November 28, 2020

Re:Shlat isya dulu atau traweh

Home Forums Forum Masalah Fiqih Shlat isya dulu atau traweh Re:Shlat isya dulu atau traweh

#165785618
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur\’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
terimakasih atas doanya, semoga andapun terlimpahi segala kemuliaan, amiin

1. shalat tarawih adalah dilakukan setelah shalat isya, maka baiknya anda shalat isya dulu, tapi kalau anda ingin langsung ikut jamaah, maka bisa niatkan qadha tarawih yg lalu lalu yg mungkin pernah kita tertinggal, atau niat qadha shalat sunnah dhuha atau qadha shalat subuh atau niat shalat sunnah saja, tapi bukan nia tarawih.

2. boleh saudaraku, yg makruh adalah witir dua kali, yg disunnahkan oleh Rasul saw adalah mengakhiri shalat kita ganjil maksudnya walau sudah witir pun kita boleh shalat yg genap lagi walau berkali kali, karena kalau dijumlahkan shalat sunnah kita tetap akan berjumlah ganjil., kecuali kalau witir dua kali, maka shalat sunnah kita jumlahnya menjadi genap, maka witir dua kali tidak disunnahkan, dan makruh hukumnya.

namun bisa witir dua kali jika diniatkan qadha witir yg lalu lalu yg mungkin pernah ditinggalkan

3. diharamkan bagi pria memakai perhiasan yg dipakai wanita atau sebaliknya, gelang adalah perhiasan wanita, namun jika dipakai untuk kebutuhan bukan untuk perhiasan, misalnya pasien di rs yg dipakaikan gelang plastik berikut namanya, atau yg pergi haji, atau saat perang berupa gelang baja pelindung, atau gelang obat berupa magnet yg sekarang sedang marak beredar, maka itu boleh saja

namun saya cenderung kurang suka dg gelang dan kalung magnet yg skrng sedang marak, made in amerika itu, saya sudah diberi beberapa kali, saya berikan istri saya saja, malas memakai gelang, kecuali jika tak ada obat lain

4. makruh jika kita bermaksud meringankan beban puasa padahal kita masih mampu dan kuat, tapi jika kita merasa lemah dan terancam batal, dan butuh penyegar, maka menjadi wajib hukumnya atau sunnah, karena dirisaukan jika kita tak membasahi kepala, atau mendinginkan tubuh, atau kumur2, mandi dll, kita bisa terancam tak mampu puasa, atau lemah dalam menjalankan aktifitas yg mungkin bisa membahayakan diri kita atau puasa kita. maka hal itu boleh saja, bahkan bisa menjadi wajib jika dipastikan puasa kita akan batal jika tak dilakukan.

maksud saya sebagian saudara kita masih lemah dan ada diantara mereka yg sedang sakit, atau sibuk bekerja, atau baru saja menjalankan ibadah puasa, misalnya baru tobat, dan selama ini tidak pernah puasa, mereka akan sangat mudah terancam batal puasanya karena masih belum biasa,

maka bagi mereka berbuatlah apa saja yg menyegarkan dirinya selama itu bukan hal yg haram dan membatalkan puasa, misalnya mandi, gosok gigi, membasahi kepala dg air es, berbuatlah apa saja, asalkan puasa bisa terjaga, dan tidak melakukan hal yg haram.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru