June 21, 2021

Re:kangen haji

Home Forums Forum Masalah Fiqih kangen haji Re:kangen haji

#73913595
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan keagungan Rahmat Nya swt semoga selalu terlimpah pada anda ,

Saudaraku yg kumuliakan,
Setiap kejadian adalah hikmah ilahiah, menunjukkan bahwa Dunia bukanlah hakekat kemuliaan dan kehdiupan, Makkah dan madinah di tangan orang fasiq, dan Masjidil Aqsha ditangan Yahudi, demikian hingga kebangkitan Imam Mahdiy di akhir zaman yg disusul oleh kebangkitan Isa bin Maryam as, demikian pula khilafah islamiyah yg btidak bertahan lama.

Namun Khilafah Batiniyah tetap jaya didalam sanubari, para pecinta Rasul saw tetap ada sepanjang zaman, para hamba yg ruku dan sujud dalam kekhusyuan tetap ada setiap masa, tanpa terpaku pada Makkah, Madinah, dan Al Aqsha, inilah salah satu hikmahnya

Mengenai perluasan pemukiman jamaah haji di Mina tidak dibenarkan dalam syariah, demikian dalam madzhab syafii, karena Mina mempunyai medan tertentu, demikian pula Medan Arafah, namun bila betul betul Mina sudah tak lagi mampu memampungnya maka mestilah ada toleransi dalam keadaan darurat oleh para fuqaha, karena dalam keadaan darurat syariah selalu mempunyai jalan keluarnya.

dam haji yg dikirim keluar tanah haram tidak dibenarkan dalam madzhab syafii, mestilah dibagikan pada fuqara di tanah haram, terkecuali mereka yg kena hashr, yaitu tertahan tak bisa pergi haji, mungkin melahirkan ditengah perjalanan, atau ditangkap, atau lainnya, maka ia terkena Dam dan boleh dibagikan diluar tanah haram

jamaah yang melaksanakan haji tamattu tidak terkena dam bila ia kembali ke miqat untuk memulai hajinya setelah umrohnya, bila ia tak kembali ke miqat dan langsung meneruskan hajinya maka ia kena dam, kecuali ia penduduk Makkah, yg Miqatnya adalah rumahnya sendiri.

haji badal boleh untuk haji wajib dan haji sunnah, atau Nadzar haji, atau haji tasyakkur

mengenai hal itu tak ada nash shahih yg merujuk kepada hal itu, barangkali menurut pendapat atau fatwa ulama namun saya belum menemukan riwayatnya yg tsiqah.

Pakaian ihram dikecualikan mengenakan sabuk dan sandal yg ada jahitannya atau cincin (sesuatu yg mengikat/melingkar) diperbolehkan dalam madzhab syafii, yg afdhal adalah berusaha meninggalkan hal hal tsb, namun masa kini akan menyulitkan bila tak memakai sabuk dalam desakan jutaan manusia, dan sabuk digunakan untuk menaruh tanda pengenal pula, demikian pula sandal yg mana bumi haram sangatlah panas.

Air zam zama boleh diperjual belikan, karena ia terhitung Jasa, dikiaskan seperti Siqayah atau tijarah jasa lainnya.

Raudhah ditutup demi keamanan, demikian peraturan Negara itu, dan syariah tak pernah melarangnya, menyelinap tak dilarang oleh syariah selama pemerintah menerapkan hal itu mengingkari syariah, namun syuariah melarang sesuatu yg akan membahayakan diri sendiri.

Perbanyaklah doa untuk kembali diundang oleh Allah.

tambahan :
sebaiknya kita bila telah berdoa disana minta diundang setiap tahun dapat kunjung, maka selalu berharap undangan itu diijabah, dengan jujur dan sangka baik kita pd Allah siapa tahu anda sudah diberi pahala haji tiap tahun walaupun tidak kesana tiap tahun, namun pahala terlimpah dari doa yg anda minta, dan Allah swt mengabulkannya tanpa tubuh anda kesana?

Saudaraku yg kumuliakan, semakin besar sangka baik kita pada Nya swt akan semakin besar ganjaran kita, bila mungkin doa kita saat itu tertahan oleh dosa pasca haji, maka segeralah mohon pengabulannya mulai kini dan pengampunan dosa yg telah lalu

Demikian saudaraku yg kumuliakan,

Wallahu a’lam

Artikel Terpopuler

Jawaban Atas Artikel Nashoro

Samudra Ilahiyah

Artikel Terbaru