Forum Replies Created

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: Mahram atau Muhrim ? #76483828
    udin
    Participant

    Insya Allah akan saya sampaikan salam Habib.

    Saya juga salut dengan perjuangan ustaz Mufti, beliau sangat gigih berda\’wah, terutama di kalangan ahlul bait di mdan yg kebnyakan tidak paham bahkan tidak mengetahui tentang nasab mereka.
    di medan saja banyak keturunan ahlulbait yg tidak tahu tentang nasab mereka, apalagi di luar daerah medan Bib. saya terenyuh melihat keadaan para sayid dan syarifah yg ada di Tanjung Balai Asahan. kebanyakan dari mereka kehidupannya jauh dari tuntunan rasulullah. padahal seharusnya mereka lah yg melanjutkan perjuangan kakek mereka Rasulullah SAW.

    Kiranya Habib berkenan mengadakan kunjungan da\’wah di daerah medan dan sekitarnya..kami mohon dengan sangat. Saya hanyalah seorang pemuda yg miskin ilmu dan amal, tak kuasa untuk menda\’wahi mereka Bib.

    Oya Bib, kiranya Habib bisa mencarikan informasi mengenai beasiswa untuk belajar ke hadramaut. Karena di medan dan sekitarnya, tidak ada regenerasi da\’i dari kalangan habaib. saya takut kalau sutu hari nanti, di medan dan sekitarnya tidak ada lagi generasi penerus perjuangan para Habaib. karena ada teman saya seorang sayid yg berniat belajar ke hadramaut namun tersangkut masalah biaya.

    terimakasih atas segala perhatian Habib dan kami mohon do\’a dari Habib dan jama\’ah MR disana.

    Jazakumullah….

    in reply to: Mahram atau Muhrim ? #76483730
    udin
    Participant

    Assalamu\’alaikum We. Wb.
    Limpahan doa tuk habiban, kesehatan, keselamatan, keberkahan panjang umur dalam lindungan Allah SWT

    Bib…ane mau nanya…
    1. kalo anak angkat itu apakah muhrim kita?

    2. teman ane mengangkat anak (karena di tidak bisa punya anak).tapi karena dia tidak bisa menyusui, dia menyusukan anak angkatnya kpada saudara perempuannya kandung. Apakah anak angkat itu muhrim teman ane itu Bib???

    3. terus, kalo aqiqah kita laksanakan jauh hari (malah sampe bertahun-tahun) setelah kelahiran, apakah masih disebut aqiqah atau sukuran aja Bib? dan apakah kita bisa meng-aqiqah-kan diri kita sendiri Bib? (kalau bisa ada dalilnya ya Bib…soalnya teman saya itu agak gak percayaan kalo gak pake dalil..)

    Oya Bib…ane tinggal di Medan Bib. Tapi saya lihat tidak ada pergerakan da\’wah para Habaib di medan. padahal ada rabithah \’alawiyah di medan Bib..kalau ada pun, cuma sekedar acara silaturahim keluarga besar aja Bib…apakah tidak ada alumni hadramaut yg Habib kenal tinggal di Medan Bib? kan sayang Bib, banyak habaib \"bertumpuk\" berda\’wah di daerah Jawa, tapi di daerah medan dan sekitarnya gak ada Bib… Apa memang strategi da\’wahnya lebih berpusat di daerah jawa ya Bib?? selama ini yang ane lihat seperti itu Bib.

    maaf ya Bib atas pertanyaan2 ane…

    Syukron atas perhatiannya Bib..Jazakumullah khairan katsiro…

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)