October 28, 2020

Re:Tanya macem2….

Home Forums Forum Masalah Umum Tanya macem2…. Re:Tanya macem2….

#77580377
Munzir Almusawa
Participant

Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

Kebahagiaan dan Kesejukan rohani semoga selalu menghiasi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
beda antara Ijazah dzikir dengan ijazah sanad,
Ijazah dzikir adalah izin untuk mengamalkan suatu dzikir, izin yg didapat dari guru, dari guru dan demikian sampai keujung awalnya,

Ijazah sanad adalah penyampaian hadits dari guru ke murid, dan penyambungan untaian guru, misalnya anda adalah murid Imam Bukhari, lalu saya tak sempat jumpa dg Imam Bukhari, maka saya berguru pada anda, maka sanad saya bersambung kepada Imam Bukhari lewat anda,
Demikian sanad itu hingga kini, namun saya tak yakin Doktor yg di malaysia itu punya sanad guru ke Imam Muslim (dia hanya punya sanad pada Imam Muslim, bukan Bukhari), sebab orang yg sudah bersanad pada para Muhaddits itu mestilah memanut gurunya, dan kita tahu bahwa Imam Muslim bukan wahabi, Imam Bukhari bukan wahabi, Imam Muslim berkata pada Imam Bukhari : “Izinkan aku mencium kedua kakimu wahai Raja para Muhaddits..!”, ucapan seperti ini kalau di golongan wahabi sudah musyrik, karena kultus.

Imam Bukhari bukan pula wahabi, sebagaimana ucapannya pada muridnya yg sedang jenuh dalam mempelajari hadits, ia berkata : “pedagang sibuk dg dagangannya, tukang kayu sibuk dg kayunya, dan engkau bersama Rasulullah saw” (maksudnya dalam ilmu hadits, dan orang yg sedang belajar hadits itu adalah orang yg sedang bersama Rasulullah saw, ucapan seperti ini akan dikatakan Bid’ah dan syirik bila di kalangan wahabi,

Dan tiada satupun muhaddits dan Imam yg wahabi,

2. Ahli Bid’ah yg dimaksud oleh Hujjatul Islam, Al Muhaddits Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Atthuusy rahimahullah adalah kaum rawafidh, juga Jabariyah dan Qadariyah, kaum sesat yg muncul dimasa mereka, ucapan ini muncul juga dari Imam Malik rahimahullah, yg dimaksud adalah kaum rawafidh,

dan mungkin yg mereka maksud adalah kaum wahabi juga, sebab Imam Malik ketika ditanya tentang pertanyaan : “apakah Allah ada di Arsy?”, maka berkata Imam Malik : Majhul, Ma’qul, Iman bihi waajib, wassu’aal ‘anhu Bid;ah, wa inniy wallahu ra’;aytuka rajulun suu’, akhrijhu min ‘indiy..!”
(pertanyaan itu Tidak bermakna, namun masuk akal, percaya akan hal itu wajib, dan bertanya tentang hal itu adalah Bid’ah!, dan sungguh aku melihat kau ini orang jahat, keluarkan ia dari hadapanku..!)

nah.. demikian tegasnya Imam malik pada orang yg tanya tanya soal Allah ada di Arsy, siapa lagi kalau bukan wahabi wahabi ini, bahkan Imam Malik mengusirnya, padahal Imam Agung ini adalah guru Imam Syafii.

Imam Ghazali bulan wahabi, ia adalah Hujjatul Islam, yaitu sudah hafal 300 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya, dan Imam Ghazali berkata : “bila sekejap aku tak melihat Rasulullah saw maka tak hukumi aku seorang muslim”. Nah.. ucapan apa ini?, kalau didengar wahabi maka pasti dibilang musyrik.

Dan para wahabi itu kesemuanya tak mempunyai sanad guru, justru kalau mereka punya sanad guru maka lebih berbahaya lagi, karena berarti berkhianat pada gurunya pula.

3. Makruh dan bukan haram,

4. Hadits shahih menjelaskan bahwa selesai nabi saw menguburkan seorang lelaki, maka istri almarhum mengundang nabi kunjung kerumahnya, lalu disediakan makanan, Nabi saw menaruh tangannya dimakanan itu maka kami (para sahabat) turut menaruh tangan kami di makanan itu, lalu nabi saw makan dan kami pun ikut makan.

5. banyak berdoa dan meminta, mintalah nisa yg anda inginkan dari yg memilikinya, siapa yg memilikinya, Allah swt tentunya, nah barulah melamarnya nanti, kalau sudah Allah swt setuju maka nisa itu akan menerima anda dan orang tuanya pun akan terima pula, bukankah demikian saudaraku?

demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

wallahu a\’lam

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru