November 27, 2020

Re:Mushafahah

Home Forums Forum Masalah Umum Mushafahah Re:Mushafahah

#180732550
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
semoga segala anugerah berlimpah pada anda dhohir dan batin serta atas keluarga, dari Yang Maha Melimpahkan anugerah.

para sahabat menciumi tangannya Rasul saw bahkan mengusapkannya kewajah mereka, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Jahiifah ra kulihat para sahabat mengambil kedua tangan beliau dan mengusapkannya kewajah mereka, maka kuambil pula tangan beliau dan kututupkan kewajahku, maka sungguh tangan itu lebih sejuk dari es dan lebih lembut dari sutra” (Shahih Bukhari 3289 Bab Manaqib).
Berkata Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy :[size=4]
[b]
قَالَ اِبْن بَطَّال : الْأَخْذ بِالْيَدِ هُوَ مُبَالَغَة الْمُصَافَحَة وَذَلِكَ مُسْتَحَبّ عِنْد الْعُلَمَاء ، وَإِنَّمَا اِخْتَلَفُوا فِي تَقْبِيل الْيَد فَأَنْكَرَهُ مَالِك وَأَنْكَرَ مَا رُوِيَ فِيهِ ، وَأَجَازَهُ آخَرُونَ وَاحْتَجُّوا بِمَا رُوِيَ عَنْ عُمَر أَنَّهُمْ \" لَمَّا رَجَعُوا مِنْ الْغَزْو حَيْثُ فَرُّوا قَالُوا نَحْنُ الْفَرَّارُونَ ، فَقَالَ : بَلْ أَنْتُمْ الْعَكَّارُونَ أَنَا فِئَة الْمُؤْمِنِينَ ، قَالَ فَقَبَّلْنَا يَده \" قَالَ \" وَقَبَّلَ أَبُو لُبَابَة وَكَعْب بْن مَالِك وَصَاحِبَاهُ يَد النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِين تَابَ اللَّه عَلَيْهِمْ \" ذَكَرَهُ الْأَبْهَرِيّ ، وَقَبَّلَ أَبُو عُبَيْدَة يَد عُمَر حِين قَدِمَ ، وَقَبَّلَ زَيْد بْن ثَابِت يَد اِبْن عَبَّاس حِين أَخَذَ اِبْن عَبَّاس بِرِكَابِهِ ، قَالَ الْأَبْهَرِيّ : وَإِنَّمَا كَرِهَهَا مَالِك إِذَا كَانَتْ عَلَى وَجْه التَّكَبُّر وَالتَّعَظُّم ، وَأَمَّا إِذَا كَانَتْ عَلَى وَجْه الْقُرْبَة إِلَى اللَّه لِدِينِهِ أَوْ لِعِلْمِهِ أَوْ لِشَرَفِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ جَائِز . قَالَ اِبْن بَطَّال : وَذَكَرَ التِّرْمِذِيّ مِنْ حَدِيث صَفْوَان بْن عَسَّال \" أَنَّ يَهُودِيَّيْنِ أَتَيَا النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَاهُ عَنْ تِسْع آيَات \" الْحَدِيث وَفِي آخِره \" فَقَبَّلَا يَده وَرِجْله \" قَالَ التِّرْمِذِيّ حَسَن صَحِيح قُلْت : حَدِيث اِبْن عُمَر أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيّ فِي \" الْأَدَب الْمُفْرَد \" وَأَبُو دَاوُدَ ، وَحَدِيث أَبِي لُبَابَة أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي \" الدَّلَائِل \" وَابْن الْمُقْرِي ، وَحَدِيث كَعْب وَصَاحِبَيْهِ أَخْرَجَهُ اِبْن الْمُقْرِي ، وَحَدِيث أَبِي عُبَيْدَة أَخْرَجَهُ سُفْيَان فِي جَامِعه ، وَحَدِيث اِبْن عَبَّاس أَخْرَجَهُ الطَّبَرِيُّ وَابْن الْمُقْرِي ، وَحَدِيث صَفْوَان أَخْرَجَهُ أَيْضًا النَّسَائِيُّ وَابْن مَاجَهْ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِم . وَقَدْ جَمَعَ الْحَافِظ أَبُو بَكْر بْن الْمُقْرِي جُزْءًا فِي تَقْبِيل الْيَد سَمِعْنَاهُ ، أَوْرَدَ فِيهِ أَحَادِيث كَثِيرَة وَآثَارًا ، فَمِنْ جَيِّدهَا حَدِيث الزَّارِع الْعَبْدِيّ وَكَانَ فِي وَفْد عَبْد الْقَيْس قَالَ \" فَجَعَلْنَا نَتَبَادَر مِنْ رَوَاحِلنَا فَنُقَبِّل يَد النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْله \" أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ ، وَمِنْ حَدِيث مَزِيدَة الْعَصَرِيّ مِثْله ، وَمِنْ حَدِيث أُسَامَة بْن شَرِيك قَالَ \" قُمْنَا إِلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْنَا يَده \" وَسَنَده قَوِيّ وَمِنْ حَدِيث جَابِر \" أَنَّ عُمَر قَامَ إِلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلَ يَده \" وَمِنْ حَدِيث بُرَيْدَةَ فِي قِصَّة الْأَعْرَابِيّ وَالشَّجَرَة فَقَالَ \" يَا رَسُول اللَّه اِئْذَنْ لِي أَنْ أُقَبِّل رَأَسَك وَرِجْلَيْك فَأَذِنَ لَهُ \" وَأَخْرَجَ الْبُخَارِيّ فِي \" الْأَدَب الْمُفْرَد \" مِنْ رِوَايَة عَبْد الرَّحْمَن بْن رَزِين قَالَ \" أَخْرَجَ لَنَا سَلَمَة بْن الْأَكْوَع كَفًّا لَهُ ضَخْمَة كَأَنَّهَا كَفّ بَعِير فَقُمْنَا إِلَيْهَا فَقَبَّلْنَاهَا \" وَعَنْ ثَابِت أَنَّهُ قَبَّلَ يَد أَنَس ، وَأَخْرَجَ أَيْضًا أَنَّ عَلِيًّا قَبَّلَ يَد الْعَبَّاس وَرِجْله ، وَأَخْرَجَهُ اِبْن الْمُقْرِي ، وَأَخْرَجَ مِنْ طَرِيق أَبِي مَالِك الْأَشْجَعِي قَالَ : قُلْت لِابْنِ أَبِي أَوْفَى نَاوِلْنِي يَدك الَّتِي بَايَعْت بِهَا رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَاوَلَنِيهَا فَقَبَّلْتهَا . قَالَ النَّوَوِيّ : تَقْبِيل يَد الرَّجُل لِزُهْدِهِ وَصَلَاحه أَوْ عِلْمه أَوْ شَرَفه أَوْ صِيَانَته أَوْ نَحْو ذَلِكَ مِنْ الْأُمُور الدِّينِيَّة لَا يُكْرَه بَلْ يُسْتَحَبّ ، فَإِنْ كَانَ لِغِنَاهُ أَوْ شَوْكَته أَوْ جَاهه عِنْد أَهْل الدُّنْيَا فَمَكْرُوه شَدِيد الْكَرَاهَة وَقَالَ أَبُو سَعِيد الْمُتَوَلِّي : لَا يَجُوز .
[/b][/size]
Berkata Hujjjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy : [b][i]Berkata Imam Ibn Battal : mengambil tangan adalah bermakna bersalaman, dan hal itu adalah hal yg baik dilakukan demikian dijelaskan para ulama, dan sungguh berbeda pendapat mengenai mencium tangan, hal ini diingkari oleh Imam Malik dan ia mengingkari apa apa yg diriwayatkan dalam hal ini, dan yg lainnya memperbolehkannya, mereka berdalil dg yg diriwayatkan Umar ra bahwa ketika diantara para sahabat pulang dari peperangan, dan dikatakan pada mereka : Kalian lari dari peperangan!, maka Umar ra berkata : Bahkan kalian orang yg termuliakan, akulah pimpinan orang orang mukmin, maka kamipun mencium tangan beliau. Dan dikatakan bahwa Abu Lubabah dan Ka;ab bin Malik dan sahabat mereka mencium tangan Nabi saw ketika Allah menerima taubat mereka, dan dikatakan oleh Al Abhariyy bahwa Abu Ubaidah ra mencium tangan Umar ra ketika datang. Dan Zeyd bin Tsabit ra mencium tangan Ibn Abbas ra ketika Ibn Abbas ra memegang tali kudanya, dan berkata Al Abhariy bahwa Imam Malik mengingkarinya jika disebabkan Kesombongan dan Kecongkakan, namun jika disebabkan kedekatannya pada Allah swt, karena kuatnya imannya, atau karena ilmunya, atau karena kehormatannya maka hal itu diperbolehkan, dijelaskan oleh Imam Ibn Battal bahwa Imam Tirmidziy menukil riwayat hadits shafwan bin Assal, bahwa orang orang Yahudiy datang dan menanyakan pada Nabi saw akan 9 ayat, dan pada akhir hadits mereka mencium tangan Nabi saw dan kaki beliau saw, dan berkata Imam Tirmidziy bahwa hadits ini hasan shahih.

Kukatakan (menanggapi hal ini) dengan hadits Ibn Umar ray g diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Al Adabul Mufrad dan Imam Abu Dawud, dan Hadits riwayat Abi Lubabah yg diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitabnya Addalail, dan hadits Ka’ab dan kedua sahabatnya yg dikeluarkan oleh Ibn Al Muqriyy, dan hadist Abi Ubaidah yg diriwayatkan Sufyan dalam Jami’ nya, dan hadits Ibn Abbas ray g diriwaytkan Imam Attabariy dan Ibnul Muqriy, dan hadtist Shafwan yg diriwayatkan pula olehnya dan oleh Imam Nasa’iy dan Imam Ibn Majah dan dishahihkan oleh Imam Hakim, dan telah dilkumpulkan oleh Al Hafidh Abubakar Ibnul Muqriyy dalam sebuah bab khusus tentang “Cium tangan” dan telah ia riwayatkan dalam hadits yg banyak dan perbuatan para sahabat.

Dan dari hadits yg Jayyid (bagus sanadnya) adalah riwayat Azzari’ Al’abdiy, ketika pertemuan abdulqeis berkata : kami berebutan turun dari tunggangan kami, dan kami mencium tangan Nabi saw dan kaki beliau saw. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, dan dari hadits riwayat Mazidah Al Ashriy dg riwayat yg sama, dan dari hadits usamah bin Syariik, berkata kami berdiri untuk mencium tangan Nabi saw, dan sanadnya kuat. Dan dari hadis Ibn Umar ra bahwa Umar ra berdiri kepada Nabi saw dan mencium tangan beliau saw, dan dari hadits buraidah dalam kisah seorang dusun dan pohon, seraya berkata : Wahai Rasulullah (saw), izinkan aku untuk mencium dahimu dan kedua kakimu!, maka Rasul saw mengizinkannya,

dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Al Aadabul Mufrad dari riwayat Abdurrahman bin Waziin, berkata : diriwayatkan pada kami oleh salmah bin Al Uku’ ra bahwa ia mengeluarkan telapak tangannya yg kasar dan besar seperti telapak tangan unta, (tanganku ini membai’at tangan Nabi saw), maka kami berdiri dan menciumnya. Dan dari tsabit ra bahwa ia sungguh mencium tangan Anas ra. Dan dikeluarkan pula bahwa Sungguh Ali kw mencium tangan Abbas ra dan kedua kakinya. Dan diriwayatkan oleh Imam Ibnul Muqriyy, dan diriwayatkan dari Abi Malik Al Asyja’iyy berkata : kukatakan pada Ibn Abi Awfa : ulurkan tanganmu yg kau berbai’at dengannya pada Nabi saw, maka ia mengulurkannya dan aku menciumnya.

Berkata Hujjatul Islam Al Imam Nawawi : Mencium tangan orang karena zuhudnya (sederhana dalam hidup karena keshalihannya), atau karena shalihnya, atau karena ilmunya, atau karena kemuliaannya, atau kebaikannya, atau yg semisalnya dari kemuliaan pada agama bukanlah hal makruh bahkan hal yg baik, namun jika karena kekayaannya atau kejahatannya atau karena kedudukannya pada ahli dunia maka sangat makruh, dan berkata Abu Sa’id ALmutawalli hal itu dilarang.[/i][/b]
(Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari oleh Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy Bab Al Akhdz bilyadayn Juz 8 hal 1)[size=4]
[b]
وَقَدْ صَنَّفَ الْحَافِظ أَبُو بَكْر الْأَصْبَهَانِيّ الْمُقْرِي جُزْءًا فِي الرُّخْصَة فِي تَقْبِيلِ الْيَد ذَكَرَ فِيهِ حَدِيث اِبْن عُمَر وَابْن عَبَّاس وَجَابِر بْن عَبْد اللَّه وَبُرَيْدَةَ بْن الْحُصَيْبِ وَصَفْوَان بْن عَسَّال وَبُرَيْدَةَ الْعَبْدِيُّ وَالزَّارِع بْن عَامِر الْعَبْدِيُّ وَذَكَرَ فِيهِ آثَارًا صَحِيحَة عَنْ الصَّحَابَة وَالتَّابِعِينَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمْ ، وَذَكَرَ بَعْضهمْ أَنَّ مَالِكًا أَنْكَرَهُ وَأَنْكَرَ مَا رُوِيَ فِيهِ وَأَجَازَهُ آخَرُونَ .
وَقَالَ الْأَبْهَرِيّ إِنَّمَا كَرِهَهَا مَالِك إِذَا كَانَتْ عَلَى وَجْه التَّكَبُّر وَالتَّعْظِيم لِمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ بِهِ ، فَأَمَّا إِذَا قَبَّلَ إِنْسَانٌ يَدَ إِنْسَانٍ أَوْ وَجْهَهُ أَوْ شَيْئًا مِنْ بَدَنِهِ مَا لَمْ يَكُنْ عَوْرَةً عَلَى وَجْهِ الْقُرْبَة إِلَى اللَّه لِدِينِهِ أَوْ لِعِلْمِهِ أَوْ لِشَرَفِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ جَائِز ، وَتَقْبِيل يَد النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَرِّبُ إِلَى اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنْ ذَلِكَ تَعْظِيمًا لِدُنْيَا أَوْ لِسُلْطَانٍ أَوْ لِشَبَهِهِ مِنْ وُجُوه التَّكَبُّر فَلَا يَجُوز اِنْتَهَى كَلَام الْمُنْذِرِيِّ [/b]
[/size][b][i]
Dijelaskan pada kitab Aunul Ma’bud : Dan Al Hafidh Abu Bakar Al Ashbahaniy Almuqriyy telah menulis sebuah risalah sebuah Bab dalam dibolehkannya mencium tangan, menyebut padanya hadits Ibn Umar ran dan Ibn Abbas ra dan Jabir bin Abdillah ra dan Buraidah bin Al Hashab ra, dan Shafwan bin Assal ra dan Buraidah Al Abdiy, dan Azzari bin Amir Al Abdiy, dan Azzari bin Amir Al Abdiy, dan menyebutkan padanya perbuatan sahabat yg shahih dan para Tabiin Radhiyallahu’anhum, dan sebagian dari mereka menyebutkan bahwa Imam Malik mengingkarinya, dan mengingkari riwayatnya, dan dibolehkan oleh yg lainnya.

Dan berkata Imam Al Abhariy sungguh Imam Malik mengingkarinya hanya jika untuk kesombongan dan pengagungan yg berlebihan bagi yg melakukannya, namun jika seorang manusia mencium tangan manusia lainnya atau wajahnya, atau badannya, yg selain auratnya semata mata ingin dekat pada Allah swt, karena keimanan orang tsb pada agamanya, atau ilmunya, atau kemuliaannya (disisi Allah swt) maka hal itu diperbolehkan, dan mencium tangan Nabi saw mendekatkan diri kepada Allah swt, dan itu sungguh bukan memuliakan keduniawian atau kekuasaan, atau menyerupai bentuk bentuk kesombongan, jika untuk kesombongan dan keduniawian maka tidak dibolehkan. Selesai ucapan Imam Almundziry.[/i][/b] (Aunul Ma’bud, Bab Qublatul Yad Juz ii hal 259).
Demikian pendapat para Muhadditsin, para Imam, dan Para sahabat, yg diajarkan oleh Rasul saw.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam[size=3][/size]

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru