Forum Replies Created

Viewing 10 posts - 331 through 340 (of 358 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: biografi ibnu diba\’ #89112573
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di Muliakan Allah SWT, pertanyaan anda sebelumnya pernah dibahas di Forum, berikut kutipan jawaban Habibana Munzir

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    beliau adalah Al Imam Al Hafidz Al Muhaddits Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As syaibaniy Addeba\’iy Alyamaniy, yang terkenal dengan ibn diba\’ dengan maulidnya addiba\’i, beliau adalah perawi hadits besar di zamannya, dan beliau wafat di wilayah Yaman Utara, dekat Zabid, tidak jauh dari Kubur Imam Al Bushiri yg mengarang Qasidah Burdah, dan di dekat itu pula terdapat Ahluttariqah Anbariyyah yg masih menyimpan sehelai rambut Rasulullah saw.

    mengenai dzikir yg menenangkan jiwa adalah menyebut nama Allah dengan jiwa anda, sebutlah namanya dengan Jiwa anda, dengan segala pengagungan dan kerinduan, teruslah sebut nama Agung itu dalam hati anda, anda akan merasakan efek yg tiba tiba membuat hati anda sejuk dan tenang, hingga anda merasa nikmat dan ledzat seakan sudah berada di sorga.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lamaikumsalam[/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=9677〈=id#9677[/url]

    in reply to: biografi lenkap imam abdurrahman ad-diba\’ie #89145126
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di Muliakan Allah SWT, pertanyaan anda sebelumnya pernah dibahas di Forum, berikut kutipan jawaban Habibana Munzir

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan Rahmat dan Inayah Nya swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    beliau adalah Al Imam Al Hafidz Al Muhaddits Abdurrahman bin Ali bin Muhammad As syaibaniy Addeba\’iy Alyamaniy, yang terkenal dengan ibn diba\’ dengan maulidnya addiba\’i, beliau adalah perawi hadits besar di zamannya, dan beliau wafat di wilayah Yaman Utara, dekat Zabid, tidak jauh dari Kubur Imam Al Bushiri yg mengarang Qasidah Burdah, dan di dekat itu pula terdapat Ahluttariqah Anbariyyah yg masih menyimpan sehelai rambut Rasulullah saw.

    mengenai dzikir yg menenangkan jiwa adalah menyebut nama Allah dengan jiwa anda, sebutlah namanya dengan Jiwa anda, dengan segala pengagungan dan kerinduan, teruslah sebut nama Agung itu dalam hati anda, anda akan merasakan efek yg tiba tiba membuat hati anda sejuk dan tenang, hingga anda merasa nikmat dan ledzat seakan sudah berada di sorga.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lamaikumsalam[/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=9677〈=id#9677[/url]

    in reply to: Niat Shalat Qashar Jama\’ dan Qadha #89210364
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di Muliakan Allah SWT, pertanyaan anda sebelumnya pernah di bahas diforum, berikut jawaban dari Habibana Munzir :

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    1. Ushalli fardhu (ddhuhri/l’ashri/lmaghribi/l’isya’i) Jam’an, Taqdiiman (atau Ta’khiiran) lillahi ta’ala
    aku niat shalat fardhu dhuhur /asar/magrib/isya jamak taqdim (digabungkan dan didahulukan / diakhirkan dari waktunya), karena Allah ta’ala

    2. Ushalli fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (tidak ada Qashr untuk shalat maghrib) Taqdiiman (atau Ta’khiiran) Qashran lillahi ta’ala
    “aku niat shalat fardhu dhuhur /asar /isya jamak taqdim (digabungkan dan didahulukan dari waktunya/ diakhirkan waktunya), karena Allah ta’ala

    Niat shalat dalam perjalanan dengan Qashar tanpa jamak :
    Ushalli fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (tidak ada Qashr untuk shalat maghrib) Qashran lillahi ta’ala.
    Aku niat shalat fardhuddhuhri/l’ashri /l’isya’I (diringkas dari 4 rakaat menjadi dua rakaat /qashran dan tak ada qashran untuk subuh dan magrib)

    Yaitu Qashar tanpa jamak, ia shalat dhuhur atau asar atau isya tetap pada waktunya, tidak dijamak, namun ia meng Qasharnya, hal ini boleh, karena Jamak tidak mesti Qashar, dan Qashar tak harus jamak.

    3. Tentunya syaratnya adalah perjalanan lebih dari marhalatain (82km) bagi Qashar atau Jamak Qashar, dan perjalanannya bukan perjalanan maksiat, atau makruh, perjalanan untuk maksiat telah jelas, perjalanan untuk hal yg makruh misalnya menjual kafan atau peti mati, hal ini makruh, atau perjalanan demi membeli / menjual barang barang makruh, atau perjalanan makruh lainnya.

    Dan perjalanan keluar dari wilayahnya sudah boleh jamak, tanpa qashar.

    namun lafadh itu tadi sunnah hukumnya dan bukan merupakan rukun shalat, yg wajib ada adalah niatnya walau dalam hati.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam rahmat Nya swt selalu,

    Wallahu a’lam[/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=5165&lang=id#5165[/url]

    in reply to: shalawat syifa #88172415
    mfd
    Participant

    DOA KESEMBUHAN

    [size=4][b]اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ . اَذْهِبِ الْبَأسَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّافِى وَعَافِ اَنْتَ اْلمُعَافِيْ , لاَشِفَاءَاِلاَّشِفَاؤُكَ , شِفَاءًلاَيُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَاَلَمًا[/b][/size] ,

    in reply to: menikah #88765986
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di muliakan Allah, pertanyaan anda sudah pernah dibahas sebelumnya diforum, berikut kutipan jawaban dari Habibana Munzir :

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kebahagiaan Abadi dan kesejukan jiwa semoga selalu terlimpah pada anda dan keluarga,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    Dalam hal ini terdapat ikhtilaf, mengenai fatwa Alhabib Abdulqadir Assegaf Jeddah justru fatwa beliau sesuai dengan yg saya sampaikan,

    Permasalahan utamanya saudaraku, kini Nisa dari kalangan dzurriyah lebih banyak dari pria, lalu apa solusinya?, maksud anda mereka diharamkan menikah?, lalu bagaimana dengan pria nya yg tak mau berpoligami dan nisa nya yg menentang poligami?, lalu bagaimana dengan mereka yg tak mendapatkan suami?,

    Tentunya mesti ada penyelesaian dalam hal ini, dan kini yg dipermasalahkan adalah bagaimana caranya Banat Zahra terjaga oleh orang yg baik baik, walaupun bukan dari dzurriyyah, maka peringkatnya adalah menikah dg dzurriyyah, lalu bila tidak berhasil mendapatkannya maka peringkat selanjutnya adalah menikah dg pria yg baik baik,

    Karena mengharamkan wanita menikah adalah perbuatan yg mungkar,

    Mengenai fatwa fatwa dari para ulama yg anda sebutkan adalah fatwa di masa mereka yg saat itu jumlah pria dan wanita masih berimbang, dan pria dari kalangan dzurriyah adalah pria yg shalih dan ditarbiyyah dg tarbiyah yg luhur,

    Ini adalah pendapat Guru Mulia Alhabib Umar bin Hafidh yg saya langsung menanyakannya, demikian pula fatwa Mufti Hadramaut Alhabib Ali Masyhur bin Hafidh

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a’lam

    [/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=6013&lang=id#6013[/url]

    in reply to: Lama darah Haid #88702167
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di muliakan Allah, pertanyaan anda sebelumnya pernah dibahas di forum. Berikut saya tampilkan jawaban dari Habibana Munzir :

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Curahan Rahmat Nya swt semoga selalu menghujani kemudahan pada hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    haidh dihitung dengan cara maksimal 15 hari, jika lebih dari 15 hari darah /cairan keruh belum berhenti maka itu adalah istihadhah, hukumnya ia sudah suci, shalat, puasa dll sebagaimana orang yg suci, karena hal itu sudah diluar haid,

    jika beberapa hari saja lalu berhenti, lalu beberapa hari kemudian keluar lagi, maka kesemuanya terhitung haid, misalnya 3 hari darah mengalir, 2 hari tak ada, lalu kemudian darah mengalir lagi, maka kesemuanya dihitung haidh selama belum mencapai 15 hari.

    jika sudah mencapai 15 hari maka ia telah suci, walaupun darah atau cairan keruh masih mengalir, hukumnya Istihadhah, yaitu diluar haidh, dan ia terhitung telah suci.

