August 6, 2021

Re:Mu\’amalah – Kridit Barang

Home Forums Forum Masalah Fiqih Mu\’amalah – Kridit Barang Re:Mu\’amalah – Kridit Barang

#80073200
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Cahaya Keindahan Allah swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
mengkreditkan barang dg harga yg dilebihkan adalah halal, tanpa batas presentase tertentu, walaupun 100% sekalipun tak masalah,

namun yg menjadikan perbedaan riba atau tidaknya adalah apabila saat transaksi disebutkan presentase bunga,

misalnya begini :
penjual : \"barang ini jika cash 100 ribu, jika angsuran maka 200 ribu.
pembeli : saya setuju membeli dg angsuran.
maka ini halal dan bebas dari riba.

contoh kedua :
penjual : barang ini jika cash 100 ribu, jika angsuran setahun maka bunganya 10%
pembeli : saya setuju, saya beli barang ini dg ansguran dan saya setuju bunganya 10%.
nah.., ini riba..

kesimpulannya, masalah persentase bunga jangan disebut sebut saat transaksi, boleh boleh saja disebut saat tawar menawar, namun saat sudah akan transaksi maka presnetase bunga itu jangan disebut lagi, apalagi dg menuliskannya berupa surat perjanjian sebagaiman leasing mobil / motor yg jelas jelas disebutkan persentasenya, maka ini terkena Riba.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dalam semua cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wassalam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru