October 30, 2020

mohon saran

#99083262
NURUL HIDAYATI
Participant

Assalamu’alaikum wr wb

Bismillahirrohmaanirrohiim…. Rahmah dan salam semoga tercurahkan selalu ke hadirat Rasulullah saw. Limpahan hidayah dan inayah semoga senantiasa dihadiahkan Allah swt kepada habib dalam pembinaan majelis yang penuh dengan jalan2 kedekatan menuju ridha Allah swt

Apabila dalam permasalahan yang hendak saya mohon pertimbangan ini terkait dengan aib yang harus ditutupi, saya mohonkan kepada habib untuk menjaganya

Seseorang yang saya tidak bisa hidup karenanya memberikan selangit cinta kepada kami dengan ikhlas hingga di titik usia ini. Kami pun hendak menjaganya meski hanya punya segenggam cinta dan penjagaan kepada beliau. Permasalahan muncul meski tidak tahu mulai kapan, kami perhatikan bahwa dalam banyak peristiwa entah besar atau kecil beliau hampir selalu mengkaitkannya dengan seseorang yaitu ibu tiri beliau (tinggal di kota lain) yang punya maksud tidak baik kepada keluarga kami. Keterkaitannya terletak bahwa ibu tiri tersebut iri dan dengki sehingga akan selalu mengupayakan ketidakbahagiaan di keluarga kami. Ketika kami upayakan untuk tidak bersu’udzon apalagi tanpa bukti yang nyata dan cukup berserah kepadaNya, keyakinan kuat beliau tak goyah. Menjadi parah saatt justru kamilah kemudian yang dianggap turut terkena bujuk rayu si ibu tiri untuk menghancurkan keluarga kami sendiri. Sakit sekali rasanya hingga tidak terasa nada keras keluar begitu saja dari mulut kami untuk menyangkalnya. Demi Allah, semoga Allah memaafkan hamba2Nya yang masih berusaha untuk melaksanakan birrul walidain ini. Sampai pada akhirnya, dengan terus berkomunikasi, kami tetap tidak mampu meruntuhkankan sedikit pun bangunan keyakinan beliau. Tampaknya, karena cintanya jua kepada kami untuk melindungi keluarga ini dari (dugaan) ilmu2 hitam yang dikirim ibu tiri, beliau memilih banyak berdoa, sering khatam qur’an dan sholat serta puasa tiap hari (hanya terkecuali pada hari2 yang diharamkan Allah berpuasa) dan itu berjalan hingga bertahun-tahun. Beliau tetap menjalankan kegiatan sehari2 sebagai ibu rumah tangga yang sugguh tak tertandingi pengabdiannya, dan di malamnya sholat malamnya rasanya tidak pernah absent termasuk di waktu longgar masih sering sholat tasbih. Kekuatan fisiknya masih terjaga dengan baik meski usianya sekitar 50an.

Analisis : Riwayat hidup beliau semasa kecil memang suram dalam asuhan ibu tiri yang menghancurkan cita2 beliau untuk sekolah dan harus bekerja mengasuh adik-adiknya termasuk adik tirinya dan rumah mereka yang besar. Beliau memang anak sulung yang lahir dari keluarga yang cukup berada waktu itu dan dikaruniai Allah kecerdasan dan rasa ingin tahu yang besar. Harapannya kandas oleh perceraian kedua orang tuanya dan nasibnya kemudian berubah oleh kehadiran keluarga baru yang ternyata menyisakan trauma hingga kini di alam bawah sadarnya. Hingga kemudian, anak2nya dididiknya dengan penuh pengorbanan agar meraih pendidikan tinggi dan agama yang baik. Kehidupan normal dijalani dengan warna agama dan kekeluargaan yang kental. Permasalahan sebenarnya hanya muncul ketika ada beberapa ”unexpected events” yang entah darimana bisa saja muncul analisa dari beliau selalu ada keterkaitan dengan ibu tirinya. Saya berpikir beliau memang mengarah pada kondisi paranoid dan sungguh kondisi kejiwaan ini begitu sulit meski hingga kini kami sekeluarga berusaha ”mengganti” waktu2 kebahagiaan beliau yang sempat hilang dulu dengan berusaha mendampingi beliau. Barangkali karena ini pula saya masih memilih belum menikah hingga sekarang. Tetapi kemudian saya sadari, solusi pun tidak demikian mudahnya.

Demikian, habib. Lewat perantara habib saya mohon pertolongan Allah swt untuk memberikan jalan lagi bagi kami untuk mengatasinya karena bila dibiarkan bagi kami yang tidak bisa saling menjaga saling pengertian, memang bisa memunculkan bibit perselisihan karena faktor saling curiga dan sensitif ini. Saya memang belum pernah membawa beliau ke psikiater meski kebetulan saya sendiri seorang dokter tetapi saya pun belum pernah memberikan terapi obat (paranoid) kepada beliau (karena mungkin boleh jadi saya masih berharap diagnosa saya salah).

Saat ini beliau tinggal bersama keluarga kakak tertua dan kebetulan ipar yang seorang psikolog juga masih bisa bertahan untuk menghadapi beliau. Di rumah ini ada juga saya dan dua adik kami yang belum menikah. Demi Allah, sebenarnya beliau sangat menyayangi kami semua, cuman tetap faktor kecurigaan dan kewaspadaan itu tetap juga menyertai kasih sayangnya sehingga tentu itu sesuatu yang sangat tidak nyaman dan itu bisa siapapun diantara kami yang terkena. Kalo faktor keluarga sejauh ini, insyaAllah kami masih bisa kompak dan berusaha menyikapi ini semua dengan sebijak mungkin, cuman entah sampai kapan bertahan karena perselisihan pun sering juga tidak bisa dihindarkan meski tetap berusaha diredam secepatnya (atau didiamkan).

Saya pernah terpikir untuk melakukan rukyah, tetapi memang beliau orang yang cerdas dan punya pemahaman agama yang baik serta (barangkali) menyadari apa yang mungkin ada di lintasan pikiran kami, jelas beliau tidak berkenan. Pernah pula kami biarkan beliau bergabung dengan kegiatan2 warga pengajian namun tetap pada ujung2nya kecuriagaan beliau kepada mereka pun tetap muncul. Jadi kecurigaan pun bisa berkembang hingga ke tetangga meski beliau pun masih bisa menjaga adab bertetangga dengan baik.

Mohon maaf bila keterangan yang saya sampaikan banyak sebagai bahan pertimbangan Habib sehingga meminta waktu dan perhatian lebih dari Habib. Semoga Habib masih berkenan pula meluangkan waktu dan perhatian sekali lagi untuk memberikan alternatif lagi bagi kemaslahatan kami sekeluarga. Dan cinta Habib semoga berbalas cinta Allah dan pertolonganNya yang berlimpah kepada Habib dan keluarga.

Demikian, jazakallahi khoiron katsiir ….

Wassalamu’alaikum wr wb

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru