Dosa Besar, Seseorang Yang Menghina Orang Tuanya

Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 2 Juli 2018

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang kita hormati yang senantiasa kita muliakan guru guru kita wabil khusus habibana al Mahbub guru kita yang kita cintai Habib Ja’far bin Bagir Al-Atthos kita doakan mudah mudahan beliau senantiasa di berikan kesehatan oleh Allah Swt. Guru kita orang tua kita KH.salman Yahya kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyah. Guru kita yang biasa membimbing kita yaitu Al-Habib Muhammad Bagir bin Alwi bin Yahya yang mala mini berhalangan kita doakan mudah-mudahan panjang umur sehat wal afiyah. Jamaah tercinta jamaah Majelis Rasulullah baik yang hadir maupun para pendengar Live Streaming dimana pun berada mudah-mudahan kita semua pada malam ini mendapatkan rahmat dari Allah Swt.

Masih kita berada pada bulan yang mulia bulan yan penuh dengan kegembiraan , bulan yang penuh dengan pengampunan dosa yaitu pada bulan Syawwal. Kita berkumpul di Majelis Ilmu mudah-mudahan perkumpulan-perkumpulan kita ini dapat mengundang rahmat nya Allah Swt.

Hadirin wal hadirat jamaah Majelis Rasulullah sampailah kita pada Hadist yang ke 84 dari pada kitab Qutuful Falihin yang di susun oleh guru kita tercinta Murobbi Arwahina Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz kita doakan mudah-mudahan beliau panjang umur , sehat wal Afiyah, dan senantiasa Allah kumpulkan bersama beliau di dunia maupun nanti di sorga nya Allah. Dalam kitab Qutuful Falihin Hadist ke 84. Kita baca bersama

  1. عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرو بن العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ قَالَ (مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ( قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟ قَالَ (نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ) متفق عليه

Dari Abdullah bin Amer bin Al ‘Ash RA, Rasulullah SAW bersabda “Termasuk perbuatan dosa besar, seseorang menghina orang tuanya,” maka para sahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, adakah orang yang menghina kedua orang tuanya sendiri?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Ya, seseorang menghina bapak orang lain, lalu orang lain ini membalas menghina bapaknya. Dan seseorang menghina ibu orang lain, lalu orang lain ini membalas dengan menghina ibunya” (Muttafaqun ‘Aleih)

Hadist malam ini Hadist ke 84 berbicara tentang 2 hal. Dalam satu Hadist ini yang pertama berbicara tentang besar nya dosa menghina orang tua. Yang ke 2 Hadist ini menunjukan betapa agung dan mulianya kedudukan hak dari pada yang namanya orang tua. Hadist yang di bawa oleh sahabat yang bernama Abdullah bin Amr bin Ash. Salah seorang sahabat Rasul anak dari salah seorang sahabat semoga Allah meridhoinya dan kita mendapatkan barokahnya. Beliau salah seorang sahabat yang meninggal dunia pada tahun 63 Hijriyah. Dan banyak membawa Hadist nya Rasul kurang lebih 700 Hadist. Sudah pernah kita bahas biografinya. Semoga Allah meridhoinya dan kita semua mendapatkan barokahnya amin.

Beliau mengatakan Nabi pernah bersabda مِنَ الْكَبَائِر termasuk dosa-dosa besar berarti ada dosa yang kecil. Yang perlu di ingat sebagaimana ada dosa besar ada dosa kecil. Demikian juga tingkatan pahala , ada pahala yang biasa-biasa saja ada pahala yang tinggi dan istimewa. Malam ini berbicara tentang dosa yang berat. Dosa kecil saja 500 Tahun belum tentu selesai siksaanya di hari kiamat. Bagaimana dengan dosa besar? شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ seseorang itu menghina orang tuanya. شَتْمُ dalam bahasa Arab bisa di artikan pertama mengutuk. Anda mengutuk orang tua. Bisa di artikan menyumpah. Bisa juga di artikan mencaci. Bisa di artikan memaki. Bisa di artikan menghina dan merendahkan itu termasuk dalam kategori شَتْمُ.

Kata Nabi dosa besar ketika seorang anak men syatem Ibu Bapaknya. Sahabat mendengar ini kaget. Apakah benar ada yang menyumpahi kedua orang tuanya? Itu zaman dahulu. Kalau zaman sekarang orang tua di pukul oleh anaknya bahkan ada anak yang membunuh orang tuanya. Kata Nabi iya benar ada. Yaitu seseorang yang mencela orang tua nya orang lain. Sehingga orang lain itu ketika mendengar orang tua nya di hina dia kembali menghina orang tuanya.

Ibu Bapak Hadirin-Hadirat yang di rahmati oleh Allah. Hadist malam ini simple. Mudah di pahami Insya Allah. Jadi maksud menyumpah di sini bukan kita langsung menyumpah orang tua. Tapi ketika kita menyumpah orang tuanya orang lain maka kita di hukumi seakan-akan kita mencela Ibu Bapak kita sendiri.

Bahkan di riwayatkan dalam Hadist Imam Abu Daud kalimat nya lebih dahsyat lagi seseorang melaknat orang tuanya yaitu dengan cara melaknat Ibu Bapak orang lain.

Ibu Bapak Hadirin Hadirat yang di rahmati oleh Allah. Secara Global yang namanya mencela, menghina merendah, menghujat, mengutuk, menyumpahi orang Muslim tanpa uzur hukumnya Haram. Kenapa? Kita ini sudah di berikan oleh Allah pelindung. Orang Muslim darah nya Haram untuk di tumpahkan, Harta nya haram untuk di rampas, kehormatan diri nya haram untuk di rendahkan.

Makanya kata Imam Al-Habib Abdullah bin Husain bin Thohir dalam kitab Sulamutaufiq beliau membagi ragam dan macam bentuk orang  Murtad dari agama Islam di antara Murtad Qowliyah yaitu seseorang menghujat

Baginda Nabi besar Muhammad Saw pernah mengeluarkan Hadist nya dalam riwayat Imam Turmudzi: bukan orang Mukmin yang sejati yang sifatnya melaknat orang. Sementara Rasul punya sifat dalam riwayat Shohih Bukhori dari Sayyidina Anas Nabi itu tidak pernah menghujat orang. Ente cari sejarah nya ada orang tersinggung dalam ucapan Nabi tidak aka nada. Sampai bahasa yang halus ketika sedang puasa ada orang mengajak berkelahi katakan maaf ana sedang berpuasa. Ini lah sifat karakter orang beriman.

Ibu bapak Hadirin-Hadirat yang di rahmati Allah dalam Hadist ini dosa besar orang yang menghina ibu bapaknya padahal tidak secara langsung. Tapi Hadist ini maksudnya datang untuk sikap membentengi diri jangan sampai seseorang berbuat dosa yang lebih berat lagi yaitu menghujat langsung Ibu Bapak.  Yang Allah perintah dalam Al-Qur’an فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا  janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23].

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

 

 

Comments are closed.