December 3, 2020

Re:kehidupan yang ku impikan

Home Forums Forum Masalah Umum kehidupan yang ku impikan Re:kehidupan yang ku impikan

#157209927
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
berikut nukilan ceramah saya malam selasa yg lalu ..

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Tunggal dan Maha Abadi. Cahaya yang menuntun hamba – hambaNya menuju kedamaian dunia dan akhirat, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, dan sesekali memunculkan musibah yang sementara bagi hamba-Nya demi ia mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Memberikan kepada hambaNya sedikit cobaan yang pahit dan kemudian memberikan baginya kebahagiaan yang abadi. Demikian rahasia Keagungan Ilahi bagi mereka yang mau bertafakkur bahwa usianya yang singkat jika dipenuhi musibah dan kesulitan tiada artinya dibanding kebahagiaan yang kekal karena tiada musibah yang abadi kecuali Kemurkaan Illahi Jalla Wa Alaa (Jalla wa ‘alaa : Maha Agung Kedahsyatan Nya dan Maha Luhur).

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Cahaya kemuliaan yang menerangi jiwaku dan jiwa kalian dari kemuliaan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw, sang pembawa Kasih Sayang Allah. Yang dengan itu aku dan kalian dituntun kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga cahaya kedamaian menerangi wajahku dan wajah kalian, sanubariku dan sanubari kalian, nafasku dan nafas kalian didalam Cahaya Keridhoan Ilahi, didalam pengampunan dan tumbuhnya sifat – sifat luhur dari sanubari kita dan sirnanya segala keinginan – keinginan yang hina dari jiwa ini. Wahai Sang Pemilik Jiwa Yang Maha Menentukan setiap keadaan dan membolak – balikkan sanubari dan perasaan. Palingkan sanubari kami selalu dalam Cahaya Keluhuran yang abadi didalam keinginan selalu dekat dan rindu dengan-Mu Ya Rahman Ya Rahim.

Sampailah kita di malam hari yang diberkahi oleh Allah Swt ini. Dan Allah telah berfirman “Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaba man dassaahaa” manusia itu telah beruntung yang mensucikan dirinya dan mereka merugi yang terus menghinakan dirinya; QS. Asy-Syams : 9-10. “Qad aflaha man zakkaahaa” beruntunglah mereka yang selalu ingin mensucikan dirinya, mensucikan lisannya, mensucikan jiwanya, mensucikan anggota tubuhnya, mensucikan hartanya, mensucikan usia dan setiap nafasnya dan mereka selalu dalam keberuntungan, selalu dalam kemuliaan, keberuntungan dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, Keridhoan Allah Yang Maha Abadi. (Allah berfirman pula dalam surat Al A’laa) Qad aflaha man tazakkaa.. beruntung mereka yang mau mensucikan dirinya. “Wa dzakarasma Rabbihi fashallaa” dan mereka yg mau mensucikan Nama Allah, mensucikan Nama Tuhannya, mensucikan Nama yang menciptakannya, Yang Maha Berjasa kepadanya yang memberinya seluruh kenikmatan yang tidak bisa diberikan oleh makhluk satu sama lain. Kenikmatan panca indera, kehidupan dan semua ini adalah merupakan isyarat Kasih Sayang Allah memanggil kita untuk mengenal Cinta-Nya dan Kasih Sayang-Nya kepada kita.

“Wa dzakarasma Rabbihi fashallaa” (dan) dan mereka banyak melakukan shalat; QS. Al-A’laa : 15. Mereka tunduk kepada Allah. Mereka tahu shalat adalah penghadapan kehadirat Allah. Semakin seseorang cinta kepada Allah maka ia akan semakin asyik melakukan shalatnya. Semoga aku dan kalian selalu dibimbing Allah dengan cinta kepada-Nya dan perbuatan – perbuatan yang dicintai-Nya. Kita selalu mengadukan, selalulah mengadukan kelemahan kita dalam taat atas perintah Allah dan mengadukan kelemahan kita dalam menghindari larangan – larangan Allah. Yang dengan pengaduan dan pengakuan itu, Allah akan memberi kita kekuatan lebih dari kekuatan yang ada. Tergantung munajat dan harapan kita, dan Allah tidak akan mengecewakan para pendoa.

Hadirin – hadirat, (Allah meneruskan firman Nya swt) “bal tu-tsiruunal hayaataddunyaa wal akhiratu khairun wa abqaa” tapi banyak dari kalian lebih mementingkan kehidupan dunia dan akhirat itu lebih abadi; QS. Al-A’laa : 16-17). Akhirat itu kekal dan kehidupan setelah kematian itu abadi. Kehidupan yang kita lewati dari keguncangan, permasalahan, fitnah dan saling kecam satu sama lain, perpecahan antara muslimin, permusuhan antara muslimin. Ketahuilah!! Semua ini fana dan sirna. Yang Abadi adalah Allah dan Keridhoan-Nya. Inilah derajat tertinggi yang ditawarkan kepadaku dan kalian, inilah posisi yang paling mulia karena posisi ini abadi, pangkat ini abadi, kedudukan ini kekal didalam istana Kasih Sayang Ilahi. Ribuan dan triliyunan tahun, adakah kita menukarnya dengan hal yang remeh di muka bumi?.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Betapa Agungnya Rabbul Alamin memberikan Kasih Sayang-Nya kepada kita. Sebagaimana disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw, Allah mengharamkan api neraka untuk menyentuh anggota sujud dari keturunan Adam. “Harramallahu ‘alannaar anta-kula min ibn adam atsarassujud”. Anggota sujud diharamkan Allah untuk tidak disentuh api neraka, anggota sujud dari 7 anggota sujud orang – orang yang sering dan selalu sujud diharamkan oleh Allah untuk api neraka menyentuhnya, api neraka tidak boleh menyentuhnya. Orang yang sujud Kehadiratul Rabb, orang yang sujud merendahkan diri Kehadirat Allah, lebih – lebih lagi orang yang sujud dengan jiwanya. Ketika ia sujud dengan hati dan sanubarinya merendahkan dirinya kepada Rabbul Alamin maka tentunya api neraka tidak akan menyentuhnya. Semoga aku dan kalian diterangi keindahan sujud, cahaya sujud dan kemuliaan sujud dan dikumpulkan di yaumal qiyamah bersama ahli sujud.

Allah Swt memberikan Kasih Sayang-Nya kepada kita melebihi segenap kasih sayang. Sehingga disabdakan oleh Sang Nabi saw bahwa api neraka tidak menyentuh anggota sujud kita. Ketika Para Sahabat bertanya “wahai Rasul saw, bagaimana engkau mengenali umatmu kelak di hari kiamat? jika mereka para pendosa masuk ke dalam neraka karena dosa – dosa besarnya”, Rasul saw berkata “aku mengenali umatku dari anggota sujudnya karena anggota sujud umatku tidak disentuh api neraka”. (Demikian teriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) Demikian syafa’at Sayyidina Muhammad Saw. Dan Allah membayar setiap musibah dan kesedihan dengan Kasih Sayang-Nya yang abadi dan lebih.

Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda bahwa “tiadalah seseorang yang wafat anaknya 3 orang maka ia tidak akan disentuh api neraka”. Tiadalah seorang muslim, jika wafat anaknya sampai 3 orang, ia tidak akan disentuh oleh api neraka. Kenapa? Karena kesedihannya dibayar oleh Allah Swt dengan Pengampunan-Nya. Allah menghargai kesedihan kita, Allah melihat setiap apa yang menimpa kita dari hal yang hal membuat kita sedih, hal yang tidak kita sukai diperhatikan oleh Allah dan diberi ganjaran yang abadi. Bagaimana seseorang kehilangan anaknya? Sedih dan hancur jiwanya, Allah melihatnya. Barangkali kedua, barangkali ketiga maka Allah Swt mengharamkan api neraka menyentuhnya karena ia telah melewati 3 guncangan kesedihan besar dalam hidupnya maka Allah Swt tidak akan memberinya kesedihan lagi di hari kiamat. Demikian indahnya Rabbul Alamin menghargai kesedihan kita.

Hadirin – hadirat, setiap kesedihanmu itu dilihat oleh Allah. Setiap kesedihan dan permasalahan kita akan dilihat dan tidak lewat begitu saja tapi Allah akan mengganjarnya, Allah akan menggantinya dengan yang lebih dan lebih dan lebih. Demikian pula setiap doa dan munajat. Jika kita berdoa dengan suatu doa, lantas kenapa Allah tidak mengijabahnya?. Allah tidak mengijabahnya berarti Allah ingin memberikan yang lebih dan lebih dari yang kita inginkan. Kalau kita dibalas oleh Allah dengan pengabulan, bukan hanya dikabulkan saja tapi ditambah yang lebih lagi dengan pahala. Tapi kalau Allah tidak kabulkan berarti Allah ingin memberikan yang lebih dari itu dan Allah tidak pernah mengecewakan para pendoa sekalipun Iblis..!.

Ketika iblis itu berdoa setelah dilaknat oleh Allah dan tidak mau sujud kepada Nabi Adam atas perintah Allah, maka iblis itu berdoa kepada Allah \"Rabbiy andhirniy ila yaumi yub’ atsuun” wahai Allah tunda siksaku sampai hari kebangkitan. Dan Allah menjawab “fainnaka minal mundharin” kau (iblis) tergolong orang yang ditunda siksaannya. Kenapa iblis tidak bertaubat? Karena sombongnya, jika ia bertaubat, pasti Yang Maha Menerima Taubat menerima taubatnya. Namun iblis hanya minta ditunda siksanya, Allah kabulkan doanya. Jangan putus asa atas setiap doa karena setiap doa pasti dijawab oleh Allah. Dan jika Allah tidak menjawabnya, Allah memberi yang lebih dari doa dan munajat kita. Tidak ada yang lebih berhak untuk lebih dipercaya melebihi Allah, untuk lebih bersangka baik. Kau bisa bersangka baik kepada teman dan saudaramu, sungguh yang lebih baik dan pantas untuk kita bersangka baik adalah Allah karena memang Dialah Yang Maha Baik.

saudaraku tercinta, semoga Allah menuntun kiat selalu dalam kemuliaan, ketenangan, kebahagiaan dunia dan akhirat

Demikian saudaraku yg kucintai, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru