Bulan Purnama Keindahan di Wilayah Pancoran

{mosimage}Senin sore, tepatnya 20 Februari 2006, parkir Masjid Raya Almunawar di Jalan Raya Pasar Minggu, kelurahan Pancoran Jakarta Selatan tampak dipenuhi kesibukan.. puluhan pemuda hilir mudik mengatur tenda, sound system dll, sedangkan ratusan umbul-umbul besar dengan ukuran 1 X 8 Meter itu tampak tegak berkibar megah di sepanjang Jl Raya Pasar Minggu, semua yg melewati jalan itu pastilah memahami bahwa akan ada acara besar-besaran di Masjid Raya itu.

Pk 20.00wib Masjid Raya Almunawar telah penuh sesak dengan ribuan pemuda, Lantai satu masjid yg berkapasitas menampung 4000 jemaat itu telah padat.., mulailah pengunjung memadati lantai dua masjid itu, dan tak lama kemudian lantai dua pun padat dipenuhi para pemuda, anak-anak dan orang dewasa.., dan mulailah pelataran parkir masjid yg sangat luas itu dan memang sengaja dikosongkan dari parkiran, menjadi sasaran para pengunjung…

{mosimage}Pk 21.00wib Pimpinan Majelis Rasulullah saw Hb Munzir Almusawa tiba dilokasi, beliau yg memang memimpin majelis itu setiap malam selasanya, memasuki masjid dan menyalami beberapa tamu undangan, terlihat wajah ceria dari para habaib yg telah hadir, diantaranya Alhabib Ali Albar, Alhabib Mustofa Alattas dan juga wajah-wajah yg tak asing lagi dari para tokoh masyarakat yang seakan sudah menjadi ayah Bagi Hb Munzir, Bpk KH Yusuf Hamdani, Bpk KH Ali Nurdin dan banyak lagi, tak luput dari para alumni Darulmustafa Yaman yg juga sudah tiba, seperti Hb Soleh Alkaff dari Jati Barang, Hb Jakfar Alattas dan masih banyak lagi.

Hb Munzir memimpin maulid.., beliau tampak berwibawa di majelis itu, tak lama kemudian datanglah Guru Besar Al Habib Umar bin Hafidh, diiringi pengawalan Polsek Pancoran dan puluhan motor para aktifis Majelis Rasulullah saw yg membawa bendera Majelis Rasulullah saw dengan Jaket hitam berlogo Majelis tersebut.. kedatangan Guru besar diiringi ratusan roket dan kembang api, kegembiraan meluap dihati ribuan pemuda itu melihat wajah mulia yg selalu terbayang-bayang dihati mereka sebagai pewaris dan penerus Sayyidina Muhammad saw..

{mosimage}Guru Besar masuk ke masjid dengan pengawalan 400 pemuda aktifis MR (Majelis Rasulullah saw). beliau tampak tersenyum cerah melihat sambutan yg demikian meluap dari para pecintanya, beliau melakukan shalat Tahiyyatulmasjid lalu duduk diapit kakak beliau Al Habib Attas Bin Hafidh dan Hb Salim Alaydrus. Kini Pimpinan Majelis Rasulullah, Hb Munzir Almusawa yg selalu berwibawa itu berubah posisi, ia duduk tawarruk sebagaimana budak dihadapan tuannya, tertunduk hina dihadapan Guru Besar yg penuh karisma itu.

{mosimage}Tak lama tamu tamu dari aparat pemerintahan pun berdatangan, yaitu Wakil dari Wagub DKI Jakarta, yaitu bapak Ibn Hajir, dan terlihat pula Kapolsek yg diapit oleh Pimpinan Masjid Raya Almunawar, Bpk KH Muhammd Hasan. Selepas Mahal Qiyam maulid Dhiya’ullami selesai, maka Sambutan Pertama oleh Pimp. MR, Hb Munzir Almusawa, yg kemudian diteruskan oleh Wakil dari Wagub DKI Jakarta, Bpk Ibn Muhajir, yg membawa surat dari Wagub DKI Bpk Fauzi Bowo, lalu diteruskan oleh pembicara kedua yaitu Hb Ahmad bin Nofel bin Jindan, lalu diteruskan pembicara ketiga Ust Muntoha Ridho dari Pontianak, dan Ust. Amiruddin, yg ketiganya adalah alumnus Darulmustafa Yaman. Kemudian sambutan mewakili Kyai setempat oleh KH Ahmad Suryani, sebagai Pimpinan Masjid Raya Assa’adah Mampang Prapatan, dan sambutan terakhir adalah dari fihak Masjid Raya Almunawar, yaitu KH Muhammad Hasan.

{mosimage}Lalu berdirilah Guru Besar Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh, diiringi gemuruh ribuan teriakan shalawat atas Nabi Muhammad saw.. beliau berbicara selama 30 menit diikuti doa dan berdzikir dg Dzikr Jalaalah (Yaa Allah – Yaa Allah) dengan mengulang ulangnya bersama seluruh hadirin, hingga Bumi Pancoran menggelegar dengan gemuruh Dzikir Lafdhul Jalaalah..

Acara berakhir pk 23.00wib, hadirin pun bubar dengan tertib.., pendataan terakhir diperkirakan hadirin mencapai 25.000 (dua puluh lima ribu) orang, lelaki dan wanita, sebab parkir masjid dipadati pengunjung, bahkan Jalan Raya Ps Minggu itu pun dipadati pengunjung hingga keseberang jalan, mereka hanya bisa menyaksikannya dari Layar Proyektor besar yg terbentang di Parkir Masjid Raya Almunawar, hingga pk 01.00 dinihari, Pelataran masjid masih terlihat ramai, dan laporan terakhir ratusan sandal bertebaran di halaman masjid, mungkin mereka sulit mencari sandalnya dalam padatnya pengunjung hingga meninggalkannya begitu saja, hal ini mengingatkan kita saat musim haji dimana ratusan sandal berserakan di halaman Masjidil haram dari pengunjung yg berdesakan keluar.

{mosimage}Guru Besar tersenyum puas meninggalkan lokasi dengan doa dan Ijazah bagi para hadirin, seraya berucap : “saya ijazahkan dzikir LAA ILAAHA ILLALLAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN, dibaca 100X setiap harinya, untuk membuka kekayaan dhahir batin, dan selamat dari siksa kubur, dan dibukakan pintu sorga, dan diselamatkan dari pintu neraka..”. ucapan beliau diterjemahkan, maka gemuruhlah suara hadirin dengan ucapan Qabilna Ijazah (kami terima ijazahnya).

Puluhan Ribu Hadirin kembali kerumahnya masing-masing dengan membawa keluhuran dan kemuliaan, nama mereka telah tercatat sebagai Tamu Keridhoan Allah swt dan tercatatlah nama mereka sebagai nama orang orang yg dicintai Allah swt, sebagaimana Hadits Qudsiy yg disebutkan oleh Guru Besar saat beliau menyampaikan ceramahnya malam itu : Allah swt berfirman dalam Hadits Qudsiy : “TELAH KUPASTIKAN KECINTAANKU BAGI MEREKA YG SALING MENCINTAI KARENA AKU, DAN SALING DUDUK DI MAJELIS KARENA AKU, DAN SALING BERKUNJUNG KARENA AKU”



Hadits Riwayat :
? Imam Ibn Hibban hadits No.575, Juz 2 hal 335.
? Imam Hakim dalam kitabnya Almustadrak Alaa Shahihain hadits no.7314, Juz 3 hal 186
? Muwattha’ Imam Malik hadits no 1711, juz 2 hal.953.).