May 8, 2021

Re:hadist maudhu\’ dan yg banyak

Home Forums Forum Masalah Fiqih hadist maudhu\’ dan yg banyak Re:hadist maudhu\’ dan yg banyak

#115561320
Munzir Almusawa
Participant

alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kasih sayang dan Inayah Nya swt semoga selalu menyejukkan hari hari anda

saudaraku yg kumuliakan,
1. masalah rajab ini telah dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi : Tidak adsa hadits shahih yg memerintahkan puasa rajab, namun telah muncul riwayat shahih pada sunan Abu Dawud bahwa Rasul saw menyukai puasa di bulan haram, dan bulan rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka puasa rajab adalah hal yg baik dilakukan\" (Syarah Nawawi ala shahih Muslim)

jelas sudah bahwa Rasul saw banyak berpuasa di bulan rajab, dzulqaidah, dzulhijjah, dan Muharram, maka penentangan akan hal ini adalah hal yg mungkar, telah bersabda Rasul saw : Barangsiapa yg menolak sunnahku maka bukan dari golonganku\" (Shahih Bukhari).

Sabda Rasulullah saw : “Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnya, adalah yg bertanya tentang hal yg tidak diharamkan atas muslimin, menjadi diharamkan atas mereka karena pertanyaannya” (shahih Muslim hadits no.2358)

mengenai Istighfar di bulan rajab maka hal itu adalah hal yg mulia, istighfar hal yg mulia dilakukan kapanpun, dan mengkhususkan memperbanyak istighfar di bulan rajab adalah hal yg baik dan tak ada larangannya, dan pelarangan atasnya adalah hal yg mungkar,

para Imam kita ada yg juga tetap mengamalkan walaupun hadits maudhu, namun selama hal itu diakui kebenarannya oleh para Imam, karena walaupun hadits bukan hadits Rasul saw namun paling tidak ia adalah ucapan sahabat atau tabiin, maka fatwa mulia mereka itu patut untuk dipanut dan mereka adalah orang orang yg lebih mengerti hadits Rasul saw daripada kita,

maka walau hadits maudhu tak bisa disejajarkan dg hadits shahih, namun ia masih dipertimbangkan lagi karena merupakan ucapan para sahabat Rasul saw.

2. demikian keadaan muslimin yg dangkal dalam pemahaman syariah, mereka merasa berwibawa dan hebat jika menentang khalayak muslimin lainnya,

3. bermakmum pada masbuq diperbolehkan, demikian dalam madzhab syafii, mengenai bermakmum shalat fardhu pada yg shalat sunnah tetap sah jika ia tidak tahu, jika ia tahu maka sebagian ulama mengatakannya tidak sah jamaahnya, namun ada yg mengatakan ia mendapat pahala jamaah.

4. jika walinya non muslim maka pernikahannya sah oleh Qadhi.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru