October 21, 2020

Re:sufi,dzikir, fana, baqa

Home Forums Forum Masalah Tauhid sufi,dzikir, fana, baqa Re:sufi,dzikir, fana, baqa

#129379093
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

saudaraku yg kumuliakan,
fana adalah tenggelamnya pemikiran pada suatu hal, hingga lupa pada yg lain, fana sering terjadi pada manusia, misalnya karena melihat wujud syaitan yg menakutkan maka ia lari sekencang kencangnya dan melompati pagar tinggi, ia tak sadar itu, namun itu bisa terjadi pada semua manusia,

atau ketika seorang luka besar dikakinya hingga ia tak bisa berjalan misalnya, lalu melihat anak bayinya akan digigit ular, ia akan berdiri dan menyelamatkan anaknya tanpa terasa lagi sakit luka dikakinya,

atau ketika ia melihat kekasihnya dibunuh maka ia gelap mata dan mengamuk lupa pada jati dirinya, atau menyobek bajunya dan berguling ditanah sambil menjerit karena tak kuasa menahan sedihnya,

atau contoh yg lebih sering terjadi adalah orang yg melamun, ia sedang larut dalam lamunannya, ia memandang kedepannya namun ia tak melihat orang didepannya, ia tak tahu temannya misalnya dihadapannya, ia baru sadar jika ditegur atau disapa, ia akan tersentak dan barulah matanya kembali berfungsi, sedari tadi ia melihat namun tak berfungsi pengpihatannya karena larut dengan lamunannya.

demikianlah fana.

namun fana terhadap Allah dalam dzikir dihukumi oleh ulama sebagai alam bawah sadar, dan tak bisa dihukumi sesat, karena jiwanya terisi dengan cinta Allah, dan cinta Allah adalah perintah Allah swt, maka bukan buatan syaitan, maka apapun yg diperbuat orang yg hilang kesadarannya selain mabuk arak, maka syariah terhenti dari memvonisnya.

mengenai riwayat Imam Abdulqadir Aljailaniy berbuat demikian, adalah riwayat yg tidak bisa dipertangggungjawabkan, karena sanadnya tidak jelas, hal itu mustahil diperbuat oleh seorang Imam besar, beliau bukan hanya sufi, tapi ulama dan mufti besar dimasanya, hal itu bisa saja terjadi mungkin saat ia masih muda belia dan belum sampai ke derajat tinggi dalam ilmu syariah dan haqiqahnya.

karena kesempurnaan khusyu adalah sakinah dan tenang, bukan lupa diri dan berbuat hal hal yg aneh tanpa sadar.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,

Wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru