Home › Forums › Forum Masalah Umum › adab bershalawat
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 17 years, 1 month ago by Munzir Almusawa.
-
AuthorPosts
-
December 6, 2008 at 8:12 pm #133974462afifParticipant
Assalamu\’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga habib sekeluarga selalu dlm lindungan Allah swt.
Habib yg saya cintai saya mau tanya lagi,
1. Dalam ayat \’\’La taj\’aluu du\’a-arrosuuli baynakum ka du\’a-i ba\’dhikum ba\’dho \’\’, larangan tersebut bersifat haram atau makruh?
2. Allah swt pun memberi contoh setiap kali memanggil Rasul saw tidak pernah langsung memanggil dengan nama beliau saw, maka apakah kita termasuk lancang/su\’ul adab jika kita membaca shalawat tanpa menggunakan Sayyidina?
3. Saat saya membaca shalawat yg habib ijazahkan : Allahumma Sholli \’ala Ruuhi Sayyidina Muhammadin fil Arwah..dst, dalam waktu sekitar 1 jam baru dapat 500x, tetapi jika saya membaca Shollallohu \’ala Muhammad sekitar 15 menit bisa dapat 1000x. Mana yg lebih baik menurut habib,membaca shalawat yg panjang dan lengkap tetapi dapat sedikit atau membaca shalawat yg singkat tetapi dapat banyak?
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih,mohon maaf karena pertanyaan saya menyita waktu habib. Jazakumullahu ahsanal jaza. Wassalamu\’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
(afif)December 7, 2008 at 6:12 am #133974483Munzir AlmusawaParticipantAlaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
1. haram jika qashdul Ihtiqar wal ihanah, bahkan bisa kepada haddul kufr, yaitu haram jika dengan maksud menghinakan dan merasa sama dg kita, bahkan jika dg maksud penghinaan maka bisa mencapai kufur.namun jika tidak ada maksud diatas, maka makruh, sebaiknya menggunakan kalimat Rasulullah, sebagaimana para sahabat berucap demikian.
2. boleh dg kata : Sayyidina, atau Maulana, keduanya teriwayatkan pada shahih Bukhari diajarkan oleh Rasul saw untuk diucapkan pada orang yg patut dihormati dan dimuliakan, namun tidak menjadi wajib mengucapkan demikian, namun tidak pula boleh mengingkari kalimat sayyidina tsb, karena mengingkarinya bisa terkena hal diatas.
3. yg terbaik adalah yg paling membekas pada hati kita
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
Wallahu a\’lam
-
AuthorPosts
- The forum ‘Forum Masalah Umum’ is closed to new topics and replies.

