Home › Forums › Forum Masalah Fiqih › Ijab Qobul nikah lewat telp ?
- This topic has 3 replies, 3 voices, and was last updated 18 years, 4 months ago by Munzir Almusawa.
-
AuthorPosts
-
August 30, 2007 at 11:08 am #79862266naufalParticipant
assalamualikum..
Semoga Habibana dan keluarga selalu dalam lindungan allah..dan semoga habibana selalu di berikan kekuatan dalam memperjuangkan panji-panji rosulullah SAW..ya habibana ane punye temen, die mau zuat (nikah) keberadaan temen ane ini di luar negri sedangkan calon istrinye ade di jkt, krn sesuatu hal die gak bisa pulang ke jkt dan gak bisa ijab kabul langsung di depan penghulu dan kate temen ane die mau ijab Qabul lewat telphone aje.
pertanyaan ane : sahkah nikahnye walaupun ijab Qobulnye hanya lewat telp ?
mohon pencerahannye ya habibana, maafin kalo ade kate-kate ane yg gak berkenan.August 31, 2007 at 8:08 am #79862305Munzir AlmusawaParticipantAlaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Kebahagiaan dan ketenangan hati semoga selalu menerangi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
saya belum menemukan pendapat yg memperbolehkan akad nikah lewat telepon, namun yg saya ketahui adalah wakaalah, yaitu mewakilkan lewat telepon, maka dg dua saksi bersamanya disana, dan dua saksi yg mendengarnya disini, menerima perwakilannya untuk menikahkannya.Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu dan sukses dalam segala cita cita,
Wallahu a’lam
September 9, 2007 at 7:09 pm #79862634abu naqi usamahParticipantmoga Allah selalu melindungi kami bibarakah habib mundzir,
al habib terjadi, (sebagaimana berita yang saya terima) di salah satu kua di jawa barat pernah mengijabkan dengan metode teleconfrens, sang suami di luar negeri, sementara yang saya tahu adillah hadirnya suami merupakan syarat sahnya sebuah pernikahan. bagaimana kalau sudah terjadi? hukum pernikahannya?September 10, 2007 at 5:09 pm #79862654Munzir AlmusawaParticipantAlaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Rahmat dan Kelembutan Allah swt semoga selalu menyelimuti hari hari anda dengan kebahagiaan,
Saudaraku yg kumuliakan,
saya sarankan akad nikah itu diulang lagi setelah suaminya datang, karena mengulang akad nikah bagi pernikahan yg sah maka hukumnya boleh boleh saja, dan mengulang akad nikah bagi pernikahan yg syubhat (tak jelas sah atau tidaknya) maka hukumnya wajib, maka sebaiknya ia mengulangi akad nikah itu, demi memperkuat dan menghilangkan syak pada akad nikah tsb.Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a’lam
-
AuthorPosts
- The forum ‘Forum Masalah Fiqih’ is closed to new topics and replies.

