October 27, 2020

tanya dan pinta

Home Forums Forum Masalah Fiqih matan hadist vs tafsir tanya dan pinta

#101759872
Ilham
Member

Assalamualaikum guruku,
Semoga keberkahan senantiasa menaungi hari-harimu bersama keluarga dan keluarga besar MR, meski terlambat kiranya tak salah kami haturkan permohonan maaf kami atas segala kesalahan yang selalu habibana balas dengan kesabaran dan ketulusan habibana, khususnya saat kami bertanya dan mengganggu istirahat habibana. Sungguh kebahagiaan atas nikmat dapat berinteraksi kembali dengan guru mulia merupakan anugrah, dan Alloh SWT menyempurnakannya bagi kami mendapati engkau guruku dalam keadaan sehat walafiat dan semoga Ia tidak menyisakan satupun penyakit untukmu habibi..
Ijinkan kami bertanya habibi :
1. Ya habibi, sebelum lebaran kami mendengar ceramah dari seorang Kyai tentang pentingnya mendahulukan fardu daripada sunnah hingga kami menyadari betapa dahulu bulan-bulan atau bahkan tahun-tahun kebelakang kami sungguh melupakan kewajiban kami, misalnya shalat. Menurut Kyai tersebut (kami lupa namanya) sebaiknya kita melakukan qodho atas shalat fardhu yang telah ditinggalkan tersebut. Maka kami bertanya kepada beberapa ustadz yang kami kenal dan menyarankan kami untuk mengikuti shalat fardu dengan shalat fardu (qodho), adakah habibana berkenan menjelaskan kepada kami bagaimana hal itu dilakukan? (tata cara dan niat) apakah dalam shubuh disertakan juga qunut? Sungguh yaa habibi, kami ingin belajar untuk memperbaiki diri kami dan mohon do’anya ya habibi.
2. Berkali-kali dalam hati ini ingin kiranya membagi pengetahuan, khususnya dalam agama yang luhur ini dan saya sangat tertarik dengan siroh nabawi atau hadits arbain (imam AnNawawi) untuk dibawakan dalam forum remaja mesjid atau tausyiah remaja. Namun kami menyadari betapa kotornya hati, lemahnya iman, dangkal ilmu dan pemahaman juga akhlaq yang masih perlu kami tata dan perbaiki apatah lagi ibadah bahkan dosa terus bertumpuk. Hal itu selalu mengurungkan kami untuk ‘maju’ dan berbagi dengan teman atau saudara di kampung. Apakah diam saya itu baik ya habibi? Dorongan untuk ‘menyampaikan’ ini sangat besar tetapi saya malah khawatir dengan akhlaq, ilmu dan amal, juga hafalan yang lemah… sudilah habibi memberikan nasihat sebaiknya apa yang kami perbuat dan jika habibana ijinkan sudilah memberi do’a dan restu agar hamba ini mendapat kekuatan dan istiqomah dalam langkah syi’ar ini hingga akhirnya?
3. Ya habibi, saya memaklumi diri terlalu banyak bicara, apa saja yg saya baca/dengar/dapat dari artikel, rekaman tausyah dlsb, saya bicarakan/bahas dg teman/rekan di rumah, tempat kerja, dll. Kadang saya ingin diam saja tak bicara karena khawatir sebagaimana dlm “Mukhtaralhadits Syarif… tartib Hb. Umar bin Hafidh semoga Alloh senantiasa memelihara dan mensucikan Beliau” (hadits no. 42), “Cukuplah seseorang disebut sebagai pembohong apabila selalu menceritakan setiap apa yg didengarnya” ya habibi, sungguh hamba takut bahkan dalam hadits arbain anNawawi (No.29)baginda nabi SAW menyampaikan bahwa kunci dari seluruh kebaikan adalah ‘Hifdul Lisan’ adakah hamba terhindar dari peringatan habibuna sayyidina Muhammad SAW tersebut? Mohon penjelasan dan bagaimana cara menghindarinya mengenai hadits2 tersebut juga mohon do’anya yaa habibi….
Afwan ya habibi, kami sungguh lancang meminta-minta dan mengganggu istirahat serta merepotkan habibana (pdhl habibi baru aja sembuh). Ketamakan kami untuk selalu bertanya kepada habibi semoga menjadi wasilah agar kami senantiasa berada di tangga istiqomah menuju keridhoanNya dan semoga habibi ridho pd hamba dan bersabar atas kejahilan hamba.
Oh, satu lagi ya habibi…. (duh, kami sungguh2 merepotkan habibana, sekali lagi ampun ya habibi…) Sertakan kami dalam doa dan munajatmu, doakan kami semua agar berkesempatan jumpa dengan Rasululloh SAW di telaga Haudh dan dapat menikmati air kautsar secara langsung dari tangan beliau SAW yang amat mulia. Amin yaa robbal alamin.
Semoga habibana senantiasa sehat wal afiat, dalam lindungan kasih sayangNya dan cinta nabiNya Muhammad SAW, Amin.
Jazakallohu khairan,
Salam cinta dan rinduku untukmu, guru muliaku.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru