October 21, 2020

Re:siapa Syaikh Bahjatul Baytar

Home Forums Forum Masalah Tauhid siapa Syaikh Bahjatul Baytar Re:siapa Syaikh Bahjatul Baytar

#150824123
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. saya sudah ada hubungan dengan fihak Jawa Timur, Insya Allah saya akan hadir di Malang utara dalam Tablig Akbar, namun ini masih direncanakan, semoga Allah swt mengabulkannya. kita segera jumpa saudaraku tercinta.

2. Ibunda Maryam berdoa kepada Allah : Wahai Allah aku nadzar agar anak dikandunganku ini menjadi satria perkasa yg membela agama, namun ketika lahir ternyata anaknya wanita, maka Ibunda Siti Maryam berdoa : wahai Allah, aku telah melahirkan wanita, dan Kau Maha Tahu bahwa pria bukan seperti pria, maka aku namai putriku ini Maryam, dan aku melindunginya dan keturunannya dg Mu dari syaitan yg terkutuk. (QS Al Imran 35 36).

Allah tidak mengabulkan keinginannya dan doanya, tapi Allah memberi yg lebih afdhal, dengan putrinya itu lahirlah siti Maryam yg shalihah dan menjadi ibu bagi Nabi Isa as.

saudaraku, berdoalah pada Allah, jika pria maka jadikan pria yg baik dan shalih dan menjadikan kebanggaan ayah bundanya dunia dan akhirat, dan jika wanita pun demikian, pemeriksaan USG bisa dan sering salah, namun bertawakkallah pada Allah swt.

3. jika sanad guru itu benar ada pada albani, maka ia tak akan mengingkari para muhadditsin sebelumnya, dan orang yg mempunyai sanad pun tidak berguna jika ia ingkar pada syariah, apakah ia ma\’shum setelah punya sanad?

saya mempunyai sanad kepada Imamussab\’ah, yaitu Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidziy, Imam Nasai, Imam Abu Dawud, Imam Ibn Majah, dan Imam Ahmad, lalu apakah saya ma;shum…?, tentunya tidak, dan fatwa saya tidak berguna jika saya bertentangan dg para Muhadditsin (alhamdulillah saya tidak pernah berfatwa apapun, saya cuma pecinta ahli hadits dan sesekali bukan ahli hadits).

Albani bukan muhaddits, muhaddits adalah sudah lewat masanya, mereka yg telah mendengar suatu hadits dari periwayatnya, jumpa dg periwayatnya, lalu menelusuri riwayat si periwayat itu, lalu memutuskan apakah riwayatnya shahih atau dhoif, itulah muhaddits, kapan albani berjumpa dg periwayat hadits?, ia cuma nukil nukil dari sisa sisa hadits di buku yg tersisa, yg jika dikumpulkan maka tak mencapai 100 ribu hadits, kecuali dengan hadits hadits yg belum dibukukan,

sedangkan kita bisa bayangkan Imam Ahmad bin Hanbal hafal 1 juta hadits berikut sanad dan hukum matannya, lalu ia hanya sempat menulis sekitar 20 ribu hadits pada musnadnya, sisanya sirna ditelan zaman..

lucu kalau ada orang masa kini menghukumi hadits dg riwayat yg kurang dari 10% hadits yg ada, yg ada masa kini adalah sisa sisa yg masih ada, kita hanya bisa mengikuti fatwa para muhaddits terdahulu, karena mereka menyaksikan ratusan ribu hadits bahkan lebih dari 1 juta riwayat.

bukan yg bangun kesiangan lalu menukil hadits sisa sisa lalu berfatwa menjatuhkan fatwa para muhadditsin rahimahumullah.

siapapun dia dimasa bukan masa para Muhaddits, walau mempunya sanad ribuan sekalipun (apalagi cuma satu sanad, itupun diragukan), jika bertentangan dg Jumhur (mayoritas) ulama hadits maka fatwanya batil dan mengikutinya adalah kesesatan.

4. anda dapat mendownload buku saya : kenalilah akidahmu. di kiri web ini, sebagian besar masalah yg anda perlukan telah saya jawab di buku tsb. silahkan download di tampilan kiri web ini.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

salam rindu

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru