October 29, 2020

Re:Istri Rasul

Home Forums Forum Masalah Umum Istri Rasul Re:Istri Rasul

#125984069
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kemuliaan Ramadhan,kesucian Rahmat, pengampunan, pembebasan dari neraka dan Cahaya Lailatulqadar semoga menerangi hari hari anda,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai poligami, tentunya Islam adalah kesempurnaan hidup, tidak ada kekurangan ataupun cela dalam segala hal yg fardhu dan sunnah, namun tentunya oknum penyelewengan syariah selalu ada dalam segala hal, bukan hanya poligami, tapi bahkan shalat, puasa, haji, zakat, dan segala macam ibadah yg diselewengkan dari maknanya.

namun oknum penyelewengan itu butuh pembenahan, dan tidak bisa dg sebab penyelewengan itu kita menafikan kesemuanya, misalnya ada oknum masa kini yg menyelewengkan puasa sebagai mencari kekebalan, kesaktian, dlsb, atau oknum penyelewengan zakat oleh oknum tertentu, lalu kita tak bisa memvonis dg ucapan : kenapa islam mengajarkan zakat?, padahal itu banyak membuat sebab korupsinya amil zakat dan masjid serta kyai,

tentunya tidak demikian,

demikian pula pd poligami, poligami bukan ajang pelampiasan syahwat birahi, namun merupakan bentuk ibadah demi menolong kaum nisa yg semakin hari semakin bertambah lebih banyak dari jumlah pria, inilah cara islam mengatasi hal itu,

Allah telah mengetahui bahwa jumlah kaum wanita akan semakin banyak dari pria, maka Islam mengeluarkan hukum poligami untuk mengatasi hal ini, coba kita bayangkan, bagaimana hukum logika mengatasi hal ini?, apakah dg membunuh bayi wanita sebagaimana masa lalu?, tentunya tidak demikian.

Rasul saw mempunyai banyak istri, Rasul saw menikah Maria Qibtiyah, seorang narani yg masuk islam, demi menghilangkan kebencian muslimin pada nasrani yg masuk islam, Rasul saw menikahi Shafiyyah, yg dari agama yahudi yg masuk islam, demi menghilangkan kebencian muslimin pada orang yahudi yg telah masuk islam,.

Rasul saw menikahi seorang hamba sahaya yg dibebaskannya, dan inipun menyempurnakan derajat para hamba sahaya, dan menafikan pemahaman bahwa hamba sahaya adalah hina dinikahi orang merdeka, namun Rasul saw lebih dahulu memberikan contoh, bahwa beliau menikah dg istri yg merdeka, juga dengan istri yg bekas hamba sahaya, juga dg Istri yg bukan bangsa arab., dengan istri yg muallaf (Nasrani), dengan Istri yg muallaf Yahudi, beliau menikahi istri yg cantik, beliau juga menikahi istri yg tidak cantik, sebagaimana Hafshah ra putri Umar ra yg tak ada yg mau menikahinya, lalu Rasul saw mengangkat derajatnya menjadi Ummulmukminin seraya menikahinya, menunjukkan bahwa pemimpin Islam tidak kaku dan Islam menerima semua golongan sebagai keluarga.

Rasul saw menikahi dengan keinginan sendiri dan kita memahami bahwa keinginan beliau saw adalah wahyu Allah swt, sebagaimana firman Nya swt : \"Tiadalah ia berbicara dari hawa nafsunya, namun merupakan wahyu yg diwahyukan Allah swt\" (QS Annajm 3-4).

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru