October 19, 2020

Re:Penjelasan

Home Forums Forum Masalah Umum Penjelasan Re:Penjelasan

#209321622
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. mengenai hadits tsb, terdapat ikhtilaf penafsiran, sebagian ulama mengatakan bahwa Rasul saw tahu bahwa ada yg belum mandi junub dg benar ditempat itu maka tak baik turut menurunkan jenazah ke lahadnya, sebagian mengatakan bahwa Utsman bin Affan ra ada hadir disitu dan ia adalah suami putri Nabi saw, dan Nabi saw tak mau menyebut namanya, tapi Nabi saw tahu ia (utsman ra) baru berimak dg putrinya itu semalam, maka kesedihannya akan berlebihan dan mungkin pingsan di lahad pula,

namun bagaimanapun yg terjadi, hal ini menjadi kejelasan hukum makruh bagi orang yg malamnya berjimak lalu esoknya menurunkan jenazah ke kubur, dirisaukan ia masih lemah jiwanya dan tubuhnya terlalu bersemangat, karena berjimak dg halal akan membuat tubuh segar dan bersemangat dan cepat berbuat sesuatu, itu bisa membuat ia kasar terhadap jenazah, dan hal ini hukumnya makruh, bukan haram.

seperti disunnahkannya mandi selepas mengurus dan menyentuh jenazah, karena tubuh menjadi lemah dan lesu jika bersentuhan dg jenazah karena secara biologis diakui mayat menyerap energi makhluk hidup yg menyentuhnya.

2. saya ijazahkan pada anda shalawat yg paling saya cintai, yg diajarkan langsung oleh Rasul saw pada saya dalam mimpi, yaitu :ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD NABIYYIL UMMIY, WA ALA ALIHI WA SHAHBIHI WASALLAM
anda boleh membacanya kapan saja dan berapa saja tanpa batas waktu dan jumlah.

saya Ijazahkan pada anda sanad keguruan saya kepada anda, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.

saya Ijazahkan sanad akhlak yg diucapkan oleh Rasul saw : Addabaniy rabbiy fa ahsana ta\’diibiy (aku diajari akhlak oleh Allah dan sebaik baik akhlak adalah akhlakku)

ketika mendengar ini sayyidina Ali kw berkata : aku beradab dg adabnya Rasul saw maka sebaik baik akhlak adalah akhlakku (karena belajar akhlak dari Rasul saw), dan sanad selanjutnya memakai kalimat sayyidina Ali kw sebagaimana sanad ini sambung menyambung hingga imam hasan al bashri yg berkata : Aku beradab dg adabnya Ali bin Abi Thalib, dan Ali bin Abi Thalib berakhlak dg tuntunan nabi saw, maka sebaik baik baik akhlak adalah akhlakku., demikian seterusnya sanad ini hingga kini.

saya ijazahkan kepada anda, dari guru mulia kita, yg bersambung sanad akhlak ini hingga Rasul saw.

wahai saudaraku, saya mencintai anda dan karena Allah swt, maka bacalah setiap habis shalat Allahumma a\’inniy alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika. (Wahai Allah bantulah aku untuk memperbanyak dzikir pada Mu, dan memperbanyak syukur pada Mu, dan menyempurnakan ibadahku.).

dikatakan orang yg mempunyai sanad akhlak ini, Allah tak akan mewafatkannya sebelum Allah bimbing akhlaknya sebaik baiknya, hingga ia wafat sudah berakhlak dg akhlak Rasul saw.

3. saya Ijazahkan pada anda shalawat itu dan seluruh shalawat Nabi saw.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

dan jangan Lupa membaca Aqur\’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur\’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur\’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.

Wallahu a\’lam.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru