Forum Replies Created

Viewing 8 posts - 351 through 358 (of 358 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: adab kegiatan sehari-hari #87286069
    mfd
    Participant

    1. Bagaimana adab makan, mandi, tidur, majelis ilmu Rasulullah S.A.W.?

    Jawab:

    CARA MAKAN RASULULLAH SAW
    • Nabi saw menjilati jari jemarinya (sehabis makan tiga kali)
    •Rasulullah saw tak mau makan sambil bertelekan
    •Rasulullah saw makan dengan jarinya yang tiga dan menjilatinya bila telah selesai
    •Dihidangkan kepada Rasulullah saw kurma, kemudian beliau pun makan (kurma itu) sambil bersandar, disebabkan karena laparnya

    CARA MANDI RASULULLAH SAW
    •Menutup aurat lalu berwudhu lalu membasahi lipatan – lipatan tubuh, lalu mengguyur air kebagian depan kanan tubuhnya 3x, lalu kebagian depan kiri tubuhnya 3x, lalu bagian kanan belakang tubuhnya 3x, lalu bagian belakang kiri tubuhnya 3x.

    CARA TIDUR RASULULLAH SAW
    •Bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakan telapak tangannya yang kanan dibawah pipinya yang kanan, seraya berdu’a : ‘Rabbi qini adzabaka yauma tab’atsu ibadaka’ (Yaa Rabbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu)
    •Bila Rasulullah saw berbaring ditempat tidurnya, maka beliau berdu’a : ‘Allahumma bismika amutu wa ahya’ (Ya Allah dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup)
    Dan bila beliau bangun, maka beliau membaca : “Alhamdulillahilladzi ahyana ba’dama amatana wailaihin nusyur” (Segala Puji bagi Allah, yang telah menghidupkan daku kembali setelah mematikan daku, dan kepada-Nya tempat kembali)
    •Bila Rasulullah saw berbaring ditempat tidurnya pada setiap malam, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya : “qul huwallahu ahad, qula’udzu birabbil falaq, dan qul a’udzu birabbin nas”. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali”

    CARA RASULULLAH SAW DIMAJELIS ILMU
    •Sama dengan majelis masa kini, dan para sahabat mendengarkan penyampaian beliau dengan menunduk, seakan jika ada burung diatas kepala mereka maka tidak akan terbang, yaitu dari diamnya dan tenangnya tubuh mereka, penuh penghormatan pada Rasulullah saw.

    in reply to: nama qasidah dan textnya #86820887
    mfd
    Participant

    Alaikumsalam wr wb

    Saudaraku yang dimuliakan Allah
    untuk Qosidah yang [b]pertamakali di multimedia yang berjudul maulid [/b]itu maksudnya Qosidah yang urutannya pertama yaa?! Qosidah Shalawat Badr, berikut text arab dan artinya :

    Nasyidah Tawasul Ahlul Badr

    [b]صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
    صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ[/b]
    Limpahan Shalawat Allah, Limpahan Salam Sejahtera dari Allah Kepada Thaha (Muhammad SAW) Rasulillah utusan ALLAH SWT, Limpahan Shalawat Allah,dan Limpahan Salam sejahtera dari Allah Kepada Yasin (Muhammad SAW) Rasulillah kekasih ALLAH SWT.

    [b]تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
    وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Kami bertawasul dengan Bismillah dan dengan sang Penyampai Hidayah, Rasulillah (SAW), dan demi semua para mujahid di jalan Allah, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]اِلهَِـى سَـلِّـمِ اْلاُمـَّة مِـنَ اْلاَفـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
    وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Wahai tuhanku selamatkanlah umat, dari kejahatan dan kemurkaanMu, Dan dari kegundahan serta kesusahan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]اِلهَِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
    مَـكَائِـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Wahai Tuhan Ku selamatkanlah kami, dan tolonglah kami dari segala gangguan, dan singkirkanlah siasat-siasat musuh, dan berlemah lembutlah kepada kami, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]اِلهَِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
    وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Wahai Allah singkirkanlah bencana-bencana dari para pendosa, dan kebinasaaan,
    Dan segala musibah dan wabah penyakit, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
    وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Betapa banyaknya rahmat yang telah tercurah, dan betapa banyaknya kesulitan yang telah tersingkir,
    Dan betapa banyaknya kenikmatan yang sampai, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
    وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ [/b]
    Betapa banyaknya engkau cukupkan usia-usia (dengan hidayah), dan betapa banyaknya engkau santuni orang-orang faqir (dengan kemuliaan dan pengampunan),
    Dan betapa banyaknya engkau sembuhkan orang yang sakit (dengan tawassul dan keberkahan), Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
    فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Sungguh telah tersempitkan hati sanubari para penduduk bumi, maka selamatkanlah musibah dan kesulitan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
    فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Kami datang mengemis kasih sayang, dan munculkanlah kebaikan dan kebahagiaan,
    Maka Luaskanlah Anugerah dikedua tangan kami, Demi Ahlul Badr Wahai Allah

    [b]فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
    اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيْـبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Maka janganlah engkau tolak (wahai Allah SWT) hingga membawa kekecewaan, dan jadikanlah kami selalu dalam kebaikan, Dan dilimpahi kehormatan dan kewibawaan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
    اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ [/b]
    Jika engkau menolak kami (wahai ALLAH SWT) maka pada siapa kami meminta, untuk mendapatkan semua hajat-hajat kami, dan tersingkir segala kesedihan, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]اِلهَِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
    وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Wahai Tuhan Ku ampunilah dan muliakanlah kami, dengan mendapatkan apa-apa yang kami minta, dan terhindarnya keburukan dari kami, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]اِلهَِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
    وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ[/b]
    Wahai Tuhan Ku engkau Pemilik Kasih sayang, Pemilik segala Anugerah dan Pemilik segala Kelembutan, Dan betapa banyaknya kesusahan yang sirna, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    [b]وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
    وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ [/b]Dan limpahan shalawat semoga tercurah pada Nabi Yang Mulia tiada terhitung dan tiada terbatas beserta keluarga Beliau para pembesar yang bercahaya, Demi Ahlul Badr Wahai Allah,

    Demikian saudaraku, jika ingin mendownload Qosidah yang ada di Multimedia webside MR, saudaraku bisa Hubungi Markas Majelis Rasulullah saw 021-83006849 atau saudaraku bisa langsung datang Markas.

    wassalam.
    adminII

    in reply to: umum #86880861
    mfd
    Participant

    [b][u]RIWAYAT HIDUP HABIB MUNZIR AL MUSAWA[/u][/b]

    Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas cianjur jawa barat.

    Nama saya Munzir bin Fuad Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum\’at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1392H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma\’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari’ah ke Ma’had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, disana saya mendalami:

    Ilmu Fiqh:
    – hukum ibadah : hukum shalat (ahkam shalat), hukum zakat (ahkam zakat), hukum puasa (ahkam shaum), hukum haji (ahkam Hajj), dll.
    – hukum waris (ahkam wiratsah)
    – hukum dagang (ahkam bai’)
    – hukum nikah (ahkam munakahat)
    – hukum pidana (ahkam Jinayah)
    Ilmu tafsir Al Qur’an :
    – asbab nuzul
    – tarikh nuzul
    – ma’ani ayat, dll
    Ilmu hadits :
    – Musthalah hadits
    – asbabul wurud
    – ma’ani hadits,
    – tafsir hadits,
    – istinbath hadits, dll.
    Ilmu nahwu
    Ilmu sejarah :
    – sejarah Rasul saw
    – sejarah Sahabat,
    – sejarah tabi’in,
    – sejarah Islam dll.
    Ilmu sastra arab (balaghah)
    Ilmu tauhid :
    – mengenal Allah dari sifat sifat Allah swt
    – mengenal Allah dari ciptaan Nya
    – mengenal Allah dari perbuatan Nya terhadap makhluk
    – mengenal Allah dari perbuatan makhluk pada Nya,
    Ilmu tasawuf :
    – ma’rifatullah
    – tashfiyatul qulub
    – mahabbaturrasul saw
    Ilmu da’wah :
    – da’wah dg mengenalkan kasih sayang Allah
    – pengenalan budi pekerti rasul saw
    – pengenalan kelembutan rasul saw
    – pengenalan kecintaan para sahabat rasul saw, kpd rasul saw
    – pemilihan kalimat kalimat indah dalam berda’wah
    dan ilmu ilmu syariah lainnya.

    Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berda’wah, dengan membuka majlis pertama di condet, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya tidak putus asa, dan terus berda’wah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, urusan pemerintahan, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, inilah Da’wah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.

    Kini majlis ta’lim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah lebih dari empat ribu orang, saya sudah membuka 60 majlis ta’lim di seputar Jakarta,Bekasi,Depok, saya juga sudah membuka majlis bulanan di seputar pulau jawa, yaitu:

    jawa barat :
    – Ujungkulon Banten
    – Cianjur
    – Bandung
    – Majalengka
    – Subang
    – Cirebon
    Jawa tengah :
    – Slawi Tegal
    – Purwokerto
    – Wonosobo
    – Jogjakarta
    – Solo
    – Sukoharjo
    – Jepara
    – Semarang
    Jawa timur :
    – Mojokerto
    – Malang
    – Sukorejo
    – Tretes
    – Pasuruan
    – Sidoarjo
    – Surabaya
    – Probolinggo
    – Situbondo
    – Banyuwangi
    Bali :
    – Klungkung
    – Negara
    – Singaraja
    – Denpasar
    Nusa Tenggara Barat :
    – Mataram
    Madura :
    – Bangkalan
    – Pamekasan
    – Sumenep
    Sumatra :
    – Lampung
    – Palembang
    Kalimantan :
    – Pontianak
    – Banjarmasin
    Sulawesi :
    – Makassar ujungpandang
    – Menado

    Semua keberhasilan dan kemajuan yang gemilang ini menurut saya disebabkan karena saya menyebarkan Kasih saying Allah swt, tanpa mencampuri urusan politik, saya hanya menjadi penyambung lidah Nabi kita Muhammad saw, yang menjadi Rahmat untuk sekalian Alam, sehingga semua orang menerima da’wah saya, karena saya tidak mencampuri kesibukan dan pekerjaannya masing masing.

    Masing masing dengan urusannya tapi sebulan sekali mereka berkumpul untuk mendengarkan seruan seruan penyejuk hati yang membuat ketentraman dirinya, hingga tentram dan damailah mereka dan keluarganya masing masing.

    Demikianlah sekilas dari Biografi saya, untuk memperjelas gerakan da’wah yang saya jalankan, semoga limpahan rahmat Allah swt bagi mereka yang berminat menerima seruan seruan Kelembutan Allah swt, Amin Allahumma Amin.
    Demikian surat ini saya buat,

    Pembimbing “Majlis Rasulullah saw”
    (Munzir Almusawa)

    in reply to: cara sholat Rosululloh #84725921
    mfd
    Participant

    Hadits 1
    Sebagaimana yang diambil dari hadits Rasul saw yang diriwayatkan oleh Aby Hurairoh ra sengguhnya Rasullulah saw berkata : “ Apabila engkau berdiri untuk melakukan shalat maka berwudhulah dengan sempurna, kemudian menghadap kiblat, kemudian engkau bertakbir kemudian bacalah yang termudah bagimu dari AlQur’an, kemudian engkau berrukuk hingga tuma’ninah dalam berukuk kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau meluruskan badanmu berdiri (I’tidal), kemudin bersujut hingga engkau bertuma’ninah dalam bersujut, kemudin angkat kepalamu (duduk antara 2 sujud) hingga engkau bertuma’ninah dalam dudukmu kemudian engkau sujud kedua kalinya hingga bertuma’ninah dalam sujut, kemudian lakukanlah seperti yang tadi diseluruh shalatmu” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)
    dalam Riwayat Muslim Rasullulah saw berkata : “Hingga engkau bertuma’ninah dalam berdirimu”

    Hadits 2
    Riwayat An Ibn Umar ra Rasulullah saw berkata : “ketika duduk untuk berTasyahud menaruh tangan kiri diatas lutut sebelah kiri dan tangan kanannya diatas lutut sebelah kanan, dan memajukan jari telunjuk, dalam Riwayat Muslim (mengumpulkan semua jarinya dan menunjuk dengan jari yang setelah jari jempol).

    Hadits 3
    Riwayat An Aby Mashud ra shabat Basyir bin Syaid “Kita diperintah untuk bershalat.. maka bagaimana kami bershalawat keatasmu, kemudian Rasul saw terdiam lalu Rasulullah saw menjawab “ katakanlah, Allahumma Shali’alla Muhammadin wa’alla ali Muhammad kama shalaita ala Ibrahimma…” sampai dengan akhir shalawat Ibrahimiyah. (HR. Muslim). (Ditambahkan oleh Ibn khuzaimah bagaimana kami bershalawat atasmu jika kami dalam shalat).

    Hadits 4
    Sabda Rasulullah saw “sesungguhnya Rasulullah saw menutup shalatnya dengan salam” (HR.Imam Bukhari dan Muslim) dan dari Wail bin Hujr ra “aku shalat bersama Rasul saw dan beliau salam awal sebelah kanan (Assalamu’alaikum warohmatullahhi wabarokatu) dan salam akhir sebelah kiri (Assalamu’alaikum warohmatullahhi wabarokatu)”.( HR. Abu daut dengan sanad sahih )

    Rukun shalat ada 17
    1. Niat,
    sebagaimana hadits 1 diatas “Apabila engkau berdiri untuk melakukan shalat,,,” dan Hadits Rasul saw “sesungguhnya amal itu dengan niat”
    2. Menghadap kiblat dan berdiri dalam shalat Fardhu,
    dari susunan hadist 1 diatas bahwa hendaknya menghadap kiblat sebelum bertakbir (syarah dari Imam alwi abbas al Maliki kitab Ibanatul ahkam)
    3. Bertakbir,
    yaitu membuka shalat dalam takbirratul ikhram (pendapat terbanyak dari Imam Syafi’I, Imam Hambali dan Imam Maliki bahwa takbiratul ikhram wajib dengan lafdz ‘Allahhu Akbar’)
    4. Membaca Alfatihah,
    para ulama sepakat Imam Syafi’I, Imam Hambali dan Imam Maliki wajibnya membaca Alfatihah disetiap rakaatnya. sebagaimana Hadits Rasulullah saw : “ Tidak sempurna shalat seseorang bila tidak membaca biummil Qur’an (Al Fatihah)” (HR. Bukhari dan Muslim)
    5. Rukuk,
    diriwayatkan oleh sahabat Rasulullah saw Ubbayd assaa’idi ra berkata : “bahwasannya melihat Rasulullah saw jika bertakbir kedua tangannya sejajar dengan bahunya, jika berukuk kedua tangannnya memegang kedua lututnya, sampai dengan akhir…..” ( HR. Imam Bukhari dan Muslim)
    6. Tuma’ninah dalam berrukuk,
    sebagaimana hadits 1 diatas “…kemudian engkau berrukuk hingga tuma’ninah dalam berukuk…”
    7. I’tidal,
    sebagaimana hadits 1 diatas “… kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau meluruskan badanmu berdiri (I’tidal)…”
    8. Tuma’ninah dalam I’tidal,
    sebagaimana hadits 1 diatas “…Hingga engkau bertuma’ninah dalam berdirimu…”
    9. Sujud pertama dan Sujud kedua,
    sebagaimana hadits 1 diatas “…kemudin bersujut hingga engkau bertuma’ninah dalam bersujut…” dan Hadits Rasulullah saw : “aku diperintah untuk bersujud dengan 7 anggota tubuh (atas dahi, kedua tangan, kedua lutut dan jari-jari kaki)” ( HR. Mutafaqul’alayh). Sabda Rasul saw : “Bahwa engkau sujud maka taruhlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua sikumu” (HR. Muslim)
    10. Tuma’ninah dalam sujud pertama dan tuma’ninah dalam sujud kedua, sebagaimana hadits 1 diatas “…kemudin bersujud hingga engkau bertuma’ninah dalam bersujud…”
    11. Duduk diantara dua sujud,
    sebagaimana hadits 1 diatas “…kemudin angkat kepalamu (duduk antara 2 sujud) …”
    12. Tuma\’ninah diantara dua sujud,
    sebagaimana hadits 1 diatas “…hingga engkau bertuma’ninah dalam dudukmu…”
    13. Tasyahud akhir,
    Riwayat Muslim dari Ibn Abbas berkata Rasul saw mengajari kami tasyahud “Attahiyatul mubaarakatus shalawatutthoybatulillah…” sampai dengan akhir.
    14. Duduk diTasyahud akhir,
    sebagaimana hadits 2 diatas “ ketika duduk untuk berTasyahud…”
    15. Bershalawat kepada Rasul saw,
    sebagaimana hadits 3 diatas “ Kita diperintah untuk bershalat.. maka bagaimana kami bershalawat keatasmu…”. Imam Syafi’I berpendapat bahwa beshalawat atas Rasul saw dan keluarganya dalam shalat adalah Wajib bagi kita, sebagaimana hadits 3 diatas.
    16. Salam,
    sebagaimana hadits 4 diatas “sesungguhnya Rasulullah saw menutup shalatnya dengan salam” (HR. Imam Bukhari dan Muslim). Sebagaimana hadits 4 maka para Imam beritifak bahwa salam awal wajib bagi seorang imam atau ma’mum atau sendiri dan salam kedua sunah, dan paling sedikitnya salam (Assalamu’alaikum) dikarnakan penduduk madinah melakukannya. (Kitab Ibbanatul Ahkam: Imam Alwi bin Abbas al maliki)
    17. Tertib,
    Sebagaimana urutan rukun – rukun hadits diatas.

    in reply to: puasa syawal #83851114
    mfd
    Participant

    saudaraku dimuliakan Allah, pertanyaan anda telah pernah dijawab oleh Habib Munzir,
    berikut kutipan jawaban Habib yg sudah ada diforum ini tentang puasa syawal:

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya keluhuran semoga selalu membimbing anda pada kebahagiaan,

    Mengenai puasa syawal boleh berurutan dan boleh dipisah pisah. (Sunan Imam tirmidzi hadits no.759)

    Wallahu\’alm[/quote]

    salam
    -AdminII-

    in reply to: Nasyim #75265579
    mfd
    Participant

    wa\’alaikumsalam wr wb
    saudaraku dimuliakan Allah, permintaan antum sudah ada di Arsip File Majelis Rasulullah>text nasyim>admin

    in reply to: Sifat Allah SWT menurut Al-Ibanah #75887785
    mfd
    Participant

    [quote]
    Assalamu\’alaikum wr.wb.

    Semoga kebahagiaan selalu menyertai Habib, keluarga dan seluruh Jamaah MR.

    Mohon maaf saya lama menjawab, karena cukup sulit mencarinya. Akhirnya saya temui namun dalam bahasa Ingris dari web site bernama http://ibaanah.com, namun isinya Aqidah salafi. Berikut tulisannya:

    [5] Imâm Abûl-Hasan al-Ash’arî (d.324H) – rahimahullâh – said:
    ‘‘If it is said: Why do you deny His statement, “Do you not see that We have created for them what our Own Hands have created.” [Sûrah Yâ Sîn 36:71] And His statement: “Whom I have created with My Own Hands.” [Sûrah Sâd 38:75] are majâz (methaphorical)? To him it is said: The ruling concerning the Speech of Allâh – the Mighty and Majestic – is that it is taken upon its dhâhir (apparent) and haqîqah (real) meaning. Nothing is moved from its dhâhir meaning to a majâz (metaphorical) one, except with a proof…Likewise, the statement of Allâh – the Mighty and Majestic, ‘‘Whom I have created with My Own Hands,’’ its dhâhir and haqîqah meaning is affirming the Yadayn (two Hands of Allâh).
    So it is not permissible to alter it from the dhâhir meaning of Yadayn to that which our opponents claim, except with a proof…Consequently, about His statement, ‘‘Whom I have created with My Own Hands.’’ It is obligatory to affirm two hands for Allâh – the Most High – in its haqîqah (real) meaning, not with the meaning of ni’matayn (two bounties of Allâh).’’ [17]
    17. al-Ibânah ’an Usûlid-Diyânah (p. 133). The ascription of this book to Abûl-Hasan al-Ash’arî, and that it was his final book concerning ’aqîdah (creed) – has been testified to by a number of Scholars, and from them: al-Hâfidh Ibn ’Asâkir in Tabyînul-Kadhibul-Muftarî (p. 152), al-Bayhaqî in al-I’tiqâd (p. 31), Imâm adh-Dhahabî in al-’Uluww (no. 276) and Ibnul-’Imâd in Shadharâtudh-Dhahab (p. 303).

    Sebagai tambahan apa maksud tulisan Imam Hanafi RH dalam fiqhul Akbar:
    28- وله يد ووجه ونفس كما ذكره الله تعالى في القرآن, فما ذكره الله تعالى في القرآن من ذكر الوجه واليد والنفس فهو صفات له بلا كيف.

    Mohon penjelasan dari Habib. Terima kasih.
    [/quote]

    Terjemahan:

    Assalamu\’alaikum wr.wb.

    Semoga kebahagiaan selalu menyertai Habib, keluarga dan seluruh Jamaah MR.

    Mohon maaf saya lama menjawab, karena cukup sulit mencarinya. Akhirnya saya temui namun dalam bahasa Ingris dari web site bernama http://ibaanah.com, namun isinya Aqidah salafi. Berikut tulisannya:

    [5] Imâm Abûl-Hasan al-Ash’arî (d.324H) – rahimahullâh – berkata:
    ‘‘Jika disebutkan: Mengapa kalian mengingkari Firman-Nya, “Tidakkah kalian melihat bahwa Kami telah menciptakan bagi mereka apa yang Tangan-Tangan Kami telah ciptakan.” [Sûrah Yâ Sîn 36:71] Dan Firman-Nya: “Kepada siapa padanya Aku telah menciptakan dengan Tangan Ku Sendiri.” [Sûrah Sâd 38:75] apakah ini majâz (simbol saja)? Kepadanya dikatakan: Keputusan/ peraturan mengenai Firman Allâh – Yang Maha Kuasa dan Maha Besar – adalah bahwa ini diambil dari arti/makna dhâhir-nya (nyata) dan haqîqah (sebenarnya). Tidak ada yang di rubah dari makna dhâhir-nya menjadi makna yang majâz (simbolis), kecuali dengan sebuah bukti…Begitu pula, firman Allâh – Yang Maha Besar dan Maha Kuasa, ‘‘Kepada siapa padanya Aku telah ciptakan dengan Tangan Ku Sendiri,’’ makna dhâhir dan haqîqah nya menekankan/menyebutkan Yadayn (kedua Tangan Allâh).
    Jadi, tidaklah diizinkan/tidak dibolehkan merubah/ mengganti makna dhâhir dari Yadayn menjadi yang disebutkan/dinyatakan oleh para lawan kita, kecuali jika ada bukti…Karenanya, mengenai firman-Nya, ‘‘Kepada siapa padanya Aku telah ciptakan dengan Tangan Ku Sendiri.’’ Adalah sebuah kewajiban untuk menekankan kedua tangan bagi Allâh – Yang Maha Tinggi- dalam arti haqîqah (sebenarnya), bukan dengan arti : ni’matayn (kedua hadiah/pahala dari Allâh).’’ [17]
    17. al-Ibânah ’an Usûlid-Diyânah (p. 133). Kitab ini diriwayatkan pada Abûl-Hasan al-Ash’arî, dan kitab ini merupakan kitabnya yang terakhir mengenai ’aqîdah (hukum/sumpah) – yang telah diakui oleh para Ahli Kitab, dan dari mereka: al-Hâfidh Ibn ’Asâkir in Tabyînul-Kadhibul-Muftarî (p. 152), al-Bayhaqî in al-I’tiqâd (p. 31), Imâm adh-Dhahabî in al-’Uluww (no. 276) dan Ibnul-’Imâd in Shadharâtudh-Dhahab (p. 303).

    Sebagai tambahan apa maksud tulisan Imam Hanafi RH dalam fiqhul Akbar:
    28- وله يد ووجه ونفس كما ذكره الله تعالى في القرآن, فما ذكره الله تعالى في القرآن من ذكر الوجه واليد والنفس فهو صفات له بلا كيف.

    Mohon penjelasan dari Habib. Terima kasih.

    in reply to: kematian #75369361
    mfd
    Participant

    Assalammualaikum Wr Wb
    Semoga Allah selalu memberkatimu dan keluargamu.

    pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasi atas jawaban pertanyaan saya kemarin.
    Habib ! , sekarang pertanyaan saya masih tentang jiwa (ar-ruh)
    dapatkah anda menjelaskan pada saya tentang sebuah ayat dikitab Al Qur’an ( Surrah Al-qodr )
    yang menyebutkan tentang malaikat dan jiwa (ruh) yang turun dari langit :

    \" TANAZALUL MALAIKATU WARRUHU FIIHA BIIZNI ROBBIHI MIN KULLI AMR \"

    pertanyaan saya :

    1. Ruh siapa yang turun dari langit , apa ruh manusia ?
    2. Apa yang mereka lakukan pada waktu turun itu ?

    Semoga Habib bisa jawab pertanyaan saya, dan maaf jika saya bertanya dengan bahasa inggris, saya tidak bermaksud membanggakan diri saya, saya hanya ingin memperlancar bahasa inggris. Mudah mudahan Habib mengerti.

    TERIMAKASI
    Wassalamualaikum Wr.Wb

Viewing 8 posts - 351 through 358 (of 358 total)