November 24, 2020

Re:Tentang Tariqah

Home Forums Forum Masalah Umum Tentang Tariqah Re:Tentang Tariqah

#182412209
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
selamat datang di web pecinta Rasulullah saw, kita bergabung dg keluhuran,
kondisi saya drop beberapa minggu namun Alhamdulillah kini sudah membaik.

1. tidak saudaraku, ucapan itu untuk Jin dan manusia, dijelaskan oleh para ulama, diantaranya Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya pada ayat ini bahwa Rasul adalah dari golongan manusia, dan dari golongan jin adalah pengikut para Rasul yg membantu para Rasul berdakwah pada golongan Jin, dan imam Ibn Katsir menukil banyak dalil akan hal ini diantaranya dari Ibn Abbas ra dll. dan demikian dijelaskan pada Tafsir Imam Attabari, dan pada Tafsir Ibn Abbas ra diperjelas bahwa Rasul (utusan) yg dimaksud adalah nabi Muhammad saw, dan dari beliau saw ada 9 orang jin yg merupakan utusan (Rasul) dari Nabi Muhammad saw, walau ada pendapat yg mengatakan diantara jin ada yg menjadi Rasul diberi nama yusuf, namun pendapat terkuat adalah semua Rasul adalah dari keturunan Adam as sebagai khalifah dimuka bumi.

2. sanad keguruan tidak mesti bai;at saudaraku, maka Thariqah alawiyah adalah dari Rasul saw, dan tidak diberi nama karena merupakan tuntunan Rasul saw, namun setelah banyak thariqah lain maka barulah diberi nama Thariqah alawiyyah,

kenapa ada thariqah?, karena dimasa itu sebagian muslimin hanya perduli pada syariah saja, maka mesti ada kelompok kelompok dzikir yg hanya mendalami dzikir saja, maka dibuatlah thariqah, sebagai penyeimbang antara keduanya.

lalu muncullah pencetus Thariqah alawiyyah yaitu imam Faqihil Miugaddam yg kembali menyatukan syariah dan haqiqah dalam satu tuntunan sebagaimana dimasa nabi saw.

semacam Imam Abdul Qadir Aljailani dimasanya belum muncul nama thariqah alawiyyah, namun sanad keguruannya bersambung pada Rasul saw, dan ia tak mengajarkan tasawwuf/haqiqah saja, ia sangat mendalam dalam syariah, namun lebih menonjol ilmu syariahnya daripada tasawwufnya. maka semua imam imam itu tentu bersanad guru kepada Rasul saw, yaitu pembawa syariah dan haqiqah.

dimasa Imam Faqihil Muqaddam semakin meluas tasawwuf ditinggalkan, semua ulama sibuk dg syariah saja, maka ia mencetuskan thariqah alawiyyah, yaitu pemaduan kembali syariah dan haqiqah, dan belum ada thariqah seperti ini, yg ada adalah terpisah, syariah berpegangan pada madzhab, dan tasawwuf berpegang pd thariqah,

namun Thariqah alawiyyah memadukannya, bermadzhab syafii, tauhid pd Imam Asy;ariy, dan tasawwuf dari Imam Abu Madyan dan guru guru para Imam Ahlulbait merekadari ayah ayah mereka yg juga merupakan para imam imam besar, yg sanad keguruannya dari anak ke ayah selanjutnya demikian hingga Imam hasan dan husein hingga Sayyidah Fathimah Azzahra dan Imam Ali kw, hingga Rasul saw.

maka thariqah alawiyyah dinamakan induk dari semua thariqah.

3. pencetusnya adalah dari Thariqah alawiyyah, namun jika thariqah lain mengamalkannya maka tak ada larangannya, karena ia merupakan kumpulan dzikir nabi saw yg berhak diamalkan seluruh muslimin

4. tidak saudaraku, thariqah haddadiyah, attasiyyah dll hanya gelar saja, tetap berinduk pd Thariqah alawiyyah, sama seperi keluarga assegaf, alhamid dlsb, tetap berinduk pd nasab Rasul saw. namun hanya gelar saja.

5. betul saudaraku, sebagaimana penjelasan saya diatas

6. tidak saudaraku, Qutbuzzaman tidak mesti 100 tahun memegang jabatannya, bisa hanya sedetik, atau puluhan tahun, maka lebih dari 14. beda dg Mujaddid, yaitu Imam yg membaharui kembali ajaran islam didunia, mereka muncul pada setiap awal abad.

7. maknanya adalah aamun makhsush, yaitu umumnnamun ada pengecualiannya, sebagaimana ada pula ayat lain QS Annur 36, dan banyak lagi, mengenai dalil dali dzikir jamaah sudah saya jelaskan di buku saya kenalilah akidahmu edisi 2 yg baru terbit, anda dapat memesannya di kios nabawiy.

8. sebagian pendapat memakruhkannya, namun pendapat yg kuat bahwa duduk bersila adalah sunnah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Adabul Mufrad bahwa Rasul saw duduk bersila, juga Ibn Abbas ra, juga Anas bin Malik ra.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru