November 29, 2020

Re:Tanya puasa

Home Forums Forum Masalah Fiqih Tanya puasa Re:Tanya puasa

#167858422
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kemuliaan Ramadhan, Kesucian Nuzulul Qur\’an, Cahaya Keagungan Lailatul Qadr, Keluhuran Badr Alkubra, dan Ijabah pada hari hari shiyam dan qiyam semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
saya hanyalah hamba hina penuh dosa yg berharap pengampunan Allah swt berkat doa para jamaah. terimakasih atas doanya

1. jika diyakini ia ada wujudnya bukan berupa bau saja, maka membatalkan puasa jika masuk ke paru paru dan saluran pernafasan, jika hanya baunya saja tanpa ada wujudnya maka makruh dan tidak membatalkan puasa, dan setahu saya inhaller yg dipakai di hidung tidak ada wujud cairannya, maka makruh saja, namun inhaller asma yg disemprotkan dimulut maka itu ada wujud cairannya dan masuk ke saluran pernafasan di rongga dada maka membatalkan puasa.

2. ketika saya belum ke yaman, putus sekolah, tidak tau hidup saya mau kemana, pesantren tidak, kerja tidak, sekolahpun putus, maka saya iseng ziarah ke luar batang, saya tidak punya peci, uang saya pas pasan untuk ongkos pulang, saya masih berumah dirumah almarhum ayah di cipanas puncak,

maka saya beli peci saja tawakkal, dan saya masuk ziarah, peci itu berwarna hijau tua, lalu saya lapar dan tidak punya uang untuk makan, maka saya terlintas dalam hati, sungguh engkau wahai habib mulia sangat memuliakan tamu, dan Allah Maha Tahu bahwa saya lapar dan tak punya ongkos pulang karena membeli peci demi adab ziarah padamu wahai hamba yg shalih..

maka saat selesai ziarah datanglah rombongan teman teman yg akan ziarah, mereka menjamu saya makan.. subhanallah, lalu mengajak saya pulang dg mobilnya dan mengantar saya kerumah keluarga saya di otista. subhanallah..

lalu tak lama kemudian saya masuk pesantren Hb Nagib BSA di Bekasi timur, beberapa bulan kemudian Guru Mulia kunjung ke pesantren, lalu guru mulia melihat saya dan tersenyum.., dan mengatakan bahwa saya diminta belajar dg beliau ke Yaman, saya hanya diam karena tak tahu bahasa arab, Hb Nagib minta waktu beberapa tahun untuk memapankan ilmu syariah saya dan bahasa arab saya dulu,

lalu beberapa hari kemudian saya jumpai guru mulia lagi dirumah Almarhum almaghfurlah Alhabib Bagir Alattas, ayah dari Hb Hud Alattas, guru mulia berkata kepada beberapa habaib sepuh : itu anak yg pakai peci hijau catat namanya untuk berangkat secepatnya ke Yaman belajar dg saya..

maka sebulan kemudian saya berangkat tanpa persiapan bahasa arab dan syariah apa apa karena saya sekolah umum, peci hijau tetap dikepala saya saat menghadap guru mulia di Yaman pertama kali, maka beliau tersenyum dan berkata : engkau yg pakai peci hijau, siapa namamu..?

demikian ringkasnya kemuliaan ziarah ke luarbatang bagi saya.

3. buku tsb sudah tidak diproduksi lagi namun boleh di download, karena akan keluar buku kenalilah akidahmu edisi 2 yg lebih lengkap, insya Allah dalam waktu dekat.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru