October 31, 2020

Re:makmum bareng habibana

Home Forums Forum Masalah Umum makmum bareng habibana Re:makmum bareng habibana

#149606137
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
shalat fardhu berjamaah dalam madzhab syafii hukumnya sunnah muakkadah, namun Guru Mulia kita mewajibkannya bagi murid muridnya, maka saya tidak pernah shalat sendiri kecuali jika ada udzur sakit atau udzur syar\’i lainnya.

namun saya jarang shalat berjamaah di masjid, karena waktu saya sangat padat, dan lebih sering saya shalat di Markas kita, di cikoko pengadegan Jaksel, hampir bisa dipastikan saya ashar, magrib dan isya disana, sering dhuhur dan subuh pun disana, namun karena kesibukan saya maka saya jarang shalat beramai ramai, terkadang saya shalat diawal waktu dan semua yg ada di markas turut bermakmum,
namun terkadang saya menyelesaikan hal yg berhubungan dg dakwah, maka jamaah di markas shalat duluan, saya shalat berdua dg sekpri saya selanjutnya.

Guru Mulia memberikan saran agar saya membuka jadwal khutbah jumat, agar dakwah lebih meluas, namun hingga kini hal itu belum terealisasi, padahal undangan khutbah sudah sangat banyak, seperti di Attin, masjid kubah emas, dan banyak masjid masjid bahkan yg sekitar kita di Kebayoran lama ini, namun saya lebih memilih shalat jumat di wilayah yg tidak mengenal saya atau sedikit yg mengenal saya,
maka saya duduk menyendiri tanpa diketahui dan dihormati,

saya jarang shalat jumat ditempat yg mengenal saya, maka saya ditarik kedepan melangkahi semua orang untuk didudukkan di belakang imam jika saya menolak khutbah, lalu khatib jumat selepas shalat tergopoh gopoh menyalami saya, saya tidak suka hal itu,
maka saya mencari masjid masjid umum hingga saya bisa bebas menyendiri seperti orang umum lainnya, tanpa dikerubuti dan dimuliakan sebagaimana yg terjadi setiap malamnya di majelis majelis.

nikmat jika melihat orang lain bisa bebas ke toilet masjid jika di majelis majelis, sedangkan saya harus rela menahan wudhu, misalnya ingin buang air kecil atau ingin basuh muka karena terlalu lelah dan lama tak tidur, saya terpaksa diam bersabar dan menahannya, karena jika saya berdiri ke toilet maka banyak orang mengerubuti sampai ke toilet dan demikian pula kembalinya, butuh waktu belasan menit hanya untuk melewati kerubutan massa, subhanallah.. saya lebih senang menyendiri saja ditempat yg tak banyak mengenal saya, khususnya shalat jumat dan Ied, dan shalat berjamaah pun saya lebih sering di markas sebagaimana saya sampaikan,

indah sekali jiwa dan sanubari anda yg bersangka baik pada karung dosa ini.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru