November 1, 2020

Re:ana \’inda dzonni abdi..

Home Forums Forum Masalah Umum ana \’inda dzonni abdi.. Re:ana \’inda dzonni abdi..

#130378496
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

saudaraku yg kumuliakan,
maksud dari hadits qudsiy yg anda sebutkan itu adalah bahwa Allah menjawab perasaan hamba Nya, hadits penjelasnya adalah sbgbr : \"Barangsiapa yg rindu berjumpa dg Allah, maka Allah rindu berjumpa dengannya, barangsiapa yg benci jumpa dg Allah, maka Allah benci pula jumpa dengannya\" (Shahih Bukhari)

juga hadits Qudsiy : \"Tiadalah hamba Ku mendekat padaku satu jengkal, maka aku mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat pada Ku satu hasta maka aku mendekat pada Nya satu depa, jika ia medekat pada Ku dengan melangkah maka aku mendekat padanya dg bergegas\" (Shahih Bukhari)

maka hadits Qudsiy yg anda tanyakan : \"Aku tergantung persangkaan hamba Ku\", maksudnya jika hamba Nya ingin dekat pada Allah maka Allah lebih ingin dekat padanya, jika ia rindu pada Allah maka Allah pun rindu padanya.

mengenai takdir, bisa berubah dg doa dan usaha, kecuali yg mubram, dan yg mubram itu adalah jumlah para malaikat, jumlah para Nabi, hari kiamat, sorga dan neraka, kematian atas semua yg hidup, dan keputusan keputusan yg sudah dijelaskan pad Alqur\’an dan hadits,

selain itu, maka bisa berubah, jika seorang berbuat baik maka takdirnya makin baik, jika seseorang berbuat buruk maka takdirnya makin buruk, sebagaimana firman Allah swt : \"Barangsiapa yg berderma (shadaqah) dan bertakwa, dan bersungguh sungguh dalam kemuliaan, maka kami mudahkan ia pada kemudahan (kemudahan dunia dan akhirat), dan barangsiapa yg kikir dan berpaling, dan mendustakan kemuliaan, maka kami akan memudahkannya pada kesulitan (kesulitan dunia dan akhirat). (QS Allail 5-10).

maka jika ia berbuat baik Allah akane memudahkannya pada kemudahan, yaitu merubah takdirnya agar semakin baik dan mudah,

namun jika ia beramal buruk maka Allah permudah ia untuk menuju kesulitan, yaitu merubah takdirnya agar semakin buruk.

hamba yg berbuat, dan Allah yg merubah takdirnya kemudian, sebab perbuatan manusia itulah maka Allah merubahnya.

mengenai bunuh diri, ia adalah perbuatan dosa yg dimurkai Allah, ia sendiri yg menjerumuskan dirinya pada kematian, maka takdir Allah swt pun menjatuhkannya, jika Allah tak menghendaki, barangkali ada amal mulia pada orang tsb dimasa lalu yg dicintai Allah, maka Allah hapuskan keinginan untuk bunuh diri itu,

kenapa Allah hapuskan keinginannya untuk bunuh diri?, karena Allah tidak menghendakinya mati dalam keadaan buruk, lalu kenapa Allah membela hamba itu hingga tak jadi bunuh diri?, tentu ada sebab kebaikan hamba itu sebelumnya.

maka kesimpulannya Allah swt melihat perbuatan kita, makin baik maka takdirnya akan makin baik, demikian sebaliknya.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru