December 2, 2020

Re:Nasihat Guru..

Home Forums Forum Masalah Umum Nasihat Guru.. Re:Nasihat Guru..

#158905609
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kucintai…..,
boleh saya cerita sedikit..?

Bu Mina sedang hamil tua, ia sedang berjalan tertatih tatih disebuah jalan, seraya selalu terbebani oleh kandungannya yang sudah besar, kemanapun ia melangkahkan kakinya, ia dibebani oleh kandungannya, dijalan, dirumah, berdiri, duduk bahkan tidurpun ia selalu terganggu oleh perutnya, hanya satu harapan yang selalu menghiburnya siang dan malam, \"aku akan mendapatkan seorang anak yang akan menjadi kebanggaanku kelak\", tak ada seorang ibu yang tidak bercita-cita seperti ini, iapun terus bersabar menahan segala penderitaan yang menimpanya, hingga saat-saat melahirkanpun tiba.

Malam itu hujan turun dengan derasnya, Bu Mina merasakan bahwa kandungannya akan segera lahir, suaminya, Imron berlari dikegelapan malam mencari bidan yang rumahnya agak jauh dan harus ditempuh dengan berjalan kaki, tiada yang mendorongnya untuk berlari di derasnya hujan selain keselamatan bayinya, kalau ia harus melewati lautan apipun akan ditempuhnya asalkan bayinya selamat, iapun sampai dirumah bidan yang sudah terlelap tidur, ia memaksa bidan untuk mau menolong istrinya, ia rela mengorbankan semua hartanya asalkan bidan mau menolongnya.

Bidan itu dengan enggan mengikuti Imron kerumahnya, ia melayani bidan itu lebih dari pelayanan seorang ajudan terhadap rajanya, ia memayungi bidan seakan-akan jangan sampai setetespun air hujan membasahi tubuh sang bidan, dengan penuh cemas kalau-kalau sang bidan berubah pikiran untuk membatalkan niatnya, dibiarkannya tubuh yang basah kuyup oleh derasnya hujan, mungkin apabila air hujan itu berupa batu sekalipun ia tak akan memperdulikannya.

Ketika mereka tiba ditujuan, bidanpun menyiapkan segala sesuatunya sementara Bu Mina sudah menjerit jerit menahan sakit. Waktupun berjalan dengan lambatnya, sang suami bercucuran keringat dingin menunggu keadaan yang sangat kritis, terlintas dalam pikirannya betapa indahnya kalau kepedihan sang istri dipindahkan kepadanya. Tak lama terdengarlah tangis seorang bayi yang melengking memecah kesunyian malam yang baru saja reda dari hujan lebat, tak lama bidanpun keluar memeluk sesosok bayi mungil yang masih merah, sementara sang ibu masih tak sadarkan diri, Imron menangis sambil memeluk bayi mungilnya, iapun menghadapkan dirinya kekiblat, lalu mendekatkan mulutnya ketelinga sang bayi, \"Allahu Akbar.. Allahu Akbar, Allahu Akbar.. Allahu Akbar.., Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.., Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah.., Asyhadu anna Muhammadurrasulullah..\", ia mengadzankan bayinya sambil bercucuran airmata kegembiraan.

Bayi mungil itu terus diasuh oleh ibunya tanpa mengenal waktu, sang ibu mengatur segala-galanya demi kesehatan bayinya, mengatur kapan waktu bayi itu dimandikan, dengan air yang tak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, mengatur waktu agar bayi itu terkena matahari dipagi hari, memakaikan pakaiannya, membersihkan tubuhnya, membedakinya, dan segala-galanya lebih dari perhatiannya pada dirinya sendiri, dengan penuh kasih sayang. Sepasang suami istri itu terus mengayomi anak mereka tanpa mengenal bosan, seringkali sang bayi mengganggu tidur mereka, tapi itu semua tidak mengurangi kasih sayang mereka, Mereka menuntunnya berbicara, mengenal nama-nama benda, menuntunnya berjalan, dan mengajarinya semua perilaku kehidupan.

Sang ibu sudah kehilangan waktu untuk merias dirinya, sang ayahpun lupa waktu dalam bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan bayinya. Anak merekapun tumbuh semakin besar, tidaklah sang ayah pergi meninggalkan rumah terkecuali terbayang canda anaknya dirumah…

diriwayatkan dalam suatu riwayat yg kuat, ketika Rasul saw didatangi oleh seorang pemuda, ia berkata : ayahku ingin memaksa minta hartaku wahai Rasulullah saw.., maka Rasul saw memanggil ayahnya yg sudah tua, dan memberinya kesempatan bicara, ayahnya tertunduk dihadapan Rasul saw, dan berkata : \"aku menangis ketika bayiku lahir, aku memeluknya dg cintaku sepenuhnya, bagiku nyawa dan semua milikku adalah debu demi keselamatan bayiku, kukorbankan semua waktu istirahatku dan hartaku demi keselamatan dan pertumbuhannya, tiada yg kudambakan melebihi terjaganya bayi mungilku, sampai ia menjadi bocah, aku menjaganya dari bara api dan bahaya, ia buang air dibajuku dan aku tertawa senang memaafkannya, tidak terlintas kekesalan dihatiku.., dan setelah bayi mungilku dewasa, dan kuminta bantuan dari hartanya ia berkata ayahnya ingin merampas hartanya..,
Rasul saw tertunduk dan mengalirkan airmata, seraya berkata, wahai anak.., berilah kebutuhan ayahmu..

saudaraku tercinta, sungguh biasa seorang anak marah pada ayahnya, namun itu karena lupa saja, semua orang mempunyai sifat lupa,

namun katakan pada diri anda : seburuk buruk ayahku, dia tetap ayahku, sebesar apapun kejahatan yg diperbuatnya, ia tetap ayahku, seluruh dunia mencacinya, ia tetap ayahku…

mengenai amal perbuatannya, sungguh paman Nabi saw pun Abu Lahab sangat teramat jahat bahkan kafir musyrik yg sangat jahat, namun Nabi saw tetap berakhlak pada beliau dan terus berlemah lembut padanya, hingga ia mengerahkan pasukan untuk membasmi islam dg pedangnya, barulah Rasul saw melawannya, demikian pula para sahabat, Radhiyallahu;anh

bakti pada ayah adalah kewajiban kita, lepas dari ia baik atau jahat, karena ikatan daran yg ditentukan Allah swt kita berasal keturunan darinya.

anda seringlah kunjungi ayah, berlemah lembutlah padanya, hiburlah dan berbuatlah hingga anda dicintainya, karena baiknya dan santunnya anda padanya adalah cambuk dan palu godam yg menghantam hatinya, walau tidak terlihat..

maka cepat atau lambat ia akan mulai berubah dan malu..

dan jangan lupa doa, saya yakin jika anda jalankan pesan saya, Allah akan mengatur takdirnya bahwa ayah akan kembali pada ibu dan rumah tangga akan baik kembali.

namun bakti pada ibu tentunya lebih didahulukan.

2. sayangku, qadha lah shalat yg ditinggalkan semampunya.

3. semoga kesembuhan terlimpah pada sdrku rifal, dan Allah memberinya kenikmatan dan menudahan dunia dan akhirat

4. Insya Allah skedul saya di Kranji Barat, saya hadir saudaraku insya Allah

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru