October 28, 2020

Re:SYARI\’AT ADZAN PADA TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR

Home Forums Forum Masalah Fiqih SYARI\’AT ADZAN PADA TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR Re:SYARI\’AT ADZAN PADA TELINGA BAYI YANG BARU LAHIR

#141962031
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
mengenai asal muasal permasalahan, adalah adzan dan iqamah, dan kedua hal ini boleh saja dilakukan kapanpun dan bukan hanya diwaktu shalat, bahkan Rasul saw menjadikan adzan sebagai sarana untuk memanggil sahabat agar datang berkumpul jika ada pengumuman,

mengenai riwayat tsb dijelaskan oleh Imam Hakim dalam Mustadrak ala shahihain bahwa Rasul saw mengazankan ditelinga husein ketika dilahirkan oleh Fathimah ra. berkata Imam Hakim bahwa hadits ini shahih dan memenuhi persyaratan Bukhari dan Muslim namun mereka tak menampilkannya.
dan imam tirmidziy menjelaskan bhwa hadits ini hasan shahih.
demikian pula diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu dawud dan menshahihkannya.
demikian pula dijelaskan oleh Al Imam Assyaukani dalam kitabnya Naylul Awtar, bahwa hadits itu shahih.
dan dijelaskan pada arsip perpaduan ahlul hadits, bahwa hadits tsb ada yg mendhoifkan dan ada yg menshahihkan maka hukumnya hasan, boleh dijadikan hujjah.

apalagi jika diperkuat oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi, Hujjatul Islam Al Imam Assyaukaniy, Al Imam Tirmidziy, Al Imam Ahmad, dll.

mengenai albani, dia bukan seorang pakar hadits, hanya menukil nukil dari sisa hadits yg ada, ia tak mencapai derajat ALhafidh (hafal 100.000 hadits dg sanad dan hukum matannya), ia tak pula mencapai derajat Hujjatul Islam (hafal 300.000 hadits dg sanad dan hukum matannya,
namun ia hanya menukil nukil dan menyambung nyambungkan sana sini lalu berfatwa, maka fatwanya batil, dan hukum yg ia keluarkan mardud (tertolak), dan mengikutinya adalah dhalal (sesat).

karena hadita hadits yg ada masa kini sudah sangat sedikit, sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya (rujuk Tadzkiratul Huffadh dll). namun Imam Ahmad hanya sempat menulis sekitar 20 ribu hadits dalam musnadnya, maka 980.000 hadits itu sirna tak sempat tertuliskan, demikian pula imam imam lainnya.

setelah 90% hadits yg ada dimasa itu sirna, tinggallah semua hadits yg ada masa kini tak mencapai 80 ribu hadits, maka seorang penukil mengorek ngorek sisa sisa dari 10% hadits itu dan berkata : hadits ini mungkar, hadits ini dusta, hadits ini palsu..!

apakah anda akan dengar fatwanya?, bagaimana jika hadits itu justru shahih riwayat Imam Bukhari atau Imam Muslim atau imam lainnya namun tak sempat mereka tuliskan dimasanya.

lalu si manusia satu ini mengatakan bahwa hadits itu dusta..!,

padahal Rasul saw bersabda : \"Barangsiapa yg berdusta atas ucapanku maka ia mengambil tempatnya di neraka\" (shahih Bukhari)

dan Rasul saw bersabda : :\"sejahat jahat dosa muslim pada muslim lainnya pada ummat ini adalah orang yg mempermasalahkan hal yg halal, lalu menjadi haram sebab ia mempermasalahkannya\" (Shahih Muslim)

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru