November 25, 2020

CARA MENCARI MURSYID?

Home Forums Forum Masalah Tauhid CARA MENCARI MURSYID?

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 11 total)
  • Author
    Posts
  • #74146447
    fuad
    Participant

    [b] Asslkm, ustad.

    ada sebuah pendapat yang menyarankan, bahwa jika ingin memperbaiki diri disarankan mencari GURU YANG MURSYID. nah, lalu gimana cara mencarinya? ciri-cirinya apa?
    terus apakah setiap toriqoh memiliki mursid?

    kalo aurad muhammadiah itu toriqoh bukan? jika toriqoh siapa pengasasnya?
    mohon penjelasanya habib mundzir

    jzzkmllh,

    #74146450
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya keluhuran Nya swt semoga selalu menerangi hari hari anda dengan kebahagiaan,

    saudaraku nyg kumuliakan,
    mengenai MURSYID yg dimaksudkan adalah guru yg bisa bukan hanya mengajar, tapi menjadi pembimbing dalam kehidupan kita, bagaikan ayah.

    tentunya pilihlah guru yg berjalan dg syariah islam dg benar, memiliki keluasan ilmu syariah, dan banyak mengamalkan sunnah, shalih, rendah diri, berkahlak nabawiy, hal inilah yg sangat sulit ditemukan,

    dan memang hanya guru seperti itulah yg dapar menuntun kita pada keluhuran dunia dan akhirat.

    dan mengenai mereka pengikut tarekat atau tidak maka hal itu terserah anda utk memilihnya, namun yg terpenting adalah hal hal yg saya sebutkan diatas.

    kalo aurad muhammadiah saya belum menemukan sumber yg tsiqah tentang kejelasannya,

    demikian saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a\’lam

    #74148345
    Mohammad Rizal
    Participant

    Maaf, kalau jawaban saya tentang tarekat Awrad Muhammadiah tidak bisa dimuat, mohon dikirimkan langsung pada email penanya yang bersangkutan. Terima kasih.

    #74148347
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Cahaya kebahagiaan semoga selalu menerangi hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    beribu maaf mengenai jawaban tulisan anda tidak dapat kami tampilkan karena hal hal ghaibiyyat yg anda tuliskan merupakan hal yg tak selayaknya disebar luaskan secara umum, sebagaimana kita mendhahirkan hukum hukum yg dhahir dan dilarang kita menyembunyikannya,

    dan kita dilarang mendhahirkan hal hal ghaibiyyat karena memang hal itu bukan untuk dijadikan dhahir, kita memposisikan yg dhahir pada tempatnya dan yg ghaib pun pada tempatnya.

    dan hal hal itu banyak yg tak dapat dipertanggungjawabkan dg hujjah yg tsiqah, maka kami tak pula berkenan untuk mengirimkannya kepada email penanya, sebab dg mengirimkannya maka kami harus bertanggungjawab.

    demikian saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a\’lam

    #74148401
    Mohammad Rizal
    Participant

    Tak apa. Terima kasih sebelumnya. Jawaban kami kutip dari Manaqib Sayyidi Syeikh Muhammad bin Abdullah As Suhaimi yang ditulis oleh cucunya, alm. Sayyid Syeikh Thaha bin Fadhlullah Suhaimi, mantan Ketua Mufti Singapura.

    Ini sedikit mengenai Syeikh Thaha Suhaimi:
    http://bahrusshofa.blogspot.com/2005_11_01_archive.html

    Perkara-perkara ghaib dalam manaqib tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan hujjah yang kuat dari kitab-kitab besar dan ulama-ulama muktabar dalam madzhab Syafi\’i. Hal ini telah selesai dibahas oleh Majelis Syuriyah PBNU yang poin-poinnya ada dalam Surat Keputusan Majelis Syuriyah PBNU bertanggal 12 Agustus 1994, ditandatangani oleh KH. Ma\’ruf Amin dan KH. Ilyas Ruchiyat. Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf. Semoga kasih sayang ALLAH dan Rasul-Nya SAW selalu tercurah untuk Tuan Habib sekeluarga.

    #74148422
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

    Rahmat dan kesejukan sanubari semoga selalu mengiringi hari hari anda,

    saudaraku yg kumuliakan,
    bukan maksud saya tidak percaya pada guru mulia anda dan keramatnya, hal itu bisa saja, namun saya jelaskan bahwa hal ghaib bukan untuk disebarluaskan pada umum, seperti mempunyai beberapa jasad, terlihat dibanyak tempat, dan banyak lagi,

    hal ini wajar saja, namun bukan untuk dibanggakan dan disebarluaskan, karena yg mesti disebarluaskan adalah bagaimana taatnya pada Allah, bagaimana khusyuknya, dan hal hal lain yg bisa dipanut ummat.

    ketika masyarakat sudah rajin membuka hal hal gaib untuk disebarluaskan, maka kalangan yg tak percaya akan menghina si wali tersebut, mencibirnya, dan mencemoohnya, nah.. jatuhlah mereka pada dosa besar, kenapa?, karena perbuatan orang orang yg menyebarluaskan hal hal gaib yg tak masuk akal oleh sebagian orang yg moderat.

    kita tak memungkiri keramat, namun keramat bukan tujuan tuk disebarluaskan, karena bila ada orang yg tak percaya maka akan mencemoohnya.

    misalnya anda bicara keramat Syeikh Fulan, dikatakan ia bisa membuat tulang belulang ayam goreng berubah kembali menjadi ayam hidup yg sempurna, bila hal ini disebarluaskan dan sampai ke telinga orang yg tak mempercayainya, mereka bukan akan mencemooh anda, tapi langsung mencemooh syeikh fulan itu.

