Forum Replies Created

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 332 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: curhat #202608453
    bky
    Participant

    alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saudariku yg kumuliakan, melanjutkan saran dr guru kita habibana munzir almusawa bahwa jalan terbaik anda adalah bersikap tegas dan menjelaskan bahwa aqidah anda berbeda dgn mereka.. Namun jika mereka masih saja bersikeras menuntut anda untuk kembali bergabung,.maka anda pun harus melibatkan orangtua anda utk tegas dgn mereka,.mereka akan mundur jika sudah orangtua yg ikut campur, mereka itu takut,.apalagi jika saudariku tau celah dr kesalahan mereka, sedikit dalil maka akan mematahkan semua yg mereka yakini benar dan lurus.

    Atau jika saudariku memiliki waktu luang, mungkin kita bisa diskusikan..

    Smoga saudariku berkenan dgn jawaban hamba

    Wassalam,

    in reply to: curhat #202608451
    bky
    Participant

    alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

    Saudariku yg kumuliakan, melanjutkan saran dr guru kita habibana munzir almusawa bahwa jalan terbaik anda adalah bersikap tegas dan menjelaskan bahwa aqidah anda berbeda dgn mereka.. Namun jika mereka masih saja bersikeras menuntut anda untuk kembali bergabung,.maka anda pun harus melibatkan orangtua anda utk tegas dgn mereka,.mereka akan mundur jika sudah orangtua yg ikut campur, mereka itu takut,.apalagi jika saudariku tau celah dr kesalahan mereka, sedikit dalil maka akan mematahkan semua yg mereka yakini benar dan lurus.

    Atau jika saudariku memiliki waktu luang, mungkin kita bisa diskusikan..

    Smoga saudariku berkenan dgn jawaban hamba

    Wassalam,

    in reply to: Pertanyaan Ketauhidan #179038676
    bky
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah pernah dibahas di forum :

    #Muhamadiyah#
    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya Rahmat Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kami sangat gembira menyambut kedatangan anda, kita bersatu dalam kemuliaan,

    Muhammadiyyah tidak termasuk salah satu dari Madzhab Ahlussunnah waljamaah, karena banyak hal yg mereka tentang, dan Muhammadiyyah ini hanya ada di indonesia saja, di negeri lain dikenal dengan sebutan wahabi, dan faham wahabi ini bertentangan dengan 4 Madzhab Ahlussunnah waljamaah,

    namun bukan berarti kita harus memusuhi mereka, namun kewajiban kita untuk merangkul mereka kembali pada shaf yg benar

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam
    [/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=8544#8544

    #Wahabi#
    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kemuliaan malam Isra Mi’raj dan Cahaya kemuliaan shalat semoga selalu mengiringi hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    mengenai faham ini ada banyak hal yg bertolak belakang dan bertentangan dengan kebenaran, dan tak mungkin saya menjelaskan satu persatu, namun tentunya ada beberapa hal yg dapat saya sebutkan dari beberapa kesalahan mereka, yaitu :
    mereka melarang penhormatan dan takdhim atas Nabi saw dan para shalihin, hal semacam ini masyru’ dan di benarkan dalam syariah dan diakui dengan hadits2 shahih dan ayat Alqur’an, namun mereka mengingkarinya dan mengharamkannya bahkan mengatakan musyrik bagi yg melakukannya.

    Ziarah kubur, tawassul, istighatsah, dan semua bentuk datangnya manfaat dari perantara Nabi saw dan para shalihin pun dimungkiri oleh mereka dan diharamkan, bahkan dimusyrikkan bagi yg melakukannya,

    Dan masih banyak lagi perbuatan mungkar lainnya seperti fatwa bahwa ayah dan ibu nabi adalah musyrik dan banyak lagi,

    Saya telah menerbitkan buku khusus untuk pembahasan ini namun belum mencakup kesemuanya, dan akan saya terbitkan pula volume 2 untuk terus memberikan kejelasan pada muslimin agar berhati hati atas ajaran sesat ini, dan mereka itu pun saudara saudara kita, mestilah kita merangkul mereka untuk agar mereka kembali pada kebenaran,

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=5870&lang=id#5870

    Salam,

    in reply to: Sirah Nabawiyah ibnu Hisyam #179884708
    bky
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban habibana yang sudah ada di forum :

    [quote]2. Dalam riwayat Ibn Hisyam (kitab sejarah yg pertama dari semua kita sejarah nabi saw). Meriwayatkan bahwa Rasul saw wafat di pangkuan Aisyah ra, dirumah Aisyah, dan dimakamkan di kamar Aisyah. Demikian pula diriwayatkan bahwa Fathimah Azahra turut menyaksikan wafat beliau saw.[/quote]
    berikut linknya :
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=488#488

    artikel yg berkaitan :
    [quote]Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.

    Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

    Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah,

    \"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.

    Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.

    Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur\’an.

    Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,

    akan bersama-sama masuk surga bersama aku.\"

    Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.

    Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

    Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. \"Rasulullah akan meninggalkan kita semua,\" desah hati semua sahabat kala itu.

    Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu

    semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah

    yang limbung saat turun dari mimbar.

    Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

    Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.

    Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang

    berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

    \"Bolehkah saya masuk?\" tanyanya.

    Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, \"Maafkanlah, ayahku sedang demam,\" kata Fatimah

    yang membalikkan badan dan menutup pintu.

    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, \"Siapakah itu wahai anakku?\"

    \"Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,\" tutur Fatimah lembut.

    Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

    Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.

    \"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di

    dunia.

    Dialah malakul maut,\" kata Rasulullah,

    Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah

    menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.

    Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

    \"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? \"Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

    \"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.

    Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,\"kata jibril.

    Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

    \"Engkau tidak senang mendengar kabar ini? \"Tanya Jibril lagi.

    \"Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?\"

    \"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: \’Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,\" kata Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.

    Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

    \"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.\" Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.

    \"Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? \"Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

    \" Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,\" kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.

    \"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. \" Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.

    Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.

    \"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.\"

    Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

    Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

    \"Ummatii, ummatii, ummatiii?\" – \"Umatku, umatku, umatku\"

    Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli \’ala sayyidina Muhammad wa baarik wasalim \’alaihi

    *****

    Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

    Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita.

    Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=10&id=10114#10114

    Wassalam,
    AdminIII

    in reply to: Thariqah,hakekat,makrifat #179760281
    bky
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

    Thariqah :
    [quote]Saudaraku yg kumuliakan,
    Thariqah adalah suatu metode untuk mencapai kedekatan dan kekhusyuan pada Allah swt.

    Tidak wajib seseorang mengikuti duatu Thariqah, syariah yg wajib baginya untuk dipelajari dan dijalankan semampunya, lalu ia mendekatkan diri kepads Allah tanpa harus ber Thariqah, namun dg Thariqah maka mendekatkan diri pada Allah lebih mudah.

    Thariqah banyak, ada yg sesat ada yg sejalan dg syariah,

    Thariqah yg saya amalkan dan guru saya jalankan dan terbanyak dipakai para ulama di dunia adalah Thariqah Alawiyyah, karena Thariqah ini memadukan syariah dan haqiqah, sebagaimaa kebangkitan Rasul saw beliau mengajarkan syariah dan haqiqah, diantara ajaran Thariqah alawiyyah adalah Ratib haddad, ratib alattas, wirdullatif, yg kesemuanya hanyalah kumpulan dzikir dari hadits Nabi saw,

    berbeda dengan sebagian thariqah lainnya yg lebih mementingkan haqiqah daripada syariah.

    Thariqah Sammaniyah merupakan Thariqah yg diakui oleh para ulama ahlussunnah waljamaah, dan thariqah tersebut tidak bertentangan dg syariah, dan sayapun pernah berkali kali hadir haul Syeikh Samman di Kalsel.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam
    [/quote]
    berikut linknya :
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=23140#23140

    Haqiqah / hakekat :
    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    haqiqah adalah ilmu keyakinan yg mendalami Allah swt, ia adalah derajat Al Ihsan, sebagaimana sabda nabi saw : Al ihsan adalah kau beribadah ada Allah seakan kau melihat Nya, jika kau tak bisa melihat Nya maka sungguh Dia melihatmu.

    itulah ringkasan ilmu haqiqah, bagi mereka Allah swt Maha Terlihat dan Terasa, lebih dari semua makhluk…

    bagi mereka semua yg mereka lihat, dengar, dan rasakan, tak sekuat keberadaan Allah swt, seakan semua yg ada ini adalah tiada dan fana, Justru yg ada hanya Allah swt, mereka melihat keluhuran Allah swt dimanapun dan kapanpun, mereka didholimi mereka ingat Allah, mereka melihat sesuatu langsung lintasan pemikirannya pada Allah, mereka sudah tidak perduli pada makhluk, mereka hanya perduli pada Allah swt, mereka tidak perduli perasaan makhluk, mereka tidak perduli cinta dan benci makhluk, hanya Allah.. hanya Allah..

    lalu mereka perduli pada makhluk karena Allah swt, bukan karena makhluk, mereka takut mengecewakan perasaan makhluk karena mereka takut dg itu bisa mengecewakan perasaan Allah swt,

    maka cinta mereka suci, kelembutan mereka hakikiy, kasih sayang mereka teruji, mereka tidak terpengaruh dg pujian dan cacian,

    itulah haqiqah.

    syariah adalah aturan ibadah, cara shalat, cara puasa, cara wudhu, dlsb dari hukum hukum ibadah antara hamba dengan pencipta, dan antara hamba dg hamba lainnya.

    tarekat / Thariqah, adalah metode mencapai haqiqah.

    umumnya tarekat hanya mengajarkan bimbingan menuju haqiqah saja, namun Thariqah alawiyyah ia memadukan syariah dan haqiqah, mereka memperdalam kedekatan pada Allah swt dg jiwa dan raga, dg hukum ibadah yg benar secara fardhu dan sunnah, dan dengan jiwa yg suci luhur, tanpa merendahkan orang jahil.

    mereka memperdalam fiqih, hadits, tafsir, dll dan memperdalam bimbingan ruhani pula, demikianlah thariqah alawiyah, dan demikianlah bimbingan Rasul saw.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

    Wallahu a\’lam
    [/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=7&id=24288#24288

    Ma\’rifat :
    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi anda dengan kebahagiaan,
    syariah : ajaran Hukum hukum Allah berupa perintah dan larangan yg dibawa oleh nabi Muhammad saw.
    tarekat : suatu cara / metode untuk mencapai kekhusyuan dalam dzikir dan mencapai keridhoan Allah swt
    Makrifat : suatu pemahaman / pengetahuan tentang Allah swt.
    semakin luas pemahaman seseorang tentang Allah swt maka diakatakan : semakin luas ilmu makrifatnya, ahli makrifat adalah orang yg luas pemahamannya tentang Allah swt, dan gelar utk orang yg sangat dekat dg Allah.

    saudaraku, seorang ahli syariah (ahli hukum islam) yg tidak mempunyai ilmu makrifat (mengenal kedekatan dg Allah) maka ia mestilah orang fasiq, ia akan menggunakan ilmunya untuk bermaksiat, menjual ayat, berkhianat dg hukum syariat itu sendiri.
    demikian pula tidak bisa memperdalam makrifat bila ia tidak mengamalkan syariah, ini adalah kejahilan pula.

    sebagaimana Rasul saw Imam tertinggi dalam ketakwaan dan beliau masih mengamalkan syariat ini bahkan beliau saw lah yg paling gigih mengamalkannya, maka semakin tinggi derajat seseorang akan semakin gigih pengamalannya dalam syariah.

    wallahu a\’lam
    [/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=1715#1715

    Wassalam,
    AdminIII

    in reply to: Doa #179337647
    bky
    Participant

    [quote] [file name=doa_fatihah.pdf size=35747]http://majelisrasulullah.org/components/com_simpleboard/uploaded/files/doa_fatihah.pdf[/file]

    in reply to: lailatul qadr #163709353
    bky
    Participant

    Alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

    Saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

    1. Kapan sebenarnya malam yang mulia itu ada?
    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya kemuliaan 10 malam terakhir semoga melimpah pada hari hari anda,

    banyak riwayat penjelasan mengenai malam mulia ini sbgbr saya sebutkan beberapa riwayat :
    Malam lailatulqadar adalah malam 27 ramadhan, yg mana keesokan harinya matahari terbit namun tidak bersinar(tertutup awan tipis). (Shahih Muslim hadits no.762).

    Malam lailatulgadar adalah 7 malam terakhir di bulan ramadhan (Shahih Muslim hadits no.1165).

    malam lailatulqadar adalah sepuluh hari terakhir di malam ganjilnya (Shahih Muslim hadits no.1165)

    dan masih banyak lagi riwayat lainnya yg menyifatkan malam mulia ini, siapapun Ummat Muhammad saw bisa mendapatkannya, namun kembali kepada diri mereka sendiri maukah mereka mendapatkannya dengan banyak berdzikir di malam hari, mneinggalkan televisinya dan kesibukan dunianya di malam malam mulia itu.

    demikian wahai saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a\’lam[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=1555&lang=id#1555

    2. Bagaimanakan tanda-tanda malam itu?
    [quote]Malam lailatulqadar adalah malam 27 ramadhan, yg mana keesokan harinya matahari terbit namun tidak bersinar(tertutup awan tipis). (Shahih Muslim hadits no.762).[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=1555&lang=id#1555

    3. Apakah setiap orang bisa merasakan malam itu atau hanya tertentu saja?
    [quote]lailatulqadar adalah untuk seluruh ummat Muhammad saw, mereka yg ibadah dimalam itu mereka kebagian kemuliaannya.[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=18521#18521

    4. Adakah zikir khusus pada malam itu?
    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Limpahan kemuliaan Ramadhan semoga selalu menaungi hari hari anda.

    1. mengenai malam lailatulqadr, itu tidak bisa dipastikan kapan munculnya, perlu saya jelaskan bahwa Lailatulqadr adalah salah satu malam dibulan Ramadhan yg sangat mulia, beda dari malam malam lainnya.
    jadi bila kita beribadah setiap malam saja niscaya dapatlah salah satunya adalah lailatulqadr,
    Lailatulqadr itu adalah kemuliaan sejak terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar. sebagaimana Firman Nya \"KESEJAHTERAAN PADANYA (malam itu) HINGGA TERBITNYA FAJAR\". (QS Al Qadr).
    jadi bukan suatu saat tertentu, tapi suatu malam tertentu, maka siapa saja yg beribadah di malam itu dihitung ibadah 1000 bulan.

    maka untuk memastikan kita mendapat lailatulqadr maka kita beribadah setiap malam, misalnya tarawih, tambah istighfar misalnya 1000X, atau alqur\’an, maka pastilah salah satunya mengenai malam lailatulqqadr.

    namun di malam lailatulqadr itu ada yg disebut SA\’ATUL IJAABAH, suatu saat yg cuma beberapa detik saja, yg barangsiapa berdoa saat itu pastilah dikabulkan Allah swt, saat2 mulia itu ada juga di setiap hari jumat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.

    siapapun bisa mendapatkan kemuliaan Lailatulqadr, namun tentunya Ummat Muhammad saw yg rajin beribadah di malam ramadhan.

    wallahu a\’lam
    [/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=1262#1262

    5. Adakah amalan khusus agar kita bisa merasakan keagungan malam lailatul qadr?
    [quote]3.lailatulqadar itu muncul di salah satu malam ramadhan, ciri2nya bila kita mendapatkannya tentunya diantaranya doa doa kita terkabul[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=1435#1435

    wassalam,
    adminIII

    in reply to: masalah keluarga akhi30(3) #162621332
    bky
    Participant

    [quote] [file name=SANADGURU.doc size=30720]http://majelisrasulullah.org/components/com_simpleboard/uploaded/files/SANADGURU.doc[/file]

    in reply to: mohon penjelasannya … #148698463
    bky
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

    saudaraku yang kumuliakan, berikut jawaban Habibana yang sudah ada di forum :

    [quote]Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya Keberkahan Lailatul Qadr semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    hampir semua doa tak perlu Ijazah, karena doa adalah meminta pada Allah, Ijazah diperlukan adalah guna izin saja, dari guru kepada kita bahwa kita boleh mengamalkannya, misalnya murid ini ingin mengamalkan dzikir shalawat sebanyak 5 ribu kali setiap hari, maka gurunya akan melihat, wah.. dia ini (misalnya) siang hari sibuk bekerja, dan malam hari selalu begadang duduk dengan teman temannya dalam hal yg tak berarti, maka baiknya ia membaca dzikir itu dimalam hari, maka gurunya mengizinkannya membaca itu tapi di malam hari,

    guru lebih tahu mana dzikir yg pantas cocok diamalkan mana yg tidak,

    disamping itu Ijazah adalah juga menyambung sanad guru, yaitu hubungan ruh antara sipembaca dengan yg membuat dzikir itu, nah.. misalnya saya sudah punya ijazah suatu dzikir, maka saya sudah mempunyai hubungan ruh dengan pemilik doa tsb walaupun belum pernah bertemu,

    misalnya anda mempunyai Guru kyai fulan, guru anda membuat sebuah doa yg sangat mulia, saya ingin mengamalkannya, ya boleh saja, namun bukankah baiknya saya izin padanya, jika tidak / ia telah wafat, maka saya izin dari anda, karena anda muridnya, anda lebih tahu apakah doa itu dan kemuliaannya, maka anda mengijazahkannya (mengizinkannyaa) pada saya,

    demikian ijazah dari para Imam Imam terdahulu diijazahkan pada muridnya demikinan berkesinambungan hingga kini,

    kembali ke masalah saya ingin membaca doa yg dibuat guru anda, tentunya boleh saja karena doa itu telah dicetak bebas misalnya, namun tentunya lebih sempurna jika saya sudah mendapat izin dari beliau atau muridnya yg telah mengamalkan doa itu,

    sebagian besar doa adalah dari Rasul saw maka tak perlu ijazah apa2.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=9&id=17200#17200

    [quote]alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Kebahagiaan dan kesejukan hati semoga selalu menaungi hari hari anda

    saudaraku yg kumuliakan,
    1. semua shalat wajib berhak di Qadha, yaitu jika tertinggal, sengaja atau tidak sengaa maka wajib dibayar (qadha) dengan shalat yg sama,. pelaksanaannya adalah jika dibayar (diqadha) diwaktu siang maka dengan memelankan bacaan fatihah dan surat, namun jika diQadha nya dimalam hari maka dengan mengeraskan suaranya, jika sendiri maka sedikit mengeraskannya.

    jika qadha shalat dhuhur misalnya anda ingin meng Qadha nya diwaktu malam maka ia dikeraskan bacaan fatihah dan suratnya, sebaliknya jika anda ingin membayar/meng Qadha shalat isya, namun disiang hari, atau kesiangan shalat subuh sudah siang hari, maka dibacanya dengan suara pelahan sebagaimana shalatdiwaktu siang.

    2. Qashar adalah meringkas jumlah shalat yg berjumlah 4 rakaat menjadi dua rakaat, dikhususkan bagi yg sedang dalam perjalanan yg jaraknya lebih dari 82km, misalnya anda di Jakarta akan ke Bandung, tentunya jarak jakarta bandung lebih dari 82km, maka anda boleh meringkas shalat diwaktu tersebut, mulai keluar batas wilayah jakarta anda sudah boleh Qashar, tidak mesti menunggu sampai mencapai 82km dulu baru qashar.
    4. mengenai lafadnya mudah saja, anda tinggal mengganti kalimat : adaa\’an, diganti dengan Qadha\’an.

    misalnya : ushalli fardhuddhuhri arba\’a rakaatin Qadha\’an lillahi ta\’ala.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam[/quote]
    berikut linknya:
    http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=&func=view&catid=8&id=15235#15235

    wassalam,

    in reply to: Tanya dan Mohon Ijazah #147322318
    bky
    Participant

    [quote] [file name=2d0f4f353face66249b5c16e81035103.pdf size=16946]http://majelisrasulullah.org/components/com_simpleboard/uploaded/files/2d0f4f353face66249b5c16e81035103.pdf[/file]

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 332 total)