Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

27 April 2020

Al-Habib Hamid Barakwan

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Yang sama-sama kita muliakan para Asatidz, para alim ulama para ikhwan dan para saudara-saudara kita para sahabat-sahabat kita dan segenap ummat Rasulullah Saw yang senantiasa merindui mencintai menginginkan kedekatan dengan baginda Nabi kita Muhammad Saw. Harapannya dengan kita terus berusaha, berikhtiar mendekatkan diri kita dengan menyebut, dengan ber sholawat kepada baginda Nabi Muhammad Saw, dengan mengagungkan syiar-syiar nya dengan mempelajari syariat-syariat beliau Allah Swt dekatkan kita dan Allah Swt kumpulkan kita kelak di hari kiamat, kita keluarga kita orang-orang kita keturunan kita teman kita guru-guru kita bersama baginda Nabi Muhammad Saw. Begitu juga dengan guru kita Almarhum Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa yang Masya Allah tentunya beliau sudah di dalam kenikmatan Allah Swt senantiasa terangkat derajat dan pangkatnya dengan keberkahan dakwah beliau yang terus bersambung sampai saat ini.

Hadirin dan para pendengar yang di rahmati oleh Allah Swt tanpa terasa kita sudah masuk di bulan Ramadhan dan sudah menjalani beberapa hari dan beberapa malam dalam bulan Ramadhan. Alfaqir pertama kali mengingatkan kepada kita semua dan kepada para pendengar untuk kita bersyukur kepada Allah Swt. Syukur atas apa? Syukur bahwa doa doa kita sebelum bulan Ramadhan bahkan dari sejak bulan Rajab senantiasa kita membaca doa yang di ajarkan baginda Nabi Muhammad Saw yaitu Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ (“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”)

Alhamdulillah doa tersebut di kabulkan oleh Allah Swt sampai sekarang Allah Swt telah memberikan nikmat panjang umur. Kita masuk di bulan Ramadhan semoga Allah Swt sempurnakan sampai sempurna bulan ini kita bisa melaksanakan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah Swt yaitu puasa Ramadhan dan juga harapan kita semoga Ramadhan ini adalah Ramadhan yang di terima oleh Allah Swt.

Hadirin yang di rahmati oleh Allah Swt, juga semua dari kita mengetahui situasi dan kondisi di Negara kita, bahkan bukan hanya di negri kita tapi di segenap penjuru dunia. Yaitu ada nya wabah Corona. Sikap kita selaku Mukmin, selaku hamba Allah Swt selaku beriman kepada Allah Swt yang maha kuasa dan yang maha besar, yang pertama kita meyakini dengan yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak ada yang terjadi di dunia ini terkecuali semua kehendak Allah Swt. Tidak ada satupun baik yang membawa Mudhorot maupun yang membawa manfaat kecuali semua atas izin Allah Sw dan Allah Swt yang mentakdirkannya dan semua atas hikmah Allah Swt. Tapi sikap kita juga harus jangan kita ketakutan dalam arti jangan sampai kita lalai dari Allah Swt yang menciptakan segala sesuatu termasuk virus Corona ini dan semua apa-apa yang ada di dalam semesta adalah ciptaan Allah Swt tidak ada satupun kecuali atas kehendak Allah Swt baru terjadi.

Allahu akbar allahu akbar allahu akbar. Allah Swt yang maha besar dan maha agung. Segala sesuatu kecil di mata Allah Swt. Bahkan kalau kita mau resapi,mau sadari yang namanya Virus Corona ini tidak terlihat tapi wujud nya kita yakini ada, bahaya nya ada, tapi jangan lupa kita mesti takut mesti berharap kepada Allah Swt yang betul betul maha besar. Kalau kita renungkan kita ini manusia mahluk Allah Swt yang sangat kecil sekali. Mungkin kalau zaman dahulu orang hanya mengetahui sebatas pengetahuan mereka bahwa manusia ini adalah makhluk yang Istimewa, makhluk yang berkuasa di dunia dan Allah Swt yang  memberikan kekuasaan atas mereka menjadi Khalifah di buka bumi akan tetapi dengan kemajuan teknologi baik di dunia permukaan bumi maupun di atas langit , kemajuan ilmu Astronomi, ilmu mikroskop dan sebagainya maupun hal hal yang mungkin pengetahuan kita kurang  tapi kita nonton atau mungkin kita pernah membaca.

Saya pernah membaca bahwa ilmuan-ilmuan luar angkasa yang mereka di bantu dengan teleskop-teleskop besar di langit sana dengan satelit-satelitnya dengan ilmu pengetahuan mereka, mereka  sampai sekarang itu sudah bisa mendeteksi, mengetahui jumlah bintang dan matahari yang ada di alam semesta. Mereka sampai mengetahui bahwa sekarang bintang berjumlah 100 Milyar bintang. Mungkin menghitung nya dengan cahaya yang di pancarkan oleh masing-masing bintang yang bisa di tangkap dengan pengetahuan manusia yang Allah Swt berikan. Itu baru sedikit, kita sama-sama mengetahui bahwa matahari kita ini adalah bintang. Masih ada bintang-bintang yang lebih besar atau sama besar dengan matahari kita dan masing-masing itu punya planetnya. Kita berada di planet bumi yang manusia nya berjumlah 7 milyar akan tetapi kalau kita bandingkan dengan alam semesta ini,planet-planet, bintang-bintang yang berjumlah ratusan milyar kita ini betul-betul kecil tidak ada apa-apanya.

Begitu juga Allah Swt memberitahukan kepada kita tentang surga nya Allah Swt dalam Al-Qur’anul karim

Wa sāri’ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u’iddat lil-muttaqīn (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,)

Surga itu luas nya seluas 7 lapis langit dan 7 lapis bumi. Sekali lagi kita menyadari bahwa kita ini manusia kecil  di muka bumi. Allah Swt maha besar, Allah Swt tempat kita berharap dan Allah Swt tempat kita bersandar kalau yang mau kita takuti Allah Swt yang berhak kita takuti dan kita selaku mukmin kita tahu yang namanya musibah, cobaan apapun bentuk nya termasuk virus ini tidak ada yang mengangkat dan menghilangkannya kecuali Allah Swt dan hanya ketika Allah Swt merahmati hamba-hambanya Allah Swt angkat ini yang namanya wabah dan musibah yang menimpa. Bukan hanya kita muslimin tapi non muslim pun ketika ummat islam betul-betul mendekat kepada Allah Swt dan kembali kepada Allah Swt mereka pun mendapatkan rahmat dengan di angkat nya wabah ini.

Saya teringat beberapa waktu lalu video Al-Habib Ali Masyhur kakak Al-Habib Umar bin Hafidz mungkin sebulan yang lalu beliau mendoakan kita ingin supaya ini wabah bukan hanya di angkat dari kaum muslimin tapi di angkat juga dari non muslim. Kenapa? Karena ini rahmat yang di warisi oleh para ulama dari orang-orang sebelumnya dan dari baginda Nabi Muhammad Saw.

Kemudian momentum bulan ini bulan Ramadhan bulan ibadah puasa, bulan menggapai ketakwaan kepada Allah Swt ini adalah momentum kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah Swt . momentum kita mencetak ulang kehidupan yang di inginkan oleh Allah Swt dan di ajarkan baginda Nabi Muhammad Saw kepada ummat nya supaya kita menjadi ummat-ummat yang bertakwa.

Ingat dalam Al-Qur’anul karim Allah Swt memerintahkan kita ummat muslimin untuk berpuasa dan Allah Swt menyebutkan manfaat nya tujuannya yaitu.

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn
(Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,)

Tadi di sebutkan surga Allah Swt siapkan untuk orang bertakwa dan besar nya bukan sekedar bumi, bukan sebesar Jakarta, di dalam kehidupan kita di dunia ada yang 60 tahun ada yang 70 tahun , yang di Jakarta punya rumah seumpamanya 100  meter udah girang udah merasa sebagai orang kaya. Orang bisa jadi punya mobil tapi belum tentu punya rumah atau masih ngontrak terkadang mobil nya juga kredit, ini penduduk surga di berikan itu surga yang luas nya seluas langit dan bumi. Badan seorang penduduk surga pun di kembalikan besar nya seperti Nabi Adam dengan tinggi 60 hasta  dan lebar nya 70 hasta di berikan kekuatan untuk menikmati dari pada kenikmatan-kenikmatan surga yang tidak pernah di lihat mata yang tidak pernah di dengar oleh telinga yang tidak pernah terbayangkan oleh hati atau akal siapapun juga.

Hadirin dan para pendengar yang di rahmati oleh Allah Swt begitu juga ayat-ayat Al-Qur’an meyebutkan hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan. Di antaranya bahwa Ramadhan ini adalah bulan turun nya Al-Qur’an.

Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la’allakum tasykurụn.

: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Ada orang bisa membaca Al-Qur’an tapi tidak di baca. Ada orang yang memang tidak bisa membaca Al-Qur’an karena tidak belajar. Kalau dia Muallaf wajar atau mungkin kampong nya jauh dari ulama, mungkin di plosok hutan, di desa- desa yang terpencil, tidak ada ust nya itu wajar. Tinggal kewajiban dia belajar ketika ada kesempatan. Intinya ringkasnya Ramadhan ini marilah kita jadikan sebagai momentum untuk membentuk ketakwaan pada diri kita kalau lah sikon sekarang dengan ada nya covid 19 banyak orang di PHK, Banyak orang yang di liburkan, anak-anak sekolah belajar nya di rumah, banyak orang berkeluh kesah, kenapa? Penghasilannya bulan ini tertutup. Sekali lagi kita di ajarkan oleh Nabi Muhammad Saw untuk melihat segala sesuatu itu dari segi positifnya. Bagaimana? Contoh. Rasulullah Saw memberikan suatu komentar tentang musim dingin, kita sama sama mengetahui di Negri arab khusus nya Madinah kalau musim dingin sangat dingin sekali sampai menusuk tulang terkadang. Kata sebagian teman teman saya yang sekolah di sana cerita yaitu murid Habib Zein bin Sumaith, itu kalau lagi musim dingin di Madinah orang kalau tidur pakai selimut lalu selimut nya di angkat lansung bangun karena dingin nya ke tulang karena kering beda dengan negri eropa atau negri negri lainnya ada kelembaban jadi dingin nya itu tidak menyakitkan.

Rasulullah Saw pun berkomentar bahwa bulan musim dingin itu ini adalah suatu keberuntungan(ini makna hadist secara kasar). Keberuntungan untuk orang mukmin karena ,malam nya itu panjang jadi bisa nambah tahajjud nya. Siang nya pendek jadi gampang cepat selesai puasa sunnah nya. Tuh liihat Rasulullah mengajarkan. Kalau kita di musim dingin mengeluh, seperti sekarang zaman covid19 sampai Ramadhan kadang-kadang terganggu juga ibadahnya. Udah tarawih di masjid tidak boleh di rumah tidak tarawih. Di masjid jumatan tidak boleh atau mungkin ada sebagian masjid-masjid yang di kunci di rumah tidak sholat juga.

Rasulullah saw mengomentari menyikapi mengajari kepada kita tentang musim dingin yang sangat-sangat, malam nya panjang bisa di pakai tambahan ibadah tahajjud. Siang nya lebih cepat lebih pendek bisa di pakai biasa jadi cepat selesai. Kalau kita kan di Indonesia negri katulistiwa malam dan siang nya berimbang kurang  lebih walaupun ada perbedaan mungkin setengah jam dan bulan bulan tertentu mungkin malam nya lebih panjang setengah jam atau musim panas, panasnya lebih setengah jam, magrib kadang-kadang sampai setengah tujuh dan terkadang kalau lagi cepat magrib jam setengah 6 lebih sedikit. Kalau di Ambon atau di Papua mungkin Magrib jam tujuh dan kalau kita di Jakarta jam 6.

Begitu juga kita menyikapi dengan covid 19 ini dimana orang terkadang tidak bekerja, sekolahan tidak sekolah, kantor-kantor di rumahkan, justru kalau kita melihat di bulan Ramadhan ini adalah hadiah dari Allah Swt. Untuk apa? Ini bulan ibadah bulan memperbanyak amal ketakwaan, bulan mempersiapkan bekal kita di akhirat, bulan kita membersihkan hati dan jiwa kita dari kotoran-kotoran kelalaian kita selama satu tahun dan mungkin dosa-dosa kita juga. Kalau tahun-tahun kemarin kita Ramadhan ada orang yang tetap ke kantor jam 7 harus sudah berangkat. Persiapan nya, makan paginya, belum mandinya, belum ini nya, belum macet nya, belum capek kerjanya, belum ngantuk nya belum makan siang nya, belum ngobrol sama temannya sampai jam 4 sore sudah pulang lagi. Ada yang sampai magrib nunggu biar tidak macet, sampai rumah jam 7 atau jam 8 malam, tapi sekarang Masya Allah…tidak ada yang menghalangi ibadah. Mau ngaji Qur’an ayo dah, tidak ada alasan waktu saya capek. Ini bulan orang mau ngaji Qur’an tidak ada uzur lagi. Mau yang pengangguran, mau yang lagi sekolah libur atau yang di phk ataupun yang kerja di kantor di liburkan atau kerja di rumah, ini kesempatan kita untuk memperbanyak amal soleh kita.

Bagaimana? Ya tentu ibadah kita yang pertama kewajiban kita seperti sholat 5 waktu udah jelas, mau Ramadhan atau di luar Ramadhan itu harga mati, tinggal kita meningakatkan sebisa mungkin kita berjamaah walaupun dengan istri dan anak kita atau dengan teman kita atau syukur-syukur di masjid yang masih mungkin kita di masjid. Tentu kalau bisa dengan jarak satu meter satu meter kemudian memakai masker dan sebagainya. Kalau saya ceramah memakai masker suara nya tidak jelas dan di sini juga harus nya jarak nya satu meter satu meter untuk menjadi contoh. Yang kedua kewajiban kita yaitu puasa Ramadhan, nah ini udah jelas semua orang  muslim tau dan maklum dan maklum urusan puasa itu wajib jika ada orang mengatakan puasa Ramadhan itu tidak wajib maka dia menjadi kufur dan jika ada orang yang mengatakan sholat tidak wajib maka kufur dia. Suatu perkara yang sudah di ketahui oleh semua orang walaupun orang awam pun mengetahuinya. Jadi yang namanya puasa ya puasa. Syarat-syarat nya , rukun-rukunnya kita musti mengatahui selaku muslim dan kalaupun belum mengetahuinya ya belajarlah dengan internet sekarang urusan seperti ini mudah untuk di cari dan umumnya sudah di warisi secara turun temurun dari bapaknya, dari lingkungannya dari sekolahannya yang namanya puasa Ramadhan harus niat setiap malam waktunya antara Magrib sampai azan subuh.

Yang lupa malam nya niat yang terpenting sebelum azan subuh kita niat masih sah puasanya. Kalau lupa niatnya di anggap menurut mazhab Syafii tidak sah puasanya kalau tidak niat. Sesuai Hadist Rasulullah Saw

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

kalau sudah seperti itu bagaimana? Ya terus untuk menghormati bulan puasa jangan makan dan minum sampai magrib untuk menghormati bulan puasa tidak boleh makan walaupun di hitung tidak puasa. Jangan karena lupa niat jadi tidak puasa. Akan tetapi kalau kita betul-betul lupa kita boleh mengambil mazhab yang lain. Kalau tidak salah mazhab Abu Maliki yang memboleh kan niat yang terpenting belum azan Zuhur. Kalau kita kan puasa sunnah yang boleh niat di malam atau di pagi hari yang terpenting belum zuhur akan tetapi kalau mazhab maliki puasa wajib nya pun boleh. Masing-masing ada dalilnya boleh kita bertaqlid mengambil mazhab itu kalau lupa. Makanya niat kalau bisa habis magrib niat aja langsung takut lupa . habis tarawih kan terkadang di masjid tidak ada. Begitu juga saya agak sedikit meyimpang tapi berkaitan. Wanita yang haid yang mungkin dari kebiasaan dia mengetahui bahwa malam ini dia suci sebelum subuh boleh dia niat. Boleh niat magrib atau isya walaupun dalam keadaan haid ada harapan atau ada kemungkinan dari pengalaman dia setiap bulan bahwa kemungkinan sebelum subuh saya sudah suci walaupun belum mandi tidak apa-apa. Habis subuh baru mandi tidak apa-apa. Khawatir dia menunda-nunda niat tau-tau begitu subuh ternyata sudah suci yah belum niat, jadi di bolehkan dan di kecualikan.

Kemudian menjaga dari waktu subuh sampai tenggelam matahari dari hal yang membatalkan puasa yaitu makan,minum,hubungan suami istri dan tiga perkara ini membatalkan puasa. Merokok juga membatalkan puasa. Kemudian yang perlu di perhatikan terutama di zaman sekarang dengan ada nya media social dengan ada nya whatsup dengan ada nya Fb kita perhatikan ini kebiasaan sebelum Ramadhan masih di teruskan di bulan Ramadhan. Kebiasaan yang buruk bukan yang baik yaitu terkadang ada ungkapan yang kasar, di komentar-komentar baik di postingannya atau di statusnya. Baik itu mengkritik pemerintah atau orang tertentu atau mau muslim ataupun non muslim kita di bulan Ramadhan jangan kita samakan dengan bulan yang lain. Islam tidak mengajarkan ucapan kasar atau kotor atau penghujatan tapi Ramadhan tolong di jaga. Terkadang posting di group whatsup gambar perempuan cantik walaupun bercanda. Itu tidak pantas. Ramadhan di hormati lebih, kita lebih berhati-hati kenapa? Karena kita sedang berpuasa sedang beribadah kepada Allah Swt jangan kita rusakin. Udah kita merusak orang lain juga ikut-ikutan rusak gara-gara kita posting.

Beberapa hari ini sudah beberapa orang saya tegur dari kalangan teman dekat saya, kenalan-kenalan saya ada yang memposting perempuam cantik mungkin niat nya hanya bercanda  entah apa saya tidak baca tapi langsung saya tegur. Jangan posting karena di bulan ramadhan berapa banyak yang lihat ikut terkena dosa nya. Kalau di bulan Ramadhan pahala di lipat gandakan sampai 70 kali lipat dosa pun di lipat gandakan. Ungkapan-ungkapan kritikan-kritikan yang pedas yang kasar jangan. Kalau sebelum Ramadhan masing-masing dah karena kita bukan orang-orang soleh tapi tolong bulan Ramadhan di jaga dan kalau perlu yang namanya whatsup tutup. Tapi kalau buat pedagang ya susah, kalau buat bisnis silahkan karena ini adalah suatu kemudahan yang Allah Swt berikan lewat tehnologi atau ingin menuntut ilmu ya silahkan tapi untuk hal-hal yang tidak ada manfaat nya apalagi yang menyerempet dosa kalau bisa di bulan Ramadhan kita kurangin.

Guru mulia kita Al-Habib Umar bin Muhammad bin hafidz mengatakan dalam satu postingan dari teman saya: kalau orang di bulan Ramadhan masih memutuskan Silaturrahim dia tidak tau puasa namanya, kalau orang bulan puasa masih memandang hal-hal yang haram maka dia tidak tau dari pada hakekat Qiyamullail dan puasa di siang hari.

Ingat hadist Rasulullah Saw ketika kita membuka wa atau kita memposting ke group wa ingatlah hadist Rasulullah Saw 5 perkara membatalkan puasa: yang pertama berdusta, rasulullah Saw tidak pernah berdusta walaupun dalam keadaan bercanda. Yang ke dua mengadu domba, yang ketiga ngomongin orang, yang ke empat memandang dengan syahwat. Segala kelezatan dan kenikmatan yang mubah dengan panca indra ini di bulan ramadhan di suruh tahan karena puasa rahasia puasa itu menekan dan menahan hawa nafsu kita.

Makanya kalau di kitab-kitab seperti Busyrol karim di sebutin bahwa kita mencium wangi-wangian saja ketika lagi puasa hokum nya makruh. Selanjut nya ketika mata memandang yang indah-indah itu hokum nya makruh karena ini namanya kelezatan mata. Kemudian sumpah palsu

Ramadhan turun Al-Qur’an, bahkan ulama mengatakan Sayyid Muhammad AlMaliki Ramadhan ini bukan hanya di turunkan Al-Qur’an tapi juga kitab Taurat dan banyak kitab-kitab para Nabi di turunkan di bulan ramadhan dan Ramadhan istilah nya menjadi sampul yang di dalam nya turun Firman Allah Swt. Jadi waktu yang Allah Swt pilih untuk kemuliaan yang besar kepada hamba-hambanya yang di angkat menjadi Nabi dan menerima kitab-kitab Allah Swt. Al-Qur’an Allah turunkan langsung 30 Juz dari awal sampai akhir dari Lauhul Mahfudz sampai ke baitul izzah lalu dari baitul izzah Allah Swt turunkan kepada Nabi Muhammad selama 23 Tahun secara bertahap. Terkadang bebeapa ayat terkadang beberapa surat. Adapun Nabi-Nabi yang lain ada yang langsung mendapatkan kitab nya sekaligus seperti Nabi Isa tapi kita ummat Nabi Muhammad mendapat rahmat dan mendapatkan kemudahan secara bertahap.

Ramadhan bulan baca Qur’an. Kalau ada orang Muslim sudah bisa baca Qur’an lalu tidak khatam di bulan Ramadhan sungguh dia sangat merugi. Ada Ramadhan khatam Al-Qur’an hanya sekali sungguh tidak ada penigkatan. Ramadhan tahun ini kerjaan sedang libur, sekolah pun libur mari kita tambah khatam Qur’an kita di bulan Ramadhan menjadi 2 kali atau 3 kali bahkan sampai 4 kali asal kita ,mau dan di paksakan pasti bisa. Bukan hanya orang dahulu saja yang katanya bisa menghatamkan Qur’an 3 hari sekali orang sekarang pun banyak yang bisa.

Saya mempunyai murid di pesantren Huraidhoh di Bogor khatam Qur’an di bogor dalam 15 hari bisa 8 kali Khatam Qur’an dan di hari pertama sudah 10 juz. Kalau kita mau kita bisa seperti mereka karena masa muda ini masa menggebleng kita dalam ibadah. Mau ngaji nya, mau tahajjud nya, mau sholat dhuhanya jangan menunggu kalau sudah tau baru focus ibadah. Kalaupun kita focus ibadah ketika tua tidak akan maksimal.

Jadi Ramadhan Rasulullah Saw sabdakan syetan-syetan di belenggu sampai sebulan penuh agar tidak mengganggu ummat saya untuk berpuasa. Ini nyata karena kita tidak melihat mana syetan yang di penjara akan tetapi kita bisa membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad Saw bahwa syetan itu tidak ada kalau kita beribadah. Contoh ketika kita sedang mengaji Qur’an di luar bulan Ramadhan pasti ketika kit abaca setengah juz kita sudah merasa gelisah akan tetapi ketika bulan Ramadhan kita duduk baca Qur’an 1 juz masih gampang.

Bahkan dulu kita denger ada seorang haji pernah belajar di satu pondok pesantren dan mendapatkan pendidikan  dari orang Soleh dia seorang pedagang yang berkah dan rizki nya Masya Allah dia pakai pendidikan dari guru nya dia baca Qur’an di bulan Ramadhan setiap hari khatam 30 juz. Bukan cuman satu juz tapi pagi duduk sore khatam sudah 30 juz. Bagaimana bisa? Kalau orang sudah biasa ngaji Qur’an 1 juz 15 menit banyak yang bisa khatam. 10 menit pun ada. Orang-orang yang makhrojil Huruf nya sudah hebat, tajwid nya sudah hebat lisan nya terbiasa dari kecil ngaji 15 menit bisa mendatkan 3 juz. Berarti kalau satu jam 60 menit di bagi 15 menit berarti sudah 4 juz. 7 jam dia duduk sudah 28 juz dan anggap 8 jam katam Qur’an. Masuk akal kan?

Saya mempunyai murid yang 2 hari sudah khatam. Padahal belum lagi tadarus dengan temen-temennya, belum tarawihnya. Kalau saya boro-boro 3 kali paling top. Mudah-mudahan sekarang bisa lebih. Tapi masya Allah masa muda ini masa penggemblengan. Apalagi ada temen ada contoh dan kita seperti bersaing dalam kebaikan. Ketika dia bisa saya juga pengen bisa. Atur waktunya. Ada yang memakai cara habis sholat 1 juz atau 2 juz. Ada tuh terkadang di postingan wa yang mau khatam Qur’an subuh setengah juz, zuhur setengah juz. Ada yang mau khatam berapa kali subuh nya 1 juz, zuhur dan asar 1 juz atau ada yang sekali duduk borong dah. Habis subuh baca qur’an sekuat nya bisa 4 juz 5 juz. Nanti waktu nya porsil lagi dan ini masa-masa awal ramadhan semangat kita lagi tinggi ini masa porsil. Jangan oh saya satu juz setiap hari nanti lihat tanggal 15 tanggal 20 jago kalau dia masih bisa istiqomah satu juz. Target niat satu kali khatam bisa jadi tidak kesampaian. Mumpung 15 hari pertama ini harus di porsil. Kalau kkita melemah di akhir-akhir target kita satu dua kali khatam sudah dapat. Apalagi wanita yang datang bulan. Satu bulan 30 hari nya mungkin 10 hari atau 6 hari. Mau pake satu juz satu juz tidak kesampaian untuk 1 kali khatam. Mumpung lagi suci perbanyak baca Al-Qur’an.

Satu hal lagi nasehat saya untuk para akhwat muslimat mukminat kalau lagi datang bulan bukan berarti gak bisa puasa gak sholat gak ngaji terus libur tidak ada ibadah, megang hp atau dengar lagu atau nonton apa, ini Ramadhan semua amalan apapun juga di lipat gandakan 70 kali lipat. Kalian bisa berzikir, kalian bisa bersholawat, kalian bisa bertasbih, bertahmid,bertahlil, bertakbir, sambil nyapu sambil masak, sambil duduk sambil berbaring, masih banyak ibadah. Kita pun yang laki-laki atau yang wanita sedang suci bisa tuuh semuanya di pake sambil jalan, sambil duduk.

Terkadang kalau kita lagi megang hp lidah kita masih bisa baca surat Al-Ikhlas. Karena kalau ibadah Qur’an itu mau paham gak paham khusyuk-atau tidak khusyuk di hitung dapat pahala. Kalau zikir kita tidak menghadirkan maknanya itu di katakana tidak dapat pahala, tapi kalau Al-Qur’an mau paham gak paham khusyuk tidak khusyuk dapat pahala. Qur’an itu di anggap ibadah dengan baca walaupun tidak paham tapi ketika kita berzikir Paling tidak kita menghadirkan maknanya walaupun tidak 100 persen tapi kalau qur’an mau khusyu atau tidak khusyuk di terima. Begitu juga dengan sholawat.

Berkata Al-Habib Abdullah bin Muhammad Al-Haddar guru sekaligus mertua guru mulia kita Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim dalam nasehat di bulan ramadhan coba bulan ramadhan ini tiap menit nya itu kalau kalian membaca surat Al-Ikhlas bisa mendapat 15 kali sedangkan membaca surat Al-Ikhlas 3 kali pahalanya seperti khatam Qur’an, itu di luar ramadhan bagaimana kalau di dalam bulan ramadhan berarti 1 menit pahalanya bisa seperti 3 kali khatam qur’an, bagaimana di dalam bulan ramadhan? Kita sambil baring sambil duduk sambil jalan, sambil naik motor. Ramadhan setiap kali nafas nya adalah permata yang tidak ada bandingan harganya.

Mudah-mudahan di bulan ramadhan ini Allah Swt memberikan kita Qobul, Allah Swt berikan kita mudah beramal soleh, Allah Swt mudahkan kita untuk meniggalkan hal-hal yang merusak pahala kita, merusak kehormatan ramadhan dan semoga Allah Swt membukakan pintu rizki pintu kemudahan buat ummat islam semua nya dan semoga wabah Allah Swt angkat dari segenap penjuru dunia

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.