October 22, 2020

Re:posisi berdiri ma\’mum

Home Forums Forum Masalah Fiqih posisi berdiri ma\’mum Re:posisi berdiri ma\’mum

#74838369
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan kelembutan Nya swt semoga selalu menghiasi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
1. berbuat hal itu ada ikhtilaf antara ulama, ada yg bilang makruh, ada yg bilang tetap yutsab alaih (ada pahalanya), demikian dijelaskan oleh para fuqaha, mereka yg makruh mengatakan memang tak selayaknya seseorang shalat dg dua imam, lalu kalau ada yg masbuq lagi maka si makmum akan jadi imam lagi, lalu sambung menyambung begitu, sungguh yg afdhal adalah selesaikan sendiri sendiri, atau membuat jamaah baru yg shaf nya rapi, bukan shaf yg sambung menyambung begitu,

namun pendapat kedua mengatakan hal itu boleh dan bukan makruh, karena yg disebut makruh adalah hal yg bila ditinggalkan akan mendapat pahala dan jika dilakukan tak mendapat pahala, maka mustahil hal tersebut bila dilakukan tak ada pahalanya, dan mustahil pula hal itu dibenci Allah dan bila ditinggalkan akan diberi pahala, hal itu boleh saja walau bersambung menyambung sampai waktu shalatnya habis.

namun kalau saya melihat guru mulia saya, beliau lebih suka membuat jamaah baru bila terlambat, misalnya imam sudah dua rakaat, maka beliau diam saja dulu menunggu berdatangan orang lain lalu setelah jamaah pertama selesai barulah beliau membuat jamaah baru, itu lebih afdhal karena pahala jamaahnya sempurna dari awal hingga akhir,

terkecuali bila terburu buru atau tidak diharapkan ada orang lain akan datang, baru beliau masbuq.

2. mengenai masbuq dengan menepuk punggung calon imam adalah ijtihad para imam, dan hal itu adalah perlu, sebab ia harus tahu dan perlu dikagetkan sedikit bahwa ia tidak shalat sendiri, ada makmum mau masuk padanya,

sebab bila kebetulan ia shalat sunnah (bukan shalat fardhu) selayaknya ia memberi isyarat dengan menjatuhkan tangannya dan menghadapkan telapak tangannya kebelakang sebagai tanda penolakan, agar calon makmum tahu bahwa ia bukan sedang shalat fardhu tapi shalat sunnah, maka tanda itu adalah isyarat agar jangan bermakmum padanya.

demikian saudaraku yg kumuliakan.

wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru