October 27, 2020

Re:kritik untuk panitia istiqlal

Home Forums Forum Masalah Umum kritik untuk panitia istiqlal Re:kritik untuk panitia istiqlal

#141630478
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
Alhamdulillah, sebenarnya sebelum kabar ini sampai dari anda, pimp panitya yaitu Ust Syukron sudah mengeluh pada saya, beliau mengeluhkan panitya masjid Istiqlal yg tidak mengizinkan memasang tabir besi itu dari sebelum Asar,

Ust Syukron menjelaskan bahwa jika sudah shalat Isya maka akan sulit, namun mereka tetap bersikeras bahwa mereka (panitya Istiqlal) mampu melakukannya karena mereka sudah biasa melakukan itu, tak perlu diajari lagi, dan kita adalah orang baru, mereka lebih tahu.

mereka tidak tahu jamaah MR, mereka kira seperti acara lainnya yg shaf dg shaf teratur saja tanpa saling desak kedepan dg penuh semangat spt jamaah MR.

maka setelah terjadi mereka hanya saling pandang dan akhirnya meninggalkan lokasi… tinggallah panitya MR yg kebingungan,

Ust Syukron mengeluh pada saya, kami harus bagaimana ya habibana, orang sudah datang dari jauh jauh waktu maksudnya ingin duduk didepan, kami minta mereka mundur untuk tempat para tamu mereka mersedia mundur dengan baik baik, namun jamaah yg dibelakang mereka sudah penuh dan tak mau mundur, maka mereka harus kemana?,. saya bingung dan terjadilah adu omong yg tidak sepantasnya terjadi..

demikian kabar dari Ust Syukron, penyebab ini semua adalah panitya Istiqlal yg merasa sudah tahu cara mengatur sejak belasan tahun, namun mereka belum pernah lihat yg namanya jamaah MR yg sangat antusias.

memang ini pertama kali MR membuat acara di istiqlal, dan penggeseran jamaaah ke belakang itu tak pernah terjadi selama MR ada, baru kali ini saja, dan itupun sebab miss komunikasi dg panitya Istiqlal.

saya, hamba yg hina, munzir almusawa, dengan ini menghaturkan beribu maaf pada anda dan semua teman anda yg tersingkir atau tersinggung, karena saya bertanggung jawab penuh atas acara tersebut, mohon sampaikan salam takdhim dan maaf saya pada teman teman anda, maafkan hamba dari kejadian tsb, dan hamba akan berusaha untuk jangan sampai terulang.

demikian pula pengaturan jamaah Nisa yg sudah diatur dilantai dua, sebagian adalah orang yg sudah lanjut usia, yg biasanya jarang di almunawar ada wanita manula hadir di majelis kita, maka mereka keberatan naik keatas dan memilih dudul dilantai saja, sedangkan jamaah pria dirujuk untuk naik kelantai 3, 4, dan 5, namun mereka terhalang oleh nisa yg duduk ditangga karena tak mampu atau malas naik ke lantai dua.

teknis ini kesalahan kita, karena baru pertama kali mengadakan acara di Istiqlal.

mengenai pagar pembatas besi itu akhirnya disingkirkan atas usulan guru mulia, beliau tak senang melihat orang orang mengintip intip wajah beliau dari belakang tabir itu, beliau memanggil saya dan berkata : \"Jika besi besi itu disingkirkan, apakah mereka akan sampai pada saya kesini..?\"
saya berkata : mereka akan maju pada saat mahal qiyam wahai tuanku, namun tidak akan sampai kehadapan antum disini,

maka beliau diam dan seakan memilih untuk membiarkan saja tabir besi itu..

namun setelah beberapa lama beliau akhirnya tak tega dan memanggil saya lagi : singkirkan saja tabir besi itu..\"

maka tabir besi disingkirkan, jamaah senang dan melihat wajah beliau, maka wajah beliaupun cerah gembira melihat jamaah yg senang dan tidak kecewa.

masalahnya begini, crew kita sangat terbatas, semestinya tak perlu ada tabir besi itu, cukup crew yg duduk memenuhi satu shaf sebagaimana di almunawar, karena di almunawar tahun lalu saat kunjungan Guru Mulia, kita memakai 400 crew.

namun tahun ini karena acara sangat padat, mulai ziarah luar batang, lalu haul cidodol, lalu monas, lalu alhawi, lalu istiqlal, mereka harus memasang sound system sana sini, 200 umbul2, belasan Baliho, mengatur border guru mulia, mereka sudah tak sempat makan dan minum dan tak ingat makan minum lagi dari sibuknya, maka pada hari ketiga dan keempat banyak yg bergelimpangan dan pulang kerumahnya tak mampu meneruskan,

maka acara istiqlal adalah acara malam terakhir Guru Mulia, maka sebagian besar panitya sudah undur diri, dan yg ada tinggallah wajah wajah kelam karena kelalahan dan kurang istirahat, dan tertimpa beban semakin berat karena crew banyak yg undur diri, maka mereka mulai cepat emosi dan seakan kebingungan sendiri tak tahu harus berbuat apa..

insya Allah hal ini tak terulang lagi saudaraku, beribu maaf

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru