Jalsatul itsnain Majelis Rasulullah Saw

Senin, 9 November 2020

Al-Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

Segala puja dan puji syukur ke hadirat Allah Swt yang mengumpulkan kita yang menjamu kita dengan pemberian-pemberian yang agung dan tidak seorang pun yang masuk rumah Allah Swt kecuali di kembalikan ke rumah tersebut dengan segala isi harapannya. Karena Allah Swt adalah zat yang memberikan kepada kita sebelum kita memintanya, zat yang selalu mengabulkan setiap harapan hambanya bahkan Allah Swt memuliakan kita sebelum kita memuliakan Allah Swt karena Allah Swt memberikan kita Baginda Nabi besar Muhammad Saw terlebih dahulu baru mengajarkan kita bagaimana cara menyembah Allah Swt. Maka dari itu Allah Swt bertanya kepada kita hamba-hambanya

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah

Apakah kita tertipu dengan keilmuan kita? Apakah kita tertipu dengan perkumpulan kita? Apakah kita tertipu dengan jabatan kita? Apakah kita tertipu dengan harta kita? Sungguh tidak ada yang bisa menipu kita kecuali semua itu pemberian dari Allah Swt. Namun kenapa kita lupa dengan Allah Swt yang memberikan itu semua?

Para Muslimin maha suci Allah Swt yang telah memuliakan kita ummat baginda besar Nabi Muhammad Saw karena beliau sehingga dengan anugrah Allah Swt dengan kedermawanan Allah Swt di berikan kepada kita baginda Nabi besar Muhammad Saw dan di jadikan beliau oleh Allah Swt untuk kita sebagai suri tauladan yang terbaik

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik

sungguh menyesal orang yang jauh dari baginda Nabi Muhammad Saw. Kita bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw adalah perkara yang sangat baik namun ketahuilah sholawat yang terbaik, sholawat yang membuat kita menjadi baik, sholawat yang merubah kehidupan kita untuk menjadi lebih baik itulah yang kita inginkan. Banyak kita perhatikan dari diri kita ataupun dari orang lain yang kita lihat mereka membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw menghadiri maulid Nabi Muhammad Saw namun tidak sedikit yang meninggalkan sholat 5 waktu, tidak sedikit yang telat sholat subuh nya, tidak sedikit yang durhaka kepada kedua orang tuanya, itu menandakan bahwa hadirnya kita di tempat seperti ini belum tulus karena Allah Swt dan Rasulullah Saw. Orang yang cinta kepada Nabi Muhammad Saw pasti memperhatikan Rasulullah Saw. Pasti memperhatikan apa yang di bawa oleh Rasulullah Saw yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw. Mereka-mereka para Habaib dan para alim ulama yang kita baca maulidnya yang kita baca sholawatnya mereka adalah orang yang patuh kepada kedua orang tua nya. Mereka orang yang sangat cinta kepada kedua orang tuanya.

         Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi mengatakan dalam qosidahnya yang kita dengar tadi,beliau mengatakan sesungguhnya aku adalah budak ibuku kalau ibuku mau menjualku di pasar aku ridho.

Namun ibu mana yang mau menjual anaknya. Namun tanyakan kepada diri kita saat kita menghadiri majelis-majelis mulia seperti ini apakah perjalanan kita di ridhoi oleh kedua orang tua kita. Apakah orang tua kita senang atau mereka malah murka dengan kepergian kita saat kita pergi mungkin kita kurang ajar kepada mereka. Maka luruskan hal yang baik dengan yang baik, jangan ganggu kebaikan dengan keburukan kita niscahya keburukan yang sedikit akan merusak kebaikan yang banyak. Lihatlah bagaimana satu jeruk yang busuk jika di letakan di karung jeruk yang bagus maka yang satu yang busuk ini akan menggerogoti yang baik dan tidak mungkin yang baik akan memperbaiki yang buruk .

Maka dari itu para muslimin dan muslimat yang di muliakan oleh Allah Swt tuluskan  cinta kita kepada Rasulullah Saw. Cinta yang tulus adalah yang mengikuti langkah baginda besar Nabi Muhammad Saw. Cinta yang tulus yang mengakibatkan rindu kepada Rasulullah Saw

Seperti Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi dalam qosidahnya beliau mengatakan hampir saja karena kerinduanku kepada Rasulullah Saw hati ku ingin terbang ke Rasulullah Saw. Begitulah mereka-mereka yang mengenal arti cinta kepada Nabi Muhammad Saw tidak meninggalkan syariatnya, tidak meninggalkan ilmunya, tidak meninggalkan akhlaknya, tidak meninggalkan pelajaran dari Nabi Muhammad Saw bukan sekedar mengaku-aku cinta kepada Nabi Muhammad Saw namun perintah Rasulullah kita lalaikan.

Kita dulu berkali-kali saat Al-Faqir masih mengajar di sini berkali-kali Al-Faqir bilang datang bawa pulpen bawa buku, sungguh sudah bertahun-tahun kita mengaji di tempat ini. Namun beruntungnya orang yang menulis ilmu karena ilmu tersebut ada bersama mereka namun yang cukup membawa kuping nya pulang sudah lupa dengan apa yang sudah di sampaikan. Maka dari itu perhatikan syariat Nabi Muhammad Saw. Tanyakan pada diri kita masing-masing apakah kita mengenal syarat-syarat wudhu? Apakah kita menghafal rukun-rukun wudhu, apakah kita mengingat apa saja yang membatalkan wudhu? Sehingga duduknya kita di majelis ilmu yang di adakan oleh Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa dapat bermanfaat untuk beliau karena Nabi Saw mengatakan

Alfaqir ingat ucapan Al-Habib Syekh bin Ali Al-Jufri beliau mengatakan jangan kalian hadir di majelis ilmu untuk mencari barokah saja. Ini adalah pikiran orang-orang yang tidak waras. Karena keberkahan anda niatkan atau tidak maka anda akan dapati tapi orang yang pintar dan orang yang cerdas hadir di majelis ilmu pulang membawa faedah. Pulang dari majelis ilmu membawa ilmu baginda besar Nabi Muhammad Saw.

Lihatlah perjuangan para Salafunnassholeh Al-Imam Syafii beliau dari Negri ke Negeri mencari ilmu, Al-Imam Ahmad bin Hambali dari negeri ke negeri untuk mengambil satu hadist. Al-Imam Bukhori pun demikian, para ulama sebelum kita mereka rela mengorbankan waktunya untuk mencari satu ilmu dan Alhamdulillah di zaman kita masih ada ulama, masih ada habaib, masih banyak orang-orang yang soleh di tengah-tengah kita dan Alhamdulillah di mudahkan oleh Allah Swt sarana untuk kita menimba ilmu namun malas jadi sebab penghalang kita.

Berkata Al-Habib Abdullah bin Syihab saat AlFaqir mengaji dengan beliau di hari kamis pagi beliau mengatakan dulu sebelum ada mobil kita kalau mau hadir haul Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir itu seminggu sebelumnya kita sudah berjalan kaki dari Tarim dan sekarang di zaman kita ini ada mobil tapi membuat kita jadi malas, setengah jam sebelum acara baru jalan kata beliau.

Ini kemunduran. Zaman dahulu mencari pena dan buku itu sangat sulit dan Alhamdulillah sekarang berapa harganya. Apa beratnya membawa pena dan buku. Maka dari itu sayangi diri kita, buktikan bahwa diri kita cinta kepada Nabi Muhammad Saw, pelajari syariat Nabi Muhammad Saw dengan benar, ikut mazhab Imam Syafii sebagaimana mayoritas masyarakat Indonesia dan berkeyakinanlah dengan keyakinan yang betul dengan Allah Swt sesuai dengan aqidah Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan ikutilah Ahlussunnah wal Jamaah yang tidak membenci siapapun, ikutilah aqidah yang di bawa Rasulullah Saw di bawa oleh para sahabatnya para Tabiin sampai kepada guru kita Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz  yang mengajarkan kita untuk mencintai Allah Swt mencintai Rasulullah Saw mencintai sahabat Rasulullah Saw mencintai keluarga Rasulullah Saw mencintai ummat Rasulullah Saw

Cinta itu tidak cukup dengan kata-kata. Saya mencintai Rasulullah Saw namun kita tidak membuktikan cinta tersebut. semua orang mengaku cinta kepada layla tapi belum tentu layla mengakuinya. Kita mengaku cinta kepada Nabi Muhammad Saw apakah kita sudah mendapat jawaban dari Nabi Muhammad Saw bahwa Nabi Muhammad Saw mencintai kita? Tidak ada orang yang di cintai oleh Rasulullah Saw kecuali mereka-mereka yang patuh menjalankan syariat Allah dan Rasulnya. Jangan hanya bersandar dengan sebuah hadist Nabi Saw : siapa yang mencinati aku berarti dia bersama ku di surga. Namun yang di maksud oleh Nabi Adalah bukan cinta pengakuan, bukan cinta ngaku-ngaku, yang sholat subuh nya jam 10 itu namanya pecinta palsu. Ngaku cinta dengan seseorang  dan orang tersebut mensyartkan cinta nya namun kita melanggar cintanya. Maka ini adalah cinta yang palsu. Ikuti betul-betul syariat baginda Nabi besar Muhammad Saw

Jika cinta kalian betul maka pastinya kalian akan mengikuti yang kalian cintai. Kalian pasti akan taat kepada yang kalian cintai. Nabi Saw di utus Allah Swt bukan sekedar untuk kalian cintai namun cinta yang kalian inginkan cinta yang di anggap oleh Allah Swt adalah mengikuti tujuan Allah Swt mengutus Rasulullah Saw. Rasulullah Saw di utus untuk syariat, Rasulullah Saw datang membawa tauhid, Rasulullah Saw datang membawa akhlak, ambil semua dari Rasulullah Saw.

Jangan mengambil islam separuh-paruh. Sholat itu nomor 2 dalam rukun islam tapi itu secara urutan bukan di nomor 2 kan sholat tersebut. Sholat adalah hal terpenting dalam agama dan di dalam sholat itu kita bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw. Maka tuntutlah ilmu sebaik mungkin dan sebanyak mungkin. Karena orang yang memiliki dan mengenal syariat Rasulullah Saw adalah pewaris Nabi Muhammad Saw. Mewarisi ilmu Nabi Saw. Tinggal bagaimana mereka mengamalkan ilmu tersebut, setelah mereka mengamalkan ilmu tersebut mereka dapat menyebarkan ke ummat baginda Nabi besar Muhammad Saw, dengan demikian ilmu tersebut akan bermanfaat untuk dirinya dan ummat baginda Nabi besar Muhammad Saw. Bahkan kita seriing mendengar bahwa Nabi Saw kelur dan pergi ke masjid beliau terdapat dua Halaqoh atau dua krumunan masa, halaqoh pertama sedang mempelejari Al-Qur’an dan hukum nya dan halaqoh satu nya sedang berzikir kepada Allah Swt dan ternayata Nabi lebih memilih duduk dengan orang-orang yang mempelajari hukum.

Maka sahabat bertanya wahai Rasulullah kenapa engkau duduk di sana wahai Rasulullah? Apakah kami ini yang berzikir tidak baik? Nabi mengatakan kalian dalam kebaikan tapi akau di utus sama Allah Swt sebagai pengajar. Aku di utus sama Allah sebagai pengajar zikir adalah perkara yang penting namun jangan kita menjadi sufi tapi kita tidak mengenal syariat Nabi Muhammad Saw. Jangan membawa tasbih kalau kita sholat nya belum benar. Jangan pernah menjadikan seakan-akan diri kita adalah wali tapi kita tidak tau urusan haid, tidak tau urusan wudhu dan juga jangan menjadi faqih saja tanpa kita menyertai nya dengan tasawwuf karena orang yang mengenal  fiqih saja akan menjadi takabbur yang menggampangkan segala cara. Maka jadilah orang sufi dan jadikan diri kalian orang faqih jangan pilih salah satu nya saja tapi pilih dua-duanya. Kita Alhamdulillah di sini baca maulid ada yang nangis dan itu menandakan hati nya baik. Tinggal bagaimana mereka meraih ilmu nya Nabi Muhammad Saw. Sempurnakan diri kita jangan kita mengambil separuh ini yang saya suka karena agama ini bukan pilihan kita dan bukan aturan kita. Agama ini agama Allah Swt dan agama ini ada aturan dari Allah dan Rasulnya dan kita di pilih oleh Allah Swt sebagai orang-orang yang memilih ajaran tersebut dan agama tersebut maka masuklah ke dalam agama tersebut secara keseluruhan.

ادْخُلُوا فِى السِّلْمِ كآفَّةً.

 masuklah kalian ke dalam agama Islam secara kaffah.”

Dan jangan kita memiliki sifat seperti orang-orang di luar islam yang mempercayai sebagian kitab dan meninggalkan sebagian yang lain. Ketahuilah tidak akan sampai seseorang kepada hati yang bersih kecuali apabila mereka mengenal syariat Rasulullah Saw dengan benar. Karena Allah Swt tidak akan menjadikan kekasihnya orang yang bodoh.

Berkata Imam Syafii Allah Swt tidak akan menjadikan kekasihnya itu orang yang bodoh. Andai kata memang harus emang ada yang bodoh jadi wali pasti Allah Swt akan mengajarkannya.

Namun dari sekian miliyar ummat islam jarang banget yang kita dengar mendapatkan ilmu ladunni. Maka apa yang Allah Swt anugrahkan kepada kita yaitu Allah memberikan kita akal sehat, di beri tangan yang sehat, di beri  mata yang sehat, di beri telinga yang sehat semuanya untuk kita mengenal Allah Swt dan Rasulnya. Dan jangan berharap mengenal Allah Swt dengan teori. Karena mengenal Allah Swt adalah ilmu rasa yang tidak bisa di jelaskan oleh kata-kata ataupun tulisan. Namun ilmu rasa itu tidak akan kita raih kecuali kita memiliki bahan-bahan tersebut yaitu zohir syariat Nabi Muhammad Saw

Kita tidak akan merasakan nikmat khusyuk tidak akan bisa merasakan nikmat nya munajat kepada Allah Swt, seperti yang di katakana oleh Imam Abdullah Al-Haddad andai kata ahli surga di surga itu dalam keadaan nikmat seperti yang kami rasakan di malam hari  dan kalau mereka tidak dapatkan seperti yang kami rasakan di malam hari maka mereka tidak enak hidup nya tapi kalau mereka merasakan apa yang kami rasakan di malam hari berarti ahli surga enak di surga. Apa sih rasa nya bangun malam wahai Imam Haddad?

Para muslimin sempurnakan perjuangan Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa. Beliau telah di panggil oleh Allah Swt dan telah membajak sawah yang begitu luas. Maka tanamlah benih-benih ilmu baginda Nabi besar Muhammad Saw sehingga apa yang beliau bajak dari sawah yang besar ini bisa menghasilkan panen yang baik dan itu berada di tanggung jawab kalian semua para pecinta dan murid nya Al-Habib Munzir Al-Musawa. Sedangkan para habaib para sahabat beliau para alim ulama yang hadir mereka-mereka hanya bisa memberikan bimbingan dan terserah kalian, apakah kalian ingin menjadi tumbuh padi yang membuat panen yang baik atau ingin menjadi rumput yang merusak tanaman yang telah di bajak tersebut.

Maka dari itu para muslimin dan muslimat yang di muliakan oleh Allah Swt untuk membuktikan cinta kita kepada Allah Swt dan Rasulnya dan kepada Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa perhatikan syariat Nabi Muhammad Saw walaupun kita belum sempurna melakukannya namun berusahalah untuk mencari bahan-bahannya sedikit demi sedikit dan amalkan bahan-bahan tersebut racik bahan tersebut sehingga kita perlahan sampai kepada yang mereka para wali rasakan.

Semoga Allah Swt  memuliakan dan merahmati Al-Habib Munzir Al-Musawa dan juga khusus nya yang hadir bersama kita Al-Habib Hud bin Muhammad Al-Bagir Al-Atthos dan juga putra Al-Habib Munzir serta Kyai Salman Yahya semoga Allah Swt memanjangakan usia mereka semua dalam taat kepada Allah Swt dan di jadikan ilmu mereka ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan semoga Allah Swt menjadikan majelis ini majelis yang membahagiakan Rasulullah Saw yang membahagiakan Al-Habib Munzir bini Fuad Al-Musawa dan semoga Allah Swt memberikan semangat kepada kita untuk mencari ilmu baginda besar Nabi Muhammad Saw dan memudahkan tangan kita untuk mencatat ilmu dan bukan hanya mendengarkan kemudian kita lupa dengan apa yang kita dengar dan semoga Allah Swt menjaga Negeri kita dari segala musibah menjaga negeri kita dari segala wabah dan semoga Allah Swt mengangkat wabah corona ini sehingga hidup menjadi normal kembali dan semoga Allah Swt memberkati kita semua dalam langkah kita dalam duduk nya kita dalam tidurnya kita dalam sadarnya kita

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.