January 19, 2021

Re:Shalat Taraweh

Home Forums Forum Masalah Fiqih Shalat Taraweh Re:Shalat Taraweh

#72365235
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Lailatulqadr semoga selalu melimpah pada anda dan keluarga,

mengenai shalat tarawih ini, ada yg cepat, dan mereka mempunyai Nash, sebagaimana Rasul saw pernah menegur dan marah orang yg shalat terlalu cepat, Rasul saw berkata \"ulangilah sungguh kau belum melakukan shalat\", orang itu mengulanginya lagi dan Rasul saw berucap yg sama. karena orang itu shalat terlalu cepat,
namun Rasul saw pun pernah melakukan shalat sunnah dengan cepat hingga dikatakan \"seakan akan beliau saw bukan shalat\" karena demikian cepatnya.

maka para fuqaha menjembatani kedua hal ini dengan memberikan keringanan khusus untuk shalat sunnah (sebagaimana pernah dilakukan oleh rasul saw) terutama di bulan ramadhan dalam melaksanakan shalat tarawih, karena 20 rakaat adalah cukup lama dan panjang, maka dilakukan dengan cepat, namun tentunya ada batasnya, bahwa batas kecepatannya adalah tidak boleh melanggar tashdiid dan maad pada surat Alfatihah, bila berubah kesempurnaan Fatihah maka shalatnya tidak sah.
demikian pula pada gerakan gerakan shalatnya, dissyaratkan diam pada setiap gerakannya (ruku\’ sujud, i\’tidal dll) batas minimalnya adalah sekadar kalimat \"SUBHANALLAH\", kira kira kurang dari 1 detik. namun mesti bisa dipastikan seluruh tubuhnya diam, sekadar kalimat subhanallah. ini adalah batas minimal, bila ia lebih cepat lagi maka shalatnya batal.

mengenai yg tarawih 11 rakaat dg tumaninah dan santai, itu memang lebih baik bagi sebagian kelompok muslimin dan lebih mereka sukai daripada 20 rakaat dg terburu buru, namun sebagian kelompok fuqaha tidak setuju dengan pendapat tarawih 11 rakaat karena tidak satu madzhab pun yg melakukannya.

mengenai bacaan amiin yg dikeraskan sekeras2nya mungkin itu terbawa terlalu semangat saja.

mengenai shalawat maka boleh digunakan boleh pula tidak, karena itu adalah tambahan saja sekedar menyemangati hadirin dan hal itu boleh saja dilakukan dan bila tidak dilakukan pun tidak mengapa.

masing masing dengan pendapatnya, namun asal dari ini semua adalah sabda Rasul saw : \"Barangsiapa yg mendirikan shalat malam (dibulan ramadhan) dengan keimanan dan kesungguhan maka diampuni dosa2nya yg terdahulu\" (Shahihain).

mengenai tarawih itu sendiri banyak perbedaan pendapat, namun sebagian besar ulama melakukan 20 rakaat, yaitu 23 rakaat dg witir, demikian pula di masjidil haram, dan pendapat lainnya adalah 36 rakaat atau 39 rakaat dengan witir di masjidinnabawiy dan Madzhab Imam Malik.

wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru