January 22, 2021

Re:maksud hadits

Home Forums Forum Masalah Tauhid maksud hadits Re:maksud hadits

#72742066
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Limpahan Kemuliaan Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

1. mengenai foto, tentunya berbeda dg hukum lukisan, foto adalah bukan lukisan tangan manusia, karena foto merupakan bayangan yg ditangkap dan di film kan, bukan lukisan tangan manusia, maka hukum foto boleh boleh saja walaupun foto hewan, foto manusia dll.

Namun mengenai lukisan orang shalih ada dua tafsil dalam pembenarannya, yg pertama bahwa pendapat Mu?tamad bahwa yg diharamkan adalah lukisan yg menggambar seluruh tubuh, maka tidak menjadi larangan bila lukisan itu hanya wajah atau setengah badan.

Yg kedua adalah bahwa larangan lukisan sebagaimana diriwayatkan pula pada shahihain Bukhari dan muslim mengenai hadits yg anda sebut, bahwa perihal pelarangan adalah karena di zaman jahiliyah mereka melukis tuhan tuhan berhala mereka, dan para nabi untuk disembah, maka yg dilarang adalah melukis sesuatu yg disejajarkan dengan Allah swt, demikian pula melukis makhluk hidup yg mempunyai ruh karena mengingatkan kepada keduniawian,
para ulam juga menjelaskan bahwa lukisan yg dilarang adalah melukis seluruh tubuh sempurna, bila hanya wajah, atau setengah badan maka itu tidak termasuk hukum melukis Dzi Ruh (tubuh yg memiliki ruh)
namun melukis wajah orang shalih dimasa kini tentunya tak ada kehendak untuk disembah maka tak ada larangannya, selama hal itu membawa manfaat bagi muslimin dan tidak bertentangan dg syariah, melukis wajah orang shalih tentunya mengenalkan kita kepada kemuliaan para da?I dan ulama ummat ini, menambah keimanan dan semangat kita untuk lebih bertakwa dan sampai kederajat mereka itu, maka hal ini sangat bermanfaat, bahkan mesti dilestarikan.

2. Hadits itu teriwayatkan dalam Musnad Imam baihaqi Alkubra, juga dalam riwayat lainnya, makna hadits ini jelas bahwa Rasul saw tak menyukai lelaki yg menggunakan kunyit sebagai perhiasan bagi kaum pria, (lulur), sebagaimana kita ketahui bahwa syariah mengharamkan segala perhiasan wanita digunakan oleh pria, namun teriwayatkan dalam hadits lain bahwa Rasul saw memakai baju yg diwarnai dg kunyit.
Jalan tengah antara kedua pembahasan ini adalah bahwa penggunaan kunyit untuk menghiasi diri, maka hukumnya makruh, bahkan sebagian ulama mengatakannya haram karena berhias dengan kunyit (lulur) adalah berhias dengan perhiasan wanita.

3. Menghiasi suara dalam membaca Alqur?an adalah menghiasinya dengan bacaan yg khusyu dan lirih, hingga kita menikmatinya, bukan menghiasinya dengan suara berlagu lagu, sebagaimana para sahabat ketika membaca Alqur?an membuat orang orang lain yg mendengar terenyuh, bahkan kafir pun menjadi masuk islam, karena suara dari dasar sanubari sangat mempengaruhi ruh orang orang yg mendengarnya.

Wallahu a?lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru