Menu Utama
Home
Kios Nabawi
Multi Media
Multimedia lama
Jadwal Majelis
Tentang Kami
Program Dakwah
Laporan Dakwah
Kotak Amal
Berita
Artikel
Gallery
Live Streaming
Form Login
Username

Password

Ingatkan Saya
Lupa password?








Streaming
MR Radio Online
Jadwal siaran:
*Senin, 20.30-22.30 WIB
*Sabtu, 20.30-22.30 WIB



Jadwal Sholat
Waktu Sekarang* :
Subuh :4.23
Isyraq :6.13
Dhuhur:11.45
Ashar :14.51
Magrib:17.50
Isya :18.59
*Waktu jakarta,
untuk daerah lain klik disini.
E-Book










Home
TABLIGH AKBAR & ZIARAH KUBRO MAJELIS RASULULLAH SAW, Sabtu 04, Oktober 2014 KJMR PONDOK UNGU PERMAI Jam 20:30 Wib,Lapangan Tanah Merah, Bulak Sentu, Harapan Jaya, BEKASI      GUNAKAN HELM UNTUK KESELAMATAN DAN NAMA BAIK MAJELIS KITA     
TUNJUKKAN KEPERDULIAN DAN BAKTI KITA PADA PEMBENAHAN ISLAM DENGAN TURUT MENYUMBANGKAN HARTA KITA SEBAGAI SAKSI, BANTUAN KITA ADALAH CERMIN KADAR IMAN KITA, RASULULLAH SAW BERSABDA : SETIAP HARI TURUN DUA MALAIKAT MULIA KE BUMI DAN BERDOA, WAHAI ALLAH BERI ORANG YANG BERINFAQ KESEJAHTERAAN, DAN BERI ORANG YANG KIKIR KEHANCURAN ( shahih Bukhari ) Bank Syariah Mandiri a. n Munzir Al Musawa 700-9492-946 & M. Ramzy Fuad Musawa No. Rek 7070559379 ( Cabang Depok )     
Quota Pertanyaan Yang Tersisa: 0

Seringlah merefresh halaman, karena quota sering berubah

Pencarian:
Tips: Cari terlebih dahulu pertanyaan yang ingin anda tanyakan dengan fasilitas pencarian diatas.
Forum Majelis Rasulullah

Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/17 04:20 Assalamu'alaikum wr.wb.

Semoga keberkahan selalu untuk Habib, Keluarga & Jmaah MR.

Mohon penjelesan masalah hadis mengenai Najd sebagai Tanduk setan:

1. Apakah hadis itu sahih?
2. Apakah yang dimaksud adalah Najd, tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahab atau Irak?
3. Apa makna dari hadis tersebut?

Terima kasih.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/18 03:12 Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

Cahaya keberkahan Rajab dan kemuliaan malam isra wal mi’raj semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. hadits itu sebagaimana sabda Rasulullah saw :
"Wahai Allah berkahilah wilayah Yaman kami dan wilayah Syam kami"

lalu mereka berkata : dan juga untuk wilayah Najd kita wahai Rasulullah..!

Rasul saw berdoa lagi : "Wahai Allah berkahilah wilayah Yaman kami dan wilayah Syam kami"

lalu mereka berkata lagi : dan juga untuk wilayah Najd kita wahai Rasulullah..!,

Rasul saw menjawab : "Disitulah goncangan, fitnah, dan disanalah terbitnya tanduk syaitan"
(Shahih Bukhari hadits no.990)

2. menurut para ulama kita bahwa memang anggapan para muhaddits Najd adalah iraq, karena saat itu belu terjadi apa apa, namun setelah kelahiran faham wahabi ini maka jelaslah sudah apa yg dimaksud nabi saw adalah Najd tempat kelahiran Ibn Abdulwahab, sebab para muhaddits belum menemukan fitnah yg demikian dahsyatnya sebagaimana faham wahabi ini. namun Nabi saw mengabarkan hal itu.

3. pendapat yg mu'tamad pada ulama ulama kita adalah bahwa nabi saw tak mau mendoakan Najd, karena Nabi saw memahami bahwa Allah telah menghendaki fitnah muncul dari wilayah itu.
demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a'lam
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/19 18:34 Assalamualaikum.. Berarti Najd tempat lahir Ibn Abd.Wahhab itu di mana Bib? Dan apakah tempatnya sekarang masih bernama Najd atawa sudah berbeda? Jazakumullah khairan katsiran
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/20 03:00 yah.. gitu deh..
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/20 06:30 Maaf bib.. Saya tidak mengerti jawaban habib. Sekali lagi maaf. Wassalamualaikum
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/21 04:07 daerah Najd adala di saudi arabia, dan memang hingga kini dikenal dg wilayah najd, tampat lahir Ibn Abdulwahhab.
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/23 01:22 Assalamungalaikum wrwb
Semoga kesehatan dan kemuliaan selalu menyertai habib sekeluarga..amien

Kami lihat dipeta.. bahwa sebelah timur Madinah adalah Najd (termasuk Riyadh) bukan Irak. Irak termasuk sebelah utara (agak ke timur) dari Madinah.
Juga bahwa ternyata sebagian besar daerah Irak adalah dataran rendah.. bukan dataran tinggi seperti Riyadh.

Tapi ada bantahan dengan mengemukakan hadits, ada di sini,
http://al-ahkam.net/home/print.php?sid=15497

Bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Madinah kami, berkatilah negeri Makkah kami, berkatilah negeri Syam kami, berkatilah negeri Yaman kami dan berkatilah (sukatan) gantang dan cupak kami”.

Tiba-tiba seorang lelaki mencelah: “Wahai Rasulullah! (Doakanlah) juga untuk negeri Iraq kami. Lalu Baginda berpaling darinya seraya bersabda: “Padanya (berlaku) gempa bumi, fitnah dan tempat terbit tanduk syaitan”

Mohon pak habib memberikan penjelasan.
Maaf ..pastilah pak habib tambah repot dengan pertanyaan kami, tapi kami ingin masalah ini menjadi jelas dengan adanya hadits itu.

Semoga dakwah Majelis Rasulullah dijayakan Allah sampai akhir zaman nanti.. amien.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/23 02:53 Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh


Najd adalah iraq sekarang dimana terjadi pembunuhan terhadap cucu kesayangan Rasulullah saw di Karbala. Inilah fitnah yang dimaksud dan orang iraq ketika masa sahabat radhiyallahu 'anhum masih hidup pernah mempertanyakan tentang hukum terbunuhnya seekor lalat yang sepele namun tidak mempertanyakan hukum atas kebiadaban terhadap cucu Rasulullah saw tersebut. Sampai saat ini pun fitnah itu masih terus ada dengan kondisi iraq yang memprihatinkan, pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan. Jauh sekali dengan pendapat sebagian orang yang mengatakan najed adalah saudi arabia. Bahkan sebaliknya di negeri ini kehidupan islam sangat terjamin, sumber daya alam melimpah ruah, penduduk negeri jauh dari rasa takut. Kebrkahan turun dari langit sesuai firman Allah dalam surat Al-A'raaf 96.

Maksud “Najd” Di Sisi Al-Bukhari.

Al-Bukhari rahimahullah meletakkan hadith ini dalam bab berjudul: Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Fitnah itu (datang) dari sebelah timur”. Kemudian, beliau meriwayatkan beberapa hadith, termasuklah doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan matan (lafaz):

اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا، قالوا: يا رسول الله! وفي نجدنا، قال: اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا، قالوا: يا رسول الله! وفي نجدنا، فأظنه قال في الثالثة: هناك الزلازل والفتن وبها يطلع قرن الشيطان.

Maksudnya: “Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Syam kami, Ya Allah Ya Tuhanku! berkatilah negeri Yaman kami”. Mereka (para Sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah! (Doakanlah) juga untuk negeri Najd kami”. Baginda (terus) berdoa: “Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Syam kami, Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Yaman kami”. Mereka (para Sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah! (Doakanlah) juga untuk negeri Najd kami”.

Aku (perawi hadith) agak pada (permintaan) yang ketiga Baginda bersabda: “Padanya (Najd) (berlaku) gempa bumi, fitnah dan tempat terbit tanduk syaitan”[1] [1]




Berdasarkan judul bab ini, ternyata Al-Bukhari tidak menentukan secara pasti apa yang dimaksudkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan negeri Najd kerana ungkapan beliau ‘dari sebelah timur’ adalah terlalu umum. Kemungkinan ia bermula dari kawasan luar Madinah sampailah ke Iraq, Iran dan seterusnya. Ini bermakna, Al-Bukhari tidak memahami maksud perkataan Najd itu sebagai satu kawasan yang khusus di Semenanjung Tanah Arab.

Maksud “Najd” Berdasarkan Bandingan Dengan Riwayat-Riwayat Lain.

Selain daripada riwayat Al-Bukhari di atas, hadith ini juga telah diriwayatkan dalam beberapa kitab sumber hadith yang lain dengan matan seperti berikut:

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: اللهم بارك لنا في مدينتنا وبارك لنا في مكتنا وبارك لنا في شامنا وبارك لنا في يمننا وبارك لنا في صاعنا ومدنا، فقال رجل: يا رسول الله! وفي عراقنا، فأعرض عنه فقال: فيها الزلازل والفتن وبها يطلع قرن الشيطان.

Maksudnya: Bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Ya Allah Ya Tuhanku! Berkatilah negeri Madinah kami, berkatilah negeri Makkah kami, berkatilah negeri Syam kami, berkatilah negeri Yaman kami dan berkatilah (sukatan) gantang dan cupak kami”.

Tiba-tiba seorang lelaki mencelah: “Wahai Rasulullah! (Doakanlah) juga untuk negeri Iraq kami. Lalu Baginda berpaling darinya seraya bersabda: “Padanya (berlaku) gempa bumi, fitnah dan tempat terbit tanduk syaitan”[2] [2].

Matan (lafaz) riwayat ini dilihat berbeza dengan matan riwayat Al-Bukhari kerana di dalamnya ada penambahan doa untuk keberkatan negeri Madinah dan Makkah, manakala perkataan Najd yang ada dalam matan riwayat Al-Bukhari pula diganti dengan perkataan Iraq.

Meskipun ada perbezaan matan antara kedua riwayat tersebut, tetapi pada hakikatnya ia adalah riwayat yang sama, kerana sanad (rantaian perawi) kedua-dua riwayat itu bertemu pada seorang Sahabat yang sama iaitu ‘Abd Allah Ibn ‘Umar radhiallahu ‘anhuma. Matan riwayat Al-Bukhari diriwayatkan melalui jalan sanad Nafi’ daripada Ibn ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, manakala matan riwayat Abu Nu’aim dan Ibn ‘Asakir itu pula diriwayatkan melalui jalan sanad Salim daripada Ibn ‘Umar radhiallahu ‘anhuma.

Mengikut kaedah ilmu hadith, kedua-dua riwayat Nafi’ dan Salim itu saling menyokong antara satu sama lain secara mutabaah (sokongan dalam konteks riwayat yang datang daripada Sahabat yang sama). Justeru oleh kerana kedua-dua riwayat itu pada hakikatnya adalah riwayat yang sama, maka kedua-dua matannya perlu dilihat sebagai penjelas maksud antara satu sama lain.

Dengan perkataan lain, matan riwayat Al-Bukhari menjadi penjelas kepada maksud matan riwayat Abu Nu’aim dan Ibn ‘Asakir, sebagaimana matan riwayat Abu Nu’aim dan Ibn ‘Asakir juga menjadi penjelas maksud matan riwayat Al-Bukhari.

Ini bermakna, perkataan Najd yang ada dalam matan riwayat Al-Bukhari menjadi tafsiran bagi maksud perkataan Iraq yang ada dalam matan riwayat Abu Nu’aim dan Ibn ‘Asakir, sebagaimana perkataan Iraq juga menjadi tafsiran bagi maksud perkataan Najd. Berdasarkan hakikat ini, maka jelaslah bahawa perkataan Najd yang dimaksudkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam doanya itu ialah negeri Iraq dan bukan daerah khusus yang terdapat di negara Arab Saudi yang dikenali sebagai Najd.

Maksud ini diperkuatkan lagi dengan matan riwayat Muslim, dimana Salim Ibn ‘Abd Allah Ibn ‘Umar radhiallahu 'anhuma pernah berkata:

يا أهل العراق! ما أسألكم عن الصغيرة وأركبكم للكبيرة! سمعت أبي، عبدالله بن عمر يقول:

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إن الفتنة تجئ من ههنا وأومأ بيده نحو المشرق من حيث يطلع قرنا الشيطان...

Maksudnya: “Wahai penduduk Iraq! Alangkah banyaknya persoalan kamu tentang perkara kecil dan alangkah banyaknya pula dosa besar yang telah kamu lakukan, aku mendengar ayahku (yakni) ‘Abd Allah Ibn ‘Umar berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya fitnah itu datang dari sebelah sini, lalu Baginda mengisyaratkan tangannya ke sebelah Timur, (arah) di mana terbitnya dua tanduk Syaitan…”[3] [3].

Riwayat muslim ini jelas menunjukkan bahawa kata-kata Nabi SAW itu ditujukan kepada penduduk Iraq dan isyarat tangan Baginda itu juga ditujukan kepada negeri Iraq. Maka, berdasarkan keseluruhan riwayat-riwayat ini, dapatlah disimpulkan bahawa perkataan Najd yang terdapat dalam riwayat Al-Bukhari itu merangkumi seluruh negeri cIraq secara umum dan bukan menjurus kepada suatu tempat yang khusus di Negara Arab Saudi.

Maksud “Najd” Berdasarkan Huraian Para Ulama.

Selain pendekatan memahami hadith melalui perbandingan dengan riwayat-riwayat lain, maksud perkataan Najd juga dapat diperolehi daripada huraian para ulama terhadapnya. Dalam konteks ini, Al-Hafiz Ibn Hajar Al-’Asqalani rahimahullah memetik kata-kata Al-Khattabi rahimahullah (388H):

نجد من جهة المشرق، ومن كان بالمدينة كان نجده بادية العراق ونواحيها وهي مشرق أهل المدينة، وأصل نجد ما ارتفع من الأرض وهو خلاف الغور فإنه ما انخفض منها، وتهامة كلها من الغور ومكة من تهامة.

Maksudnya: “Najd itu di sebelah timur, sesiapa yang berada di Madinah maka najdnya ialah pendalaman negeri Iraq dan persekitarannya yang menjadi arah timur (bagi) penduduk Madinah. Ini kerana asal (perkataan) najd (dari segi bahasa) ialah kawasan tanah tinggi yang menjadi lawan kepada ghaur yang bermaksud kawasan tanah rendah (lembah), sedangkan Tihamah keseluruhannya adalah lembah dan Makkah pula termasuk sebahagian dari Tihamah”[4] [4].

Kemudian, Al-Hafiz Ibn Hajar mengomentari kata-kata Al-Khattabi dengan katanya:

وعرف بهذا وهاء ما قاله الداودي إن نجدا من ناحية العراق فإنه توهم أن نجدا موضع مخصوص وليس كذلك بل كل شيء ارتفع بالنسبة إلى ما يليه يسمى المرتفع نجدا والمنخفض غورا.

Maksudnya: “Dan dengan ini dapat diketahui kelemahan pendapat Ad-Dawudi yang waham (menyangka) bahawa najd itu suatu tempat khusus di sebelah Iraq, sedangkan ia bukan sedemikian, bahkan setiap (tempat) yang tinggi berbanding sekelilingnya, (maka) dinamakan yang tinggi itu najd manakala yang rendah pula ghaur”[5] [5].

Maksud “Najd” Dari Sudut Bahasa.

Sumber rujukan bahasa yang utama seperti Lisan Al-’Arab[6] [6], Mu’jam Maqayis Al-Lughah[7] [7] dan Al-Qamus Al-Muhit[8] [8] telah mengesahkan bahawa makna asal perkataan najd ialah kawasan tanah tinggi, sama seperti yang telah dinyatakan oleh Al-Khattabi dan Al-Hafiz Ibn Hajar. Justeru gelaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada negeri Iraq dengan nama najd mesti dilihat sebagai penjelasan bagi bentuk muka bumi negeri berkenaan yang berada di kawasan tanah tinggi dan bukannya panggilan bagi suatu tempat yang khusus.

Maksud “Najd” Berdasarkan Fakta Sejarah.

Dalam hadith berkenaan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menggambarkan negeri Najd sebagai tempat yang banyak berlaku gempa bumi dan fitnah. Realiti sejarah telah membuktikan bahawa tempat yang banyak berlaku gempa bumi ialah kawasan sekitar negeri Iraq dan Iran.

Begitu juga dengan fitnah yang berlaku di kalangan umat Islam, bermula dari zaman Sahabat sehinga ke hari ini, kebanyakannya berpunca di Iraq. Gerakan bughah (penentang khalifah), Khawarij dan Syiah pada zaman Khalifah ‘Uthman dan ‘Ali radhiallahu ‘anhuma yang menjadi punca tercetusnya fitnah perselisihaan di kalangan umat Islam bermula di Kufah. Begitu juga Perang Jamal, Siffin, Nahrawan, fitnah pembunuhan Husain cucunda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, fitnah Mukhtar Ath-Thaqafi yang mendakwa kenabian dan serangan tentera Tartar pada zaman kerajaan Bani Abbasiyyah, semuanya berlaku di Iraq.

Dalam konteks sejarah perkembangan hadith, Kufah terkenal sebagai pusat penyebaran hadith palsu sehingga para perawi yang pergi dan datang dari sana di ‘kuarantinkan’ riwayat mereka oleh para ulama sebagai langkah berwaspada.

Manakala dalam konteks sejarah moden pula, dapat disaksikan bagaimana dahsyatnya peperangan antara Iraq dan Iran, diikuti oleh krisis perang Teluk pada tahun 1992 dan seterusnya penaklukan oleh Amerika yang berterusan hingga ke hari ini. Ini berlanjutan dengan peristiwa pembunuhan dan pengeboman di Iraq yang berlaku saban hari dan ketika, manakala kesan dari segala fitnah itu pula dirasai dan diratapi oleh umat Islam di seluruh dunia.

Semua fenomena yang berlaku di Iraq sejak dari dahulu sampai sekarang adalah suatu fitnah yang benar-benar menepati apa yang digambarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya itu. Bahkan banyak riwayat hadith sahih yang menunjukkan bahawa kemunculan Dajjal di akhir zaman juga berlaku di sebelah Iraq, iaitu di kawasan Asbahan dan Khurasan yang sekarang ini termasuk dalam sempadan negara Iran.

Maksud “Najd” Dari Sudut Geografi.

Dari sudut geografi pula, kawasan Najd yang meliputi daerah Hijaz dan Al-Yamamah (tempat lahir Muhammad Ibn ‘Abd Al-Wahhab) secara tepatnya terletak di sebelah Timur Makkah, dan bukannya di sebelah Timur Madinah. Justeru oleh kerana Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengisyaratkan bahawa fitnah itu datang dari sebelah Timur Madinah, maka ia sudah tentu bermaksud negeri Iraq kerana ia sememangnya terletak pada arah yang berkenaan. Dengan mengambil kira tafsiran daripada keseluruhan riwayat hadith, penjelasan para ulama, asal usul bahasa, geografi dan realiti sejarah, maka sahlah bahawa perkataan Najd yang dimaksudkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadith itu ialah negeri Iraq dan kawasan persekitarannya yang turut merangkumi negeri Iran pada masa kini.

Maksud “Najd” Dari Sudut Umum Atau Khusus.

Meskipun hadith itu menunjukkan kedudukan negara Iraq (dan sekarang termasuk Iran) sebagai tempat yang banyak menimbulkan fitnah bagi umat Islam, namun yang demikian itu langsung tidak menggambarkan kejahatan tempat tersebut secara umum. Ini kerana penentuan sesuatu tempat sebagai punca fitnah bukan bererti kecaman pada tempat tersebut secara mutlak, tetapi ia bermaksud kecaman pada suasana yang berlaku di tempat itu pada suatu masa yang tertentu[9] [9].

Sesuatu tempat yang dianggap sebagai tidak baik tidak semestinya menggambarkan kejahatan seluruh penduduknya sepanjang masa, sebagaimana sesuatu tempat yang dianggap sebagai baik juga tidak semestinya menggambarkan kebaikan seluruh penduduknya sepanjang masa.

Justeru di samping fitnah yang banyak berlaku, negeri Iraq juga melahirkan ramai tokoh ulama Islam yang terbilang, bahkan Kota Baghdad pernah menjadi pusat pemerintahan dan perkembangan ilmu yang terbesar dalam sejarah tamadun manusia.

Demikian juga di samping kebaikan yang ada pada negeri Yaman, Syam, Makkah dan Madinah, fitnah masih tetap berlaku di negeri-negeri berkenaan pada masa-masa yang tertentu. Sebagai contoh, dari negeri Yaman puak Yahudi datang ke Madinah, dari negeri Yaman juga tentera bergajah Abrahah datang menyerang Makkah dan di negeri Yaman juga muncul Al-Aswad Al-’Anasi sebagai nabi palsu. Di negeri Syam pula muncul Luqait Al-Azdi sebagai nabi palsu dan di situlah tempatnya medan pertumpahan darah antara umat Islam, Yahudi dan Kristian kerana perebutan tempat suci. Negeri Makkah dan Madinah juga menyaksikan pertumpahan darah kerana menegakkan kalimah tauhid pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam meninjau-ninjau di atas sebuah tembok Kota Madinah Baginda bersabda:

إني لأرى الفتن تقع من خلال بيوتكم كوقع المطر.

Maksudnya: “Sesungguhnya aku melihat fitnah menimpa rumah-rumah kamu seperti titisan air hujan”[10] [10].

Semua ini menggambarkan betapa kesucian sesuatu tempat bukan jaminan bagi terhindarnya fitnah. Demikian juga dengan kawasan-kawasan yang tidak disebut oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai lokasi fitnah, seperti Amerika, Eropah, Afrika dan Asia Tenggara, bukanlah bermakna ia bebas daripada fitnah. Bahkan fitnah yang berlaku di India misalnya mungkin lebih banyak daripada yang berlaku di Iraq itu sendiri.

Kesimpulan lain yang dapat juga diambil daripada perbincangan ini adalah, jika diandaikan perkataan Najd yang dimaksudkan oleh Nabi merujuk kepada negara Arab Saudi yang meliputi daerah Hijaz dan Al-Yamamah (yakni tempat lahir Muhammad Ibn ‘Abd Al-Wahhab), maka yang demikian itu langsung tidak menggambarkan kecaman terhadap individu tertentu yang tinggal di sana.

Kedua: Maksud “Tanduk Syaitan”.

Al-Hafiz Ibn Hajar rahimahullah mengemukakan empat pendapat yang berbeza bagi menjelaskan maksud ungkapan ‘tempat muncul tanduk syaitan’, iaitu[11] [11]:

I. Sebagai kiasan bagi menggambarkan kekuatan Syaitan dan apa saja yang memohon pertolongan kepadanya (Syaitan) dalam penyesatan (manusia).

II. Bahawa Syaitan menyelaraskan tanduknya dengan (arah) Matahari ketika terbitnya, supaya penyembahan golongan penyembah Matahari akan terarah kepadanya.

III. Bahawa bagi Matahari itu ada Syaitan yang mana ia terbit antara dua tanduknya.

IV. Bahawa pada hari itu penduduk sebelah timur Madinah terdiri daripada golongan kafir, manakala fitnah yang pertama (fitnah pembunuhan ‘Uthman radhiallahu ‘anhum) datangnya dari sebelah Timur, dan ia menjadi sebab berlakunya perpecahan di kalangan umat Islam, sedangkan perpecahan itu disukai dan digembirai oleh Syaitan.

Semua tafsiran di atas langsung tidak menunjukkan sasaran kepada mana-mana individu secara khusus.




Notakaki

[1] [12] Al-Bukhari, Muhammad Ibn Isma’il, Sahih Al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Al-Yamamah, Beirut, 1987, 6: 2598, No: 6681. Tetapi dalam bab yang bermaksud: “Apa yang dikatakan dalam hal gempa bumi dan tanda-tanda Kiamat” beliau meriwayatkannya secara mauquf (terhenti setakat Ibn Umar radhiallahu ‘anhum) sahaja. Lihat rujukan yang sama, 1: 351, No: 990.

[2] [13] Abu Nu’aim Al-Asbahani, Ahmad Ibn Abd Allah, Hilyah Al-Auliya’, Dar Al-Kitab Al-Arabi, Beirut, Lubnan, 1405H, 6: 133 dan Ibn ‘Asakir, ‘Ali Ibn Al-Hasan Ash-Shafi’ie, Tarikh Madinah Dimashq, Dar Al-Fikr, Beirut, Lubnan, 1995, 1: 130. Matan (lafaz) ini juga diriwayatkan oleh Ya’kub Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah, Al-Mukhallis dalam Al-Fawaid Al-Muntaqah dan Al-Jurjani dalam Al-Fawaid, Lihat: Al-Albani, Muhammad Nasir Ad-Din, Silsilah Al-Ahadith As-Sahihah, Maktabah Al-Maarif, Riyadh, Arab Saudi, 1996, 5: 271-302.

[3] [14] Muslim Ibn Al-Hajjaj, Sahih Muslim, Tahqiq: Muhammad Fuad ‘Abd Al-Baqi, Dar Ihya’ At-Turath Al-’Arabi, Beirut, Lubnan, 1991, 4: 2229, No: 2905. Selain daripada riwayat Muslim ini, riwayat At-Tabrani juga jelas menyebut negeri ‘Iraq sebagai punca datangnya fitnah. Lihat: At-Tabrani, Sulaiman Ibn Ahmad, Al-Mu’jam Al-Kabir, Tahqiq: Hamdi ‘Abd Al-Majid As-Salafi, Maktabah Al-’Ulum Wa Al-Hikam, Mausil, ‘Iraq, 1984, 2: 54-55, No: 1270 dan 6: 91, No: 5608.

[4] [15] Al-’Asqalani, Ahmad Ibn ‘Ali Ibn Hajar, Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 47.

[5] [16] Al-’Asqalani, Ahmad Ibn ‘Ali Ibn Hajar, Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 47.

[6] [17] Ibn Manzur, Muhammad Ibn Mukrim, Lisan Al-’Arab, Dar Sadir, Beirut, Lubnan, t.th, 3: 413-419.

[7] [18] Ibn Faris, Ahmad Ibn Faris, Mu’jam Maqayis Al-Lughah, Dar Al-Jil, Beirut, Lubnan, 1991, 5: 392.

[8] [19] Al-Fairuzabadi, Muhammad Ibn Ya’kub, Al-Qamus Al-Muhit, Muassasah Ar-Risalah, Beirut, Lubnan, 1987, Hal: 410.

[9] [20] ‘Abd Ar-Rahman Ibn Hasan, Majmu’ah Ar-Rasail Wa Al-Masail, Dalam: Nasir Ibn ‘Abd Al-Karim Al-’Aql, Islamiyyah La Wahhabiyyah, Dar Kunuz Isybiliya, Riyadh, Arab Saudi, 2003, Hal: 282-283

[10] [21] Al-Bukhari, Muhammad Ibn Isma’il, Sahih Al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Al-Yamamah, Beirut, 1987, 6: 2589, No: 6651.

[11] [22] Al-’Asqalani, Ahmad Ibn ‘Ali Ibn Hajar, Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 46-47.
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/23 03:57 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
bila artikel anda dimaksudkan membela Ibn Abdul wahhab, sungguh tempat kelahiran Ibn Abdulwahhab adalah di wilayah yg di kenal dg nama Najd, penduduk disana digelari dengan najdiy (orang najd).

mengenai pendapat para muhadditsin, sungguh terdapat ikhtilaf mengenai posisi Najd ini, saya tidak berkenan menyebutkannya karena akan menjadi perdebatan yg tak berguna.

bila ditanya apakah betul Ibn Abdulwahhab lahir di Najd, jawabannya betul, karena anda boleh tanyakan dan ziarah ke makamnya, memang di wilayah yg bernama najd.

Ibn Abdulwahhab tertuduh sebagai pemimpin gerakan wahabi, namun ada juga sangkalan bahwa justru abdulwahab tidak demikian, gerakan yg dinamai wahabi ini adalah perbuatan murid muridnya.

walhasil

saya tak mau membahas mengenai aib pribadi Ibn Abdulwahab dalam forum ini untuk diperdebatkan, apakah betul ia pencetusnya atau bukan, karena yg perlu kita luruskan adalah ajaran wahabi yg banyak penyimpangan, mengenai siapapun pencetusnya, bukan itu tujuan kita untuk membahasnya.

bila betul dia pencetusnya maka apa perlunya kita membahasnya?, malah kita kebagian dosanya karena telah meng Ghibahnya, bila ternyata bulan dia pencetus ini semua, maka kita telah kena dosa memfitnahnya.

tujuan kitan adalah perbaikan akidah muslimin yg bergetar dalam keraguan dengan kemunculan faham wahabi ini.

demikian saudaraku yg kumuliakan, mohon maaf bila anda merasa saya menuduh Ibn Abdulwahhab adalah yg dimaksud dalam hadits itu, tidak demikian maksud saya, karena dalam hal ini adalah ikhtilaf para muhadditsin..

wallahu a'lam
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/07/23 04:03 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
saya kira jawaban saya diatas telah jelas,

dan bila anda bertanya dimana Ibn Abdulwahab dilahirkan, semua penduduk saudi arabia tahu dan jawabannya sama, yaitu najd..

dan penduduk Najd terkenal kasar kasar ucapannya dan tak bersahabat, penduduk di wilayah itu digelari Najdiy. (orang najd)

demikian saudaraku yg kumuliakan,

wallahu a'lam
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/09/07 15:40 Awfan ya Sayyidi,
di artikel antum di atas menjelaskan posisi Najd berada di Saudi Arabia, sebangkan pada artikel tanya jawab pada bagian-bagian akhir berubah posisi menjadi di Iraq. Mana yang benar ?
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Re:Hadis masalah Najd (tanduk setan) - 2007/09/07 16:34 Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keindahan Allah swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
terdapat ikhtilaf dalam masalah ini, sebagian muhadditsin berpendapat posisinya di Irak, namun banyak dari Ulama Yaman mengatakan posisi Najd adalah di arab saudi

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a’lam
Forum silahturahmi jama'ah Majelis Rasulullah, klik disini http://groups.yahoo.com/group/majelisrasulullah

Peduli Perjuangan Majelis Rasulullah saw
No rekening Majelis Rasulullah saw:
Bank Syariah Mandiri
Atas nama : MUNZIR ALMUSAWA
No rek : 061-7121-494
  | | Silahkan login terlebih dahulu untuk bertanya
Wednesday, 01 October 2014