allah hidupkan dan matikan kami dengan Lailahailallah. Dan kumpulkan kami bersama Nabi Muhammad di hari Kiamat. Mari perbaharui hati kita saat ini bersama sama.

Dengan mengucapkan Lailahailallah… Lailahaillallah… Lailahaillallah… Lailahaillallah… Lailahaillallah… Lailahaillallah… Lailahaillallah…muhammadarrasulullah… Shallallahu ‘alaihi Wa’ala Alihi Wa Shohbihi Wa Sallam. Dari keutamaan ummat ini Allah menerima setiap yang meminta pengampunan untuk dirinya dan orang lain.

Yang pertama mari kita meminta ampun kepada Allah untuk kita yang ada di dalam perkumpulan ini. Dan setiap dari kita berniat dan beristighfar meminta pengampunannya dan kiat tidak kembali lagi kepada dosa-dosa kita. Lalu yang selanjutnya kita meminta ampun kepada Allah untuk orang-orang yang kita cintai dan untuk kaum Muslimin semuanya. Nastaghfirullahal ‘Adzim Alladzi Laailahaillahu Al Hayyul Qayyum Wa Atubu Ilaih … Nastaghfirullahal ‘Adzim Alladzi Laailahaillahu Al Hayyul Qayyum Wa Atubu Ilaih…. Nastaghfirullahal ‘Adzim Alladzi Laailahaillahu Al Hayyul Qayyum Wa Atubu Ilaih

2 perkara yang di cintai oleh Allah dan 2 perkara yang harus setiap dari kita memilikinya. Itulah yang di sampaikan oleh baginda Nabi kita Muhammad Saw. Adapun yang di cintai oleh Allah adalah mengucapkan Syahadat dan beristighfar kepada Allah. Yang satu lagi yang harus kita semua mengharap nya mintalah Surganya Allah dan mintalah di jauhkan dari Nerakanya nya Allah. Pernah dahulu Sayyidah Aisyah berkata kepada Rasulullah kalau saya berjumpa dengan malam Laylatul Qadr apa yang harus saya baca? Maka Nabi berkata kepada Siti Aisyah Allahumma innaka Afwun Tuhibbu ‘Afwa Fa’fu Anna…

Maka saya akan tutup acara malam ini dengan mengingat tradisi dari pada Hadistnya Rasul yang mengingat kan tentang doa-doa tersebut mari bersama-sama kita baca

أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Mudah-mudahan kalian di lindungi Allah. Kami sampai dari tanah Haromain Syarifain karena untuk hadir di Majelis kalian dan besok pagi Insya Allah saya langsung kembali ke tanah suci. Aku meminta kepada semuanyakalian doa kan aku dan aku akan doakan kalian. Maka saya menitipkan kepada kalian keluarga kalian, agama kalian kepada Allah Swt.

Dan harapanku sebagaimana kalian melihatku dan aku melihat kalian saat ini supaya kita semua nanti saling melihat di telaga nya Nabi Muhammad Saw. Katakan Amin,,,amin…amin…Ya Rabbal Alamin.

Comments are closed.