    misalnya dg ucapan : \"wah.. hebat dong.., kalah KFC..!, tulang bisa jadi ayam lagi!, bisa laku tuh bantuin di restoran lesehan gue\"

    nah.. ucapan ini merujuk pada dosa besar dan kekufuran, karena menghina wali Allah swt, bahkan ditakutkan wafat dalam su\’ul khatimah..

    nah.. sekarang siapa yg salah?, siapa yg menjadi sebab kehinaan orang ini?,

    yg turut terlibat dan menjadi penyebab adalah yg menyebar2kan kabar gaib sembarangan, membuat orang lemah iman menjadi mungkir dan menghina.

    walaupun kabar itu shahih namun tak perlu disebarluaskan karena akan membawa fitnah, jauh lebih baik sebarluaskan khusyuknya, taatnya, berpanutnya pada Sunnah, kemuliaan qiyamullail nya, inilah yg mesti disebarluaskan, agar orang bisa menjadikannya idola, dan berpanut padanya, dan menjadikannya Imam.

    ini maksud saya untuk tak menampilkan berita berita gaib dari guru mulia anda.

    demikian saudaraku yg kumuliakan,

    wallahu a\’lam

    #74148497
    iwan ardianzah
    Participant

    Assalamu\’alaikum.

    Habib Mundzir yang saya muliakan, Semoga selelu dalam lindungan ALLAH swt. amiin.

    bib, berkenaan dengan pernyatan anda tentang Wali ALLAH, saya ingin bertanya,

    1. bib, waktu itu saya datang ke suatu majelis, setelah sampai di rumah. saya menceritakan tentang Wali ALLAH, yaitu yang baru2 meninggal akhir ini, saya lupa namanya, pokoknya ada Assegaf nya deh..,kemudian ayahhanda saya tidak percaya tentang masih adanya wali zaman sekarang.., karena ke awaman ayah saya, kemudian ia mendaulat majelis itu sesat, ap yang harus saya lakukan ? apakah saya ikut berdosa ? bagaimana cara mneghapus dosanya,?

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih..,

    wassalam,

    #74148536
    Aditya Hartono
    Participant

    Assalaamu\’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh…

    Ana sependapat dengan pendapat habib yang menyatakan bahwa ghaib bukan untuk disebarluaskan kepada umum.
    Dan lagi pula Ghaib itu milik Allah dan rahasia Alloh.

    Saya juga yaqin bahwa seorang Wali Alloh (kekasih Alloh) itu tidak mau kalo kramat / karomahnya diperlihatkan kepada orang kalo ngga benar² darurat, sebab saya pernah mendengar qoul yang mengatakan Wali itu bila karomahnya itu diperlihatkan / ketahuan sama orang sangat malu di ibaratkan seperti (maaf) kentut dimuka umum.

    Wa\’llohu\’Alam

    Wassalaamualaikum
    Hartono – Mangga Besar XIII

    #74148539
    Munzir Almusawa
    Participant

    Alaikumsalam warahmatullah wabaraktuh,

    Rahmat dan Ketenangan Jiwa semoga selalu menghiasi hari hari anda,

    Saudaraku yg kumuliakan,
    mengenai ulama yg anda maksud itu adalah Assayyid Al Allamah Alhabib Abdurrahman Assegaf, beliau itu diakui sebagai wali Allah karena seorang ulama besar yg memiliki ratusan ribu murid yg ribuan pula yg telah menjadi guru dan memiliki ribuan murid pula,

    Barangkali yg dianggap ayah anda bahwa wali itu adalah yg bisa terbang, atau menghilang, atau merubah batu menjadi emas sebagaimana di film “wali sanga” , sebenarnya bukan demikian yg disebut wali Allah, mereka adalah yg bertakwa dan banyak mengamalkan ibadah yg fardhu dan sunnah,

    Berkata Imam Syafii rahimahullah : “kalau seandainya ulama yg mengamalkan ilmunya dan shalih bukan wali Allah, maka tak ada wali Allah dimuka bumi”.

    Nah.. kalimat ini menjelaskan bahwa yg pantas menyandang gelar wali Allah bukanlah yg berterbangan di angkasa atau menyulap batu menjadi emas, justru yg disebut wali Allah adalah para ulama yg mengamalkan ilmunya, dan shalih, berbudi mulia, yg dengan melihat wajahnya membuat kita mengingat Allah.

    Barangkali baiknya bila anda jelaskan makna ini kepada ayah anda, saya yakin anda akan menerimanya, dan demikian pula Hb Abdurahman Assegaf, ia jadikan rumahnya sebagai sekolah, ia sangat memuliakan tamu tamunya, ia sangat sopan pada orang orang yg tak kenal agama, akhlaknya adalah warisan Akhlak Nabi saw.

    Maksud saya agar persepsi ayah anda menjadi sedikit lebih bisa menerima mengenai makna wali Allah.

    demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu.

    wallahu a\’lam

    #74148561
    iwan ardianzah
    Participant

    Assalamu\’alaikum

    Habib Mundzir yang saya muliakan,

    terima kasih atas pencerahannya..,

    Bib? pernah berguru dengan Beliau?
    saya menyesal karena belum pernah mengenal beliau, sedangkan ia sudah tiada.. semoga amal2 nay deterima oleh ALLAH SWT AMIIN..,

    sekali lgi terima kasih banyak

    wassalamu\’alaikum.

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 11 total)
  • The forum ‘Forum Masalah Tauhid’ is closed to new topics and replies.

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru