October 24, 2020

Re:cium tangan

Home Forums Forum Masalah Fiqih cium tangan Re:cium tangan

#133817055
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
hal itu sunnah, sebagaimana para sahabat berbuat demikian pada Rasul saw, dan para Tabiin berbuat demikian pada para sahabat, berikut diantara riwayat riwayatnya :

diriwayatkan oleh Abu Jahiifah ra kulihat para sahabat mengambil tangan beliau dan mengusapkannya kewajah mereka, maka kuambil pula tangan beliau dan kututupkan kewajahku, maka sungguh tangan itu lebih sejuk dari es dan lebih lembut dari sutra” (Shahih Bukhari 3289 Bab Manaqib).

Para sahabat berebutan saat berdesakan berebutan air bekas wudhunya Rasulullah saw (Shahih Bukhari Hadits no. 186),

Sebagaimana riwayat Sa’ib ra, : \"aku diajak oleh bibiku kepada Rasul saw, seraya berkata : Wahai Rasulullah.., keponakanku sakit.., maka Rasul saw mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan padaku, lalu beliau berwudhu, lalu aku meminum air dari bekas wudhu beliau saw, lalu aku berdiri dibelakang beliau dan kulihat Tanda Kenabian beliau saw\" (Shahih Muslim hadits no.2345).

Riwayat lain ketika dikatakan pada Ubaidah ra bahwa kami memiliki rambut Rasul saw, maka ia berkata: “Kalau aku memiliki sehelai rambut beliau saw, maka itu lebih berharga bagiku dari dunia dan segala isinya” (Shahih Bukhari hadits no.168). demikianlah mulianya sehelai rambut Nabi saw dimata sahabat, lebih agung dari dunia dan segala isinya

ketika Rasul saw telah wafat, datanglah seseorang dari Tabiin pada anas bin Malik ra, seraya berkata : \"Wahai Anas, apakah telapak tanganmu ini pernah menyentuh Rasul saw?\" anas ra menjawab : Ya, maka iapun mengambil tangan anas ra dan menciuminya (Adabul Mufrad oleh Imam Bukhari.

Hujjatul Islam Al Imam Nawawi menjelaskan bahwa diperbolehkan mencium tangan para ulama, shalihin, orang tua, dan hal itu hal yg baik.

saudaraku demikian pembahasan mengenai cium tangan pada ulama, bukan hanya habaib, tapi ulama.

namun saya ini Demi Allah tak pantas untuk dicium tangan, saya bukan ulama, bukan shalihin, hanya cinta pada ulama dan shalihin, namun jamaah memperlakukan saya bukan pada tempatnya,

namun saya tak berani pula menghardik dan melarangnya, saya rindu mencium tangan Rasul saw dihari kiamat kelak, saya takut beliau saw menghardik dan mengusir saya pula karena saya telah melarang ummat beliau saw yg berniat baik pada saya.

saya merasa tiap kali orang mencium tangan saya itu bagai tamparan diwajah saya

jika anda bertanya fadhilahnya, maka fadhilahnya adalah memuliakan shalihin dan ulama adalah pahala besar, memuliakan orang yg dimuliakan Allah, dan mencintai orang yg dicintai Allah, dan Rasul saw bersabda : seseorang akan bersama dg orang yg ia cintai (Shahih Bukhari)

dan tentunya hal itu adalah sunnah, sebagaimana disetujui oleh Rasul saw

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru