December 2, 2020

Allah Azza wa-Jalla

Home Forums Forum Masalah Tauhid Allah Azza wa-Jalla

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 27 total)
  • Author
    Posts
  • #84183699
    sanusi burhanudin
    Participant

    Assalamu alaikum wr.wb.
    ya habibana semoga Allah membumikan terus rahmtNya pada habib.

    1. Ada yang saya tanyakan, mohon berkenan dijelaskan, bahwanya manusia saat sholat di anjurkan untuk menyembah seolah-olah melihat dzat Allah, kebingungan saya, bagaimana cara saya melihat Allah, saat saya membayangkan lafalz Allah, sementara yang saya sembah bukanlah namaNya tapi dzatNya, saat kekosongan yang ada, saya takut bahwa justru saya memfanakan Allah, mohon dijelaskan?

    2. Allah bersifat Ada dan selainNya bersifat Fana, matahari, bulan, alam semesta menyadari kefanaannya sehingga berdzikir, sholat, dan menyembah yang Maha Kuasa dengan begitu teraturnya, sementara manusia? Apakah memang begitu adanya bahwa manusia layaknya wayang yang digerakkan oleh Sang Dalang, dan sebenarnya bahkan segala pertanyaan dan kata2 saya kepada Habib ini adalah atas kekuasaan dan ketentuan yang digariskan Allah?

    3. Mencintai takan bisa sebelum mengenal, mengenal dilandasi oleh bertemu, bertemu bisa saat diijinkan, saya telah berkali-berkali meminta ijin kepada Allah agar mengijinkan saya untuk menemui, mengenal, dan lebih2 mencintainya, apakah cara ini salah? Bisakah habib tunjukan cara agar saya menjadi manusia yang bisa mencintai Penciptanya?

    Maaf jika ada kata2 saya yang tidak berkenan, dan Saya juga mohon kesediaan habib untuk mengijazahkan Kitab Madad Nabawiy dan semua dzikir yg ada didalamnya dan Sanad mahabbah, sanad Rahmah dan sanad shahih Bukhari, juga hizb bahr, Hizb Abdul Qodir Jailani, hizb nashr, hizb ikhfa (ikhfa’ nawawi) hizb thoir, dan hizb shilah, dan saya mohon ijazah dr habib, apa2 yg termuat dalam website ini. Semoga Allah membalas kebaikan Habib Munzir :-)

    Atas jawaban dan kesediaannya, saya ucapkan terima kasih

    Wassalamualaikum

    Burhan

    #84183704
    Aditya Hartono
    Participant

    Wa\’Alaikum Salaam Warahmatullahi Wa Barakaatuh….

    akhi ana ingin berbagi pada akhi perihal pertanyaan yg akhi ajukan kepada yang mulia habib Munzir, disini ana bukan berkapasitas memberikan jawaban tapi hanya ingin berbagi pada akhi mengenai yang ana tahu saja, apabila nanti ada kesalahan insya Allah yang mulia Habib Munzir akan membenarkannya dengan pembenaran yang di ridhoi oleh Alloh Subhanahu Wata\’ala.

    1. Kalo akhi tidak bisa melihatNya anggap saja Alloh yang melihat karena sesungguhnya Dia Maha Melihat lagi Maha mengetahui HambaNya, kan dalam makna IHSAN seperti itu \"Beribadahlah kamu seolah² kamu melihat Alloh, apabila kamu tak melihatnya sesungguhnya Dia (Alloh) melihatmu\"

    2. Semua memang Hakekatnya kembali kepada Alloh, tapi Alloh menciptakan manusia dengan begitu sempurna dari makhluk lainnya semuanya itu tidak sia²,manusia diberi akal & pikiran untuk berpikir agar bisa membedakan mana yang benar & mana yang salah, tapi tidak semuanya kita bisa sandarkan segala sesuatunya disebabkan karena Alloh (walaupun hakekatnya dari Alloh) sebab sebagai adab segala sesuatu yang baik itu datangnya dari Alloh dan yang buruk itu dari diri kita sendiri.sebagai Contohnya adalah seperti ini, Sebuah pabrik mobil membuat mobil dengan bagus & sempurna ,setelah itu dijual kepada seseorang lalu orang itu mengendarai mobil dan menabrak yang mengakibatkan mobil itu menjadi rusak, lalu apakah yang disalahkan itu pabriknya ? maka jawabannya adalah tidak ,yang harus disalahkan itu orangnya mengapa mobil itu bisa nabrak.

    3. Seperti yang saya dengar dari beberapa guru saya untuk mencintai Alloh itu harus mengenalNya, sebelum mengenal Alloh maka kenalilah diriMu sendiri,\"Man \’arifa nafsa, faqad \’arifa Rabb!\" (Siapa Yang mengenal diriNya maka mengenal Alloh Pemilik & Pemeliharanya).Setelah itu Cintailah kekasihNya Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wassalam.

    Demikian saudaraku, Wallahu\’alam

    Wassalaamu\’alaikum
    Hartono – mangga Besar XIII

    #84183739
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menyelimuti hari hari anda

    Saudaraku yg kumuliakan,
    beribu maaf selama 10 hari saya tidak online hingga tak bisa menjawab pertanyaan anda

    1. Sabda Rasul saw : sembahlah Allah seakan kau melihat Nya, jika tak mampu kau melihat Nya maka Dia itu Melihat Mu. (shahih Muslim)

    berkata Al Hafidh Al Imam Nawawi dalam Syarh Nawawi Ala shahih Muslim, bahwa maksud dan tujuan hadits adalah keikhlasan seseorang dalam ibadah, melupakan seluruh hamba dan makhluk, memuncakkan paerhatiannya pada sang pencipta.

    maka jelaslah bahwa yg dimaksud adalah bukan harus melihat Allah swt dalam ibadah shalatnya, melihat atau tidak melihat namun seakan akan tak melihat yg lain lagi, konsentrasinya hanya kepada Maha Raja Alam semesta, tanpa perlu membayangkan dzat Nya swt, namun menghadirkan makna setiap ucapan ucapannya yg ia ucapkan saat shalatnya.

    2. Allah swt Maha Menentukan dan Maha Mengatur, tidak seorangpun bisa lepas dari aturan Allah swt, namun aturan ilahi itu juga disertai kebebasan, namun kebebasan yg terikat dg ketentuan,

    mudahnya seperti ini : anda menginap dirumah teman anda, teman anda telah menyiapkan ruangan untuk anda, menyiapkan makanan didapur, selimut di kamar, air panas di kamar mandi, dan telepon di ruang tamu,

    maka anda boleh memanfaatkan yg anda inginkan, anda bisa makan, tidur, mandi air hangat, dlsb, namun anda tak akan menemukan makanan di kamar tidur, karena pemilik rumah sudah menyiapkannya didapur dan bukan diruangan lainnya,

    anda dapat mandi air hangat namun anda tak akan mendapatkannya di ruangan tamu, karena sang pemilik rumah telah menyiapkannya di kamar mandi,

    anda dapat menelepon siapa saja, namun pemilik rumah tak menyediakan untuk anda sarana hubungan SLI dan fax di telepon yg anda gunakan, maka bagaimanapun anda tak akan bisa menggunakannya untuk SLI dan Fax karena sarana tak tersedia dari pemilik rumah.

    nah.. demikian pula kita dengan Allah swt, Allah menyediakan segala galanya dan menentukan segala galanya, namun kita bisa memilih mana yg kita pilih, namun yg kita pilihpun tak bisa melebihi apa yg telah ditentukannya,

    misalnya dirumah tadi sang pemilik hanya menyiapkan satu ember air hangat, maka anda tak akan mendapat lebih dari itu kecuali dg izin dan keinginan pemilik rumah.

    demikian kita dg Allah swt.

    3. Rasul saw bersabda : Cintailah Allah karena kenikmatan kenikmatan yg dilimpahkan Nya padamu\".
    nah.. jelaslah sudah, tubuh anda yg anda miliki adalah bukti kedermawanan Nya pada anda, tak ada yg mampu memberi anda seperti itu dan apalagi lebih dari itu selain Allah swt.

    maka anda melihat Allah dengan menyaksikan kenikmatan Nya, misalnya anda mendapat hadiah kiriman uang, rumah, mobil, dari seorang raja yg belum anda temui, maka anda akan mencintainya dan memuliakannya sebelum anda jumpa dengannya, dan anda akan rindu untuk jumpa dengan Nya, demikianlah.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #84183748
    sanusi burhanudin
    Participant

    Waalaikumsalam,

    untuk beberapa jawaban saya memahaminya, tapi maaf jika saya lancang bertanya lagi, tapi ini dikarenakan kekurangan ilmu saya

    untuk ventura

    b]ventura1982 tulis:[/b]
    [quote]Wa\’Alaikum Salaam Warahmatullahi Wa Barakaatuh….

    2. Semua memang Hakekatnya kembali kepada Alloh, tapi Alloh menciptakan manusia dengan begitu sempurna dari makhluk lainnya semuanya itu tidak sia²,manusia diberi akal & pikiran untuk berpikir agar bisa membedakan mana yang benar & mana yang salah, tapi tidak semuanya kita bisa sandarkan segala sesuatunya disebabkan karena Alloh (walaupun hakekatnya dari Alloh) sebab sebagai adab segala sesuatu yang baik itu datangnya dari Alloh dan yang buruk itu dari diri kita sendiri.sebagai Contohnya adalah seperti ini, Sebuah pabrik mobil membuat mobil dengan bagus & sempurna ,setelah itu dijual kepada seseorang lalu orang itu mengendarai mobil dan menabrak yang mengakibatkan mobil itu menjadi rusak, lalu apakah yang disalahkan itu pabriknya ? maka jawabannya adalah tidak ,yang harus disalahkan itu orangnya mengapa mobil itu bisa nabrak.
    [/quote]
    contohnya dari bapak, memang sejatinya mobil adalah hasil dari pabrik, dan manusia yang mengendarainya apakah juga bukan dari suatu produk pabrik? akal pikiran kita datangnya dari Allah, Allah yang tidak terbatas waktu dan tempat, yang maha mengetahui, saya tidak ingin memahami bahwa saya menabrakan mobil adalah diluar sepengetahuan Allah sebelumnya, bahwasanya saya menabrakan mobil karena teledor dan kemudian masuk RS, maka itulah akibat dari sebab dari apa yang saya lakukan, tapi tetap bahwa kuasa Allah sebagai yang maha kuasa lah yang menentukan itu terjadi, maka maaf tolong dijelaskan tentang perihal ini

    [b]munzir tulis:[/b]
    [quote]

    1. Sabda Rasul saw : sembahlah Allah seakan kau melihat Nya, jika tak mampu kau melihat Nya maka Dia itu Melihat Mu. (shahih Muslim)

    berkata Al Hafidh Al Imam Nawawi dalam Syarh Nawawi Ala shahih Muslim, bahwa maksud dan tujuan hadits adalah keikhlasan seseorang dalam ibadah, melupakan seluruh hamba dan makhluk, memuncakkan paerhatiannya pada sang pencipta.

    maka jelaslah bahwa yg dimaksud adalah bukan harus melihat Allah swt dalam ibadah shalatnya, melihat atau tidak melihat namun seakan akan tak melihat yg lain lagi, konsentrasinya hanya kepada Maha Raja Alam semesta, tanpa perlu membayangkan dzat Nya swt, namun menghadirkan makna setiap ucapan ucapannya yg ia ucapkan saat shalatnya.
    [/quote]
    melupakan seluruh hamba dan makhluk, memuncakkan perhatian pada sang pencipta dengan menghadirkan makna setiap ucapan saat shalat hakikatnya kita telah melihatNya ? maaf, apakah bisa disimpulkan seperti ini Habib!

    [b]munzir tulis:[/b]
    [quote]
    2. Allah swt Maha Menentukan dan Maha Mengatur, tidak seorangpun bisa lepas dari aturan Allah swt, namun aturan ilahi itu juga disertai kebebasan, namun kebebasan yg terikat dg ketentuan,

    mudahnya seperti ini : anda menginap dirumah teman anda, teman anda telah menyiapkan ruangan untuk anda, menyiapkan makanan didapur, selimut di kamar, air panas di kamar mandi, dan telepon di ruang tamu,

    maka anda boleh memanfaatkan yg anda inginkan, anda bisa makan, tidur, mandi air hangat, dlsb, namun anda tak akan menemukan makanan di kamar tidur, karena pemilik rumah sudah menyiapkannya didapur dan bukan diruangan lainnya,

    anda dapat mandi air hangat namun anda tak akan mendapatkannya di ruangan tamu, karena sang pemilik rumah telah menyiapkannya di kamar mandi,

    anda dapat menelepon siapa saja, namun pemilik rumah tak menyediakan untuk anda sarana hubungan SLI dan fax di telepon yg anda gunakan, maka bagaimanapun anda tak akan bisa menggunakannya untuk SLI dan Fax karena sarana tak tersedia dari pemilik rumah.

    nah.. demikian pula kita dengan Allah swt, Allah menyediakan segala galanya dan menentukan segala galanya, namun kita bisa memilih mana yg kita pilih, namun yg kita pilihpun tak bisa melebihi apa yg telah ditentukannya,

    misalnya dirumah tadi sang pemilik hanya menyiapkan satu ember air hangat, maka anda tak akan mendapat lebih dari itu kecuali dg izin dan keinginan pemilik rumah.

    demikian kita dg Allah swt.
    [/quote]
    apakah kebebasan kita untuk memilih lepas dari KuasaNya Allah?

    [b]munzir tulis:[/b]
    [quote]
    3. Rasul saw bersabda : Cintailah Allah karena kenikmatan kenikmatan yg dilimpahkan Nya padamu\".
    nah.. jelaslah sudah, tubuh anda yg anda miliki adalah bukti kedermawanan Nya pada anda, tak ada yg mampu memberi anda seperti itu dan apalagi lebih dari itu selain Allah swt.

    maka anda melihat Allah dengan menyaksikan kenikmatan Nya, misalnya anda mendapat hadiah kiriman uang, rumah, mobil, dari seorang raja yg belum anda temui, maka anda akan mencintainya dan memuliakannya sebelum anda jumpa dengannya, dan anda akan rindu untuk jumpa dengan Nya, demikianlah.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam[/quote]
    saat kita didera derita, musibah, juga pemberian Allah berupa sakit, apakah ini juga nikmat yang kita kembalikan ke Allah, sehingga bisa mencintaiNya

    maaf jika ada kata2 saya yang tidak berkenan di hati habib dan Bapak Hartono di mangga besar, sungguh saya tidak inggin berdebat tapi merusaha mencari ilmu, atas penjelasan dan jawaban yang lain saya tidak bahas bukan karena ketidaksopanan saya tapi karena insyaAllah saya telah memahami atas jawaban yang diberikan

    Wassalam

    Burhan

    #84183779
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kebahagiaan semoga selalu menyelimuti hari hari anda

    Saudaraku yg kumuliakan,
    baiknya pertanyaan anda pd sdr hartono saya yg jelaskan agar masalah ini tuntas.

    Allah swt menentukan sesuatu ketentuan, namun Allah juga menyiapkan hal hal yg bisa merubahnya lebih buruk atau lebih baik, musibah bisa berkurang atau bertambah dari yg ditentukan, tergantung perbuatan hamba Nya. namun Allah Maha mengetahui bahwa ketentuan itu akan berubah atau tidak.

    melihat Allah, jika tak mampu maka ketahuilah bahwa ia dilihat oleh Allah swt, seperti orang yg buta dan dibawa kehadapan Raja, ia tahu ia dihadapan Raja dan dilihat, maka ia tunduk dan berucap kalimat kalimat agung demi memuliakan Rajanya tanpa melihatnya.

    kebebasan kita untuk memilih, tidak lepas dari kekuasaan Allah, kesimpulannya kita bebas namun dalam batasan batasan tertentu, kita tetap hamba, tidak bebas berbuat sebagaimana sang pencipta, namun Dia swt memberi banyak kebebasan pada hamba Nya terutama keturunan Adam as.

    sabda Rasul saw bahwa kesemua musibah, penyakit, yg menimpa muslimin adalah penghapusan dosa dari Allah, maka berkata Aisyah ra : wahai Rasulullah.., apakah jika seseorang jika tertusuk duri juga merupakan penghapusan dosa?, Rasul saw menjawab : Betul, bahkan setiap kesedihan dan kegundahan hatinya\" (Shahih Bukhari).

    maka fahamlah kita bahwa semua musibah yg datang pada kita adalah penghapusan dosa dari Allah swt sebelum kita bertobat dan istighfar.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #84183823
    Aditya Hartono
    Participant

    [b]reihanu tulis:[/b]
    [quote]Waalaikumsalam,

    untuk beberapa jawaban saya memahaminya, tapi maaf jika saya lancang bertanya lagi, tapi ini dikarenakan kekurangan ilmu saya

    untuk ventura

    b]ventura1982 tulis:[/b]
    [quote]Wa\’Alaikum Salaam Warahmatullahi Wa Barakaatuh….

    2. Semua memang Hakekatnya kembali kepada Alloh, tapi Alloh menciptakan manusia dengan begitu sempurna dari makhluk lainnya semuanya itu tidak sia²,manusia diberi akal & pikiran untuk berpikir agar bisa membedakan mana yang benar & mana yang salah, tapi tidak semuanya kita bisa sandarkan segala sesuatunya disebabkan karena Alloh (walaupun hakekatnya dari Alloh) sebab sebagai adab segala sesuatu yang baik itu datangnya dari Alloh dan yang buruk itu dari diri kita sendiri.sebagai Contohnya adalah seperti ini, Sebuah pabrik mobil membuat mobil dengan bagus & sempurna ,setelah itu dijual kepada seseorang lalu orang itu mengendarai mobil dan menabrak yang mengakibatkan mobil itu menjadi rusak, lalu apakah yang disalahkan itu pabriknya ? maka jawabannya adalah tidak ,yang harus disalahkan itu orangnya mengapa mobil itu bisa nabrak.
    [/quote]
    contohnya dari bapak, memang sejatinya mobil adalah hasil dari pabrik, dan manusia yang mengendarainya apakah juga bukan dari suatu produk pabrik? akal pikiran kita datangnya dari Allah, Allah yang tidak terbatas waktu dan tempat, yang maha mengetahui, saya tidak ingin memahami bahwa saya menabrakan mobil adalah diluar sepengetahuan Allah sebelumnya, bahwasanya saya menabrakan mobil karena teledor dan kemudian masuk RS, maka itulah akibat dari sebab dari apa yang saya lakukan, tapi tetap bahwa kuasa Allah sebagai yang maha kuasa lah yang menentukan itu terjadi, maka maaf tolong dijelaskan tentang perihal ini [/quote]

    Saudaraku…maksud dari pendapat saya itu adalah salah satu contohnya, Dan seperti saya sampaikan sebelumnya semua itu hakikatnya dari Alloh tidak ada sesuatu apapun yang bisa luput dari pengetahuan & pengawasan Alloh, Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu dan maha menentukan & kuasa atas segala sesuatu, perihal yang saudara sebutkan diatas adalah benar adanya yg intinya adalah bahwa kita tidak bisa menolak kuasa & takdir yang Alloh berikan pada kita, kita hanya berusaha & mengenai sebab akibatnya hanya Alloh yang menentukan.

    \"Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah\" kita Tidak Ada daya untuk berbuat taat hanya hanya dengan kuasa Alloh & dan tidak ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat itu pun karena kuasa Alloh.

    Kita semua hanya berusaha & semuanya kembali kepada Alloh yg menentukan. Mudah²an bisa dipahami.

    Terima kasih kepada yang mulia habib Munzir yang telah meluangkan waktu menjawab pertanyaan² kami.

    Mohon diberi petunjuk bilamana ada pendapat ana yang kurang tepat, agar ana bisa mengetahui dan memahami serta memperbaikinya dikemudian hari, mudah²an ini menjadi wasilah bertambahnya wawasan serta ilmu untuk ana pribadi dan khususnya Jamaah Majelis Rasulullah.

    Wassalaamu\’alaikum

    Hartono – Mangga Besar XIII

    #84183825
    Munzir Almusawa
    Participant

    Hayyakumullah.. semoga Allah menyambut anda dengan segala anugerah Nya swt..

    terimakasih tuk saudara Hartono yg sudi banyak memberikan tanggapan di forum kami, Barakallahufiikum

    #84183891
    sanusi burhanudin
    Participant

    terima kasih untuk Habib dan Bapak hartono atas segala penjelasannya, maaf jika ada kata2 saya yang kurang berkenan

    mohon maaf bib, mohon ijazahnya dzikir untuk meningkatkan kecintaan terhadapAllah

    wassalamualaikum wr wb

    #84183918
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya keagungan Nama Nya swt semoga selalu menerbitkan kemudahan pada hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    saya sarankan anda membaca Subhanallahi wabihamdih, itulah kalimat yg paling dicintai Allah dan tak ada orang yg membacanya kecuali akan dicintai Allah swt.

    Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,

    Wallahu a\’lam

    #84183972
    sanusi burhanudin
    Participant

    terima kasi atas ijazahnya habib:-)

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 27 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru