October 21, 2020

Re:Mimpi bertemu Waliyullah

Home Forums Forum Masalah Tauhid Mimpi bertemu Waliyullah Re:Mimpi bertemu Waliyullah

#199875337
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. betul, kewalian itu bisa sementara, bisa berlanjut hingga wafat, dan itulah yg paling dirisaukan para wali Allah, mereka tidak membutuhkan kewalian secara jabatannya, tapi mereka takut jatuh derajatnya dari kedekatan pada Allah swt, maka semakin tinggi derajat kewalian, semakin takut mereka berbuat yg makruh, apalagi yg haram.

2. tiada jaminan bahwa mimpi itu benar kecuali mimpi Rasul saw, bisa dari syaitan dan bisa dari Allah, dan jika benar, bisa bermakna ia akan menjadi wali Allah, atau mempunyai sifat yg terpuji yg ada pd wali Allah maka ia dipuji dg pujian itu, misalnya seorang yg bukan shalihin yg benar benar sangat jauh dari dosa, lalu ia berbuat baik hingga diketahui oleh seorang yg berbudi luhur dan shalih, maka orang shalih itu berkata padanya : engkau memang orang shalih..

padahal yg dimaksud adalah ia telah berbuat sesuatu amal mulia yg biasa ada pada para wali Allah swt.

bahkan ada seorang yg ketika datang berhadapan dg seorang wali Allah dan sangat shalih dan diakui oleh para ulama dan shalihin akan kewalian dan keshalihannya, ia ketika kedatangan seseorang pemuda ia berkata : selamat datang wahai Muhammad.., sambil menangis..,
tamunya yg kebingungan berkata : nama saya bukan Muhammad, nama saya fulan bin fulan, maka Wali Allah yg sudah sangat sepuh itu kembali berkata : Engkau Muhammad…, terus ia mengulang ulang kalimat itu sambil menangis menyambut tamunya itu,

dan setiap tamunya itu datang selalu ia berkata gembira sambil menangis : selamat datang wahai Muhammad..!, sambil terus menangis haru memandangi tamunya.

ketika pemuda itu menikah, ia tidak mengundang sang Shalih yg sepuh tsb, maka ketika ia mendengar kabar dari orang lain, ia langsung menangis dan berkata : Muhammad menikah tidak mengundangku..??, bawa aku sekarang kerumah pengantin.. sekarang juga…,

maka anak anak dan cucunya membawanya dg tandu karena ia sudah sangat sepuh dan hampir tidak pernah keluar rumah, ketika berjumpa dg pemuda yg baru saja akad nikah itu ia berkata : Wahai Muhammad kau menikah tak mengundangku…, sambil menangis.., maka pemuda itu berkata : sungguh saya tidak berani mengundang tuan, tuan sudah terlalu sepuh dan payah, untuk apa susah susah dan akan semakin payah menghadiri akad nikah saya, saya tidak tega dan tidak berani.., maka tetap Sang Wali sepuh itu berkata : Muhammad menikah tidak mengundangku.. sambil menangis.. aku mesti hadir..

tentunya bukan berarti pemuda itu nabi Muhammad saw, namun mungkin tamunya itu sering bershalawat atau dicintai atau sangat mencintai Nabi Muhammad saw dan hal itu diketahui oleh Sang Wali Shalih yg sepuh tersebut.

derajat kewalian hanya bisa dicapai dg bimbingan seorang Wali Allah yg benar benar shalih yg membimbingnya, membenahi akhlak dan budi pekertinya, dan membenahi segala hari harinya, diajari, dituntun, dibimbing, hingga ia terus menerus dalam keshalihan dan kemuliaan dan mencapai derajat kewalian, dan dikatakan oleh para guru guru kita, tidak semua wali Allah swt bisa membimbing muridnya mencapai derajat wali Allah.

maka mimpi itu bisa bermakna benar untuk dimasa mendatang atau berupa pujian, atau mudah2an bukan dari syaitan, saran saya jika seseorang bermimpi demikian maka ia berdoa pada Allah agar mimpinya dijadikan kenyataan oleh Allah swt

3. perjumpaan dalam mimpi dg para shalihin dan ulama adalah pertemuan ruhiyah, sebagaimana sabda nabi saw : \"Ruh adalah pasukan yg berkelompok kelompok, jika orang orang saling mengenal maka ruh nya saling bersatu, jika ia berselisih maka ruh nya pun saling berpisah (Shahih Bukhari).

makna memeluk beliau dan beliau diam saja, bisa bermakna anda mencintainya dalam keadaan hidup dan beliau telah wafat, atau menunjukkan bahwa anda masih hidup dan beliau telah wafat.

mengenai ayah ruh, dikatakan oleh para guru guru kita, bahwa ayah adalah ayah untuk jasad kita, dan guru yg membimbing kita pada keridhoan Allah adalah ayah untuk ruh kita, kecuali jika ayahnya yg membimbingnya pada keridhoan Allah swt, maka ia adalah ayah bagi ruh dan jasad sang anak.

Alhamdulillah saya beberapa kali berkesempatan berziarah ke makam beliau saat ke kalsel ditemani bpk Gubernur Kalsel dan jamaah.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru