Tabligh Akbar Bersama Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz

Event Majelis Rasulullah Saw

2 April 2019

Al-Habib Salim bin Umar bin Muhammad bin Hafidz

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Swt yang memuliakan kita dengan berhubungan Batin dengan Nabi Muhammad Saw. Segala puji bagi Allah Swt yang telah menghamparkan kepada kita tali hubungan yang erat kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw. Kita bersyukur kita di jadikan ummatnya dan kita di berikan oleh Swt Hidayah untuk menyebutnya. Dan kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Swt dan syahadat kesaksian bagi seseorang itu yang beriman kepada Allah Swt dan mengagungkannya. Dan kita bersaksi bahwasannya junjungan Nabi Muhammad Saw adalah manusia yang patut di percayai dan di rindukan. Dan kami memohon kepada Allah Swt semoga Sholawat dan Salam selalu di curahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw manusia yang paling agung dan manusia yang selalu di jadikan pemimpin dari setiap tempat. 

         Dan atas keluarganya yang Allah dekatkan dengannya dan Allah khususkan dengan anugrah yang besar karena bersambung dengan Rasulullah Saw. Sesungguhnya Allah Swt menciptakan segala macam makhluknya dan Allah muliakan dari bagian yang satu kepada bagian yang lainnya. Maka Allah Swt meciptakan Malaikat dan di angkat derajatnya setinggi-tingginya. Dan Allah jadikan Bumi ini tempat untuk kebanyakan Makhluk-makhluk Allah yang lain. Dari makhluk-makhluk Allah Swt yang di ciptakan di Bumi ini ada dua makhluk yang di khususkan dan di istimewakan oleh Allah yaitu manusia dan Jin yang mereka adalah orang-orang yang di beri tanggung Jawab untuk menjalankan perintah-perintah Allah. Allah muliakan manusia dari kalangan Jin. Karena di golongan manusia mereka ada para Nabi. Dan Allah tidak jadikan manusia itu dalam satu Martabat. 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ ﴿التين:٤

laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim

4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,


ثُمَّ رَدَدْنٰهُ أَسْفَلَ سٰفِلِيْنَ ﴿التين:٥

tsumma rodadnaahu asfala saafiliin

5. kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,


إِلَّا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍ ﴿التين:٦

illal ladziina aamanuu wa’amilus shoolihaati falahum ajrun ghoiru mamnuun

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya,

         Maka tidak sama orang yang beriman dengan orang yang kafir. Dan tidaklah sama antara orang-orang yang taat yang melakukan amal-amal dengan orang yang menyelisihi dari pada Manshaj nya Allah. Dan tidak sama para kekasih-kekasih Allah dengan orang-orang yang lalai di sisi Allah. Sebagaimana Firman Allah Swt tidaklah sama orang-orang yang mereka telah di turunkan kepada Allah Swt kebenaran dan kemudia mereka mengambil kebenaran tersebut dengan orang-orang yang buta. Dan maka dari makna tersbut kita ketahui bahwa orang yang tidak mengenal dan tidak mempercayai dengan apa yang di bawa oleh Nabi besar Muhammad Saw maka dialah yang sebenar-benarnya buta mata nya dan batin nya. Orang-orang yang semuanya yang tidak beriman kepada Allah maka mereka dalam kesesatan yang nyata. Dan orang-orang yang kafir yang telah dating kepada mereka petunjuk dan penjelasan dari Allah Swt tapi mereka tetap tidak beriman kepada Allah Swt maka mereka tidak ada nilainya di sisi Allah Swt tentu orang-orang yang beriman lah yang punya nilai di sisi Allah Swt. Demikian pula orang-orang yang beriman tidak berada dalam satu derajat. Paling agung nya mereka dari orang-orang yang beriman orang yang paling dekat dan orang yang paling mengikuti Rasulullah Saw. Secara umum yang paling mulia dari kalangan orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang ahli ibadah dan para ulama-ulama dan orang-orang yang ahlul amal. Dan setelah mereka yang paling afdhol adalah orang-orang yang mati Syahid. Dan yang paling mulia dari pada itu orang yang mengetahui dan mengamalkan kemudian di atas mereka derajatnya para Nabi. Dan para Nabi pun tidak dalam satu derajat yang sama. Di antara Anbiya ada derajat ulul Azmi dari para Rasul. Sebagian mereka ada yang menjadi Nabi dan sebagian mereka adalah para Nabi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an demikianlah para Rasul kami utamakan satu di atas satu yang lainnya. Dari para Nabi yang paling beda derajat nya ada 5 orang. 

  1. Muhammad Rasulullah
  2. Ibrahim kholilullah
  3. Nuh Abul Anbiya
  4. Musa Kalimullah
  5. Isa bin Maryam Ruhullah

mereka adalah Ulul Azmi dari kalangan Rasul. Mereka adalah yang memiliki derajat yang tinggi di atas para manusia. Dan orang yang paling tinggi dari seluruh makhluk di dunia. Tidak ada satupun yang lebih utama dari pada mereka. Tidak di bumi dan tidak di langit-langit Allah. Tidak pula di alam Zohir maupun di alam Batin. Dan yang 5 tersebutpun tidak dengan derajat yang sama. Yang menjadi pemimpin dari semuanya adalah Nabi kita Muhammad Saw. 

         Maka kita semua yang di jadikan sebagai pengikut Nabi yang paling Afdhol bagaimana hubungan kita dengan mengikuti jejaknya. Bagaimana keriduan hati kita pada Nabi Muhammad Saw dan kesemangatan diri kita di dalam mengikuti jejak langkah beliau. Beliau lah manusia yang paling sempurna dari seluruh makhluk-makhluk Allah yang lainnya. Maka tidak ada yang bisa menyamai beliau. Perkumpulan kita ini adalah perkumpulan yang tidak ada bandingan nya dengan perkumpulan manapun dan perkumpulan kita ini serupa dengan perkumpulan di surganya Allah Swt. Tujuan kita kumpul di sini adalah mengharapkan pandangan nya Allah yang esa. Orang-orang yang di agungkan oleh Allah Swt adalah orang-orang yang mengagungkan Allah Swt. Wahai orang-orang yang hadir dalam Majelis nya Rasulilah hadirkan hati kalian karena kalian berada di hadapannya Rasulullah Saw. Bahkan rasakan bahwa kalian sedang menghadapkan diri di hadapan Allah Swt. Karena Allah Swt adalah teman duduk bagi siapa yang mengingat Allah sebagaimana yang telah di beritakan oleh Rasulullah. Dan Allah mengingat kita sebagaimana Allah Swt mengatakan ingatlah aku sehingga aku akan mengingat engkau. Apakah kalian siap jika nama kalian di sebut oleh Allah? Apakah ada rasa khusyuk di dalam hati kalian? Apakah kalian menyesal atas dosa-dosa kalian? Apakah kalian mempunyai rasa malu yang tinggi?. Apakah kalian mempunyai semangat untuk mendapatkan rahmatnya Allah? Apakah kalian takut dengan siksanya? Apakah kalian mempunyai rasa yang kuat untuk Taubat kembali kepada Allah? Apakah kalian merendahkan diri kalian di hadapannya? Janganlah kalian sia-siakan kesempatan ini. Karena ini akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah. Ini lah yang telah di beritakan junjungan kita Rasulullah. Begitulah yang di beritakan di dalam Al-Qur’an. Wahai orang-orang yang telah menghadang untuk mendapatkan pandangan Allah hendaknya kalian berfikir di majelis apa sekarang kalian berada? Seorang banyak yang di dalam media-media tergetar hatinya ketika menonton apa yang dia lihat di dalam media-media yang ada. Kita selalu bangga ketika di dalam media di sebut nama kita akan tetapi apakah kita bangga ketika nama kita di sebut oleh Allah Swt? Semua yang hadir akan di sebut oleh Allah Swt. Demikianlah apa yang di beritakan di dalam Hadist yang Shohih yang di riwayatkan di dalam Imam Muslim bahwa Allah menyaksikan dengan para Malaikatnya dan berkata saksikan wahai para Malaikatku di akhir ujung Majelis ini Allah berkata aku telah mengampuni mereka. 

         Kemudian ada satu Malaikat yang melaporkan kepada Allah Ya Allah ada hamba-hamba mu tadi mereka dating mereka tidak memiliki niat yang sama untuk mendapatkan pandangan dan pengampunanmu mereka mempunyai dosa dan kesalahan maka Allah berfirman: merekapun akan aku ampuni dosa-dosanya mereka adalah satu kaum siapa yang duduk Bersama nya maka tidak akan celaka selama-lamanya. Bagaimana kalian lihat orang yang dalam keadaan bersalah, berdosa mendapat ampunan dari Allah Swt bagaimana dengan orang yang datang dengan ikhlas kepada Allah Swt. Maka siapa di antara kalian memiliki niat yang paling jujur dan paling bersih maka mereka itulah orang yang akan mendapatkan kedudukan lebih tinggi. Dan Malaikat melindungi kita semuanya. Dan Allah Swt memandang kalian. Apa yang Allah lihat dari hati-hati kita? Karena Allah tidak perna memandang jasad-jasad kita. Allah tidak melihat dari rupa kita? Tetapi Allah Swt selalu memandang hati dan niat-niat kita. Sangat buruk bagi seorang yang di pandang hatinya oleh Allah dia mencintai lebih besar makhluknya dari Allah Swt di dalam hatinya. Satu hal yang aib apabila Allah saat ini memandang hati kita ternyata hati kita masih ada niatan untuk maksiat kepada Allah. Sungguh buruk orang yang di dapati oleh Allah Swt hatinya di pandang dalam keadaan lalai dan lupa dengan Allah Swt. Maka hendaknya kita malu kepada Allah. Dan kita Faqir di hadapan Allah. Dan hendaknya kita mengakui segala dosa-dosa kita. Dan kita perlu kasih sayang Allah. Dan pasrahkan diri kita di hadapan Allah. Dan kita meminta agar Allah memperbaiki hati-hati kita semua. Dan mudah-mudahan Allah Swt mengampuni segal dosa-dosa kita. Dan Allah membukan pintu Taubatnya untuk kita bertaubat. Wahai orang-orang yang hadir dalam peringatan Isra’Miraj hendaknya kalian menghadang rahmat dan pandangan Allah Swt. Karena Allah apabila memandang diri kita siap untuk mendapat pandangannya Allah ridho dengan hatimu. Dan apabila Allah Swt ridho kepada kalian maka kalian tidak akan di siksa selama-lamanya. Dan Allah apabila ridho dengan kalian Allah akan gabungkan kalian kepada Nabi yang membawa petunjuk. Dan apabila Allah Swt ridho terhadap kalian maka kalian akan hodup di dalam kenikmatan dan kebahagian yang selama-lamanya. 

         Dan sungguh kalian di dalam kenikmatan-kenikmatan ini dan ada yang harus kewajiban-kewajiban yang harus dia kerjakan. Yaitu adalah perintah-perintah yang datang dari baginda Nabi Muhammad Saw. Larangan-larangan yang di larang oleh Rasulullah Saw.dan yang paling agung setelah syahadat adalah menegakkan dan mendirikan sholat. Seperti mala mini lah di wajibkan perintah sholat oleh Allah Swt. Bagaimana keadaan kita terhadap sholat kita? Apakah kita telah mendirikan sholat? Dengan kita menjaga waktu waktunya sholat. Pelajari hokum-hukumnya dan syarat-syarat nya. Dengan bersiap-siap dalam sholat kita dengan memperbaiki wudhu kita dan hokum-hukum Thoharoh kita sebelum melaksanakan sholat. Kemudian dengan menghadirkan hati kita dengan Allah Swt. Apabila salah seorang di antara kita di undang oleh seorang pejabat kemudian kita masuk ke kantor nya dan ketika kita berada di dalam kantor tersebut kemudian kita sibuk memegang hp kita maka orang ini akan marah dan mengatakan kamu tidak pantas berada di hadapan saya keluar kamu dari kantor saya. Bagaimana engkau di dalam Hadrah nya Allah akan tetapi Allah melihatmu sibuk dengan yang lainnya? Maka niatlah di malam hari ini hendaknya kalian betul betul untuk berniat dengan maqam sholat yang sesungguhnya. Dan jadikan keberuntungan yang kita dapat dari peringatan Isra’Miraj ini perbaikan dari sholat kita yang lebih baik dari yang dahulu. Sholat lah kalian sebagaimana kalian sholat nya Nabi Muhammad Saw. Rasulullah mengatakan sholat lah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat. Dan ketahuilah setelah kita melaksanakan sholat yang merupakan kewajiban yang agung setelah itu adalah kita hendaknya meneggakan dari pada hak-hak manusia yang ada di sekitar kita. Orang-orang yang ada di sekitar kita dari keluarga kita, tetangga kita , dan orang kebanyakan yang ada di sekeliling kita. Dan yang paling agung manusia yang punya hak kepada diri kita adalah kedua orang tua kita. Karena Allah yang langsung mewajibkan kita untuk taat kepada ke dua orang tua kita. Yang mewajibkan kita untuk taat kepada orang tua bukan undang-undang bukan pula kebiasaan bukan pula hal-hal yang lain tetapi yang mewajibkan kita adalah zat yang menciptakan kita dan menciptakan alam semesta. Dan ketahuilah hamba-hamba Allah bahwa kebaktian kita sebagaimanapun tingginya tidak akan mencapai kebaktian kita yang sempurna kepada kedua orang tua kita. 

           Dan telah banyak kaum Muslimin mereka telah teledor di dalam menegakkan kewajiban mereka melaksanakan berbakti kepada orang tuanya. Dan itu merupakan satu sebab kemurkaan Allah Swt sang pencipta alam semesta. Ketahuilah tidak akan masuk Sorga orang yang durhaka kepada orang tuanya dan tidak akan masuk Neraka orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dimana kalian tempatkan kebaktianmu di sisi orang tua kalian maka bertambah derajat mu di sisi Allah Swt. Dan hendaknya kalian menteladani hal yang demikian itu dengan junjungan kita Nabi Muhammad Saw. Dan pelajari apa yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw. Apakah kalian mengetahui bahwa di dalam Isra’miraj banyak sekali pelajaran-pelajaran yang hendaknya kita lakukan di dalam berbakti kepada kedua orang tua kita. Begitu juga di ceritakan di dalam Isra’miraj bagaimana Rasulullah bertemu dengan para orang tua Nabi-Nabi. Pertama beliau berjumpa dengan para Nabi dan Rasul di Baitul Maqdis dan beliau-beliau itu di antaranya adalah orang tua nya Rasulullah. Ketika sampai di langit yang pertama dan yang pertama di temui adalah Nabi Adam Alaihi salam. Karena beliau adalah ayahnya seluruh manusia. Dan Nabi Muhammad melihat Nabi Adam sedang bersandar di Baitul Makmur. Dan Nabi Muhammad ketika melihat Nabi Adam Alaihi salam sedang bersandar di Baitul Makmur ketika menengok ke kanan beliau tersenyum dan apabila menengok ke kiri beliau menangis. Bertanya Rasulullah kepada Sayyidina Jibril siapa itu yang menangis dan tertawa. Maka itu adalah Nabi Adam Alaihi Salam apabila beliau menengok ke kanan melihat anak cucu nya berada di Sorga maka beliau tersenyum dan bahagia dan apabila menengok kekiri melihat anak cucu nya dari kalangan manusia berada di Neraka maka beliau menangis. Dan Nabi pun menghadap Nabi Adam dan memberikan Salam kepada nya. Beliau menghargai Nabi Adam sebagai ayahnya maka dia menghadap kepada nya dan memberi salam akan tetapi beliau tidak langsung naik ke langit ke dua. Dan Nabi Adam berdiri untuk menyambut Rasulullah Saw. Maka Nabi Adam mengatakan selamat dating dengan orang yang Soleh dan seorang Nabi yang Soleh. Dan naik lah Nabi dari satu langit ke langit yang lain. Kemudian di langit ke 2 beliau bertemu dengan Nabi Isa dan Zakaria. Dan bertemu Nabi Yusuf di langit yang ke 3. Naik ke langit yang ke 4 bertemu dengan Nabi Idris Alaihi Salam. 

         Dan naik ke langit yang ke 5 bertemu dengan Nabi Harun Alaihi Salam. Kemudian beliau naik ke langit yang ke 6 bertemu dengan Nabi Musa Alaihi Salam. Dan bertemu di langit yang ke 7 dengan Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Dan Nabi Ibrahim adalah ayahnya Nabi Muhammad Saw. Begitu juga dengan Nabi Idris adalah ayah nya Nabi Muhammad Saw. Maka Nabi Muhammad Saw memberi salam dan berjumpa dengan Nabi Ibrahim. Dan banyak berbincang dengan Nabi Ibrahim. Dan telah di ingat kan dengan perkara-perkara yang banyak. Dan termasuk perbincangan antara Nabi Muhammad Saw dan Nabi Ibrahim adalah memperbincangkan saya dan kalian. Dan yang di bicarakan juga adalah ayah-ayah kita dan ibu-ibu kita. Dan seluruh saudara-saudara kita dari kalangan muslimin. Berkata Nabi Ibrahim Alaihi Salam kepada Nabi Muhammad Saw wahai Muhammad kirim kan salamku kepada umat-umatmu. Wahi orang-orang yang hadir itulah Nabi Ibrahim Ayahmu memberikan salam untuk mu. Maka sholawat dan salam selalu kita curahkan untuk Nabi Muhammad Saw dan untuk Ayah beliau Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Dan Nabi Ibrahim memberikan satu risalah kepada Nabi Muhammad Saw. Beritahukan kepada ummatmu wahai Muhammad Saw bahwa Surga itu adalah Hijau. Dan airnya sangatlah jernih. Dan ada kebun-kebun dan Taman-taman yang sangat luas. Dan tanaman yang di tanam di dala surga tersbut adalah Subhanallah Wal Hamdulillah Wala ilaha illallahu Wallahu Akbar Walahawla Walaquwwata illabillahil ‘Aliyyil Adzim. Siapa yang melazimkan kalimat ini maka akan di tanamkan satu pohon di dalam Surga. Pohon di Surga bukan seperti pohon-pohon yang ada di dunia. Pohon tersebut begitu besar apabila ada orang yang naik Kuda yang cepatnya 100 Tahun maka tidak mencapai dari pada rindang nya pohon tersebut. Buah nya bukan seperti buah yang ada di dunia. Kita berterima kasih kepada Nabi Ibrahim Alaihi Salam ayah kata. Bagaimana beliau mengajarkan kita untuk menanam tanaman-tanaman yang luas di dalam Surga nya Allah Swt. Maka kita ambil wasiat nya ayah kita Nabi Ibrahim. Dan hendaknya kita memperbanyak amal untuk memperbanyak tanaman-tanaman kita di surga. Dan tanaman yang ada di Surga itu apabila kita mengingati Allah dengan zikir itu Allah Swt akan ingat dengan kita. Maka marilah kita berzikir dan mengambil teladan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad Saw. Subhanallah Wal Hamdulillah Wala ilaha illallahu Wallahu Akbar Walahawla Walaquwwata illabillahil ‘Aliyyil Adzim3x. 

         Ya Allah engkau telah memberikan Taufiq kepada kami untuk mengucapkan kalimat ini maka ampunilah kami Ya Allah. Dan Nabimu Muhammad yang mengajarkan kami. Dan Nabimu Ibrahim telah memberikan berita kepada kami. Dan kami berada di atas jalannya mereka. Maka dengan hak-hak kehormatan beliau beliau itu terimalah kami Ya Allah. Dan ingatkan kami di dalam Surga dengan kalimat yang kami baca ini. Dan ketahuilah wahai hamba-hamba Allah bahwa amal-amal yang soleh yang kita kerjakan yang penting adalah bagaimana hubungan hati kita dengan Allah Swt. Dan hal yang paling penting yang kalian harus ingat di dalam amalan-amalan kalian hubungan hati kalian dengan Allah Swt. Hendaknya setiap hari kalian pandang hati-hati kalian apakah pantas hatiku seperti ini di pandang oleh Allah Swt. Dan kita perlu untuk menempatkan zikirnya Allah di kadar yang sempurna. Dan hendaknya kita biasakan diri kita selalu mengingat Allah Swt dan merindukan Allah Swt. Di sertai rasa takut dan malu dengan Allah Swt. Dan hendaknya masing-masing kita harus menetapkan satu waktu untuk duduk berduan dengan Allah secara Khalwat. Dan itu termasuk dari makna dan petunjuk di dalam Isra’ dan Mi’raj. Yaitu Nabi Muhammad Saw telah di keluarkan Allah Swt dari semua hubungan dengan makhluk-makhluk di alam semesta ini berjumpa langsung dan berduaan dengan Allah Swt. Hendaklah kita semua punya waktu untuk berkhalwat dengan Allah. Dan ketahuilah sesungguhnya kita tidak akan mencintai Allah Swt sampai Allah Swt yang menanamkan diri kita supaya kita cinta kepada nya. Tidak ada yang mengasihi kita melebihi kasih saying Allah. Tidak ayah kita tidak pula ibu kita. Tidak juga teman kita. Dan kamu pun juga tidak akan bisa berkasih saying kepada diri kita sendiri sebagaimana kasih saying Allah kepada diri kita. Dan di tangan nya lah urusan kita semua. Maka Allah berkuasa bisa memberi kepada kita dan menolak kita. 

         Jika Allah kehendaki Allah angkat kita atau Allah turunkan kita. Dan tidak ada yang berkuasa seperti ini kecuali hanya Allah. Dan Allah mendengar di setiap waktu engkau berbicara kepadanya. Dan Allah denkat dengan kalian. Dan selalu Allah bersama kita. Sangat dekat. Walaupun kalian tidak melihatnya. Walaupun kita tidak merasakannya. Akan tetapi Allah menyaksikan kita. Dan Allah tau apa niat kamu bahkan Allah lebih tau sedalam dalam nya niat kita. Allah tau amal-amal kalian yang telah lalu. Dan Allah tau apa yang kalian kerjakan dan akan kalian kerjakan sampai di kemudian hari. Jadikan jalsah ini sebagai waktu kita untuk berkholwat dengan Allah. Dan apabila kalian mencoba untuk berduaan dengan Allah makan kalian akan merasakan suatu kegembiraan. Dan kalian akan menatap Allah yang penuh dengan keindahan, yang penuh dengan cinta dan yang penuh dengan kasih sayang. Datanglah seorang lelaki di zaman Sayyidina Umar bin Khattab untuk bertemu dengan nya di Madinah. Dia sering sekali hadir di Majelisnya Sayyidina Umar. Maka sayyidina Umar tau bahwa orang ini tidak pernah berkholwat dengan Allah dan tidak pernah hadir hati nya dengan Allah. Akan tetapi dia selalu hadir di Majelisnya Sayyidina Umar. Maka Sayydina umar bertanya kepada orang tersebut wahai orang Muhajir apakah kau datang karena Allah atau karena Umar? Aku datang untuk Allah. Tetapi aku melihat engkau tidak selalu bersama Allah akan tetapi yang aku tau kau selalu bersama Umar. Dan membekas perkataan Sayyidina Umar di dalam hatinya. Maka akhirnya dia pergi dan berusaha untuk berkholwat dengan Allah. Hadir hatinya bersama Allah. Kemudian selalu bersujud kepada Allah. Menangis dengan Alllah. Kemudian dia menyampaikan permasalahannya kepada Allah. Sehingga dia banyak tidak hadir di dalam Majelis. Dan akhirnya orang itu tidak pernah hadir dan sayyidina umar pun tidak pernah memandang nya di dalalm Majelis. Dan sayyidina Umar bertanya kepada para sahabat kemana orang tersebut lalu sayyidina umar memerintahkan para sahabat untuk datang ke rumah nya. Maka Sayyidina Umar bertanya kemana engkau sudah tidak pernah hadir di Majelisku lagi?. Wahai Amirul Mukminin aku telah mendapatkan Allah dari pada Umar. Maka terima kasih banyak wahai Sayyidina Umar engkau telah mengajari aku sehingga aku telah sibuk dengan tuhanmu. Dan kalian kalau sudah merasakan nikmatnya khalwat bersama Allah Swt kalian akan rasakan lebih indah dari seluruh yang kalian miliki. 

         Dan sampaikan lah apa yang ingin kalian sampaikan kepada tuhan kalian. Dari yang terkecil sampai yang terbesar. Dan minta lah kepada Allah dengan derajat yang tinggi. Semuanya di tangan Allah. Urusan dunia ataupun urusan akhirat. Dan semua yang ada di dalam kehidupan ini. Dan jadilah manusia yang bisa mendatangkan manfaat bagi manusia-manusia lainnya. Perbaiki hubungan kalian dengan hamba-hamba Allah. Maka sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa mendatangkan manfaat bagi manusia yang lain. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang membahayakan bagi manusia yang lain. Jangan lah hari-hari kita mengganggu manusia lain walaupun hanya satu hari. Kalau bisa di dalam waktu kalian ada waktu yang bisa memperbaiki hubungan orang-orang yang sedang berkelahi maka damaikan mereka. Dan apabila kamu menyaksikan ada banyak manusia-manusia yang berebut saling berbuat sesuatu yang kacau balau maka hendaknya kamu keluar dari tempat itu dan hendaknya kalian kholwat dan berjumpa dengan Allah. Jangan sibukan diri kalian dari mencaci seseorang. Berzikir kepada Allah lebih baik untuk kita dari pada ucapan-ucapan yang lain. Ambila kesempatan dari sisa waktu kalian. Hendaknya hadirkan hati kita kepada Allah. Kita akan segera berdoa kepada Allah. Kita akan menghadap kepada Allah. Kita akan meminta kepada nya. Dan Allah lah yang memberi kita. Dan semua kerajaan ada di tangan Allah. Dia lah tuhan kami. Yang menciptakan kita dan kita akan kembali kepada nya. Dan Allah lah yang selalu memandang kita. Dia lah zat yang maha penuh kasih sayang. 

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Arab-Latin: lau anzalnā hāżal-qur`āna ‘alā jabalil lara`aitahụ khāsyi’am mutaṣaddi’am min khasy-yatillāh, wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la’allahum yatafakkarụn Terjemah Arti: Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.

         هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖعَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖهُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚسُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Miliknya Asma ul Husna. Allah mempunyai sifat-sifat yang tinggi. Dia lah yang mengumpulkan kita di tempat ini. Apakah Allah mengumpulkan kita lalu mungkinkah ketika kita pulang membuat kita kecewa? Apakah ketika kita berdoa Allah tidak mengabulkan doa kita? Tidak mungkin itu terjadi karena Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Akan tetapi kalau kita getarkan hati kita lebih besar lagi maka pemberian dari Allah akan lebih besar untuk kita. 

         Dan apabila kita bertawaajuh dengan Allah Swt dengan sebenar-benarnya akan tampak hasil itu dengan cepat. Ya Allah aku meminta dengan haq nya Nabi besar Muhammad Saw. Dan dengan kehormatan para Nabi dan Rasul-Rasul. Dan seluruh para Wali dan sholihin. Ya Allah pandanglah dengan pandangan yang besar. Ya Allah pandanglah kami dengan kasih sayangmu. Ya Allah kami bersimpuh di hadapanmu. Kami berada di halamanmu Ya Allah. Kami berharap ampunan dan pahala darimu. Kalau ada makhluk-makhluk yang mereka datang kepada selainmu saat ini kami datang kepadamu Ya Allah. Dan kami bersimpuh meminta rahmatmu yang paling besar. Engkaulah yang menciptakan kami Ya Allah. Dan kau yang memberikan kami rizki berupa Iman. Dan engkaulah yang memberikan kami Taufiq untuk bisa mentauladani junjungan kami Nabi besar Muhammad Saw. Dan kau jadikan kami ummat Nabi Muhammad Saw. Engkaulah yang menghadirkan kami dalam perkumpulan ini Ya Allah. Ya Allah dengan haq Nabi Muhammad jangan kecewakan kami satu pun. Ya Allah terima lah kami semuanya Ya Allah. Semua yang hadir Ya Allah limpah ruahkan manghfiroh dan ampunannmu Ya Allah. Ya Allah hati-hati kami semua  berikan kami cahaya Iman untuk bisa menghadap kepadamu dengan baik. Ya Allah kami ntelah mengakui telah banyak nya dosa kami. Kami telah banyak maksiat dengan hati hati kami dan dengan seluruh hati kami. Dan kami banyak menentang dari seluruh perintah-perintahmu. Kalau engkau tidak memberikan kami rahmat kepada siapa kami meminta rahmat? Dan kita di tempat ini minta kepada engkau Ya Allah. Dan kami memohon ampunan kepadamu Ya Allah. Dan kita minta pegampunan mu Ya Allah. Terima lah taubat kami Ya Allah. Tutuplah aib-aib kami Ya Allah. Penuhi hati kami dengan cahaya. Dan sambungkan hati kami kepada Nabi Muhammad Saw. Berikan lah kami jalan yang terbaik. Ya Allah penuhilah hati kqami untuk mencintai Nabi. Dan penuhi hati kami dengan mencintai seluruh apa yang di turunkan dari wahyu-wahyu tersebut di dalam hati Nabi Saw. Jadikanlah kami manusia yang membela syariat Nabi Muhammad Saw. Ya Allah semua yang hadir mempunyai hajat tunaikan semua hajat-hajat kami. Ya Allah ada perkara-perkara yang kau tau yang akan mendatangkan kemanfaatan kepada kami sedangkan kami tidak tau Ya Allah datangkanlah semua hal-hal yang manfaat itu dan berikan semua kepada kami Ya Allah. 

         Jadikan sisa umur kami makmur dalam ketaatan kepadamu. Ya Allah jangan engaku jerumuskan kami ke dalam ke maksiatan. jangan biar kan kami jauh darimu Ya Allah. kami mengharapkan untuk selalu dekat denganmu Ya Allah. Kami memohon keridhoanmu Ya Allah. Di depan pintu mu kami bersimpuh. Jangan kau kecewakan kami Ya Allah. Perbaiki semua keadaan kami Ya Allah. Demikian keadaan ayah dan ibu kami Ya Allah. Semua saudara kami ya Allah. Ya Allah berikan kami Taufiq untuk menjalankan sholat Ya Allah. Berikan kami Taufiq untuk berbakti kepada kedua orang tua kami. Berikan kami Taufiq agar selalu bisa berzikir kepadamu. Suci kan hati kami Ya Allah. Ya Allah sayangi lah orang-orang yang telah wafat dari kalangan Islam. Ya Allah datangkanlah cahaya di dalam majelis ini ya Allah dan pemberian-pemberianmu kepada majelis ini masukan cahaya yang besar itu kepada kubur guru kita Al-Habib Munzir bin Fuad AlMusawa. Jadikanlah kesenangan di dalam hati nya Ya Allah dengan perkumpulan malam ini. Ya Allah perbaikilah kondisi muslimin Ya Allah. Angkat semua bala dari mereka ya Allah. Ya Allah jagalah saudara-saudara kami muslimin di Palestina. Musnhakan lah musuh-musuh mereka dari kalangan Jin dan Manusia. Ya Allah hancurkan lah orang-orang kafir yang memusuhi Ummat Islam. Dan selesaikan semua peperangan yang ada di Syam. Ya Allah selesaikanlah peperangan di Yaman. Seluruuh dari pada Negara-negara Islam lainnya ya Allah. Angkatlah derajat mereka ya Allah yang telah mati Syahid di New Zeland ya Allah. Jadikan mereka derajat yang tertinggi di dalam mati syahid nya Ya Allah. Berikanlah Rezeki kepada keluarga-keluarga mereka. Jadikanlah kejadian ini kebaikan untuk Muslimin. Dan berikanlah pertolongan kepada seluruh ummat muslim ya Allah. Ya Allah perbaikilah kondisi Indonesia ya Allah. Jadikan Negara yang penuh keamanan dan kedamaian. Angkatlah semua Musibah, bala dan fitnah dari Indonesia Ya Allah. Dan tampakan panji panji kebenaran dan sunnah Nabimu. Angkatlah bumi Indonesia dari segala Musibah Ya Allah.  

         Jauh kan fitnah fitnah dan perbedaan-perbedaan pendapat. Ya Allah jangan kau pecah belah orang-orang yang ada di Indonesia Ya Allah. Satukan mereka ketempat yang kau cintai Ya Allah. Ya Allah berikan lah Indonesia masa depan yang terbaik Ya Allah. Engkau lah raja dari segala raja Ya Allah. Engkau lah penguasa dari segala penguasa Ya Allah. Engkau lah yang mengatur segala urusan. Berilah orang Indonesia kondisi yang baik Ya Allah. Dan ketika kami berada di akhirat perbaiki lah kondisi kami di akhirat Ya Allah. Jangan kau sodorkan kami ke dalam Azab Ya Allah. Jangan kau masukan kami ke dalam Neraka mu Ya Allah. Ya Allah kami takut dengan Azabmu Ya Allah. Ya Allah kami takut dengan kemurkaan mu Ya Allah. Dan kami takut ketika kami berhadapan denganmu engkau tidak Ridho dengan kami. Ya Allah janganlah kau buka Aib-Aib kami Ya Allah. Dan apabila kami berdiri di dalam perhitungan maka kasihi kami Ya Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dalam kemurkaan mu Ya Allah. Jangan kau kumpulkan kami dengan orang-orang kafir dan Munafik Ya Allah. Bangkitkan lah kami dengan Nabi Muhammad Ya Allah. Ya Allah masukanlah kami semuanya ke dalam golongan nya Nabi Muhammad Saw Ya Allah. Walaupun kami tidak layak untuk itu semua Ya Allah. Karena dosa-dosa kami sangat banyak Ya Allah. Dan kami tidak sampai kepada kedudukan itu Ya Allah. Saat ini kami berkumpul dengan niat untuk bisa berkumpul bersamamu dan berkumpul bersama Nabi Muhammad Saw Ya Allah. Kami datang ketempat ini dengan niat ingin di kumpulkan bersama panji Nabi Muhammad Saw di hari kiamat. Beratkanlah timbangan baik kami di Mizan Ya Allah. Jangan kau binasakan kami dengan kesalahan-kesalahan kami Ya Allah. Dan apabila kami menyebrang ke jembatan Shirot jangan kau dorong kami ke dalam Neraka mu Ya Allah. Masukanlah kami ke dalam Surga tanpa hisab dan Fitnah Ya Allah. Lebih cepat dari pada Petir Ya Allah. Sampai masuk ke dalam telaga Nabi Muhammad Saw. Dan kita akan memandang Nabi Muhammad berdiri di telaganya. Dan kami bisa menyaksikan wajah Nabi Muhammad Saw. Ya Allah kami ingin kami memandang wajah Nabi Muhammad Saw. Ya Allah berikanlah kami karunia untuk bisa memandang wajah Nabi Muhammad Saw. Berikan kami minuman dari tangannya Rasulullah Saw. Berikanlah kami minuman dari telaga nya Rasulullah Saw. Berilah kami karunia untuk bisa mencium tangannya Rasulullah. Berikanlah kami untuk bisa berbicara dengan Rasulullah. 

         Berikanlah kami karunia untuk bisa masuk Surga bersama Rasulullah. Janganlah engkau jauhkan kami dengan Rasulullah Saw. Inilah permintaan kami wahai zat yang maha pemurah. Kami berteriak dan meminta kepada Ya Allah. Dan kami ulang-ulang permintaan kami ini Ya Allah. Dan kami selalu meminta kepadamu secara terus menerus Ya Allah. Berikanlah semua permintaan kami dengan kemuliaanmu Ya Allah. Dan untuk seluruh doa ini Ya Allah. Dan untuk keadaan kami nanti di hari kiamat. Kami ucapkan Ya Allah…. Ya Allah….ya Allah…..ya Allah… ya Allah…ya Allah….ya Allah…ya Allah kami adalah hamba-hambu yang Faqir yang meminta kepada Ya Allah. Sayangi kami semua ya Allah. Ya Allah…. Ya Allah….ya Allah…..ya Allah… ya Allah…ya Allah….ya Allah…ya Allah…ya Allah terima lah kami semuanya Ya Allah. Jadikan saat ini ijabah ya Allah. Jadikanlah doa doa kami engkau Ijabah Ya Allah. Jadikanlah kami golongan orang-orang yang selalu mengingat engkau. Ya Allah berikanlah kami hujan rahmatmu Ya Allah. Dengan kasih sayangmu Ya Allah. Ya Allah terimalah doa kami sesungguhnya engkau maha mendengar apa apa yang kami minta. Dan ampuni kami wahai zat yang memberikan taubat. Dan terakhir saya sampai kan salam kepada kalian dari ayahku yaitu Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz dan meminta kepada kalian berdoa untuk saya dan beliau insya Allah. 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.