    suci dari haid bisa diketahui dengan sirnanya darah dan cairan keruh, yaitu jika diusap dg tisu atau kapas maka yg terlihat tak ada lagi keruh atau warna coklat atau darah, tapi putih berish.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam[/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=9202&lang=id#9202[/url]

    in reply to: aqiqah #88267719
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di muliakan Allah, pertanyaan anda ini sudah pernah dibahas sebelumnya di forum, berikut saya tampilkan jawaban dari Habibana Munzir :

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    berikhtilaf ulama dalam hal ini, sebagian mengatakan hal itu tidak disunnahkan, namun sebagian ada yg memperbolehkannya.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam[/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=10146&lang=id#10146[/url]

    in reply to: Malam 1 January 2008 #88691548
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam wr wb

    Saudaraku yang dimuliakan Allah, untuk Tabligh Akbar Malam 1 Januari 2008 disediakan tempat khusus hawa/nisa.

    demikian saudaraku.
    wassalam

    in reply to: sholawat naryah #88670265
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Saudaraku yang di muliakan Allah, pertanyaan anda pernah dibahas sebelumnya di forum, berikut saya tampilkan jawaban dari Habibana Munzir :

    1.[size=4]اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم ل[/size]

    2.[quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan Cahaya keridhoan Nya swt semoga selalu mengiringi hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    mengenai shalawat nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga,

    ini adalah kiasan saja dari sastra balaghah arab dari cinta, sebagaimana pujian Abbas bin Abdulmuttalib ra kepada Nabi saw dihadapan beliau saw : “… dan engkau (wahai nabi saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang benderang, dan langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala shahihain hadits no.5417), tentunya bumi dan langit tidak bercahaya terang yg terlihat mata, namun kiasan tentang kebangkitan risalah.

    Sebagaimana ucapan Abu Hurairah ra : “Wahai Rasulullah, bila kami dihadapanmu maka jiwa kami khusyu” (shahih Ibn Hibban hadits no.7387), “Wahai Rasulullah, bila kami melihat wajahmu maka jiwa kami khusyu” (Musnad Ahmad hadits no.8030)

    semua orang yg mengerti bahasa arab memahami ini, Cuma kalau mereka tak faham bahasa maka langsung memvonis musyrik, tentunya dari dangkalnya pemahaman atas tauhid,

    mengenai kalimat diminta hujan dengan wajahnya yang mulia, adalah cermin dari bertawassul pada beliau saw para sahabat sebagaimana riwayat shahih Bukhari.

    mengenai bacaan 4444X atau lainnya itu adalah ucapan sebagian ulama, tidak wajib dipercayai dan tidak ada larangan untuk mengamalkannya,

    shalawat ini bukan berasal dari Rasul saw, namun siapapun boleh membuat shalawat atas nabi saw, sayyidina Abubakar shiddiq ra membuat shalawat atas nabi saw, Sayyidina Ali bin abi thalib kw membuat shalawat, juga para Imam dan Muhadditsin, shalawat Imam Nawawi, Shalawat Imam Shazili, dan banyak lagi, bahkan banyak para muhadditsin yg membuat maulid, bukan hanya shalawat.

    syirik?, yah.. syirik tentunya bagi orang orang wahabi, mereka memang tak diperuntukkan untuk mendapat kemuliaan shalawat, kasihan juga kalau Abubakar shiddiq dibilang syirik, juga Ali bin Abi Thalib kw, juga para muhadditsin lainnya,

    karena mereka membuat shalawat,

    tawassul adalah diajarkan oleh nabi saw tawassul pada beliau saw dan pada amal shalih dan pada orang shalih, demikian riwayat shahih Bukhari dari Umar bin Khattab ra dan lainnya.

    Lalu bagaimana dg Abubakar shiddiq ra bicara pada jenazah Rasul saw setelah Rasul saw wafat (shahih Bukhari), tentunya dalam faham wahabi hal ini musyrik

    juga Umar bin Khattab ra wasiat minta dikuburkan dekat kubur nabi saw seraya berkata : “Tidak ada yg lebih kudambakan selain pembaringan disebelah nabi itu”, (shahih Bukhari), tentunya dalam faham wahabi hal ini musyrik

    para sahabat pun semuanya akan divonis musyrik, karena berebutan potongan rambut Rasul saw, (shahih Bukhari)

    dan Asma binti Abubakar shiddiq ra pun akan difitnah musyrik karena bila ada yg sakit ia membasuh jubah nabi saw lalu airnya diminumkan pada yg sakit (shahih Muslim)

    Dan boleh tawassul pada benda, sebagaimana Rasulullah saw bertawassul pada tanah dan air liur sebagian muslimin untuk kesembuhan, sebagaimana doa beliau saw ketika ada yg sakit : “Dengan Nama Allah atas tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yg sakit pada kami, dg izin tuhan kami” (shahih Bukhari hadits no.5413, dan Shahih Muslim hadits no.2194)

    Hanya wahabi saja yg mengingkarinya dari dangkalnya pemahaman mereka pada tauhid dan ilmu hadits.

    Dan mengenai tabarruk pun merupakan sunnah Rasul saw, dan Rasul saw mengajari Tabarruk bahkan Istighatsah.

    Saya ringkaskan jawaban saudaraku karena saya sedang di Pulau Bengkalis, Riau.

    Walillahittaufiq[/quote]

    [url]http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=5878&lang=id#5878[/url]

    in reply to: Sholat Sunnah qobliyah #88521444
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    saudaraku yang dimuliakan Allah, pertanyaan anda sudah pernah dibahas sebelumnya di forum, berikut jawabannya yang sudah saya rangkum :

    hal itu banyak teriwayatkan dg riwayat hadits yg berbeda, ada riwayat qabliyah dhuhur dan ba\’diyyah nya masing masing 4 rakaat, ada riwayat qabliyyah asar 4 rakaat, ada riwayat Qabliyah magrib 2 rakaat.

    mengenai dua rakaat sebelum jum\’at memang riwayatnya lemah, namun demikian pendapat dari madzhab syafii melakukannya, adapula para ulama syafiiyah yg melakukannya 4 rakaat sebelum jumat (sesudah adzan)

    [b]BAB SHALAT SUNAH SUBUH 2 RAKAAT[/b]

    1- sholat sunah subuh 2 rokaat.hadits shohih bukhori,muslim,abu dawud,tirmidzi.
    Sedangkan surat yang sunah dibaca dalam 2 rokaat qobliyah subuh tersebut untuk rokaat pertama setelah alfatihah adalah surat Al kaafirun dan rokaat kedua adalah al ikhlas.Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah ra bahwa nabi SAW membaca alkafirun dan al ikhlas dalam 2 rokaat sunah subuh.(HR Muslim,abu dawud dan tirmidzi).

    Begitu juga Hadits riwayat Ibnu majah dengan isnad yang kuat,dari Abdullah bin syaqiq dari Aisyah ra bahwa Rosulullah SAW sholat 2 rokaat sebelum subuh membaca surat Al kafiruun dan al ikhlas.

    Sholat sunah sebelum subuh ini boleh dilakukan dimasjid ataupun dirumah.Kedua riwayat yang masing memperbolehkan sholat dirumah dan dimasjid sama dari Ibnu Umar ra tapi dengan jalan berbeda.Namun sebagian salaf lebih memilih sholat sunah sebelum subuh itu dilakukan dirumah sebelum pergi kemasjid.Sebagaimana dinyatakan oleh mahky dari ibnu umar dan pendapat ini juga diperkuat oleh para guru imam Ibnu Hajar.

    Ada pertanyaan bolehkah sholat sunah subuh dilakukan setelah sholat subuh apabila tertinggal?..Jawabanya bolehDalilnya sebuah hadits dari Abu hurairah ra,nabi SAW bersabda:\"Barang siapa tidak sempat sholat sunah subuh,maka boleh dilakukan setelahnya (sholat subuh)\".(HR Tirmidzi 423,juga imam haim dalam Al mustadrok 1/274,Baghowy dalam syarah sunah 3/335,Tafsir alqurthuby 2/304 dan alhindy dalam kanzul umal 19331).

    Tapi dalam salah satu kitab fiqh syafi\’iyyah disebutkan bahwa yang diperbolehkan untuk melaksanakan sholat sunah subuh dilakukan setelah sholat fardhu subuh adalah bagi yang terbiasa melakukan sholat sunah tersebut.Jika tidak terbiasa melakukannya maka tidak diperbolehkan karena ada hadits shohih yang mengatakan tidak ada sholat setelah sholat subuh.

    Oleh para ulama larangan tersebut adalah pada sholat2 yang tidak mempunyai sebab/sunah mutlak.Tapi kalau sholat itu dzuu sababin seperti sholat qodho,sholat janazah dll maka diperbolehkan.

    Mudah2an kita semua senantiasa mengamalkan sholat 2 rokaat sunah subuh.Karena nabi SAW sangat memperhatikannya,bahkan dalam sebuah hadits shohih nabi bersabda :\"Dua rokaat sunah subuh lebih aku cintai dari dunia seisinya\".(HR Muslim dalam kitab sholat almusafiriinb bab 14 no 97).

    Masya Allah….Lihatlah bagaimana nabi SAW sangat mementingkan 2 rokaat sunah subuh itu.Mudah2an kita semua bisa konsisten mendirikan 2 rokaat sunah subuh sebagaimana nabi kita Muhammad SAW senantiasa melaksanakannya.

    [b]BAB ROOTIBAH AL DZUHRI / rowatib dzuhur[/b].

    Dari Abdullah bin Umar: ra\"Saya sholat bersama nabi SAW 2 rokaat sebelum dzuhur dan 2 rokaat setelahnya\".(HR Bukhori,Muslim dan tirmidzi).

    Dari Aisyah ra :\"Bahwa Rosulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat sunah sebelum dzuhur 4 rokaat dan 2 rokaat sebelum sholat subuh\".(HR Bukhori).

    Dua hadits diatas adalah shohih semuanya,lalu manakah yang benar.Tentu saja dua2nya benar,karena semua shohih.Sebagian Ulama mengatakan bahwa jika nabi SAW melakukan 4 rokaat sebelum dzuhur itu karena nabi SAW melakukannya dirumah,sehingga Aisyah ra mengetahuinya.Sedangkan Ibnu umar hanya tahu ketika nabi sholat dimasjid 2 rokaat.

    Menurut pendapat Abu ja\’far Al thobary bahwa Rosulullah SAW lebih sering melakukan 4 rokaat sebelum dzuhur dari pada 2 rokaat.

    Ada pendapat lain seperti berikut,4 rokaat sebelum dzuhur yang rosulullah SAW lakukan bukanlah sunah dzuhur,tapi sholat sunah mutlak dimana nabi SAW selalu melakukan setelah zawal/matahari mulai condong sedikit dari arah tegak diatas kepala.Sebuah hadits dari tsauban ra:\"bahwa nabi SAW sangat menyukai sholat setelah nishfi al nahaar/setelah tengah hari.Lalu Aisyah ra bertanya;\"Ya Rosulallah,aku melihat engkau suka sekali sholat disaat2 seperti ini\".Nabi SAW menjawab:\"Pintu2 langit dibuka,Allah melihat makhluknya dengan rahmat,itulah sholat,dimana nabi Adam,nuh,ibrahim,musa dan isa selalu menjaganya\".(HR Al Bazzar).

    Hadits diatas disebutkan oleh Al Zubaidy dalam kitab Ittihaf al saadat al muttaqin 5/145,kemudian Al haitsamy dalam mujma\’ Al Zawaaid 2/219,Al mundziri dalam At Targhib wa attarhiib 1/400 dan Al Muttaqy Al Hindy dalam kanzul umal 23463.

    Ada lagi hadits dari Abdillah bin Saib ra:\"Bahwa Rosulullah SAW selalu sholat 4 rokaat setelah zawaalnya matahari dan sebelum dzuhur,dan Rosulullah SAW bersabda:\"Bahwa pada saat2 tersebut pintu2 langit dibuka dan aku sangat senang jika amalku naik merupakan amal sholih\".(HR tirmidzi)

    Dari Umi habibah ra berkata:\"Nabi SAW bersabda:\"Barang siapa menjaga 4 rokaat sebelum dzuhur dan 4 rokaat setelahnya,maka Allah haramkan ia dari neraka\".(HR Abu Dawud 1269,tirmidzi 427).Menurut Imam tirmidzi hadits ini Hasan shohih.

    Umi habibah adalah salah isteri Nabi SAW (Ummul mulminin).Nama aslinya adalah Romlah binti Abi sufyan.Menurut pendapat yang lain namanya Hindun binti abi sufyan.Sebelum dinikahi Rosulullah SAW,Umi habibah adalah janda dari seorang sahabat bernama ubaidillah bin jahsy yang menjadi kelompok pertama yang ikut hijrah ke habayah.Kemudian setelah Ubaidillah wafat dan nabi SAW memuliakan ummi habibah dengan menikahinya.

    Hadits berikutnya dari Aisyah ra :\"Bahwa jika Rosulullah SAW tertinggal sholat 4 rokaat sebelum dzuhur,maka beliau melakukannya setelah dzuhur\".(HR Tirmidzi 426).Menurut Imam tirmidzi hadits ini hasan shohih.

    Sementara hadits lainnya dari Ibnu Umar ra,beliau berkata:\"rosulullah SAW bersabda:\"SEmoga Allah merahmati orang-orang yang sholat sunah dzuhur 4 rokaat\".(HR Ahmad dan titmidzi).Hadits ini dihasankan oleh Abu Dawud.Tapi oleh Ibnu khuzaimah dan Ibnu Hibban hadits ini shohih.

    Melihat beberapa hadits diatas,disimpulkan oleh kalangan madzhab Syafi\’i bahwa yang rojih bahwa sholat sunah qobliyyah dan ba\’diyyah dzhur masing-masing 4 rokaat.

    [b]BAB SHOLAT SUNAH ASAR[/b]

    1- Hadits dari Ali Bin Abi Tholib ra ,bahwa Rosulullah SAW sholat sunah sebelum ashar 2 rokaat.(HR Abu Dawud 1272 dengan isnad shohih).

    2- Hadits dari Ali Bin Abi Tholib ra,bahwa Rosulullah SAW sholat sunah 4 rokaat sebelum ashar dengan 2 salam.(HR Tirmidzi 429)menurut beliau hadits ini hasan.

    3- Hadits dari Ibnu Umar ra,dari nabi SAW bersabda:\"Semoga Allah merahmati orang2 yang sholat 4 rokaat sebelum ashar\".(HR Abu Dawud 1271 dan Tirmidzi 430).Hadits ini hasan menurut tirmidzi,tapi menurut Ibnu Hibban hadits ini shohih.

    Hadits ke 1 dan ke 2 yang dari Ali Bin Abi Tholib nampak berbeda.Hadits pertama menjelaskan bahwa sholat sunah ashar 2 rokaat.Tapi pada hadits yang ke 2 mengatakan 4 rokaat.

    Menurut Ibnu \’Allan 2 hadits diatas tidak bertentangan,karena jumlah bilangan rokaat bukanlah hujjah.Karena menurut beliau Rosulullah SAW pada satu waktu melaksanakan sholat sunah ashar tersebut 2 rokaat dan saat yang lain 4 rokaat.

    Melihat hal ini sebagian madzhab syafi\’i berpendapat sholat sunah ashar ghoiru muakkad.Ini menurut Ibnu \’Allan.Sedangkan Ibnu Ruslan mengatakan bahwa sholat sunah ashar adalah muakkad..Wallohu a\’lam.

    Catatan;
    A). Madzhab Syafi\’i : Disunahkan mengqodho sholat sunah yang punya waktu apabila tertinggal seperti sholat rowatib,dhuha dan dua hari raya.Misalnya qobliyah subuh jika tertinggal maka disunahkan untuk di qodho setelah sholat subuh,atau qobliyyah ashar boleh dilakukan setelah ashar jika tertinggal.

    Namun oleh sebagian ulama syafi\’iyyah mensyaratkan diperbolehkannya hususnya mengqodho sholat qobliyah subuh dan qobliyah ashar adalah bagi orang2 yang yang memang membiasakan diri melakukan sholat2 sunah tersebut.jika tidak biasa,maka tidak diperbolehkan.Tapi menurut sebagian yang lain hal itu mutlak diperbolehkan,baik biasa maupun tidak biasa melakukannya.

    Kalau sholat sunah itu tidak punya waktu maka tidak boleh diqodho jika tertinggal,apakah sholat sunah itu dzuu sabab/punya sebab seperti sholat gerhana atau sholat sunah yang tidak punya sebab seperti sunah mutlak,maka sholat itu tidak boleh diqodho

    Wallahu a’lam

Viewing 10 posts - 331 through 340 (of 358 total)